KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Saran Dari Sang Maestro


__ADS_3

Azzahra membantu menghilangkan lipstik di bibir suaminya dengan 'make up remover miliknya.


" Kenapa kamu tadi diam saja tak melarangku membuka pintu?" tanya Gavin.


" Aku pikir Kak Gavin sudah percaya diri dan akan cuek saja, makanya aku nggak larang."


" Pantas saja orang yang mengantar obat itu tertawa seperti itu. Jangan-jangan dia mengira aku ini manusia jadi-jadian," ucapan Gavin sontak membuat Azzahra tertawa lepas.


Gavin memperhatikan wajah cantik istrinya itu yang semakin terlihat cantik saat tertawa.


" Kamu senang sekali ya, lihat suami kamu ini menderita?" Gavin mencebik.


" Menderita itu memang karena ulah siapa? Kak Gavin sendiri, kan? Lagipula siapa yang suruh berbuat usil ke istri? Itu balasannya langsung dibayar tunai," sindir Azzahra.


" Sudah pintar meledek suamimu, hmm?" Gavin langsung melingkarkan lengannya di pinggang Azzahra.


" Kak, Kak Gavin nggak kerja?" Azzahra mengalihkan arah pembicaraan.


" Mana mungkin aku tega ninggalin kamu yang sedang demam." Gavin beralasan.


" Kak Gavin nggak apa-apa memangnya hari ini nggak ke kantor?"


" Nggak apa-apa, nanti aku pantau dari sini saja." Gavin menyahuti.


" Makasih ya, Kak."


" Makasih untuk apa?"


" Sudah mengurusku selama aku sakit tadi."


" Nggak usah geer, deh! Aku lakukan itu karena di sini nggak apa siapa-siapa jadi terpaksa aku yang urus." Gavin menyangkal kalau dia memang mengkhawatirkan Azzahra. " Lagi pula itu semua pasti akan aku tagihkan."


" Maksudnya aku harus bayar, Kak?"


" Tentu saja ...."


" Pakai uang tunai?"


Gavin mengeratkan pelukannya.


" Dengan tubuhmu ini pastinya."


" Tapi aku sedang nggak fit, Kak."


Teett


Suara bel pintu berbunyi membuat Gavin melepaskan rengkuhannya. Dan Gavin pun mengecek siapa yang ada di depan pintu apartemennya itu. Terlihat seorang pria berdiri di sana. Gavin mengeryitkan keningnya karena sosok pria itu tak nampak jelas terlihat di layar monitor.


" Siapa, Kak?" tanya Azzahra.


" Entahlah, aku ke bawah dulu ..." Gavin kemudian berjalan keluar kamarnya namun tak lama dia kembali masuk ke dalam. " Masih ada lipstiknya, nggak?" tanya Gavin.


Azzahra menggelengkan kepalanya.


" Sudah hilang, Kak." Azzahra menjawab.


Gavin pun kemudian kembali keluar dari kamarnya menuju pintu depan apartemennya.

__ADS_1


Saat membuka pintu Gavin sedikit terkesiap memperhatikan pria yang kini berada di hadapannya. Wajah pria itu sepintas mirip dengan Yoga.


" Hmmm, maaf ... apa Azzahra tinggal di sini?" Pertanyaan pria itu membuat Gavin mengerutkan keningnya.


" Ada perlu apa dengan Azzahra?" tanya Gavin ketus.


" Saya hanya ingin menyerahkan ini. Saya tunggu dia di taman tapi Azzahra tidak datang" Pria itu yang tak lain adalah Andre lalu menyerahkan ampop besar berwarna coklat kepada Gavin.


Rahang Gavin mengeras mendengar jika istrinya itu telah membuat janji dengan pria lain tanpa sepengetahuannya. Dia pun kemudian membuka amplop yang disodorkan Andre kepadanya. Dia langsung terbelalak melihat beberapa foto Azzahra berukuran 10R yang terlihat duduk di taman apartemen.


" Siapa yang mengambil gambar ini?" selidik Gavin dengan nada kurang bersahabat.


" Saya sendiri." Andre menjawab. " Kemarin saya melihat dia sedang duduk melamun, kebetulan saya sedang mengambil foto di taman itu."


" Siapa yang menyuruh Anda mengambil gambar dia?!"


" Tidak ada yang menyuruh, itu memang karena hobby saya fotografi," sahut Andre.


" Kalian janjian bertemu kembali?" Gigi Gavin mulai mengerat, tentu saja dia tidak suka jika ada pria lain yang dekat dengan Azzahra apalagi wajah pria itu mirip dengan pria yang pernah disukai Azzahra.


" Saya meminta Azzahra untuk bertemu di taman karena ingin menyerahkan foto itu saja." Andre menjawab yang sejujurnya.


" Apa Azzahra bilang kepada Anda jika dia sudah mempunyai suami?" Semua kalimat yang keluar dari mulut Gavin tidak ada yang bernada halus dan ramah.


" Oh iya, dia bilang pada saya jika dia sudah menikah. Apakah Anda ini suaminya? Beruntung sekali Anda mendapatkan seorang wanita cantik seperti Azzahra menjadi istri Anda." Andre terang-terangan memuji Azzahra membuat rahang Gavin kembali mengeras.


" Kalau Anda tahu dia sudah bersuami, kenapa masih meminta istri saya bertemu di taman?" geram Gavin.


" Saya meminta dia ke taman hanya ingin menyerahkan foto itu, karena dia tidak memberikan alamat apartemennya."


" Lalu darimana Anda tahu tempat ini kalau istrinya saya tidak memberitahu Anda?"


Gavin langsung mencengkram kerah kemeja yang dikenakan Andre dan berkata " Mulai saat ini jangan pernah tunjukkan wajahmu di hadapan istriku ...!!!" ancam Gavin kemudian.


" Pergilah ...!!" Gavin mendorong tubuh Andre ke belakang hingga Andre terhuyung beberapa langkah. Dengan wajah merah padam Gavin kemudian menutup pintu apartemennya dengan kasar dan kembali ke kamarnya.


Sementara itu di dalam kamarnya Azzahra menghampiri ponsel Gavin yang berbunyi, dan nama Alexa lah yang muncul di layar ponsel Gavin. Awalnya Azzahra ragu menjawab tapi karena ponsel Gavin kembali berbunyi akhirnya dia pun menjawab panggilan masuk dari Natasha.


" Assalamualaikum, Teh ..." sapa Azzahra mengangkat panggilan telepon Natasha.


" Waalaikumsalam, ini Rara?" Suara Natasha terdengar kaget saat mengetahui jika Azzahra lah yang menjawab panggilan teleponnya.


" Iya, Kak Gavin sedang ada tamu di bawah." Azzahra menjawab agak malas.


" Iiisshh sudah ada panggilan 'Kak' nih sekarang." Natasha langsung menggoda Azzahra.


" Teh Natasha ada perlu sama Kak Gavin? Nanti telepon lagi saja, Teh."


" Hmmm, kalian sudah baikan, ya?"


Pertanyaan Natasha membuat Azzahra terkesiap, apa maksud pertanyaan sudah baikan? Apakah suaminya itu bercerita tentang permasalahan pil KB? Itu yang membuat Azzahra bertanya-tanya.


" Aku bisa maklumi keputusan kamu kok, Ra. Karena aku juga punya keraguan yang sama waktu pertama menikah secara mendadak dengan Mas Yoga. Aku malah menunda-menunda berhubungan suami istri dengan dia lebih dari seminggu." Natasha mengatakan penggalaman pribadinya.


" Tapi Alhamdulillah sekarang ini aku dan suamiku sudah saling cinta dan nggak ada keraguan tentang perasaan kami masing-masing. Kamu juga harus mencoba seperti kami, Ra. Biar nggak ada kesalahpahaman lagi di antara kalian."


" Kak Gavin pasti marah banget ya waktu tahu kamu pakai pil KB?"

__ADS_1


" Iya, Kak."


" Hmmm, kamu mesti belajar jurus menaklukan suami yang ngambek deh, Ra."


Azzahra mengeryitkan keningnya.


" Maksudnya, Teh?"


" Kalau suami kamu sedang ngambek, coba kamu rayu dia. Lingkarkan tangan kamu di lehernya, sambil memberikan kecupan di wajah terutama bibir. Yakin deh, pasti sebentar juga ngambeknya hilang."


" Aku malu, Teh."


" Ck, sama suami sendiri nggak apa deh kita malu-maluin juga. Mereka juga pasti suka, kok." Natasha tergelak.


" Ya sudah, deh. Nanti aku telepon lagi saja, Ra. Assalamualaikum ...."


" Waalaikumsalam, Teh ...."


Bersamaan dengan Azzahra menaruh ponsel Gavin di nakas, pintu kamar dibuka kasar oleh Gavin.


" Siapa pria itu?! Dan kenapa kamu mau-maunya di foto oleh pria itu?!" geram Gavin sesampainya di kamar dan melempar amplop berisi foto Azzahra ke tempat tidur hingga membuat beberapa lembar foto itu berserakan.


Azzahra yang mendapati foto gambar dirinya itu langsung terkesiap. Dia lalu melirik ke arah Gavin yang sedang menatapnya dengan wajah kesal.


" K-Kak Gavin dapat ini dari mana?" tanya Azzahra.


" Dari selingkuhanmu!!" ketus Gavin.


Azzahra membelalakkan matanya mendengar jawaban Gavin.


" M-maksud Kak Gavin?" tanya Azzahra bingung.


" Playing victim ternyata kamu, ya! Menuduh aku selingkuh ternyata kamu selingkuh janjian dengan pria lain saat aku ke kantor! Pakai berlaga sakit segala. Kalau kamu nggak sakit, mungkin kamu akan temui pria itu di taman, kan?!" Gavin berkata dengan kesal.


" A-aku nggak selingkuh, Kak. Aku juga nggak berjanji bertemu dengan siapa-siapa, kok." Azzahra menyangkal semua tudingan Gavin, karena dia memang tidak melalukan semua yang dituduhkan.


" Karena kamu sakit! Coba kalau tidak, kamu pasti sudah bertemu dengan pria itu." Gavin masih saja diselimuti emosi.


" Kenapa kamu mau difoto dia? Senang ya didekati pria yang mirip dengan pujaan hatimu itu?! Apa kamu membayangkan sedang bersama Yoga, begitu ?!"


" Untung hari ini aku tidak ke kantor. Kalau aku pergi ke kantor, pasti kalian akan pergi berdua karena dia datang kemari."


" Andre datang kemari?" gumam Azzahra. " Dari mana dia tahu aku tinggal di sini?" batinnya.


" Oh, jadi Andre namanya? Kamu sampai hapal nama dia rupanya. Apa saja yang kalian bicarakan di belakangku, hmm?" Gavin mendekati Azzahra seraya berkacak pinggang.


Tentu saja saran yang baru dia dengar dari Natasha berkelebat di benaknya. Azzahra yang melihat Gavin mendekati dirinya langsung melingkarkan tangannya di leher sang suami. Dan apa yang dilakukan Azzahra membuat Gavin terkesiap.


" Kak Gavin jangan marah-marah terus, nanti cepat tua, lho. Tuh lihat ... wajahnya muncul satu kerutan. Setiap kali kamu marah, pasti akan bertambah lagi kerutannya, Kak." Jemari lentik Azzahra menyusuri wajah tampan suaminya itu.


" Nanti lama-lama wajah Kak Gavin kaya kakek-kakek, lho. Terlihat lebih tua wajahnya ketimbang usianya." Sungguh sebenarnya Azzahra malu harus bertingkah seperti wanita penggoda, tapi demi meluruhkan kemarahan suaminya itu dia pun nekat melakukan saran dari Natasha yang dianggapnya sebagai Sang Maestro.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading❤️


__ADS_2