
Azzahra menghampiri Umi nya yang sedang sibuk di dapur selepas pulang dia dari lari pagi. Azzahra langsung melingkarkan tangannya ke pinggang Umi Rara dari belakang kemudian menyandarkan kepalanya di punggung Uminya itu membuat Umi Rara tersentak kaget.
" Rara, kunaon, Geulis?" tanya Umi Rara kemudian.
" Umi, Rara sedih dengar gosip diluaran tentang Rara sama Kak Gavin. Rara minta maaf ya, Umi. Sudah membuat Umi harus mendengar berita tak sedap itu," lirih Azzahra.
Umi Rara lalu mengurai tangan Azzahra yang melingkar di pinggangnya, Umi Rara kemudian memutar tubuhnya hingga kini berhadapan dengan putrinya itu.
" Abi sudah menasehati Umi agar tidak memikirkan berita yang tidak benar. Biarkan orang yang membicarakan kamu dan suami kamu itu menanggung dosa sendiri-sendiri." Umi Rara membelai wajah putrinya.
" Iya, Umi."
" Oh, ya. Kamu juga sudah mendengar berita itu, ya?"
" Iya, Umi. Tadi sewaktu lari pagi banyak ibu-ibu yang bergosip tentang Rara dan Kak Gavin. Tapi untung Kak Gavin bisa mengatasinya. Kak Gavin mengancam akan mempidanakan mereka yang memfitnah Rara." Azzahra menceritakan sikap tegas suaminya menghadapi pasukan ibu-ibu nyinyir tadi.
" Benar Gavin bicara begitu?" Umi Rara tidak percaya jika suami putrinya itu sampai mengancam ibu-ibu nyinyir.
" Iya, Rara juga nggak menyangka Kak Gavin sampai bertindak seperti itu. Sampai bilang mau mendatangkan pengacara kondang yang di televisi itu, Umi." Azzahra menjelaskan.
" Wah, suami kamu itu sepertinya sudah mulai sayang kamu, Neng." Umi Rara berpendapat.
" Entahlah, Umi. Tapi aku sama Kak Gavin sudah berjanji untuk bisa saling membuka hati" ungkap Azzahra.
" Syukurlah jika kalian sudah mengambil keputusan seperti itu. Ya, meskipun kalian menikah itu awalnya tidak didasari rasa cinta, tapi kalau Umi lihat sekarang ini suami kamu sudah terlihat sangat perhatian sama kamu, Ra."
" Iya, Rara rasa juga begitu, Umi. Walau Kak Gavin itu suka usil tapi dia selalu baik terhadap Rara. Apalagi waktu Rara sakit kemarin, Kak Gavin begitu memperhatikan Rara." Azzahra menceritakan bagaimana perlakuan Gavin terhadapnya.
" Kamu sakit apa, Ra? Kok kamu nggak kasih tahu Umi?" tanya Umi khawatir.
" Ah, Hmmm ... sakit ... karena kecapean, Umi." Azzahra menutupi kalau dia sakit karena saat itu Gavin mengacuhkannya soal pil KB.
" Kecapean karena apa hayo?? Pasti karena cape meladeni suami, kan? Pengantin baru 'kan memang begitu." Umi Rara terkikik hingga membuat wajah Azzahra merona.
" Ah, Umi..." Azzahra tersipu malu. " Rara mau ganti banju dulu ya, Umi. Setelah itu bantuin Umi masak." Azzahra memilih pergi daripada akan diledek habis-habisan oleh Uminya.
" Sudah nggak usah, Nenk. Biar Umi sama Rusmi saja yang memasak. Kamu cukup meladeni Gavin saja buatkan Umi cucu-cucu yang lucu." Umi Rara masih dalam mode menggoda.
" Umi ..." Azzahra mencebik kemudian berlalu meninggalkan Uminya, membuat Umi Rara terkekeh melihat sikap pemalu putrinya itu.
***
Beberapa waktu berlalu, hubungan Gavin dan Azzahra semakin dekat. Masalah Agatha tak mengoyahkan hubungan mereka berdua. Apalagi Gavin selalu meminta istrinya itu selalu berkomunikasi dengan Natasha. Gavin juga meminta Natasha untuk banyak membantu istrinya agar bersikap lebih percaya diri terutama menghadapi wanita seperti Agatha.
Azzahra memperhatikan ponsel suaminya yang berbunyi. Dia melihat nama Steven yang muncul di layar ponsel suaminya itu.
" Kak, teleponnya bunyi." Azzahra mengetuk pintu kamar mandi karena saat itu suaminya sedang mandi.
" Siapa yang telepon?" tanya Gavin saat pintu kamar mandi terbuka hingga memperlihatkan tubuh polosnya yang hanya sebagian kecil tertutup busa sabun.
" Astaghfirullahal adzim, Kak." Azzahra langsung membalikkan badannya karena mendapati pemandangan yang membuatnya harus menelan salivanya.
__ADS_1
Gavin terkekeh melihat Azzahra yang terkejut menatap penampakannya.
" Lagian kamu ini, sudah tahu sedang mandi, pakai ketuk pintu segala. Memangnya kenapa? Mau ikutan mandi bareng?" Gavin menggoda Azzahra.
" Ada telepon masuk," ucap Azzahra masih membelakangi Gavin.
" Namanya Steven," ucap Azzahra.
" Oh, terima saja kalau dia telepon lagi. Bilang saja nanti aku hubungi balik."
" Ya sudah ..." sahut Azzahra kemudian berlalu dari hadapan suaminya itu dari pada dia ikutan khilaf.
Tak berapa lama ponsel Gavin kembali berbunyi dan masih menampilkan nama yang sama seperti tadi. Dengan cepat Azzahra meraih benda pipih itu.
" Hai, Vin. Apa kabar? Gue sedang ada di Indonesia, nih. Lu di mana sekarang?" sapa suara Steven menduga jika yang mengangkat telepon adalah Gavin.
" Hmmm, maaf ... Kak Gavin nya sedang di kamar mandi." Azzahra cepat menjawab.
" Oh, sorry ... kamu siapa?" tanya Steven heran karena suara wanita yang menjawab teleponnya.
" Hmmm, saya Rara, Kak."
" Oh, Rara adiknya Gavin, ya?"
Azzahra mengerutkan keningnya kemudian menjauhkan ponsel dari telinganya menatap layar telepon suaminya itu.
" Halo, halo ..." Suara Steven samar terdengar di telinga Azzahra.
" Benar 'kan kamu adiknya Gavin? Wah, kebetulan sekali, nih. Boleh kenalan nggak? Gavin pernah kasih tahu punya dua adik wanita cantik-cantik dari lain ibu. Tapi dia pelit sekali nggak kasih aku kesempatan buat kenalan sama kalian." Steven terkekeh.
" Kenalkan, aku Steven, masih single, kok. Rara sudah punya pacar belum? Boleh minta nomer HP nya, nggak? Tapi jangan bilang-bilang kakakmu itu, ya!"
Azzahra kembali mengeryitkan keningnya.
" Hmmm, saya bukan adiknya Kak Gavin."
" Hahaha ... pasti Gavin yang melarang kamu mengaku sebagai adiknya, kan? Ayo ngaku saja, deh!" desak Steven.
" Tidak, Kak. Tapi aku memang bukan adiknya Kak Gavin," tepis Azzahra.
" Bukan adiknya Gavin? Lalu kamu siapa? Apa jangan-jangan kamu pacarnya Gavin? Setahuku dia sudah bercerai dengan Tante-tante itu."
" Saya ...."
" Steven masih telepon, Honey?" tanya Gavin yang sudah keluar dari arah kamar mandi.
Azzahra kemudian menoleh ke arah suaminya yang kini sudah mengenakan bathrobe.
" Iya, Kak." Azzahra menyodorkan ponsel Gavin.
" Hai, Steve. Ada kabar apa?" Gavin mendekatkan benda pipih itu ke telinganya.
__ADS_1
" Siapa cewek tadi, Vin?"
Gavin menoleh ke arah Azzahra yang sedang menyiapkan baju untuknya.
" Kenapa memang?" tanya Gavin.
" Kenalin lah ke gue, jangan dikekepin sendiri saja."
" Jangan macam-macam lu, Steve!" ancam Gavin.
" Hahaha ... posesif banget lu, Vin. Cuma mau kenal doang, cantik nggak dia? Gue video call, ya!" Steven kemudian mengganti panggilan teleponnya menjadi video call.
" Mana gue mau mau lihat cewek tadi," ucap Steven saat video call tersambung.
" Ck, buat apa lihat-lihat segala?"
" Gue cuma ingin tahu, masih sama nggak selera lu sama yang dulu." Steven menyeringai.
" Buruan, kenalin ke gue cewek tadi!" Steven nampak penasaran dengan Azzahra.
" Lu habis ngapain sama dia? Pakai bathobe gitu? Habis make love lu, Vin?" sindir Steven.
" Kalau iya memangnya kenapa?" Gavin menyahuti dengan cueknya.
" Ah, gila, lu! Nggak rubah juga lu, Vin!" Steven tergelak.
" Buruan deh gue mau lihat cewek lu yang sekarang seperti apa?" desak Steven.
" Honey, kemarilah ..." Gavin kemudian memanggil Azzahra untuk mendekat ke arahnya.
Azzahra pun menuruti apa yang diperintahkan oleh suaminya.
" Kenapa, Kak?" tanya Azzahra.
Gavin langsung melingkarkan lengannya di pundak Azzahra hingga kini wajah cantik Azzahra nampak di layar ponsel Steven.
" Ini cewek yang bikin lu penasaran?" tanya Gavin.
" Ah, si*al, lu! Jangan bercanda lu, Vin!" Steven terkesiap mengetahui wanita yang bersama Gavin adalah wanita cantik berhijab.
" Bercanda apaan, sih? Orang aku serius juga! Benar 'kan, Honey?" Gavin kemudian mencium pipi Azzahra bertubi-tubi hingga membuat Steven ternganga tak percaya karena sosok Azzahra bukanlah tipe wanita yang biasa disukai oleh Gavin.
*
*
*
Bersambung ...
Yang baca MSI pasti tau kapan Rara hamil, kan? Rara hamil itu saat Natasha hamil Azkia. Jadi ya jangan berharap Rara hamil dalam waktu dekat ini ya 😁
__ADS_1
Happy Reading❤️