KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Honey, Kau Sudah Selesai Di Toiletnya?


__ADS_3

" Assalamualaikum," sapa Azzahra saat memasuki rumahnya.


" Waalaikumsalam, sudah pulang, Ra?" Umi Rara yang terlihat keluar dari kamar masih menggunakan mukenah setelah melaksanakan sholat Dzuhur.


" Iya, Umi." Azzahra menghampiri uminya lalu mencium punggung tangan uminya itu.


" Kamu mau makan? Sebentar Umi panaskan dulu lauknya." Umi Rara langsung melepas mukenahnya lalu kembali ke dalam kamar.


Azzahra sendiri memilih tak langsung menuju kamarnya tapi duduk di sofa seraya menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa seraya memejamkan matanya. Hatinya sedikit terusik dengan perbincangan dengan Ridho, kawan dari kedua kakaknya Aydan dan Asraf.


Azzahra menghela nafas panjang seraya membuka kembali matanya. Pandangannya kini tertuju pada sebuah undangan di atas meja berwarna gold. Azzahra yang merasa penasaran tangannya langsung meraih undangan itu. Matanya langsung membulat disertai dengan dada yang terasa sesak saat membaca nama yang tertulis di undangan itu.


...Prayoga Atmajaya...


...&...


...Natasha Alexandrina...


Mata Azzahra mulai berkaca-kaca membaca nama yang tercetak di kartu undangan itu. Perlahan jari lentiknya meraba ukiran nama Prayoga Atmajaya, pria yang selama ini menjadi pujaan hatinya, pria yang selama ini dinantinya. Tak terasa setitik air mata menetes di pipi wanita cantik itu, saat menyadari jika dirinya benar-benar telah kehilangan pria pertama yang telah membuatnya jatuh hati.


" Ra, kamu buruan sholat dulu, setelah itu makan. Umi sedang panaskan lauknya."


Azzahra buru-buru menyeka air mata saat mendengar suara uminya, dia tidak ingin uminya itu tahu jika dia sedang bersedih hati.


***


" Kak, makasih ya sudah memfasilitasi ballroom hotel ini untuk wedding party aku sama Mas Yoga," ujar Natasha saat dia bertemu dengan Gavin di restoran yang ada di hotel milik Dad David.


" Kamu mestinya berterima kasih kepada Dad David, beliau 'kan yang punya hotel ini," sahut Gavin terkekeh.


" Tapi 'kan Kak Gavin juga yang melobby Om David biar dapat gratis tempat resepsi." kelakar Natasha seraya tertawa.


" Kondisi kamu sudah membaik 'kan, Alexa?" tanya Gavin, mengingat beberapa waktu lalu adik sepupunya itu baru saja mengalami keguguran.


" Alhamdulillah aku sudah fit, Kak," jawab Natasha.


" Syukurlah, aku senang kamu sudah pulih. Karena aku juga ikut sedih melihat kamu mendapatkan musibah kemarin. Aku lebih senang melihat kamu tertawa bahagia seperti sekarang ini daripada kamu menangis." Gavin menepuk halus punggung tangan Natasha yang ada di atas meja.


" Eheemmm ... hallo Nona Natasha, apa kabar?"


Natasha dan Gavin tersentak saat terdengar suara seorang wanita menyapa Natasha. Natasha bahkan membulatkan matanya saat mendapati Nyonya Agatha lah yang saat ini ada di hadapannya.


" Ny-Nyonya Agatha?" Dengan cepat Natasha menarik tangannya yang tadi sempat disentuh Gavin.

__ADS_1


" Nona Natasha, apa Anda tidak malu bermesraan dengan suami orang sedangkan Anda sendiri sudah bersuami?" sindir Nyonya Agatha seraya melirik ke arah Gavin. " Kira-kira apa reaksi suami Anda saat tahu istrinya sedang berkencan dengan pria lain, ya?"


" Agatha tolong jaga bicaramu!" sergah Gavin.


" Saat itu kamu pernah bilang kalau kamu tidak pernah menggoda suami saya, nyatanya ... Gavin sampai rela mengganti uang dua puluh lima milyar. Apa yang membuat Anda dengan mudah mempengaruhi Gavin bahkan meminta bantuan kepada Daddy nya, padahal selama ini dia tidak pernah mau berurusan dengannya? Apa Anda menukarnya dengan tubuh Anda?!" kata-kata pedas terus keluar dari mulut Nyonya Agatha.


" Cukup Agatha!! Jangan sembarangan kamu bicara!!" hardik Gavin kesal seraya bangkit dari duduk.


" Honey, apa kamu tidak sadar kalau dia hanya memanfaatkan mu?" Nyonya Agatha berusaha mempengaruhi Gavin.


" Aku bilang cukup, Agatha! Sebaiknya kau pergi dari sini!" usir Gavin.


Nyonya Agatha tersenyum sinis. " Kasihan sekali suami Anda, seandainya dia tahu kelakuan istrinya," cibir Nyonya Agatha kembali.


" Apa Nyonya Agatha kenal dengan suami saya? Atau punya nomer telepon suami saya? Kalau kenal dan punya nomer suami saya, silahkan Nyonya beritahu dia. Atau ..." Natasha langsung bangkit dan langsung mendekat ke arah Gavin lalu melingkarkan lengannya di pinggang pria bertubuh atletis itu. " Atau Nyonya butuh foto selfie kami sebagai bukti jika aku dan Kak Gavin sedang berkencan?" Natasha mengerakkan alisnya meledek Nyonya Agatha.


" Kak Gavin??" Nyonya Agatha mengeryitkan keningnya.


" Ada satu hal yang perlu kau tau Agatha, bahwa Alexa ini adalah adik sepupuku. Itulah yang menyebabkan aku harus membantunya lepas dari tekananmu." Gavin mengungkap kenyataan soal hubungannya dengan Natasha yang memang selama ini tidak pernah dia ungkapkan di hadapan Agatha.


" A-adik sepupu?" Agatha membelalakkan matanya. " Kalau dia adik sepupu mu kenapa kamu tetap meneruskan ingin bercerai denganku, Gavin?"


" Siapapun Alexa untukku, tak akan merubah keputusanku untuk berpisah denganmu. Karena jika tetap bersamamu, aku tidak akan pernah bisa mencari cinta sejatiku," tegas Gavin membuat wajah Agatha memerah karena kesal dan kecewa.


***


Dari cahaya yang sangat minim Gavin mendapati wajah cantik sang pengantin wanita, Natasha. Wanita yang sempat menggetarkan hatinya sejak pertemuan pertama mereka dan membuatnya jatuh cinta pada wanita yang ternyata adalah adik sepupunya yang telah lama terpisah. Untung saja kenyataan itu lebih cepat terkuak, sebelum perasaan Gavin kepada Natasha terlalu dalam, terlebih saat itu Natasha ternyata telah menikah dengan Yoga.


Suara tepuk tangan riuh membahana di setiap sudut ruang ballroom saat lampu kembali menyala setelah pasangan pengantin itu selesai berdansa.


Pandangan Gavin kini bertumpu kepada seorang pria yang sedang menatap tanpa berkedip pada sosok sang pengantin wanita.


" Dia sudah mendapatkan pria yang pantas untuknya, Bro." Gavin menepuk pundak Andra.


Andra berdecak sembari menepis tangan Gavin dari pundaknya.


" Aku heran kenapa kamu bisa melepas seorang wanita seperti Alexa?" tanya Gavin yang dibalas dengusan nafas kasar Andra.


" Aku tidak menyangka jika dia kenal Yoga baru dua bulan ini tapi mereka terlihat saling mencintai. Hilang sudah cinta dia yang selama lima tahun ini dia kejar." Gavin terkekeh meledek.


Andra malas meladeni sepupunya itu, dia memilih pergi meninggalkan Gavin.


Gavin menarik satu sudut bibirnya menanggapi kepergian Andra. Kemudian pandangan terlempar ke sembarang arah, ketika tiba-tiba matanya bertumpu pada sosok wanita berhijab yang mengenakan gamis berwarna pastel, Wanita itu adalah Azzahra yang terlihat tertunduk, sekali waktu dia menyeka air matanya. Sepertinya wanita itu masih belum bisa menerima kenyataan jika Yoga telah bahagia dengan wanita lain, sangat berbeda dengan dirinya. Gavin pun melangkahkan kaki mendekati wanita itu.

__ADS_1


" Kalau kamu butuh tempat untuk mencari udara segar, saya bisa tunjukkan tempatnya di mana," sindir Gavin saat dia sampai di samping Azzahra.


Azzahra yang mendapati Gavin sudah berdiri di sampingnya membuat dia tersentak.


" T-tuan ...?" sontak Azzahra menjauhkan tubuhnya dari Gavin.


" Kenapa menjauh? Takut beneran aku perkosa?'" ledek Gavin lagi membuat wajah Azzahra langsung merona mengingat kejadian kemarin, dia salah menduga terhadap pria di hadapannya itu.


" M-maaf, Tuan. Permisi ..." Azzahra hendak beranjak meninggalkan Gavin. Tapi tangan Gavin mencekal tangan Azzahra menahan agar wanita itu tidak pergi, tapi dengan cepat pula Azzahra menyingkirkan tangan Gavin di lengannya.


" Oh, Maaf ..." Gavin dengan cepat melepaskan Azzahra. Dan Azzahra pun bergegas meninggalkan Gavin sendiri yang kembali tersenyum tipis.


***


Gavin melangkahkan kaki menuju arah toilet sementara tangannya sibuk mengetikan pesan di ponselnya membuat dia tak fokus pada jalan di depannya hingga akhirnya dia menabrak seseorang yang baru keluar dari toilet wanita.


" Oh maaf ..." ucap Gavin saat dia menabrak wanita yang terlihat berusia di atas empat puluh tahunan.


" Kamu Gavin, kan?"


Gavin mengeryitkan keningnya saat wanita yang bertabrakan dengannya itu ternyata mengenal dirinya.


" Maaf, Nyonya kenal saya?"


" Oh, tentu saja, saya temannya Agatha. Jangan panggil saya Nyonya, panggil saja Helen." Wanita yang bernama Helen itu berucap seraya mengulurkan tangannya,


" Oh ..." hanya itu kata yang terucap dari mulut Gavin.


" Saya dengar katanya kalian mau bercerai, ya?"


" Ya, seperti itu." hanya jawaban-jawaban singkat yang diberikan oleh Gavin.


" Ah, Agatha bodoh sekali, punya suami muda dan ganteng seperti ini mau dilepas." Helen berbicara dengan gerakan yang sensual. Tak lama dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tas tangannya. " Ini kartu nama saya, jika kamu ada waktu luang bisa hubungi saya, kita bisa mengobrol santai. Tapi nanti setelah kalian bercerai saja. Saya tidak ingin dituduh merebut suami teman sendiri." Tangan Helen kemudian menyodorkan kartu namanya ke arah Gavin. Dan di saat yang bersamaan Azzahra keluar dari toilet wanita, sosoknya tertangkap oleh mata Gavin.


" Honey, kau sudah selesai di toiletnya?" Dengan gerakan cepat tangan Gavin menarik lengan Azzahra lalu merangkul pundak wanita itu, membuat Azzahra tersentak dengan membelalakkan matanya.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Dih Gavin jangan sembarangan main rangkul-rangkul anak perawan, apalagi wanita muslimah seperti Rara😠


Happy Readingā¤ļø


__ADS_2