
Azzahra terus memperhatikan pria tampan yang sedang berbincang dengan suaminya saat ini. Pria bernama Ricky yang merupakan perwakilan dari Angkasa Raya Group. Entah apa yang dibicarakan mereka tentu saja tidak dia pahami dan itu tidak menarik perhatiannya. Tapi sosok Ricky lah yang benar-benar membuat Azzahra menatap Ricky dengan serius sampai keningnya pun ikut berkerut.
Azzahra merasa mengingat wajah seseorang yang sangat mirip dengan Ricky. Wajah pria yang sedang berbincang dengan suaminya itu benar-benar mirip seperti Ramadhan, anak dari Anindita, rekan kerjanya saat dia bekerja beberapa hari di Alabama Florist.
Ricky pun yang merasa sedari tadi seperti diawasi oleh sepasang mata indah langsung menoleh ke arah Azzahra dan memberikan senyuman kepada istri Gavin itu. Sontak saja apa yang dilakukan Ricky membuat Azzahra mengerjapkan matanya dan dia buru-buru memalingkan wajahnya karena ketahuan sedang memperhatikan Ricky.
Dan apa yang dilakukan Ricky saat menoleh dan memberikan senyuman terhadap Azzajra tentu saja terekam oleh mata Gavin. Siapa tak kenal Ricky, seorang asisten andalan dari Angkasa Raya Group yang memiliki ketampanan yang mampu menyaingi bos nya yaitu Dirgantara Poetra Laksmana.
Gavin lalu menoleh ke istrinya yang terlihat salah tingkah karena senyuman yang diberikan Ricky. Giginya seketika mengerat membentuk rahangnya yang mengeras. Apalagi sebelumnya Shella sudah menjelaskan jika Ricky masih membujang dan sekretaris Gavin itu pun mengakui jika dia juga bahkan tertarik dengan Asisten dari Dirga itu.
" Ehem ..." Gavin berdehem sehingga membuat semua mata berpusat kepadanya.
" Saya rasa pembicaraan kita kali ini sudah cukup jelas, Pak Ricky. Kami, saya dan Daddy saya sepakat untuk memakai jasa Angkasa Raya kembali untuk pembangunan proyek hotel di Bandung," ucap Gavin.
" Baiklah, Tuan Gavin. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Tuhan Gavin dan Tuan David kepada Angkasa Raya. Untuk membahas kesepakan selanjutnya nanti saya atur pertemuan Tuan Gavin dengan Pak Dirga." Ricky menjawab dengan lugas.
" Baiklah Pak Ricky. Terima kasih ..." Gavin mengulurkan tangannya. " Senang bisa kembali bekerjasama dengan Angkasa Raya."
" Sama-sama, Tuan Gavin. Kami juga berterima kasih atas kepercayaan kepada perusahaan kami." Ricky pun membalas uluran tangan Gavin seraya berdiri.
" Kalau begitu saya permisi lebih dahulu, Tuan Gavin, Nyonya Gavin dan Nona Shella." Ricky kemudian berpamitan kepada Gavin dan dua orang wanita yang kini bersama Gavin.
" Shel, kamu pulang ke kantor pakai taksi online saja, ya! Saya dan istri saya ada keperluan dulu." Gavin meminta sekretarisnya itu memisahkan diri darinya seraya mendudukkan kembali tubuhhya ke atas kursi.
" Oh ... baik, Pak. Kalau begitu saya pamit lebih dulu. Permisi, Pak, Bu ..." Shella sedikit membungkukkan tubuhnya kemudian melangkah pergi menjauh dari Gavin dan Azzahra.
Gavin kini memperhatikan Azzahra dengan pandangan menghunus tajam.
" Kenapa melihat seperti itu?" tanya Azzahra yang merasa jengah diperhatikan seperti itu oleh suaminya.
" Kenapa kamu tadi gelagapan dikasih senyuman sama relasi bisnisku?" tanya Gavin ketus.
__ADS_1
Azzahra menautkan kedua alisnya mendengar pertanyaan Gavin namun kemudian mengedikkan bahunya.
" Kamu suka sama dia?" tanya Gavin.
" Siapa yang suka sama dia?!" tepis Azzahra melipat tangan di dadanya.
" Lalu kenapa kamu tadi terlihat salah tingkah saat dilihat oleh Pak Ricky?" selidik Gavin.
" Siapa juga yang salah tingkah." Azzahra terus saja menyangkal. Dia kemudian berdiri sambil meraih tasnya.
" Mau ke mana kamu?"
" Aku mau cari mushola, mau sholat dulu."
" Kita cari Masjid di jalan sekalian kembali ke hotel saja." Gavin kemudian ikut berdiri lalu melangkah terlebih dahulu meninggalkan Azzahra yang terbengong.
***
Azzahra yang baru saja selesai melaksanakan sholat Dzuhur lalu menoleh ke pojok kiri bangunan dalam masjid saat dia mendengar seeorang menangis dengan satu orang lainnya yang sedang mencoba menenangkan.
" Aku nggak sangka Mas Harun tega melakukan ini ke aku, Na."
Azzahra sebenarnya tidak ingin menguping pembicaraan mereka, tapi suara obrolan mereka tertangkap jelas di telinganya.
" Dulu dia bilang hanya cinta aku, dulu dia bilang kalau akulah wanita satu-satunya untuk dia. Dia bilang aku yang paling cantik, paling segalanya. Sekarang kenapa dia tega berselingkuh di saat aku sedang mengandung anak dia, Na? Dia bahkan mengancam akan menceraikan aku setelah anak ini lahir. Aku harus bagaimana, Na?" Wanita itu terisak menceritakan permasalahannya kepada temannya itu.
Azzahra mendesah mendengar pembicaraan kedua orang di dekatnya itu. Azzahra kemudian menoleh kembali ke arah mereka. Dia ragu antara ingin mendekat atau pergi meninggalkan mereka. Namun pada akhirnya dia memilih untuk berjalan menghampiri kedua orang itu.
" Teh, maaf tadi saya mendengar obrolan teteh-teteh ini. Teteh yang sabar, ya! Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada Teteh untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang Teteh hadapi sekarang ini," ucap Azzahra dengan bahasa yang santun. Dia sendiri tidak tahu, jika dia sendiri yang ada di posisi wanita itu apakah dia bisa menjalankan apa yang dia ucapkan tadi.
" Oh ... maaf, Mbak. Saya menganggu sholat Mbak tadi." Wanita yang menangis itu segera menyusut air matanya.
__ADS_1
" Ah, nggak apa-apa kok, Teh. Teteh yang sabar, ya!" Azzahra mengusap pundak wanita itu.
" Terima kasih, Mbak." Wanita itu menyahuti.
" Hmm, saya permisi duluan ya, Teh." Azzahra segera berpamitan karena dia melihat dari jendela Gavin juga sudah selesai melaksanakan sholatnya.
Sepanjang perjalanan menuju kantor sepasang suami itu hanya terdiam, tak ada perbincangan di antara mereka berdua.
Azzahra yang masih kepikiran soal wanita yang tadi dia jumpai menangis di masjid membuat hatinya tak tenang. Dari apa yang diceritakan wanita tadi yang sempat dia dengar, jika wanita itu dan suaminya yang saling mencintai saja pada akhirnya mereka akan berpisah karena sang suami selingkuh dengan wanita lain. Lalu bagaimana dengan rumah tangga dia dan Gavin yang dijalani tanpa dasar rasa cinta? Bukankah peluang untuk Gavin bisa meninggalkannya dengan alasan tidak cinta juga sangat besar?
Sedangkan Gavin sendiri masih memikirkan sikap Ricky yang tadi memberikan senyuman kepada Azzahra. Karena dari yang dia ketahui dari Shella, jika Asisten dari Dirgantara itu terkenal sangat sulit didekati oleh wanita, secantik atau semenarik apapun wanita itu. Lalu, kalau tiba-tiba Ricky memberikan senyuman kepada Azzahra, apakah artinya Ricky tertarik dengan istrinya itu? Dia tidak dapat membayangkan jika itu benar-benar terjadi. Walaupun baru pertama kali berjumpa dengan Ricky tapi Gavin pun bisa merasa pesona Ricky memang sangat kuat, tak berbeda jauh dengan Bosnya yang memimpin Angkasa Raya Group itu.
Gavin langsung mengerjap seraya menggelengkan kepala. Dia lalu menoleh ke Azzahra yang ternyata sedang melamun seraya memandang ke luar jendela dengan bertopang dagu. Dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan istrinya itu. Apakah istrinya itu sedang melamunkan Ricky? Apakah istrinya itu sedang terpesona dengan senyuman yang diberikan oleh sang asisten dari pemilik Angkasa Raya Group itu? Apakah istrinya jatuh hati pada Ricky? Memikirkan hal itu seketika membuat darah Gavin seakan bergejolak.
*
*
*
Bersambung ...
Teruntuk Readers tercinta, harap bersabar ya menunggu kelanjutan kisah Aa Gapin & Nenk Rara, cz mood Othor lagi turun naik, tapi selalu diusahakan up tiap hari.
R : Kenapa up nya cuma 1 dan hanya sedikit?
A : Iya 1 bab dan sedikit itu pun membutuhkan waktu yg tidak sedikit mengerjakannya. Juga ada novel lain yg sedang on going. Dan Othor pun punya aktivitas bekerja jadi waktunya mesti dibagi-bagi, jadi mohon dimaklum ya Readers KCA tercinta, makasih🙏🙏🤗🤗
Yang ingin tau cerital Ricky silahkan mampir di 👇
__ADS_1
Happy Readers❤️