KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Sikap Abi Yang Membuat Rara Kecewa


__ADS_3

Dua hari kemudian ...


Pukul lima lewat lima belas menit pagi mobil yang dikendarai Gavin masuk ke halaman rumah Abi Rara. Dia memang berniat mampir ke rumah orang tua Rara untuk menjumpai istrinya itu sebelum ke kantor. Walaupun mereka selalu melakukan video call, namun rasanya tak akan puas jika tidak bertemu secara langsung dengan istrinya itu.


" Assalamualaikum, Mang Ucup." Gavin menyapa Ucup yang terlihat sedang membersihkan mobil milik Abi Rara.


" Eh, Den Gavin. Waalaikumsalam, Den." Mang Ucup menyahuti.


" Hmmm, pasti mau ketemu sama Neng Rara ya, Den? Kasihan Neng Rara nggak mau kekuar kamar, Den. Nangis terus. Pasti kangen sama Den Gavin." Ucup mengadukan apa yang dilihatnya dari anak majikannya itu.


" Cup, kamu bicara sama siapa?" Tiba-tiba dari dalam rumah terdengar suara Abi Rara bertanya pada Mang Ucup.


" Hmmm, ini, Abi ..." Mang Ucup nampak grogi.


" Assalamualikum, Abi." Gavin langsung menyapa ayah mertuanya saat Abi Rara sudah muncul dari dalam rumah.


" Waalaikumsalam. Kamu? Ada apa kamu kemari?" tanya Abi Rara dengan nada dingin.


" Saya ingin bertemu dengan Rara, Abi." ucap Gavin jujur.


" Abi itu sedang menghukum kamu dengan menahan Rara di sini. Itu artinya Abi tidak membolehkan kamu bertemu dengan Rara," tegas Abi Rara.


" Tapi Abi, Rara itu istri saya. Saya berhak membawa Rara pulang bersama saya. Namun saya menghargai keputusan Abi yang memaksa Rara tetap di sini. Karena itu saya hanya ingin bertemu dengan istri saya, Abi. Saya sangat merindukan dia. Tolong ijinkan saya bertemu Rara sebentar saja, Abi." Gavin memohon.


" Tolong jangan memberikan harapan palsu terhadap Rara. Jangan memberikan kebahagiaan semu terhadap dia. Abi tahu jika Rara sudah menyimpan perasaan yang mendalam terhadap kamu, karena itu Abi tidak ingin dia dikecwakan olehmu suatu hari nanti."


" Tidak Abi! Saya berjanji, saya tidak akan mungkin mengecewakan Rara. Saya akan memberikan kebahagiaan kepada Rara, karena saya menyanyangi putri Abi itu," tegas Gavin.


Sementara itu di dalam rumah Abi Rara.


Azzahra baru saja keluar dari kamarnya saat dia mendengar suara Rusmi bicara pada Umi Rara.


" Umi, ada A'Gavin di luar."


Azzahra yang mendengar nama suaminya disebut oleh Rusmi langsung terkesiap, dia pun langsung menghampiri Rusmi.

__ADS_1


" Kak Gavin ada di luar, Bi Rusmi?'" tanya Azzahra. Dan tanpa menunggu jawaban dari Rusmi, Azzahra langsung berlari ke depan rumah.


" Ra, tunggu ...!!" Umi langsung menyusul anaknya itu.


" Saya mencintai Rara, saya tidak akan mungkin menyakitinya, Abi!"


Wajah Azzahra seketika berbinar, bukan hanya karena ucapan cinta yang diucapkan suaminya itu, tapi juga karena suara orang yang beberapa hari ini dirindukannya terdengar jelas di telinganya.


" Kak Gavin !" Azzahra hendak berlari memeluk Gavin saat dia mendapati sosok suaminya itu berbicara dengan Abinya di depan teras rumah.


Abi Rara yang menyadari kemunculan Azzahra langsung mencekal lengan Azzahra yang ingin menghampiri Gavin.


" Rara, masuk ke dalam!" perintah Abi. Rara.


" Tapi, Abi. Rara ingin bertemu Kak Gavin," rengek Azzahra.


" Abi, ijinkan saya bicara sebentar dengan Rara. Setidaknya ijinkan saya memeluk Rara," pinta Gavin masih dengan kalimat yang santun..


" Rara, ayo masuk." Umi Rara yang baru sampai teras segera menarik lengan Azzahra untuk masuk ke dalam rumah.


" Pulanglah! Jangan membuat kegaduhan di tempat orang pagi-pagi begini!" usir Abi Rara memalingkan wajahnya.


" Tapi, Abi ..." sergah Gavin.


" Jangan menentang perintah Abi jika kamu tidak ingin Abi mengambil keputusan yang akan merugikan diri kamu sendiri!" ancam Abi Rara.


Gavin mengatur nafas, dia mencoba mengontrol emosinya. Jika saja yang di hadapinya bukanlah orang tua Azzahra yang mesti dia hormati rasanya ingin sekali dia meninju orang yang berani menghalanginya bertemu dengan sang istri..


" Baiklah, Abi. Saya akan pulang. Tapi saya akan tetap kembali kemari sampai saya bisa membawa istri saya pulang dari sini. Assalamualaikum." Gavin meraih punggung tangan Abi Rara dan menciumnya. Dia lalu memutar badannya dan melangkah walau agak ragu saat harus meninggalkan teras rumah Abi Rara untuk menuju ke mobilnya.


" Mang Ucup, tolong sampaikan sama Neng Rara kalau saya sangat mencintai dia. Tolong bilang supaya dia bersabar menunggu saya datang lain hari untuk membawa dia pulang, ya!" Gavin berusaha untuk melebarkan senyumannya saat menitip pesan untuk istrinya itu kepada Mang Ucup.


" Baik, Den. Nanti Mang Ucup sampaikan." Mang Ucup menyahuti.


" Kalau begitu saya permisi dulu, Mang. Assalamualaikum ..." Gavin menyalakan mesin mobilnya.

__ADS_1


" Waalaikumsalam, hati-hati, Den." Mang Ucup menjawab salam Gavin.


Tak lama kemudian mobil berwarna moroccan blue itu menghilang dari pekarangan rumah Abi Rara.


***


" Umi lepaskan, Rara! Rara ingin bertemu dengan Kak Gavin, Umi." Azzahra terus berontak mencoba melepaskan diri dari cengkraman tangan Uminya.


" Ra, jangan menentang apa yang diucapkan Abi." Umi Rara mencoba menasehati Azzahra.


" Umi jahat sama Rara!! Kenapa Umi lakukan ini ke Rara? Kak Gavin itu suami Rara, Umi. Bukankah Umi sendiri yang bilang kalau seorang istri itu harus ikut suaminya. Lalu kenapa sekarang Umi larang Rara bertemu Kak Gavin?" ketus Azzahra berlinang air mata.


" Karena Abi yang menyuruh Umi kamu melakukan itu," sahut Abi Rara yang saat ini sudah masuk ke dalam rumah.


" Abi, kenapa Abi tega melakukan ini ke Rara? Bukanlah dulu Abi yang memaksa Rara untuk menikah dengan Kak Gavin? Dulu Rara menolak bahkan kabur dari rumah ini karena Rara menentang Abi yang ingin menikahkan Rara dengan Kak Gavin. Tapi kenapa sekarang Abi malah ingin memisahkan kami disaat rasa sayang itu sudah tumbuh di antara Rara dan Kak Gavin? Kenapa, Abi?" Seraya menyeka air matanya menuntut penjelasan dari Abinya.


* Abi hanya ingin yang terbaik buat kamu, Ra."


" Yang terbaik buat Rara itu Kak Gavin, Abi! Terlepas dari masa lalu Kak Gavin, Rara bahagia menjadi istri Kak Gavin. Kak Gavin sayang sama Rara. Kak Gavin nggak pernah menyakiti hati Rara." Azzahra mencoba meyakinkan Abinya.


" Kamu sudah dibutakan oleh cinta jadi tidak dapat memilih mana yang baik atau tidak, Azzahra!" tuding Abi Rara.


" Jangan karena dia itu kaya raya, punya harta berlimpah hingga kamu tetap mempertahankan dia wakaupun dia sudah membuat kamu kecewa."


Azzahra membulatkan matanya seraya menggelengkan kepala. Dia sungguh tidak menyangka Abinya akan bicara seperti itu. Apa Abinya berpikir jika dia ini seorang wanita yang haus karena harta, hingga Abinya berkata seperti itu? Jika memang itu yang ada di pikiran Abinya, Azzahra benar-benar kecewa. Itu artinya Abinya tidak mengenali sifat anaknya sendiri.


" Bukan Kak Gavin yang membuat Rara kecewa, tapi Abi. Sikap Abi lah yang membuat Rara merasa sangat kecewa! Rara ini anak Abi kenapa Abi tega berpikiran seperti itu? Rara tidak pernah memikirkan tentang harta kekayaan Kak Gavin! Rara ingin bersama Kak Gavin karena Rara sangat menyanyangi suami Rara sendiri, Abi!" Azzahra mencoba menentang apa yang dikatakan Abinya.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2