
Azzahra memperhatikan Gavin yang justru merebahkan tubuhnya setelah dia mengenakan kaos dan celana sebatas lutut.
" Katanya mau pergi makan, kok malah tiduran, Kak?" tanya Azzahra.
" Nanti kita berangkat setelah Maghrib saja biar kita bisa sholat dulu," ujar Gavin melirik ke arloji di tangannya yang baru menunjukkan pukul setengah enam petang.
Azzahra tersenyum mendapati suaminya itu mulai rajin menjalankan ibadah lima waktunya.
" Kemarilah ..." Gavin merentangkan tangannya ke arah Azzahra, meminta istrinya itu mendekat ke arahnya.
Azzahra kemudian mendekat ke arah Gavin kemudian merebahkan tubuhnya di samping Gavin dengan menaruh kepala di lengan Gavin.
" Kita pacaran dulu di sini sebentar." Gavin kemudian memeluk tubuh Azzahra hingga tubuh ramping sang istri masuk ke dalam dekapannya.
" Kamu belum pernah merasakan pacaran, kan?" tanya Gavin.
Pertanyaan Gavin dijawab dengan gelengan kepala oleh Azzahra.
" Baguslah, jadi kamu pacarannya sekarang denganku setelah menikah," ucap Gavin.
" Kak Gavin pernah pacaran berapa kali?" tanya Azzahra mendongak ke arah wajah sang suami.
" Berapa, ya?" Kening Gavin berkerut. " Aku lupa berapa kali pernah pacaran," Gavin terkekeh membuat Azzahra mencebikkan bibirnya.
" Tapi kamu yang terakhir karena saat aku pacaran sekarang ini kita sudah terikat pernikahan dan semoga ini terakhir untukku." Gavin lalu membelai lembut wajah mulus Azzahra membuat mata indah Azzahra mengerjap apalagi saat Gavin mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya ke bibir ranum Azzahra, memberikan sentuhan yang mulai biasa Azzahra terima dari suaminya itu.
" Kak, sebentar lagi Maghrib." Azzahra menghentikan aksi suaminya yang nampak mulai berhasrat.
" Aku selalu tidak tahan jika dekat dengan kamu, Honey." Gavin nampak tersiksa karena Azzahra menahannya untuk tidak melanjutkan aksinya.
" Nanti saja, Kak. Jangan sekarang! Sebentar lagi masuk Maghrib, setelah ini kita akan bertemu Teh Natasha sama Kang Yoga." Azzahra memberikan alasan yang masuk akal kenapa dia menahan suaminya itu dan akhirnya Gavin pun bisa mengerti.
***
" Hai, Alexa, Yoga ..." sapa Gavin saat tiba di restoran yang dipilih Natasha dan Yoga untuk makan malam.
" Hai, Kak Gavin ... hai, Kakak ipar ..." Natasha menyahuti.
" Hai, Bro ... hallo, Ra ..." Kali ini Yoga yang menyapa.
Azzahra tersenyum menanggapi sapaan Natasha dan Yoga.
__ADS_1
" Maaf ya, Teh ... Kang .. maaf kami telat." Azzahra meminta maaf karena datang telat. Karena selepas Maghrib tadi Gavin ternyata sengaja menahannya untuk sekedar mencumbu mesra dirinya.
" Duh yang pengantin baru, datangnya sampai telat begini," sindir Natasha.
" Biasalah, kalian seperti tidak mengalami saja. Istriku ini 'kan sudah tertular virusmu, Alexa." Gavin menyeringai melirik Azzahra yang kini mendelik ke arahnya.
" Hmmm, virus apa ya, Kak?" tanya Natasha mengeryitkan keningnya.
" Memangnya kamu sendiri mengajari apa saja pada istriku ini?" Gavin seakan tidak perduli akan Azzahra yang wajahnya yang sudah menegang.
" Aku?" Natasha menunjuk dirinya sendiri.
" Iya, istriku ini 'kan sudah menyerap ilmumu dalam urusan menyenangkan hati suami."
" Kak ..." lirih Azzahra seraya mencubit pinggang Gavin.
" Kenapa kamu mesti malu, Honey? Sekarang ini 'kan kau sedang berhadapan dengan maestronya. Kau bisa banyak belajar lagi dari Alexa." Gavin berseloroh.
" Hmmm, sepertinya saran yang aku kasih kemarin ke kamu itu sukses ya, Ra?" tanya Natasha memainkan alisnya.
" Tentu saja, Alexa. Sudah langsung dia praktekan saat itu juga." Gavin menyeringai.
" Memang kamu memberi saran apa, Yank?" tanya Yoga yang sedari tadi hanya menjadi pendengar.
" Kamu kasih tips itu ke Rara, Yank?" Yoga membulatkan matanya seakan tak percaya Azzahra berani melakukan apa yang istrinya itu sarankan. Karena dia sangat mengenal jika Azzahra adalah wanita pemalu sedangkan dia pun tahu jurus apa yang biasa istrinya itu lakukan saat mengatasinya jika dia sedang dalam keadaan kesal.
" Kamu tahulah, Mas." Natasha terkekeh.
Sungguh rasanya Azzahra ingin bersembunyi saat itu juga. Tidak bisa dia bayangkan bagaimana warna mukanya saat itu. Mungkin sudah seperti kepiting rebus. Apalagi saat Yoga menatapnya dengan tatapan mata seolah tak percaya hingga membuat Azzahra hanya menunduk malu.
" Kalau begitu Kakak ipar harus banyak belajar dariku, dong! Aku kasih gratis deh buat kamu, Ra. Jurus-jurus lainnya agar membuat rumah tangga selalu hangat." Natasha terlihat kompak bersama Gavin menggoda Azzahra membuat Azzahra hanya mempu mendesah menerima ledekan suami juga adik sepupu suaminya itu dan tentu saja di dalam hatinya dia sangat kesal karena Gavin terus saja menggodanya.
" Sudah-sudah, kita makan dulu. Kasihan makanannya dianggurin saja." Yoga yang melihat Azzahra terpojok langsung mengalihkan percakapan antara Natasha dan Gavin.
" Yank, kamu suapi aku," pinta Natasha menyodorkan makanan yang ada di hadapannya kepada Yoga.
Yoga segera menuruti apa yang diminta istrinya. Dia mengambil potongan steak lalu menyuapkan ke mulut Natasha.
" Hmmm, terasa lebih enak rasanya kalau disuapi kamu, Yank." Natasha bergelanyut manja di pundak Yoga.
Tentu saja tingkah Natasha yang bermanja-manja tertangkap mata Azzahra. Azzahra memperhatikan betapa Yoga terlihat sangat telaten melayani sikap Natasha yang bertingkah seperti anak kecil minta disuapi.
__ADS_1
Gavin yang menyadari istrinya itu sedikit tidak nyaman dengan pemandangan di depan matanya langsung menggenggam tangan Azzahra, membuat Azzahra terkesiap dan segera menoleh ke arah Gavin yang tersenyum kepadanya.
" Kau ini manja sekali, Alexa. Makan saja minta disuapi suami," cibir Gavin kepada Natasha kemudian.
" Ini tuh bukan manja, Kak. Tapi ini karena ngidam, bawaan orok. Nanti juga kalau Rara hamil, siap-siap saja Kak Gavin dibuat repot sama keinginan si jabang bayi." Natasha menepis anggapan Gavin yang mengatakan jika dia manja.
" Benar begitu, Honey? Semoga kalau kau hamil tidak membuat repot aku seperti Alexa." Gavin menoleh ke arah istrinya.
" Kalau Kak Gavin nggak mau dibuat repot artinya Kak Gavin nggak sayang sama Kakak ipar, nggak sayang sama calon anak Kak Gavin." Natasha mencibir.
" Siapa bilang seperti itu? Tidak ada hubungannya sama sekali dengan sifat manja kehamilan dan rasa sayang."
" Tentu saja ada, Kak. Ibu hamil ingin minta ini itu karena hormon kehamilan. Kalau Kak Gavin tidak mau mengabulkan apa yang diinginkan Rara saat Rara hamil, lalu siapa yang akan meladeni Rara? Apa Kak Gavin mau ada pria lain yang memperhatikan Rara?" sindir Natasha tak mau kalah berdebat.
" Tentu saja tidak!" sergah Gavin cepat. " Tidak akan aku biarkan pria lain mencoba menarik perhatian istriku!" tegas Gavin menaikkan sedikit nada bicaranya membuat Azzahra sedikit terkesiap melihat sikap suaminya itu.
" Ciee ... yang sudah mulai posesif." Natasha tergelak merasa berhasil menggoda pasangan suami istri baru itu.
" Yank, sudah dong jangan ngobrol terus. Ayo cepat dimakan lagi." Yoga mencoba menghentikan perdebatan antara kedua saudara sepupu itu.
" Wah, sedang ada acara dinner bersama rupanya."
Tiba-tiba terdengar suara wanita di antara mereka berempat membuat mereka semua menoleh ke arah asal suara itu. Semua mata terperanjat melihat sosok yang hadir di antara mereka saat mendapati siapa yang muncul di tengah-tengah mereka.
" Hai Gavin, Hallo Nona Azzahra." Wanita yang tak lain adalah Agatha menyapa Gavin dan Azzahra. Kemudian melirik ke arah Natasha dan Yoga. " Sedang ada double date rupanya. Double date bersama sepupu dibumbui dengan sedikit affair," sindir Agatha.
" Apa maksud Anda, Nyonya?" Gavin yang merasa terusik dengan ucapan Agatha langsung bereaksi. " Bukannya sudah pernah saya katakan urusan kita sudah selesai, dan jangan pernah mengusik hidup saya lagi!" geram Gavin bangkit dari duduknya.
" Kak ..." Azzahra mencoba menahan suaminya.
" Kak, sudah jangan ladeni dia. Dia itu masih belum move on dari Kak Gavin." Natasha yang ikut merasa kesal langsung menimpali.
" Nyonya Agatha, Anda tahu sendiri kalau kami ini sedang double date, jadi saya rasa sebaiknya Anda jangan menganggu acara kami dan membuat selera makan kami hilang karena kedatangan Anda, Nyonya!" usir Natasha secara halus.
*
*
*
Bersambung ...
__ADS_1
Awal bulan ini KCA naik ke level 9, tentu saja itu tidak lepas dari dukungan Readers semua. Jangan berhenti kasih dukungan khususnya like dan komennya ya. Dan jangan bosen menanti kelanjutan kisah ini walau kadang suka telat up ya. Terima kasih banyak readers KCA 🙏🙏🤗🤗
Happy Reading❤️