KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Sikap Aneh Gavin


__ADS_3

Azzahra merogoh sling bag nya saat mendengar ponselnya berbunyi. Dia melihat nama Natasha lah yang muncul di layar ponselnya itu.


" Assalamualaikum, Teh ..." Azzahra mengangkat panggilan telepon masuk dari adik sepupu sang suami.


" Waalaikumsalam, Ra. Kamu sudah sampai mana?" tanya Natasha dari dalam benda pipih yang menempel di telinga Azzahra itu.


" Sebentar lagi aku sampai kok, Teh. Agak macet jalannya di sini." Azzahra menjawab pertanyaan Natasha. Siang ini Natasha memang mengajak Azzahra makan siang di luar. Karena Natasha sedang hamil tentu saja Azzahra mengikuti kemauan wanita yang dulu sempat menjadi pesaingnya dalam mendapatkan cinta Yoga. Dan Azzahra harus mengakui jika dia harus kalah telak dari Natasha yang selangkah lebih maju karena berhasil membawa Yoga ke jenjang pernikahan.


" Oh ya sudah, aku tunggu, ya! Kamu mau pesan apa? Mau aku pesankan sekalian," tanya Natasha lagi.


" Samakan saja sama pesanan Teh Natasha," sahut Azzahra.


" Oke, deh! Aku tutup teleponnya, ya! Assalamualaikum ...."


" Waalaikumsalam, Teh." Azzahra kemudian memasukan ponselnya kembali ke dalam sling bag setelah Natasha menutup panggilan teleponnya.


" Masih macet ya, Pak Rudy?" tanya Azzhara kepada supir pribadi suaminya itu


" Iya, Nyonya. Seperti inilah kota Jakarta, kemacetan adalah makanan sehari-hari." Pak Rudy menyahuti.


" Mending di tempat saya, Pak. Tidak semacet di sini."


" Iya, di tempat Nyonya tempatnya masih sejuk." Pak Rudy mengiyakan perkataan istri dari majikannya itu.


Seperempat jam kemudian mobil yang dikendarai Pak Rudy masuk ke dalam halaman parkir sebuah restoran khas Sunda.


" Pak, ini barangkali Pak Rudy mau cari makanan." Azzahra menyondorkan selembar uang seratus ribuan kepada Pak Rudy.


" Oh, tidak usah, Nyonya. Saya ada, kok." Pak Rudy menolak.


" Tidak apa kok, Pak. Lumayan untuk beli rokok." Azzahra mendesak agar Pak Rudy mau menerima uang tip yang dia berikan.


" Terima kasih, Nyonya." Setelah didesak Azzahra, Pak Rudy pun mau menerima uang pemberian dari Azzahra itu.


" Sama-sama, Pak." Azzahra kemudian keluar dari dalam mobil milik Gavin menuju ke dalam rumah makan khas dari daerah Sunda itu.


" Assalamualaikum, Teh ..." sapa Azzahra setelah sampai di meja yang dipesan oleh Natasha.


" Waalaikumalamsalam ... eh, Ra. Sorry aku makan duluan. Lapar banget, biasa ... bawaan orok." Natasha terkikik sembari menyantap nasi timbel.


" Oh, nggak apa-apa kok, Teh. Maaf ya tadi kelamaan nunggunya." Azzahra kemudian duduk di hadapan Natasha.

__ADS_1


" Aku pesankan kamu nasi timbel, kalau kamu mau pesan yang lain, kamu pesan saja nggak apa-apa," ucap Natasha.


" Nggak usah, Teh. Ini saja nggak apa-apa, kok." Azzahra kemudian mengedar pandangan mencari wastafel untuk mencuci tangan.


" Aku cuci tangan dulu, Teh." Azzahra berdiri kembali lalu berjalan menuju arah wastafel dekat arah tangga untuk membersihkan tangannya lalu kembali ke meja.


" Kamu ke sini sama siapa, Ra?" tanya Natasha yang sudah menyelesaikan makannya.


" Sama Pak Rudy, Teh." Azzahra lalu membaca doa dan mulai menyantap makanan yang telah disajikan untuknya.


" Bagaimana kabar hubungan kamu sama Kak Gavin? Lancar?" tanya Natasha kemudian.


" Alhamdulillah, Teh."


" Sudah dicoba gaya yang aku ajari?"


Wajah Azzahra langsung bersemu mendengar pertanyaan Natasha apalagi saat melihat senyum Natasha yang menggodanya.


" Belum, Teh. Aku malu ...."


" Iiisshh ... kamu ini malu terus, kapan beraninya?! Aku 'kan sudah sering bilang, sama suami sendiri kadang kita harus malu-maluin juga nggak apa-apa, kok."


Mendengar ucapan Natasha tiba-tiba Azzahra teringat perkataan dan sikap Gavin yang aneh kemarin sepulang dari bekerja.


" Teh, apa Kang Yoga pernah bersikap aneh terhadap Teh Natasha?" tanya Azzahra kemudian.


" Mas Yoga bersikap aneh? Yang ada aku yang sering bersikap aneh." Natasha tertawa lepas.


" Memangnya kenapa? Apa Kak Gavin bersikap aneh? Menurutku sejak bertemu kamu sikap Kak Gavin itu sudah aneh, nggak seperti Kak Gavin yang aku kenal sebelumnya." Natasha tak terlalu serius menanggapi apa yang ditanyakan Azzahra kepadanya.


" Semalam sikap Kak Gavin tidak seperti biasanya, Teh. Terlihat posesif, seperti tidak ingin jauh dari aku. Lalu Kak Gavin bertanya apa aku bisa memaafkannya jika dia melakukan kesalahan yang fatal, tapi aku sendiri tidak tahu kesalahan fatal apa yang dimaksud Kak Gavin." Akhirnya Azzahra menceritakan yang sebenarnya.


" Kak Gavin bicara seperti itu?" Kening Natasha berkerut.


" Iya, Teh. Apa Kak Gavin cerita sesuatu ke Teh Natasha?" tanya Azzahra.


" Nggak, Kak Gavin nggak ada cerita apa-apa sama aku. Coba nanti aku tanya ke dia, ya! Siapa tahu dia mau cerita sama aku."


" Makasih ya, Teh. Teh Natasha banyak membantu aku selama ini."


" Iisshh, biasa saja lagi." Natasha mengibas tangannya ke udara. " Oh ya, kamu panggil aku Tata saja, deh. Biar kita makin akrab. Tata dan Rara." Natasha menyeringai.

__ADS_1


" Oke, Teh." Azzahra pun ikut tertawa kecil.


" Hai, Azzahra. Kita ketemu lagi di sini."


Tiba-tiba terdengar suara pria menyapa Azzahra sontak membuat Azzahra dan Natasha menoleh ke asal suara itu. Azzahra dan Natasha sama-sama terkesiap mendapati pria yang muncul di hadapan mereka. Terlebih lagi Natasha yang sampai membulatkan matanya saat melihat pria itu berwajah sedikit mirip dengan suaminya.


" Kamu masih ingat saya, Azzahra?" tanya Andre, pria yang menyapa Azzahra.


" Ah, i-iya ..." Azzahra tentu saja ingat karena wajah pria itu sangat mirip dengan Yoga.


Sementara Natasha langsung mengalihkan pandangan ke arah Azzahra sambil mengeryitkan keningnya.


" Wah, kebutulan sekali ya kita bisa bertemu di sini," ucap Andre kembali. " Apa aku boleh ikut bergabung di sini?"


" Siapa dia, Ra?" tanya Natasha curiga menatap ke arah Andre dan Azzahra bergantian.


" Jangan kamu bilang kamu belum bisa move on dari suamiku ya, Ra!" ketus Natasha tidak menyukai kehadiran Andre di hadapannya.


" T-tidak kok, Teh. Dia ini ... dia ini fotografer, aku ketemu dia saat aku duduk-duduk di taman apartemen." Azzahra memberi klarifikasi.


" Aku juga kaget waktu lihat Kak Andre ini sepintas agak mirip dengan Kang Yoga." Azzahra menggigit bibirnya.


" Yoga? Ah, iya ... aku ingat waktu pertama kali melihatku kamu menyebut nama Yoga, kan? Memang Yoga itu siapa?" tanya Andre penasaran .


" Yoga itu suamiku!" tegas Natasha. " Muka kamu plagiat banget wajah suamiku, deh."


" Oh ya? Benarkah?" Andre terkekeh mendengar ucapan Natasha yang dianggapnya lucu.


" Iya, tapi jauh ganteng suamiku, dong!" ucap Natasha percaya diri.


Sementara Azzahra hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Natasha, karena dia sudah mulai hafal dengan sikap super narsis wanita yang merupakan adik iparnya itu.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2