
" Kami berencana mengadakan promo akhir tahun dengan memberikan discount harga kamar sampai lima puluh persen untuk menarik minat tamu agar menginap di hotel kita. Kami juga akan datangkan artis ternama di malam old and new nanti. Bagaimana menurut Pak Gavin?"
Gavin memijat pelipisnya, dia sama sekali tidak fokus mendengarkan apa yang disampaikan oleh karyawan dari divisi marketing.
" Pak Gavin?" tanya karyawan marketing tadi kembali.
" Ah, iya ... lakukan saja yang terbaik." Gavin menyahuti. Dia sendiri sebenarnya tidak tahu apa yang disampaikan oleh karyawannya tadi.
" Pak Ronald, tolong lanjutkan memimpin rapatnya, ya! Saya masih ada keperluan." Gavin kemudian bangkit dari tempat duduknya.
" Baik, Pak Gavin." Pak Ronald menyahuti. Dan Gavin pun kemudian meninggalkan ruang rapat menuju ruang kerjanya.
Ddrrtt ddrrtt
Gavin melirik ponselnya yang bergetar. Dia mendapati nama Alexa yang muncul di layar ponselnya saat itu. Dengan cepat dia menjawab panggilan masuk dari Natasha.
" Halo, ada apa Alexa?" tanya Gavin saat menerima panggilan masuk dari Natasha.
" Assalamualaikum, Kak Gavin. Kakak ada di mana?"
" Waalaikumsalam, aku ada di kantor. Ada apa?"
" Kak Gavin sedang sibuk?"
" Aku baru keluar dari ruang meeting."
" Hmmm, apa Kak Gavin baik-baik saja?"
Gavin mengeryitkan keningnya. Dia langsung teringat jika istrinya hari ini berjumpa dengan adik sepupunya itu. Apakah Azzahra bercerita kepada Natasha soal apa yang dia katakan semalam? pikir Gavin.
" Aku baik-baik saja, Alexa."
" Kak, kita saudara, kan? Jika memang Kak Gavin ada masalah, aku ingin bantu kakak. Seperti saat Kak Gavin membantu aku saat aku sedang ada masalah dulu." Natasha pun merasakan jika ada yang disembunyikan oleh kakak sepupunya itu darinya
Gavin menghela nafas panjang tak langsung menjawab pertanyaan Natasha.
" Kak?"
" Aku belum bisa katakan sekarang, Alexa." Akhirnya Gavin mengakui jika saat ini sedang ada hal yang mengganjal di hati dan pikirannya.
" Masalah apa, Kak? Pekerjaan atau pribadi?" Natasha semakin dibuat penasaran dengan cerita Gavin.
" Masalah pribadi aku."
" Masalah pribadi? Kak, tapi ini bukan soal perselingkuhan, kan? Aku akan benci Kak Gavin jika ini menyangkut soal itu! Meskipun Kak Gavin itu kakak sepupu aku sendiri, tapi aku tidak akan mentolerir jika Kak Gavin selingkuh dari Rara!" ketus Natasha.
" Ini soal seseorang dari masa laluku, Alexa." Gavin sedikit membuka soal permasalahannya.
" Tuh, kan! Pasti mantan pacar Kak Gavin, kan?! Pasti dia mau ajak balikan lagi, kan?! Kak, awas saja kalau Kak Gavin berani kembali sama mantan kakak itu, aku pecat Kak Gavin jadi kakak sepupuku!" ancam Natasha.
Gavin langsung menelan salivanya saat mendengar ancaman dari adik sepupunya itu. Kini dia sudah dapat membayangkan bukan hanya Azzahra dan keluarganya saja yang akan membencinya, tapi juga Natasha dan mungkin juga Yoga dan keluarga Yoga.
" Alexa, kasih aku waktu untuk menyelesaikan hal ini. Tapi aku minta sama kamu agar percaya padaku, kalau aku tidak berniat untuk menyakiti Rara. Ini bagian masa lalu aku dan ada yang mesti aku selesaikan." Gavin mencoba meyakinkan Natasha.
__ADS_1
" Oke, tapi kalau sampai Kak Gavin ...."
" Percayalah pada kakak, Alexa. Aku tidak mungkin berbohong padamu." Gavin memotong ucapan Natasha.
Kali ini terdengar Natasha menghembuskan nafas keras.
" Okelah, aku percaya." Selanjutnya kalimat itu yang terdengar dari mulut Natasha.
" Thanks, Alexa. Tapi aku mohon, jangan ceritakan hal ini pada Rara. Aku tak ingin dia. khawatir sebelum aku mendapatkan kejelasan tentang semua ini." Gavin meminta Natasha untuk merahasiakan hal itu dari Azzahra.
" Kak, sejujurnya Rara yang minta bantuan aku menanyakan masalah yang sedang Kak Gavin alami sekarang ini. Aku mesti jawab apa jika nanti Rara tanya?"
" Bilang saja, aku cerita ke kamu tentang masalah usahaku di Jerman."
" Tapi Kak Gavin janji akan segera kasih tahu aku masalahnya apa ya, Kak! Aku kepikiran kalau begini."
" Kamu jangan khawatirkan kakak. Kamu harus pikirkan kesehatanmu, kandunganmu. Kakak tidak ingin calon keponakanku kenapa-kenapa." Gavin mencoba menenangkan adik sepupunya itu.
***
Gavin mengetuk pintu ruang kerja Dad David dan segera masuk ke dalamnya.
" Assalamualaikum, Dad ..." sapa Gavin kemudian.
" Waalaikumsalam ..." jawab orang-orang yang ada dalam ruang kerja Dad David.
" Gavin, kemarilah, Nak." Dad David segera memanggil Gavin untuk mendekat. Dalam ruangan itu nampak Tante Linda, istri dari Dad David dan dua orang pria yang tidak dia kenal.
" Tante ..." Gavin menyalami ibu tirinya itu.
" Hai, Gavin ..." Tante Linda kemudian memeluk dan mengusap punggung Gavin mencoba menyalurkan dukungan sebagai orang tua walaupun dia hanyalah ibu sambung.
" Semoga semua masalah bisa terselesaikan dengan baik, Nak." Tante Linda mendoakan yang terbaik.
" Terima kasih, Tan." Gavin balas menepuk pelan punggung Tante Linda. Tak lama Tante Linda pun keluar dari ruang kerja suaminya.
" Duduk, Nak." Dad David menepuk tempat di sampingnya menyuruh Gavin untuk duduk di sebelahnya.
" Kenalkan, ini Rizal dan Vito. Mereka yang akan membantumu menemukan Jovanka dan anaknya itu." Dad David memperkenalkan Gavin kepada kedua orang yang dimintanya membantu Gavin.
" Selamat malam, Tuan Gavin. Saya Rizal dan ini rekan saya Vito" Rizal menyapa Gavin seraya mengulurkan tangannya dan memperkenalkan rekan kerjanya.
" Panggil Gavin saja, Pak Rizal." Gavin menyambut uluran tangan Rizal kemudian bergantian menyalami Vito.
" Dad sudah sedikit menceritakan permasalahanmu kepada mereka. Rencananya lusa mereka berdua akan pergi ke singapura untuk memulai pencarian. Semoga ini bisa menemukan titik terang." Dad David berharap.
" Maaf, Tuan Gavin. Apa teman Anda mengatakan di mana saat bertemu dengan wanita yang sedang Anda cari?" tanya Rizal mulai menyelidiki.
" Di sekitar Orchard Central."
" Kapan teman Anda bertemu dengan wanita itu?" tanya Rizal kembali.
" Sekitar lima hari lalu dia bilang."
__ADS_1
" Apa wanita itu tidak memberitahukan tempat tinggal atau nomer telepon wanita itu?"
Gavin menggelengkan kepala. " Tidak, karena alasannya tidak ingin saya tahu soal anak itu."
Rizal menganggukkan kepala seraya mengelus rahangnya.
" Kalau boleh saya tahu, apa status kewarganegaraan Jovanka? WNI atau ...."
" Setahu saya dia WNI dan mempunyai keluarga di Manado. Tapi saya sendiri tidak tahu di mana alamat keluarganya. Selama ini saya tahu dia kuliah dan tinggal sendiri di Jerman."
" Agak sulit sebenarnya karena tempat yang mesti kita jelajahi bukan di Indonesia, Tapi saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mencari keberadaan Nona Jovanka dan anaknya itu," tekad Rizal.
" Terima kasih, Zal. Om berharap kamu bisa membantu anak Om ini." Dad David kembali berharap.
" Iya, Om. Saya akan usahakan semaksimal mungkin yang bisa saya lakukan," tegas Rizal.
" Baiklah, saya rasa sementara ini info yang kami butuhkan sudah cukup. Kami permisi dulu, Om David. Tuan Gavin." Rizal dan Vito kemudian berpamitan kepada Dad David dan Gavin.
" Oh ya, Tuan Gavin. Apa saya bisa minta nomer telepon dan alamat teman Anda itu?" tanya Rizal sebelum meninggalkan ruang kerja Dad David.
" Oh, tentu saja. Nanti saya kirim alamat dan nomer telepon Steven," jawab Gavin..
" Baik, Tuan Gavin. Kami permisi dulu. Selamat malam." Rizal dan Vito pun akhirnya pergi meninggalkan Gavin dan David.
" Semoga Rizal bisa membantumu, Nak." Dad David menepuk pundak Gavin.
" Aku harap juga begitu, Dad." Gavin melirik ke arlojinya sudah menunjukkan pulul tujuh malam.
" Kalau begitu aku pamit pulang dulu, Dad." Gavin memeluk tubuh Dad David.
" Lho, kamu tidak ingin ikut makan malam dulu? Mamamu sudah menyiapkan makanan kesukaanmu."
" Lain kali saja, Dad. Rara pasti sedang menungguku pulang." Gavin menolak halus ajakan Dad David untuk makan bersama karena dia teringat istrinya itu pasti sedang menunggu kedatangannya.
" Ya sudah kalau begitu. Hati-hati di jalan. Salam buat Rara, ya!"
" Iya, Dad. Assalamualaikum ...."
" Waalaikumsalam ..." Dad David pun membalas salam Gavin sebelum akhirnya tubuh Gavin menghilang di balik pintu.
*
*
*
Bersambung ...
Hmmm🤔🤔 apa Rizal bisa membantu Gavin menemukan Jovanka? Dia pernah membantu Dirga menemukan keberadaan Kirania di RTB.
Tapi kayanya Readers berharap Jovanka tidak ditemukan, deh. Biar Gavin dan Rara aman 😂😂
Happy Raeding ❤️
__ADS_1