KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Gavin Yang Tersiksa


__ADS_3

Setelah pesta usai ...


" Umi, kita pulang kapan? Rara sudah capek dan ngantuk," keluh Azzahra bergelayut manja seraya meletakkan kepalanya di pundak uminya itu.


" Kita 'kan menginap di sini, Ra." Umi Rara menyahuti sementara tangan kanannya membelai wajah Azzahra yang bersandar di pundak kirinya


" Terus kita menginap di kamar mana?" tanya Azzahra.


" Umi dapat kamar nomer 425."


" Ya sudah ayo Umi, Rara ngantuk." Azzahra langsung menarik lengan uminya.


" Lho, suami kamu mana?" tanya Umi Rara.


Azzahra mengedikkan bahunya. " Nggak tahu. Buruan Umi, kaki Rara pegal semua," keluh Azzahra dengan mulut menguap karena rasa kantuk yang mulai menyerangnya.


" Umi, ayo kita istirahat." Abi Rara yang selesai berbincang dengan Pak Prasetya pun akhirnya mengajak istrinya beristirahat.


" I-iya, Abi. Tapi tunggu Gavin dulu. Rara katanya sudah capek dan mengantuk. Kita 'kan nggak tahu kamar mereka di mana?"


" Nah, itu Gavin." Abi Rara menunjuk ke arah Gavin yang mendekat ke arah mereka.


" Gavin, Rara sudah mengeluh capek dan mengantuk, sebaiknya kamu segera kembali ke kamar kalian," perintah Abi Rara kemudian.


" Baik, Pak." Gavin menyahuti.


" Mulai sekarang panggil Abi dan Umi saja. Kamu ini kan sekarang sudah menjadi menantu kami." Abi Rara meralat panggilan Gavin terhadapnya.


" Baik, Abi."

__ADS_1


" Ya sudah, sekarang kamu bawa istrimu ke kamar. Dia sudah sangat kelelahan." Abi Rara menyuruh Gavin membawa Azzahra.


" Ra, bangun, Geulis. Sana ikut sama suami kamu, tidur di kamar kalian." Umi Rara menepuk halus pipi Azzahra yang sudah memejamkan mata dipundaknya.


" Hmmm ... ngantuk, Umi." Walaupun bibir Azzahra berucap tapi matanya masih terpejam.


" Ya sudah sana tidurnya di kamar." Umi masih berusaha membangunkan Azzahra.


" Jangan dibangunkan, Umi. Biar Gavin saja yang membawa Rara ke kamarnya." Abi menyuruh Gavin membawa Azzahra ke kamar pengantin yang sudah disiapkan oleh pihak hotel.


" Saya, Abi?" Gavin menunjuk dirinya sendiri.


" Ya-iya kamu, dong. Kamu itu 'kan suaminya, masa Abi mesti suruh orang lain untuk mengendong Azzahra?!"


Gavin menggaruk kepalanya seraya menyeringai namun akhirnya dia menuruti juga apa yang diperintahkan oleh ayah mertuanya itu.


Gavin membawa tubuh Azzahra dengan kedua lengannya. Sepanjang koridor dan lift yang dia lalui, matanya tak pernah lepas menatap wajah cantik wanita yang pagi ini telah resmi menjadi istrinya itu. Dia tidak menyangka akan berakhir di pelaminan bersama wanita yang beberapa bulan lalu tanpa sengaja dijumpainya di hotel milik Daddy nya ini.


" Barang seperti ini berani-beraninya ditaruh di sini. Kalau sampai tertusuk ke kepala dia, bisa-bisa dia berubah menjadi Suzana. Dia kalau sedang melotot sudah menyeramkan, apalagi jika sampai berubah seperti Suzana." Gavin terkekeh membayangkan jika Azzahra sedang mendelikkan mata ke arahnya.


Setelah hijab Azzahra berhasil dia lepas, dia bisa melihat rambut lebat Azzahra yang terasa halus di tangannya. Rambut yang sempat dia lihat beberapa Minggu lalu, saat mendapatkan penampakkan Azzahra tanpa mengenakan hijab.


Setelah selesai dengan hijab kini Gavin mencoba membantu melepaskan gaun pengantin dari tubuh Azzahra dengan perlahan.


" Uuggghh ..." suara lenguhan keluar dari bibir Azzahra saat Gavin sedikit memiringkan tubuh Azzahra karena ingin membuka resleting di bagian punggung Azzahra, Tapi tindakan Gavin itu sama sekali tidak membuat wanita itu terbangun.


" Benar-benar seperti kerbau tidurnya." Gavin terus saja mengejek istrinya itu karena Azzahra benar-benar seperti tidak terusik dengan tindakannya.


Setelah beberapa menit berhasil melepas gaunnya, saat ini mata Gavin disuguhi tubuh indah Azzahra yang hanya mengenakan potongan baju dalam yang menutupi bagian inti dan kedua asset di dada wanita itu. Gavin berkali-kali menelan salivanya melihat tubuh putih mulus dan halus Azzahra. Ada yang seketika menegang di bagian tubuhnya. Melihat tubuh di hadapannya saat ini tentu saja has*rat dia sebagai pria normal membara seketika. Apalagi saat dia menyentuh dengan kulit halus Azzahra, gai*rah nya semakin berkobar-kobar.

__ADS_1


" Si*al ...!" Gavin segera menutup tubuh Azzahra dengan selimut kemudian dia beranjak menuju bathroom, dan melepaskan apa yang harus segera dituntaskan. Gavin memilih tak melepaskan has*rat nya pada Azzahra, karena dia tak ingin wanita itu akan syok karena dia menggarapnya saat kondisi wanita itu tidak dalam posisi sadar


" Aaarrgghh ...!! Kenapa aku sampai memikirkan melakukan hal itu dengan dia?! Padahal aku sama sekali tidak mencintai wanita itu." Gavin bergumam dengan memperhatikan wajahnya di cermin dalam bathroom. Dia benar-benar merasa tersiksa karena ulahnya sendiri.


Gavin kemudian melangkah keluar dari bathroom setelah bersolo karir menuntaskan serangan gai*rah yang tiba-tiba datang menghinggapinya demi melihat kemolekan tubuh Azzahra yang selama ini tertutup pakaian muslimnya. Gavin kini duduk di tepi tempat tidur sambil memperhatikan Azzahra yang sepertinya sudah benar-benar pulas dalam tidurnya.


Gavin melihat wajah Azzahra yang masih ditutupi make up tebal. Dia tidak tahu cara menghilangkan make up itu dari wajah Azzahra. Dia merasa kasihan jika Azzahra harus tidur dengan make up setebal itu. Dia lalu meraih ponselnya. Dia melihat jam di ponselnya yang hampir mendekati pukul sebelas malam. Gavin tadi sempat melihat Natasha masih berbincang dengan Dad David dan juga Tante Nabilla, sehingga membuat Gavin tergerak untuk menanyakan hal itu kepada adik sepupunya.


Gavin langsung mengetikkan pesan bagaimana cara menghapus riasan wajah, dan mengirimkan pesan itu ke Natasha.


Beberapa saat setelah pesan terkirim, Gavin langsung menarik kembali pesan itu dengan menghapusnya, karena dia teringat jika adik sepupunya itu sangatlah usil. Dia pasti akan jadi bahan olok-olok adiknya itu jika sampai Natasha mengetahui isi pesannya tadi yang untungnya belum terbaca oleh Natasha. Namun tak lama terdengar notif pesan masuk di ponselnya.


Gavin melihat satu pesan masuk dari Natasha dan segera membukanya.


" Cara membersihkan riasan make up di wajah itu mesti disapu, disapu pakai bibirnya Kak Gavin 😜🤣🤣."


Gavin menggelengkan kepala, ternyata Natasha sudah sempat mengintip isi pesan yang dia hapus dan dia sudah menduga pasti jawaban melenceng seperti ini yang akan disarankan adiknya itu jika dia bertanya hal-hal seperti itu.


" Iisshh, kenapa pakai dihapus segala pesannya? Ciee yang ketahuan mau belah-belahan 😁 Selamat menikmati ya, Kak. Pelan-pelan saja, masih ori itu jangan sampai lecet walaupun nantinya akan ada yang terkoyak🤣🤣."


" Kalau butuh baju ganti untuk Rara aku sama Amara sudah siapkan di lemari, Kak. Semoga cocok untuk Rara😜."


Gavin tak menanggapi sindiran-sindiran yang di Natasha. Dia pun tak menduga jika wanita yang dia kenal sangat lugas saat pertama kali bertemu ternyata sekarang ini menjadi wanita yang penuh dengan candaan bahkan kadang sampai bikin dia menggelengkan kepalanya.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading ❤️


__ADS_2