KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Tingkah Konyol Gavin


__ADS_3

Gavin memperhatikan Azzahra yang menangis tersedu seraya menutup wajahnya. Seulas senyuman terlihat di sudut bibirnya saat mendapati istrinya itu menangis karena menduga ada wanita lain di hatinya.


Gavin kemudian berdiri tepat di hadapan Azzahra dengan tangan berlipat di dada.


" Memangnya kenapa kalau aku ada wanita lain? Apa kamu cemburu?" Bukannya menenangkan Azzahra, Gavin malah semakin meledek istrinya itu.


Dan Azzahra yang mendengar ucapan Gavin langsung menghentikan tangisannya.


" Siapa yang cemburu?" Azzahra buru-buru menyeka air matanya. Dia berusaha menyangkal semua dugaan Gavin tentang dirinya yang merasa jika dirinya itu cemburu.


" Kalau kamu nggak cemburu kenapa kamu sampai menangis seperti ini? Sampai demam segala. Takut suaminya diambil wanita lain, kan?" Kembali Gavin menggoda sang istri.


Azzahra membuang pandangan, dia sudah tidak menemukan alasan yang tepat untuk menyangkal apa yang dituduhkan Gavin kepadanya.


" Sudahlah, bilang saja kamu memang cemburu takut suami kamu ini berpaling pada wanita lain, iya, kan? iya, kan?" Gavin kemudian duduk berjongkok di hadapan Azzahra.


" Malu bilang cemburu, Boss?" Gavin kemudian tergelak membuat Azzahra mendengus kesal.


Azzahra kemudian berusaha bangkit dari duduk namun tangan Gavin menghalanginya.


" Mau ke mana lagi?" tanya Gavin.


" Aku mau telepon Abi, mau minta suruh jemput ke sini," ketus Azzahra.


" Untuk apa jemput kamu?"


" Untuk pulang ke Bogor! Biar kamu bebas bertemu dengan selingkuhan kamu itu!" geram Azzahra.


" Siapa yang selingkuh, sih? Aku nggak selingkuh dan nggak ada wanita lain juga, kok!" Gavin menangkis tuduhan Azzahra.


" Masih saja menyangkal," umpat Azzahra.


" Bilang dulu kalau kamu cemburu, nanti aku jelaskan soal soal lipstik dan parfum itu."


" Aku nggak cemburu!" tegas Azzahra.


" Kamu nggak cemburu, tapi kamu sudah mulai cinta sama aku. Benar, kan?!" Gavin memainkan alis matanya seraya tergelak. Dia kemudian berjalan mengambil sesuatu dari tas kerjanya.


" Ini yang kamu permasalahkan?" Gavin menunjukkan lipstik kepada Azzahra.


" Lipstik ini punyaku, dan ini ..." Gavin menyemprotkan parfum ke baju Azzahra.


" Coba kamu cium wanginya, harumnya sama 'kan sama yang kamu cium dari bajuku semalam?"


Penciuman Azzahra memang merasakan aroma parfum yang sama dengan wangi parfum yang dia rasakan semalam dari kemeja suaminya itu.


" Aku sengaja suruh Shella beli ini untuk ngerjain kamu. Ternyata kamu benar cemburu, hahahaha ..." Gavin tertawa kencang merasakan kemenangan membuat wajah Azzahra memberengut kesal.


" Lalu kamu suruh sekretaris kamu itu menempelkan bibirnya di kemeja kamu ini, gitu?!" sindir Azzahra.


" Itu bukan bibir Shella, kok."


" Lalu bibir wanita siapa yang kamu sewa?"

__ADS_1


Gavin kemudian memoles bibirnya sendiri dengan lipstik di tangannya. Tentu saja apa yang dilakukan Gavin membuat Azzahra membelalakkan matanya melihat tingkah laku konyol sang suami.


" Itu bibir milikku. Nggak percaya? Cup ... cup ... cup ..." Gavin kemudian menempelkan bibirnya ke pipi mulus Azzahra berkali-kali.


" Lepaskan !! Kak Gaviiiinn !!" Azzahra terus meronta meminta suaminya itu untuk melepaskan dirinya.


" Nanti, kalau lipstik di bibirku sudah hilang baru aku berhenti." Gavin masih saja menciumi Azzahra dan semakin mengeratkan pelukannya.


" Kak, lepaaaasss ...!!"


" Bilang dulu kalau kamu cemburu ...."


" Nggak !!"


" Nggak salah, kan? Gengsi banget bilang cemburu."


" Kak, lepas ... sakit!"


Akhirnya Gavin mengurai pelukannya, dan memutar pundak Azzahra hingga kini menatap ke arahnya.


" Katakan, kenapa kamu minum pil kontrasepsi tanpa sepengetahuanku?" selidik Gavin seraya menangkup pipi istrinya itu.


Azzahra menatap mata Gavin, tak lama kemudian pandangannya kini turun bertumpu ke bibir pria itu yang masih terpoles lipstik, membuat dia menahan tawa geli.


" Kenapa tertawa?" tanya Gavin.


" Lipstiknya belum hilang." Azzahra mengusap lipstik di bibir Gavin dengan jarinya.


" Bukan seperti itu menghapus lipstik di bibir yang benar," protes Gavin.


" Seperti ini ..." Gavin kemudian menautkan bibir dia dengan bibir Azzahra membuat Azzahra membelalakkan matanya.


" Balas ciumanku biar noda lipstiknya cepat hilang." Gavin menjeda ucapannya namun tak lama kemudian kembali menyergap bibir ranum Azzahra, hingga mereka berdua terhanyut dengan penyatuan bibir mereka hingga menimbulkan suara decapan hingga de*sahan dari bibir Azzahra. Mereka berdua sampai melupakan jika saat itu Azzahra sedang demam.


" Kamu belum jawab kenapa minum pil KB itu?" Gavin kembali mendesak istrinya untuk menjelaskan alasannya menggunakan alat kontrasepsi itu, saat mereka kembali menjeda pagutan bibir mereka.


" A-aku nggak mau nanti kalau sampai hamil terus kamu cari wanita lain dan selingkuh." Azzahra mencebikkan bibirnya.


" Siapa yang bilang aku akan selingkuh?" selidik Gavin.


" Aku hanya takut," lirih Azzahra.


" Tidak ada yang perlu kamu takutkan, Honey." Gavin menyampirkan helaian rambut Azzahra yang memang tidak tertutup hijab.


Teett


Terdengar suara bel pintu berbunyi. Gavin melihat dari layar monitor CCTV, terlihat seorang pria berdiri di depan pintu apartemennya itu.


" Kamu tunggu di sini, sepertinya itu orang yang mengantarkan obat. Nanti sekalian aku hangatkan lagi buburnya biar kamu makan dulu, setelah itu baru minum obatnya."


Ucapan Gavin dibalas anggukan kepala Azzahra sebelum akhirnya Gavin membenamkan kecupan di kening istrinya itu.


Gavin pun melangkah keluar kamarnya menuju lantai bawah untuk menemui pegawai dari dokter Aliyah.

__ADS_1


" Selamat siang, dengan Tuan Gavin?" Orang yang ada di balik pintu apartemen Gavin menyapa Gavin.


" Siang, iya benar ... saya sendiri." Gavin pun membalas sapaan pria itu.


Pria itu sontak terkesiap menatap Gavin sebelum akhirnya dia tersipu menahan tawa.


" Ada apa?" selidik Gavin.


" Oh, ti-tidak, Tuan. Saya hanya disuruh mengantarkan obat ini untuk Nyonya Azzahra." Pria itu kemudian menyodorkan plastik obat itu kepada Gavin. " Permisi, Tuan." Pria itu berpamitan sembari menutup mulutnya karena menahan tawa.


Gavin sampai memicingkan matanya menanggapi kelakuan orang suruhan dokter Aliyah itu.


" Kenapa dia? Dasar aneh!" umpat Gavin kembali menutup pintu.


Gavin kemudian mengambil mangkuk bubur yang tadi dia siapkan di kamar tamu dan membuangnya. Lalu dia memanaskan kembali buburnya agar terasa hangat. Setelah itu Gavin kembali ke kamarnya dengan nampan di tangannya.


" Honey, ayo makan dulu." Gavin menyuruh Azzahra memakan bubur yang sudah dia siapkan.


" Sini aku suapin." Gavin kemudian menyodorkan satu suap bubur ke bibir Azzahra.


" Tadi sarapan bibir sekarang waktunya sarapan bubur," kelakar Gavin membuat wajah Azzahra yang tadi memucat kini terlihat bersemu.


Setelah menyuapi Azzahra satu mangkuk bubur sampai habis, Gavin pun mengambilkan obat untuk Azzahra.


" Kamu tahu, Honey ... orang yang mengantar obat ini orangnya aneh." Gavin bercerita tentang kelakuan pria pengantar obat.


" Aneh?" Azzahra mengeryitkan keningnya.


" Iya, masa dia senyum-senyum melihatku. Aku rasa dia itu agak belok orangnya." Gavin sudah seperti ibu-ibu rumpi yang gemar bergosip.


" Agak belok apa maksudnya, Kak?" Azzahra makin tak mengerti.


" Agak belok itu yang tidak suka lawan jenis. Aku khawatir jangan-jangan dia naksir aku makanya tadi senyum-senyum gitu. Hiiiiii ..." Gavin sampai mengedikkan bahunya berulang-ulang.


" Dia senyum-senyum lihat kamu, Kak?" Azzahra memperhatikan wajah suaminya.


" He-eh ..." Gavin mengangguk.


" Ppffftt ..." Azzahra segera menutup mulutnya karena menahan tawa.


" Kamu menertawaiku juga, hmm?" Gavin membulatkan bola matanya.


Azzahra lalu bangkit dan menarik lengan suaminya mengarahkan suaminya itu ke arah cermin.


" Coba Kak Gavin lihat dan perhatikan, apa yang menyebabkan orang tadi tertawa saat melihat Kak Gavin?"


Mata Gavin semakin terbelalak saat dia menyadari warna lipstik di bibirnya masih menempel di sana. Sementara Azzahra terkikik melihat tingkah konyol sang suami.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading❤️


__ADS_2