KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Keputusan Abi Rara


__ADS_3

Gavin terkesiap saat Umi Rara menyudutkannya dengan mengatakan dia berbuat kurang ajar, ditambah lagi Abi Rara kini menekannya dengan pertanyaan, apa yang sudah dia lakukan kepada Azzahra.


" Saya, saya tidak melakukan apa-apa kok, Pak." Gavin berusaha menjawab sesantai mungkin.


" Bohong, Abi! Dia sudah mengaku-ngaku sebagai tunangannya Rara di depan wali murid. Dia juga kemarin siang berani sentuh Rara, sampai jatuh berguling di rumput memeluk Rara, dan itu dilihat oleh ibu-ibu pengajian, Abi." Umi Rara menyanggah cepat perkataan Gavin.


" Astaghfirullahal adzim, sudah sejauh itu?!" Abi Rara terperanjat saat mendengar penjelasan dari sang istri.


" Ceritanya tidak seperti itu, Pak. Kemarin siang itu saya sedang bersantai diayunan yang ada di pekarangan samping, lalu Neng Rara ...."


" Nggak usah ikut-ikutan pakai sebutan Neng Rara!" protes Rara memotong ucapan Gavin membuat Gavin melirik ke arahnya.


" Ra, dengarkan dulu penjelasannya." Abi Rara menasehati anaknya.


" Ya intinya Neng Rara ...."


" Dibilang nggak usah ikut-ikutan ...."


" Ra! Dengar apa yang Abi bilang tadi, nggak?!" Abi Rara sedikit meninggikan suaranya karena lagi-lagi Azzahra memotong perkataan Gavin.


" Intinya putri Bapak ini mendorong saya, karena saya mau terjatuh saya mencoba pegangan agar tidak kehilangan keseimbangan, tapi akhirnya terjatuh berdua karena putri Bapak tidak kuat menopang tubuh saya. Jadi masalah itu bukan murni kesalahan saya dong, Pak. Putri Bapak ini yang usil mendorong saya hingga terjatuh." Gavin membela diri dan menuding Azzahra membuat wanita cantik itu terbelalak.


" Benar begitu, Ra?" tanya Abi Rara mencoba mengkonfirmasi cerita Gavin kepada putrinya.


Azzahra yang merasa apa yang dikatakan Gavin semua benar hanya terdiam dan menunduk.


" Kamu kenapa jadi bersikap buruk seperti itu sama orang, Ra?" tanya Abi Rara heran.


" Habis Rara kesal, Abi. Dia sudah mengaku-ngaku sebagai tunangan Rara di depan wali murid." Azzahra mengadu memberikan alasan kenapa dia bisa bersikap buruk terhadap Gavin.


" Kenapa kamu bilang anak saya adalah tunangan kamu?" kini giliran Gavin yang ditanya oleh Abi Rara.

__ADS_1


" Itu ... itu karena saya iseng saja sih, Pak. Soalnya ibu-ibu wali murid terlihat heboh saat saya menjemput putri Bapak. Mereka malah mengira saya artis, lalu menanyakan saya itu siapanya Azzahra? Masa saya mesti bilang saya ini supirnya Azzahra? Pasti ibu-ibu itu tidak akan percaya, karena wajah saya yang ganteng dan penampilan saya yang keren gini. Ya sudah saya bilang saja calon tunangannya Azzahra." Tanpa ada rasa besalah Gavin dengan santai menceritakan semuanya membuat Azzahra mengeratkan giginya karena rasa kesalnya terhadap Gavin semakin berlipat-lipat.


" Iseng katamu? Kamu pikir anak saya ini apa sampai kamu isengi seperti itu? Kamu itu sudah mempermalukan keluarga saya!" geram Abi Rara membuat Umi Rara mengelus punggung suaminya agar tidak terlalu terbawa emosi.


" Maaf, Pak. Saya tidak bermaksud mempermalukan anak ataupun keluarga Bapak. Ibu-ibu wali murid juga pengajian tidak ada yang mencemooh putri Bapak kok, waktu saya bilang saya calon tunangannya Azzahra." Gavin melirik Azzahra saat menjeda kalimatnya. Dia melihat wajah cantik wanita itu kini memerah menahan rasa kesal, dan itu membuat hati Gavin senang. " Mereka justru heboh bahkan mereka bilang Azzahra itu beruntung punya calon tunangan keren seperti saya." Gavin berseloroh.


" Nauzubillah min dzalik saya punya calon tunangan seperti kamu!" tolak Azzahra berapi-api.


" Ra, kalau bicara yang sopan." Abi Rara menegur putrinya.


" Dia sudah bikin Rara kesal, Abi ..." sergah Azzahra merasa tersulut karena abinya terkesan membela Gavin.


" Tapi tidak perlu bicara kasar seperti itu," jawaban Abi Rara membuat Azzahra berdecak sementara Gavin menyeringai melihat Azzahra yang semakin kesal.


" Apa diam-diam kamu itu menyukai Rara sehingga kamu senang sekali menggoda anak saya?"


Pertanyaan Abi Rara sontak membuat Azzahra dan Gavin membelalakkan matanya.


" Iya, apa kamu sebenarnya naksir anak saya, sehingga kamu itu senang berbuat iseng untuk menarik perhatian anak saya?" Umi Rara yang sedari tadi hanya menjadi pendengar ikut menimpali.


" Maaf, Pak, Bu ... saya akui putri Bapak dan Ibu ini cantik. Tapi maaf, dia bukan kriteria wanita yang saya sukai, maksud saya ... saya cukup tahu diri, karena untuk bisa mendapatkan wanita seperti putri Bapak ini diperlukan seorang pria baik-baik yang punya sopan santun seperti Prayoga misalnya." Gavin kembali melirik Azzahra saat menyebut nama Yoga, membuat wajah Azzahra menjadi sendu seraya menundukkan wajahnya. " Saya sadar, saya ini laki-laki yang senang membuat masalah, mana pantas saya berdampingan dengan putri Bapak yang mendekati sempurna ini." Gavin berkata sehalus mungkin agar Abi dan Umi Rara tidak tersinggung. Dan ucapan Gavin berhasil membuat Abi Rara mengerti hingga pria paruh baya itu mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti alasan yang diberikan oleh Gavin.


" Lantas bagaimana ini Abi? Pasti di sekitar sini sudah tersebar jika dia itu calon tunangan Azzahra. Apalagi mereka menganggap dia dengan Rara telah berbuat asusila. Kalau kita bilang dia itu hanya bercanda, Umi takut masyarakat di sini menganggap Rara wanita nggak baik." Umi Rara terlihat cemas.


" Kapan sidang perceraian kamu dengan istri kamu itu?" Pertanyaan Abi Rara sukses membuat Gavin terkesiap.


" M-memangnya kenapa Bapak menanyakan sidang perceraian saya?" tanya Gavin curiga.


" Setelah sidang putusan cerai kamu keluar, kamu harus secepatnya menikahi Azzahra."


Deg

__ADS_1


Semua dibuat terperanjat dengan keputusan Abi Rara.


" Abi ...." Azzahra menggelengkan kepala menolak keputusan Abinya.


" Tapi, Pak ..." Gavin pun tak sanggup melanjutkan kalimatnya.


" Itu sudah menjadi keputusan saya," tegas Abi Rara.


" Rara nggak mau menikah sama dia, Abi!" Azzahra menentang keputusan Abinya. " Umi, Rara nggak mau punya suami dia." Azzahra seketika terisak.


" Umi juga sebenarnya tidak setuju, Ra. Tapi mau gimana lagi? Demi menyelamatkan nama baik kamu dan keluarga ..." Umi Rara kemudian beranjak mendekati putrinya dan memeluknya.


" Maaf, Pak. Tapi kenapa Bapak memaksa saya untuk menikahi Azzahra? Saya tidak menodai kesucian putri Bapak. Putri Bapak masih tersegel utuh, kenapa saya harus bertanggung jawab dengan menikahinya?" Gavin menuntut penjelasan.


" Kamu memang tidak menodai kesuciannya, tapi kamu menodai nama baiknya. Kamu tahu? Kegagalan pertunangan Rara dengan Yoga saja sudah menjadi bahan omongan masyarakat di sini. Sekarang dengan enaknya kamu bergurau, berkelakar mengatakan kamu calon tunangan Rara tapi itu semua adalah kebohongan. Mungkin masyarakat sini sudah mendengar berita Rara punya tunangan baru karena pengakuan kamu itu. Lalu apa yang akan mereka katakan jika mengetahui ucapan kamu itu hanya main-main. Kamu bisa bayangkan bagaimana malunya Rara jika nanti dia menjadi bahan pergunjingan masyarakat di sini karena dianggap gagal bertunangan dua kali? Apa kamu pernah memikirkan sampai sejauh itu?" tanya Abi Rara dengan nada penuh intimidasi membuat Gavin kembali menelan salivanya.


Ya, Gavin mungkin tidak pernah berpikir sampai ke sana. Yang dia pikirkan adalah kesenangan mengerjai Azzahra sebagai balas dendam karena aduan Azzahra itu telah membuatnya terdampar di daerah ini. Meninggalkan pekerjaan dia di Jakarta dan Bali. Dia tidak pernah memikirkan jika sikap usilnya itu akan membawanya pada masalah yang lebih serius, harus menikahi wanita yang tidak dicintainya. Apakah kisahnya akan terulang kembali? Harus terpaksa menikah dengan wanita yang tidak dicintainya? Setelah sebelumnya dipaksa menikahi Agatha oleh mommy nya, kini dia dipaksa menikah dengan Azzahra. Gavin menghela nafas yang terasa berat dia hirup seraya mengusap kasar wajahnya.


*


*


*


Bersambung ...


Pin, Pin ... rasakno 😂😂


Mohon dukungan like n komennya ya Pens nya biaya buntung 🤭


Bersambung❤️

__ADS_1


__ADS_2