KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Saya Bisa Ajari Kamu Caranya


__ADS_3

Gavin kini memilih duduk di sofa yang menghadap ke arah tempat tidur. Dia menatap tubuh Azzahra yang masih berbaring dengan lelap bergelung selimut. Dia membayangkan di balik selimut itu ada tubuh indah yang sanggup meruntuhkan imannya. Walaupun saat ini wanita itu telah halal menjadi istrinya, tapi tentu saja hal itu tidak membuat Gavin serta merta mengambil begitu saja milik istrinya itu tanpa seijin istrinya. Apalagi saat ini rasa cinta itu belum tumbuh di antara mereka berdua.


Gavin bangkit dari duduknya, dia merasa kasihan melihat Azzahra hanya memakai da*laman atas dan bawah saja tanpa baju tidur yang membalut tubuh Azzahra. Akhirnya dia melangkah ke arah lemari pakaian seperti yang dikatakan Natasha dan membukanya. Gavin menautkan kedua alisnya saat mendapati pakaian yang dimaksud oleh Natasha. Ada beberapa pakaian dengan berbagai macam warna menggantung di sana. Tapi tentu saja tak ada satupun yang akan cocok bahkan bisa dibilang jauh dari selera Azzahra. Gavin kemudian mengambil salah satu lingerie yang berwarna soft pink. Seringai licik kembali mengembang di sudut bibirnya karena sebuah ide langsung muncul di benaknya.


Gavin kemudian mendekat ke arah Azzahra. Dengan gerakan perlahan dia sengaja memakaikan lingerie ke tubuh Azzahra. Walaupun hal yang dia lakukan itu merupakan siksaan untuk dirinya, tapi demi ide konyol yang tentu saja bertujuan untuk mengerjai Azzahra membuat Gavin sekuat tenaga menepis serbuan gai*rah itu.


Gavin terkikik, dia tidak bisa membayangkan jika istrinya besok terbangun dengan pakaian yang dia pakaikan sekarang. Tidak bisa dibayangkan akan seperti apa wanita itu nantinya.


Setelah selesai memasang lingerie ke tubuh Azzahra, Gavin pun mencoba menginstirahatkan tubuhnya, namun sebelumnya dia melepas bajunya terlebih dahulu hingga kini dia bertelanjang dada dan hanya mengunakan boxer untuk tidur agar dramanya sempurna.


Keesokan paginya ...


Azzahra mengerjapkan matanya, dia merasakan aroma maskulin yang menyeruak ke dalam pemciuamannya hingga membuatnya terbangun. Azzahra terkesiap saat dia merasakan saat ini dia sedang berhadapi sebuah dada bidang yang tumbuhi bulu-bulu halus.


" Aakkhh ...!!" Azzahra langsung memekik saat dia melihat wajah Gavin lah pemilik dada bidang itu. Dia langsung beringsut dan bangun dari tempat tidurnya.


" Ada apa? Kenapa?" Gavin pun terbangun saat mendengar teriakan Azzahra sambil menyibak selimut sehingga memperlihatkan tubuhnya yang bertelanjang dada dan hanya menggunakan boxer membuat Azzahra spontan menutup matanya, karena menganggap pemandangan di depannya saat tidak pantas dilihat olehnya.


" Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Azzahra dengan nada ketus sambil menutup mata dengan kedua tangannya.


" Apa yang saya lakukan? Dan kenapa saya ada di sini? Oh, Honey ... apa kamu lupa jika kita ini sudah menikah? Apa kamu lupa jika semalam kita sudah memadu kasih?" Suara Gavin terdengar parau.


" Jangan mengarang kamu! Saya tidak mungkin melakukan itu!" sanggah Azzahra masih dengan mata tertutup


" Tidak mungkin bagaimana? Apa kamu tidak melihat baju yang kamu pakai itu semalam sudah menggodaku?"


Azzahra yang mendengar perkataan Gavin perlahan melepas tangan dari wajahnya dan menatap ke tubuhnya. Dan saat itu juga Azzahra langsung membulatkan matanya sambil kembali berteriak.


" Aaakkkhh ...!" Azzahra langsung menarik selimut yang tadi dipakai oleh Gavin dan dirinya. Dia menutupi seluruh badannya dengan selimut itu, dan hanya bagian mukanya saja yang terlihat.

__ADS_1


" K-kamu ...!! Apa yang sudah kamu lakukan terhadap saya?!" geram Azzahra sudah berada dalam emosi yang memuncak. Penampakan dirinya saat ini sangatlah memalukan menurutnya. Bagaimana bisa dia memakai pakaian minim bahan seperti ini?


" Apa yang sudah saya lakukan? Seharusnya kamu bertanya apa yang sudah kita lakukan semalam?" Gavin menyeringai karena rencana liciknya mengerjai istrinya berhasil dan sesuai prediksi jika Azzahra pasti akan marah.


" Tidak, tidak mungkin saya berbuat macam-macam." Azzahra berusaha menepis karena dia yakin jika dia tidak mungkin melakukan hal yang memalukan seperti itu.


" Mau bukti? Apa perlu saya tunjukan rekaman CCTV agar kamu percaya dengan tingkah kamu yang menggoda saya semalam hingga membuat kita memadu kasih? Ya ... walaupun saya tidak sampai mencetak gol karena kamu keburu mengantuk. Saya tidak berani mencetak gol kalau posisi kamu tidak sadarkan diri. Nanti saya malah dituduh memper"kosa istri sendiri." Gavin sengaja menantang karena dia yakin Azzahra tidak akan berani menyetujui usulnya


" Tidak mungkin, saya tidak mungkin berbuat itu." Azzahra tetap menyangkal.


" Ya sudah kalau kamu tidak percaya, ayo sekarang kita lihat hasil rekamannya."


" Saya tidak mau ...!!"


" Kenapa? Takut karena ketahuan jika semalam kamu bersikap liar terhadap saya, kan?" Gavin menyeringai, rasanya ingin dia tertawa meledak saat itu juga melihat wajah merah padam istrinya.


" Apa kamu bilang tadi? Berani sekali panggil suami dengan nama saja. Tidak sopan." Gavin lalu menarik selimut yang membalut tubuh Azzahra namun Azzahra mempertahankannya hingga terjadi aksi tarik menarik selimut. Tapi karena tenaga Gavin yang lebih kuat dari Azzahra, akhirnya Azzahra kalah dalam duel tarik menarik selimut itu membuat tubuhnya pun ikut terbawa dan kini terjatuh dalam pangkuan Gavin.


" Aaaakkhh ...! Awas jangan pegang-pegang ...!" Azzahra langsung bangkit dari pangkuan Gavin dan Gavin pun sengaja tak menahan tubuh Azzahra.


" Kamu keluar dari kamar ini ...!" usir Azzahra menunjuk ke arah pintu kamar.


Gavin menyeringai lalu bangkit berjalan perlahan mendekat Azzahra.


" Kamu lupa hotel ini milik Daddy ku?" tanya Gavin menatap tubuh Azzahra dari kepala hingga kaki yang hanya berbalut lingerie berbahan tipis trasparan membuat gai*rah nya sebagai pria normal pun kembali bangkit.


Azzahra yang mendapati Gavin terlihat asyik menatap tubuhnya dengan cepat menyilangkan tangan ke dadanya. Namun tindakan yang dilakukan Azzahra tidak semua mampu menutupi keindahan tubuhnya hingga kini Azzahra melangkah mundur.


Sebenarnya situasi ini bukan pertama kali bagi Azzahra tapi jika melihat kondisi dia sekarang ini yang berpakaian sangat minim bahan dan tatapan penuh has*rat yang terlihat dari sorot mata Gavin, membuat Azzahra semakin ketakutan. Dia ketakutan jika dia harus melayani pria yang sama sekali tidak dia suka dan cintai walaupun sekarang ini telah berstatus menjadi suaminya.

__ADS_1


" Jangan, saya tidak mau ..." lirih Azzahra sambil menggelengkan kepalanya. Namun Gavin tidak memperdulikannya. Pria itu tetap mendekat ke arah Azzahra hingga akhirnya tubuh Azzahra terjatuh di sofa.


Gavin tetap mendekat membuat Azzahra beringsut, namun tak lama tubuh kekar Gavin sudah menguasainya.


" Kau tahu, saya ini buaya yang lapar karena sudah lama tak diberi makan, dan sekarang saya mendapatkan makanan yang lezat dan menggugah selera. Mana mungkin saya akan melepas makanan itu." Gavin mendekatkan wajahnya ke wajah Azzahra, dan kini jarak mereka sangatlah tipis, hingga hembusan nafas Gavin terasa hangat di pipi Azzahra.


" Saya tidak mau ...." Azzahra menggelengkan kepala seraya meneteskan air mata.


" Kamu sangat mengerti agama, pasti kau tahu apa hukumnya menolak melayani suami, kan?" Gavin terus memandang bibir ranum istrinya itu.


" S-saya belum siap ..." lanjut Azzahra lirih.


Gavin mendengus kasar. " Usiamu sudah matang dan kau dalam keadaan sehat wal afiat. Tidak ada alasan untukmu menolak melayani suami kamu ini."


" S-saya tidak tahu caranya. Kasih saya waktu untuk belajar lebih dulu." Azzahra memberi alasan untuk menolak keinginan Gavin.


" Saya bisa ajari kamu caranya saat ini juga." Kini Gavin mendekatkan wajahnya ke leher Azzahra dan memberikan sentuhan di dekat telinga dan ceruk leher Azzahra membuat gelenyar aneh tiba-tiba menghinggapi tubuh Azzahra dan bulu kuduk Azzahra pun berdiri seketika.


*


*


*


Bersambung ...


Jangan lupa jejak like & komennya, Makasih🙏


Happy Reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2