
" Kak, Aaaakkhh ... sudah ..." Azzahra meminta agar suaminya menghentikan aktivitasnya berbuka puasa tidak melakukan hubungan suami istri selama masa nifas.
" Sebentar, Honey. Ini belum mau keluar." Gavin menolak diminta istrinya itu berhenti karena dia memang belum mencapai kli*maks.
" Tapi ngilu rasanya, Kak. Aaakkkhh ... pelan-pelan, Kak!" Azzahra memprotes suaminya yang semakin mempercepat gerakannya.
" Sabar, Honey. Kamu yang minta cepat selesai, kan?"
" Tapi jangan kencang-kencang, Kak. Ssshhh ..." Rintihan dan desa*han Azzahra terus silih berganti keluar dari bibir wanita cantik itu.
" Sebentar lagi, Honey ... "
" Oek oek oek ..."
" Kak, Rayya bangun, awas ..." Azzahra meminta Gavin untuk melepasnya.
" Tanggung, Honey." Gavin keberatan diminta istrinya itu untuk menyudahi aktivitas bercintanya.
" Oek oek oek ...."
" Kak, kasihan Rayya ...."
" Sebentar, Honey. Baby sabar ya, Sayang. Daddy sedang melepas rindu sama Mommy." Gavin mempercepat gerakannya.
" Aaaakkhh, Kak ...!" Azzahra memekik kesakitan karena gerakan Gavin yang tergesa-gesa ingin menyelesaikan aktivitasnya membuat Azzahra kesakitan.
" Oek oek oek ..." Suara Rayya terdengar semakin kencang karena tidak ada satu pun orang yang cepat menggendongnya.
Tok tok tok
" Rara, Gavin ... apa kalian sudah tidur? Baby Rayya menangis ..." Terdengar ketukan pintu dan suara Tante Linda dari luar kamar.
" Kak, Mama ..." Azzahra akhirnya mendorong kuat tubuh suaminya agar segera melepaskan diri.
" Ra, Gavin ...!!" teriak Tante Linda lagi.
" I-iya, Ma." Azzahra kemudian mengambil dasternya lalu memakai sembarang dan berlari ke arah box Baby Rayya.
" Cup, cup, Sayang. Rayya haus, ya? Mau ne nen Mama?" Azzahra langsung mengambil tubuh bayi kecilnya kemudian dia berjalan ke arah tempat tidurnya. Dia melihat suaminya itu yang sedang terlentang dengan kaki menggantung ke lantai.
" Papa nakal ya, Sayang? Nggak bolehin Mama cepat-cepat gendong Rayya." Azzahra seolah mengadu ke anaknya.
" Ra, kamu sudah bangun?" Suara Tante Linda masih terdengar dari luar pintu.
" Sudah, Ma." Azzahra membalas cepat.
" Baby, kenapa Baby tega sekali sama Daddy?" Gavin bangkit lalu menciumi anaknya itu membuat Azzahra terkekeh.
" Gimana ini, Honey? Aku masih belum tuntas?" Gavin mengeluh seraya menyandarkan kepalanya yang terasa pusing tujuh keliling di pundak Azzahra.
" Selesaikan saja sendiri di kamar mandi, Kak." Azzahra terkikik melihat wajah penuh penderitaan Gavin.
" Kau tega, Honey?"
__ADS_1
" Mau bagaimana lagi? Sekarang 'kan kita nggak berdua lagi. Sekarang bertiga sama Rayya, Kak." Azzahra meminta pengertian suaminya.
" Sebaiknya kalau malam Baby Rayya suruh tidur di kamar Tante Linda dan Dad David saja, Honey. Supaya tidak mengganggu aktivitas bercinta kita." Gavin merasa jika idenya itu cukup cemerlang dan tidak mengganggunya jika sedang melakukan hal seperti tadi dan tidak akan terjadi lagi acara cabut paksa.
" Astaghfirullahal adzim ...!! Kok Kak Gavin tega menyingkirkan Rayya?!" Azzahra nampak kesal dengan ide suaminya itu.
" Aku tidak menyingkirkan Baby Rayya, Honey. Aku hanya mengungsikan Baby jika kita sedang berhubungan."
" Apa bedanya, Kak? Intinya sama saja Rayya dianggap mengganggu Kak Gavin,! Kak Gavin kok tega sekali sama anak sendiri seperti itu?!" Azzahra menganggap jika suaminya itu egois dan hanya memikirkan kesenangan pribadinya.
" Bukan seperti itu maksud aku, Honey!" Gavin dengan cepat menangkis dugaan Azzahra.
" Rayya, Sayang ... Papa nggak sayang sama Rayya, nanti kita pulang ke Bogor saja ya, Sayang."
" Honey! Apa yang kau katakan?! Aku nggak mungkin nggak sayang sama Baby Rayya." Gavin menepis anggapan Azzahra.
" Terus apa namanya? Kak Gavin meminta supaya Rayya ditaruh di kamar Mama dan Papa, supaya Kak Gavin nggak merasa terganggu dengan kesenangan Kak Gavin, kan?! Kak Gavin itu egois, tau nggak, sih?!" Azzahra dengan tersedu mengatakan kalimat itu.
Gavin yang mendapati istrinya terisak langsung merengkuh punggung Azzahra.
" Honey, maafkan aku. Aku nggak bermaksud seperti itu. Oke,Baby Rayya tidak akan pindah, dia akan tetap di sini bersama kita, ya." Gavin mengecup pucuk kepala istrinya. Dia meminta maaf karena salah ucap yang diartikan beda oleh istrinya tadi.
Keesokan paginya ...
" Semalam Baby Rayya menangis, apa kalian berdua tidak mendengar?" tanya Tante Linda saat sarapan pagi bersama Dad David, Azzahra dan Gavin.
" Hmmm, iya, Ma. Rara rasanya mengangkuk sekali karena acara siang tadi." Azzahra beralasan, tidak mungkin juga beralasan karena dia dan Gavin sedang melakukan aktivitas intim..
" Kalau kalian masih merasa lelah, terutama kamu, Ra. Sebaiknya Baby Rayya tidur di kamar Mama sama Papa saja," Apa yang diusullan Tante Linda tidak beda jauh dengan apa yang diinginkan oleh suaminya semalam.
" Kamu 'kan punya persediaan stok ASIP jadi kalau Baby Rayya nangis biar nanti ambil persedian ASIP saja." Kata- kata Tante Linda membuat Gavin menarik satu sudut bibirnya ke atas.
" Bagaimana, Honey?" Gavin berharap Azzahra mau berubah pikiran.
Azzahra yang mersa jika suaminya itu sengaja mempengaruhinya langsung menghela nafas panjang.
" Kak, semalam kita 'kan sudah sepakat," tegas Azzaha.
" Iya, Honey. Iya ...." Mau tak mau Gavin harus menerima keputusan istrinya itu.
***
Gavin menekan tombol bel di depan rumah Natasha saat dia selesai bertemu dengan relasi bisnis di tempat yang berjarak tidak jauh dari rumah Natasha.
" Assalamualaikum, Alexa ..." Gavin menyapa Natasha yang saat ini membukakan pintu untuknya.
" Waalaikumsalam, Kak Gavin." Natasha pun nampak kaget melihat kemunculan Gavin di rumahnya.
" Masuk, Kak. Kak Gavin habis dari mana ini? Natasha merasa penasaran. Karena tidak biasanya Gavin datang di siang bolong seperti sekarang ini.
" Kakak tadi habis bertemu relasi bisnis di restoran depan komplek rumahmu ini." Gavin menjelaskan alasan kenapa dirinya berkunjung ke tempat Natasha.
" Oh ...."
__ADS_1
" Alden sama Azkia mana, Alexa?" tanya Gavin kemuadjan.
" Mereka sedang tidur siang, Kak. Mas Yoga baru saja berangkat lagi, habis makan siang di rumah." Natasha menjelaskan.
" Yoga selalu pulang makan siang ke rumah?" tanya Gavin lagi.
" Kadang-kadang. Kalau dia agak repot di kampus, aku kirim makanan ke kampus pake ojek. Mas Yoga sekarang ini inginnya makan makanan yang aku masak sendiri. Akhirnya aku dadakan belajar masak, deh." Natasha terkekeh menceritakan bagaimana aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga.
" Oh ya, Alexa. Kakak ingin bertanya sama kamu, karena jujur saja Kakak penasaran dengan apa yang terjadi antara kamu dan Andra. Kemarin Kakak dengar kalau kamu menyebut kata melecehkan. Apa maksudnya dari kata-katamu itu?"
Natasha yang mendengar pertanyaan Gavin langsung membuat tawanya terhenti.
" Kamu nggak pernah cerita apa penyebab kamu dulu putus sama Andra."
Natasha menelan salivanya, rasanya dia ingin menyingkirkan peristiwa itu dari ingatannya.
" Alexa?" Gavin menyadari perubahan wajah Natasha yang berubah menegang.
" Apa Andra berbuat salah yang menyakitkan hatimu?" tanya Gavin menelisik.
Natasha menggelengkan kepalanya.
" Bukan suatu hal yang baik untuk diceritakan, Kak." Natasha menjawab lirih.
" Ada apa? Kenapa? Apa yang sudah Andra lakukan terhadap kamu, Alexa? Apa dia selingkuh? Katakan pada Kakak ..." Gavin mulai serius menanyakan kepada Natasha.
" Sudahlah, Kak. Jangan bahas itu lagi." Natasha merasa terusik dengan pertanyaan Gavin.
* Alexa, kita ini saudara. Aku sangat menyayangi kamu sejak masih kecil. Jika kamu bersedih, Kakak juga merasa sedih. Jadi katakan pada Kakak apa yang sudah Andra lakukan terhadap kamu sehingga kamu selalu menghindari Andra."
" Kak Gavin janji nggak akan bilang pada siapa-siapa tentang hal ini termasuk Mama Nabilla?" Natasha meminta Gavin untuk tutup mulut tak akan bicara pada siapapun.
" Kakak janji, sekarang kamu katakan saja, apa masalahnya? Kenapa kamu seolah membenci Andra?" tanya Gavin penasaran.
" Karena ... karena saat itu dia hampir memper*kosa aku, Kak."
Bola mata Gavin membulat lebar dengan mulut terbuka mendengar apa yang dilakukan saudara sepupunya itu kepada adik sepupu tercintanya.
*
*
*
Bersambung ...
Happy Reading❤️
*
*
*
__ADS_1
Bersambung ...
Happy Reading❤️