KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Bahagia Dengan Pendamping Hidup Masing-Masing


__ADS_3

Rayya mengedar pandangan mencari sosok yang membuatnya bersemangat datang ke acara yang diadakan di tempat kediaman Anindita itu. Namun sosok yang dicarinya itu tidak dia temukan, hanya ada Arka dan Thalita saja yang sedang berbincang dengan sepupunya.


" Tante Anin, Kak Rama mana?" Rayya mencoba memberanikan diri bertanya kepada Anindita saat gadis kecil itu melihat Anindita berjalan ke bagian dalam rumahnya setelah mempersilahkan para tetangga nya yang berpamitan pulang karena acara pengajian sudah selesai.


" Kak Rama? Kak Rama ada di atas deh kayaknya. Memangnya ada apa Rayya cari Kak Rama?" tanya Anidnita pada anak pertama Azzhara itu.


" Rayya mau bilang terima kasih sama Kak Rama karena Kak Rama sudah menolong Rayya waktu Rayya jatuh kemarin," ujar Rayya.


" Rayya jatuh? Jatuh di mana, Sayang? tanya Anindita lemah lembut.


" Di sekolah, Tante Anin. Tapi sekarang sudah sembuh, kok."


" Oh, ya sudah Rayya ke atas saja coba ... Rayya bisa naiknya, nggak? Kakinya masih sakit nggak kalau buat naik tangga" Anindita menampakan kecemasannya


" Nggak kok, Tante. Rayya bisa naik tangga." Rayya pun kemudian mengikuti apa yang dianjurkan oleh Anindita.


Rayya kemudian berjalan menaiki anak tangga menuju tempat yang ditunjukkan oleh Anindita. Di mana dia mencari keberadaan Ramadhan.


" Kamu senang tinggal di Milan, Kay?"


Suara Ramadhan terdengar di telinga Rayya dari arah balkon membuat gadis kecil itu menghampiri asal suara Ramadhan. Tentu saja Rayya merasa penasaran karena dia mendengar jika Ramadhan sedanng berbicara dengan seorang yang tidak dia ketahui siapa?


" Suka-suka saja, sih. Tapi aku juga suka kalau pas Mama ajak ke Indonesia ini. Kangen sama Nenek Utami, sama Papa Dirga, Mama Rania juga."


Rayya menghentikan langkahnya sejenak saat dia mendengar suara seorang remaja perempuan yang sedang berbincang dengan Ramadhan.


" Kamu sekali-kali minta Om Ricky liburan ke Italy, deh! Nanti aku tunjukin tempat-tempat yang bagus di sana. Atau ikut nonton pertandingan bola langsung di San Siro, kamu 'kan Interisti,"


Rayya mengendap perlahan mendekat ke arah pintu balkon hingga dia mendapati seorang gadis cantik seusia Ramadhan saat ini duduk di hadapan Ramadhan. Rayya mengeryitkan keningnya mencoba mengingat siapa gadis yang bersama dengan Ramadhan itu. Pandangan Rayya kini mengarah kepada Ramadhan yang beberapa kali terlihat asyik memandangi wajah cantik Kayla.


" Aku kepingin tuh, ke tempat syuting Spiderman ...."


" Far Away From Home ..." Bahkan kini sepasang remaja di hadapan Rayya pun terkekeh karena mereka menyebutkan kalimat yang sama bersamaan.


" Itu di Venice atau kalau orang sana bilang Venesia."


" Kota yang unik ..."


" Dengan wisata Grand Canal dan transportasi Gondola nya," sambung Kayla.


" Romantis ...."


" Iihh, Rama ... sudah mengerti kata romantis. Hayo ... Rama sudah punya pacar, ya?"


Rayya masih terus memperhatikan interaksi antara Ramadhan dan Kayla yang tanpa disadari oleh dua orang itu jika ada sepasang mata sedang menatap sendu ke arah mereka


" Rayya, Kia cari-cari ternyata ada di sini !"


Suara Azkia dibarengi dengan sebuah tepukan di pundak Rayya membuat Rayya terperanjat.


" K-Kia?" Rayya memegangi dadanya kemudian menoleh ke arah Ramadhan yang kini berjalan mendekat ke arahnya. Rayya langsung menundukkan wajahnya karena merasa ketahuan sedang mengintip dan menguping.


" Rayya? Kia? Ngapain kalian mengintip di sini?" tanya Ramadhan saat sudah berada di hadapan Rayya dan Kia.


" Dih, siapa juga yang ngintip orang pacaran?" sergah Azkia cepat menampik tuduhan Ramadhan seraya berkacak pinggang.


" Lalu sedang apa kalian di sini?" tanya Ramadhan menatap Rayya yang semakin merunduk, sangat bertolak belakang dengan Azkia.


" Siapa mereka, Ram?" tanya Kayla kini sudah berdiri di belakang Ramadhan.


" Dia ini anak teman-teman Mama Anin," ucap Ramadhan menjelaskan.


" Kami ini nggak sedang pacaran adik-adik cantik." Kayla mencubit pipi Rayya dan Azkia bersamaan.


" Ini Kak Kayla, ya?" tanya Azkia kemudian.

__ADS_1


" Iya, kok kamu tahu nama kakak?" tanya Kayla heran saat mendengar Azkia memanggil namanya, karena Kayla sendiri tidak merasa mengenal Azkia.


" Tahu, dong! Fa sering cerita sama Kia tentang Kak Kayla." Kayla menyebut nama Falisha, anak dari Dirga dan Kirania yang sering bercerita tentang Kayla kepada Azkia.


" Oh, kamu temannya Fa, ya?" tanya Kayla lagi


" Iya, best friend, Kak." Azkia menautkan telunjuk kanan dan kirinya membuat Kayla terkekeh.


" Kak Kayla cantik, deh," ujar Azkia jujur.


" Makasih, Kia." Kayla tersipu malu dipuji.


" Kalian berdua sedang apa di sini?" Ramadhan mengulang pertanyaannya menyelidik seraya melipat tangan di dada.


" Kia sih tadi cari Rayya, soalnya Mama sama Auntie Rara mau pulang. Kata Tante Anin, Rayya ke atas sini cari Kak Rama."


Ucapan Azkia membuat Rayya yang sedari tadi menunduk langsung menoleh ke arah sepupunya itu.


" Kia ..." tegur Rayya karena telah membuka rahasianya.


" Ada apa Rayya cari Kakak?" tanya Ramadhan menelisik.


" Hmmm, Rayya ... Rayya, hmmm ..." Rayya seketika salah tingkah mendapat pertanyaan itu dari Ramadhan, sementara tangannya sudah berkeringat karena takut dan malu.


" Rayya kenapa? Bicaranya yang jelas, Kak Rama nggak bisa dengar Rayya bicara apa?" tanya Ramadhan lagi.


" Rayya ...."


" Rayya itu suk ...."


" Rayya, Kia, dicari sama Mama dan Mommy kalian itu di bawah." Suara Anindita dari arah tangga menghentikan ucapan Azkia yang tadi sempat memotong pertanyaan Rayya.


" Oh, i-iya, Tante ..." Rayya buru-buru berlari meninggalkan Ramadhan dan Kayla juga Azkia hingga menabrak Anindita.


" Iya, Tante." Rayya tertunduk.


" Rayya sudah ketemu sama Kak Rama nya?" tanya Anindita kemudian yang membuat Rayya melirik ke arah Ramadhan yang sedang memicingkan mata menatap ke arahnya.


" Kak Rama nya sedang mengobrol, Tante."Rayya kemudian berjalan cepat menuruni anak tangga meninggalkan Anindita. Sementara Azkia pun akhirnya menyusul sepupunya itu.


***


" Nad, mumpung ada di Jakarta, main dong ke rumahku," ujar Natasha saat mereka masih mengobrol di ruang tamu setelah tamu-tamu yang lain pulang.


" Iya, Mbak Nadia. Kalau main ke Teh Tata 'kan bisa mampir ke rumah aku juga." Azzahra ikut menimpali.


" Insya Allah nanti sebelum kembali ke Milan aku sempatin ke rumahmu deh, Sha." Nadia menyahuti ajakan Natasha.


" Oke, aku tunggu ya, Nad." Natasha kini menoleh ke arah Falisha.


" Fa, mau menginap lagi di rumah Mami Tata, nggak?" tanya Natasha kepada Falisha yang duduk di samping Mamanya, Kirania.


" Ma, Fa boleh menginap di rumah Mami Tata?" Falisha menoleh ke arah Kirania.


" Besok Fa 'kan mesti sekolah, Sayang. Nanti saja kalau libur." Kirania melarang anaknya untuk ikut. Karena besok hari sekolah, dia tidak ingin membuat Natasha sibuk karena mesti mengurus anaknya juga, walaupun Natasha sendiri sudah menganggap Falisha seperti anaknya sendiri.


" Kalau Mami Tata repot, Fa bisa menginap di rumah Tante Rara saja menemani Rayya." Azzahra seolah ikut mendukung Natasha yang ingin mengajak Falisha


" Ma ...."


" Ini kenapa dua iparan ini sibuk jadi provokator anakku?" Kirania memutar bola matanya membuat Natasha dan Azzahra terkekeh.


" Fa, kalau mau menginap di rumah Mami Tata harus ijin dulu sama Papa. Lagipula 'kan di rumah ada Kak Kayla. Kalau Fa menginap di rumah Mami Tata kasihan Kak Kayla nggak ada temannya." Kirania mencoba memberi penjelasan kepada Falisha.


" Nanti Sabtu depan lagi saja kalau mau menginap di rumah Mami Tata nya." Kirania membelai kepala anaknya yang nampak kecewa.

__ADS_1


" Mommy, Mommy mau pulang sekarang?" Rayya yang berlari turun dari tangga langsung menghampiri Azzahra.


" Iya, Sayang. Mom Rara sama Auntie Tata sudah mau pulang. Rayya habis dari mana?" tanya Azzahra.


" Rayya habis mengintip Kak Rama pacaran, Auntie." celetuk Azkia dari arah belakang Rayya.


" Kia ...!" Rayya mendelik ke arah Azkia.


" Pacaran? Kak Rama pacaran sama siapa, Kia?" tanya Natasha kaget saat anaknya itu mengatakan Ramadhan pacaran. " Masih kecil Kia nggak boleh bilang pacar-pacaran seperti itu!" tegurnya kemudian.


" Rayya mengintip Kak Rama?" Azzahra pun langsung mengintrogasi anaknya yang disinggung Azkia mengintip apa yang dilakukan putra pertama Anindita dan Ricky.


" Kak Rama pacaran sama Kak Kayla," sahut Azkia.


" Kayla?" Kirania dan Nadia tersentak dan saling pandang saat Azkia menyebut nama Kayla.


" Iya, Tante."


" Kia, Kak Rama sama Kak Kayla itu sudah seperti saudara. Mereka itu sedang mengobrol biasa bukan pacaran." Kirania mencoba menjelaskan hubungan antara Ramadhan dan Kayla.


" Tante Rania benar, Kia. Kak Rama dan Kak Kayla sedang mengobrol karena mereka jarang ketemu langsung apalagi usia Kak Rama dan Kak Kayla 'kan sebaya seperti Kia dan Rayya jadi obrolannya nyambung Dan kebetulan sekarang ini Kak Kayla pulang ke Indonesia, ." Nadia yang merupakan Mama dari Kayla pun ikut mengklarifikasi.


Azkia yang mendengarkan penjelasan Kirania dan Nadia langsung mendekatkan bibirnya ke telinga Rayya.


" Tuh, bukan pacaran jadi Rayya jangan sedih," bisik Azkia meledek seraya terkekeh.


" Apaan sih, Kia?!" Rayya menjauhkan tubuhnya dari Azkia karena dia merasa tak nyaman karena sepupunya itu akan bisa membocorkan rahasianya.


" Kia, Mama nggak mau dengar Kia bilang seperti itu lagi! Kalau Kia masih bicara seperti itu, nanti Mama bilang ke Papa." ancam Natasha kepada anaknya.


" Anakmu ini sifat dan ceplas ceplosnya mirip kamu banget ya, Sha? Apa nanti kalau sudah besar akan secerewet Mamanya? celetuk Nadia.


" Bener sekali, Mbak. Butuh pria model Yoga lagi ini untuk menaklukkan copyannya Natasha." Kirania terkekeh. " Untung kamu dapat suaminya Yoga yang sabar, Nat. Coba dapat suaminya model suamiku yang ada ribut terus sehari-harinya."


" Karena jadi istri seorang Dirgantara juga butuh kesabaran tingkat dewa.." Nadia yang pernah menjadi istri dari Dirga langsung berkomentar.


" Nah, kan ... curhat, Bu?" Natasha tertawa meledek. " Untung istri dan mantan istri seperti kalian ini bisa akur." Natasha tergelak.


" Memangnya yang bisa akur cuma kita saja? Kamu sama Rara apa kabar, Nat?" sindir Kirania menyerang balik Natasha, karena sebelum dekat dengan Azzahra, Natasha pernah sempat bercerita kepada Kirania jika Azzahra itu pernah akan bertunangan dengan Yoga.


" Kok bawa-bawa nama aku sih, Mbak?" Azzahra mengeryitkan keningnya saat namanya disebut.


" Karena kamu dulu itu 'kan calon menantu kesayangannya Mamih Ellena, Ra." sahut Natasha.


" Nggak usah ungkit-ungkit itu lagi dong, Teh! Malu kalau ingat hal itu ..." Wajah Azzahra bersemu saat diingatkan bagaimana dulu dia sangat mengharapkan Yoga.


" Iya benar, yang lalu biarlah berlalu. Itu bagian dari masa lalu kita. Yang penting sekarang ini kita sudah bahagia dengan pendamping hidup masing-masing yang sangat mencintai kita." Nadia yang dulu pernah sangat mencintai Dirga mencoba berkata bijak.


" Aku dengan Edo, Rania dengan Dirga, Natasha dengan Yoga, Rara dengan Gavin, Anin dengan Ricky, Karina dengan ...."


" Ma, Papa Edo telepon Mama katanya nggak diangkat-angkat panggilannya." Suara Kayla dari atas tangga memotong kalimat yang diucapkan oleh Nadia.


" Oh, Mama nggak dengar saking keasyikan mengobrol." Nadia kemudian mencari ponselnya dari dalam tasnya.


" Sorry aku terima telepon dulu." Nadia pun berjalan menjauh dari sahabat-sahabatnya itu. Tak lama Azzahra dan Natasha berserta anak-anaknya pun berpamitan pulang kepada Anindita dan Ricky sebagai tuan rumah.


*


*


*


Bersambung ...


Happy.Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2