KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Tidak Terasa Berat, Kan?


__ADS_3

Azzahra melangkah dengan menundukkan wajahnya saat berjalan menghampiri suaminya yang sudah menunggunya di depan penghulu setelah pembacaan ijab qobul selesai. Dia sama sekali tak berniat menatap orang-orang yang hadir di sana termasuk pria yang baru saja resmi menjadi suaminya.


Sedang Gavin sendiri saat pembawa acara menyuruh mempelai wanita keluar langsung mengalihkan pandangannya ke arah di mana Azzahra muncul dari ruangan sebelah. Gavin mengerjapkan matanya saat mendapati wanita cantik layaknya seorang bidadari yang sengaja diturunkan dari surga untuknya. Selanjutnya dia malah terpaku mengagumi kecantikan wanita yang kini telah berstatus sebagai istrinya itu tanpa kedip.


" Mas Gavin sampai terpesona gitu lihat sang istri. Sabar ya, Mas. Teh Rara sudah sah hak milik Mas Gavin." Suara pembawa acara membuat semua orang yang awalnya terpusat ke arah Azzahra kini beralih ke arah Gavin yang tersenyum kaku karena ketahuan sedang memandang wanita yang selama ini selalu diajaknya berdebat.


Setelah pembacaan doa dan penandatanganan berkas-berkas, kini tiba waktunya untuk pemasangan cincin kawin kedua mempelai.


" Silahkan Mas Gavin, memasangkan cincin ke jari Teh Rara." Pembawa acara mengarahkan kedua pengantin untuk saling berhadapan.


" Teh Rara, jangan malu-malu. Di pandang atuh Aa nya, suaminya ganteng begini seperti Arjuna, lho." Pembawa acara itu berseloroh. " Silahkan Mas Gavin dipegang tangan Teh Rara nya."


Gavin meraih tangan Azzahra membuat wanita itu sedikit tersentak. Gavin merasakan tangan wanita itu terasa begitu dingin, mungkin karena rasa grogi yang juga dirasakan istrinya itu. Gavin menatap wajah Azzahra yang masih saja tertunduk.


" Teh Rara, ayo atuh dipandang suaminya."


Suara pembawa acara kembali terdengar membuat Azzahra kini mengangkat wajahnya dan menatap Gavin yang sedang memandangnya tanpa berkedip hingga membuat mata mereka saling terpaut satu sama lain.


" Nah, kan ... kalau sudah saling pandang, lupa 'kan kalau di sini banyak orang yang melihat."


Gavin dan Azzahra seketika salah tingkah saat mendengar pembawa acara berbicara dengan nada menggoda. Sementara tangan Gavin masih tetap menggenggam tangan wanita cantik yang kini berstatus istrinya itu.


Gavin pun kemudian menyematkan cincin ke jari manis Azzahra, begitu pun setelahnya Azzahra yang akan menyematkan cincin ke jari kiri Gavin.


Azzahra melirik ke arah suaminya sebelum menyematkan cincin itu. Entah kenapa sama sekali tak didapati wajah menyebalkan dari pria yang selama ini selalu mengganggunya. Namun dia langsung memutus pandangan saat Gavin mengarahkan pandangan ke arahnya.


Setelah penyerahan mahar dan penyematan cincin, sekarang saatnya untuk mempelai wanita mencium tangan suaminya. Dilanjut dengan mempelai pria yang mencium kening sang istri. Dan suasana tegang tercipta saat Gavin akan mencium kening Azzahra. Terutama untuk Azzahra. Karena untuk pertama kalinya keningnya akan disentuh bibir pria selain Abi dan kedua kakak laki-laki.


Azzahra sampai memejamkan matanya dengan jantung yang berdebar sangat kencang saat Gavin mendekat ke arahnya. Dia bahkan menahan nafasnya saat bibir Gavin akhirnya menyentuh keningnya.


" Silahkan yang mau mengabadikan, tahan dulu ya Mas Gavin, Teh Rara ... banyak kerabat yang ingin mengabadikan keromantisan kalian."


Dan seketika tubuh Azzahra menegang karena bibir Gavin harus berlama-lama menyentuh kulit wajah di atas alis matanya yang lebatnya itu.


***

__ADS_1


" Kak Gavin, congrat ... semoga samawa." Natasha langsung memberikan ucapan selamat kepada Gavin.


Gavin hanya tersenyum menerima ucapan selamat dari adik sepupunya itu.


" Selamat, Bro. Samawa ... kita berlomba, ya?!" Yoga berkelakar menyalami Gavin ala pria.


" Kakak ipar ... selamat ya," Natasha langsung memeluk tubuh Azzahra sembari cipika cipiki.


" Kalau Kakak ipar butuh gaya-gaya yang oke, chat aku saja ya. Nanti aku kasih tahu gaya apa yang paling asik dan bikin suami ketagihan."


Ucapan Natasha sontak membuat wajah Azzahra merona. Azzahra hanya mampu mendesah menanggapi sikap dan omongan Natasha yang kadang tak ada rasa malu, apalagi untuk wanita sepolos dia.


" Nanti aku kirim nomer aku ya, apa yang mau Kakak ipar tanya, tanyakan saja jangan malu-malu ya, Kak." Tak henti-hentinya istri dari Yoga itu menggoda Azzahra membuat wajah putih Azzahra memerah menahan malu.


" Kak Gavin, nanti belajar sama suamiku ini ya, biar makin ahli mainnya."


" Sayang, sudah dong jangan godain pengantin baru. Nanti juga mereka bisa belajar secara otodidak, kok." Yoga menimpali seraya menyeringai.


Gavin langsung melirik istrinya yang terlihat semakin merona.


" Kalian tak perlu khawatir lah, nanti juga kami akan menyalip kalian." Gavin yang awalnya hanya terdiam terpancing untuk ikut menggoda Azzahra.


***


Setelah rentetan acara akad nikah dan hajat walimah selesai, Azzahra memilih kembali ke kamarnya. Dia duduk di tepi tempat tidur dan mengedar pandangan ke setiap sudut ruangan kamarnya yang sudah dirias dekorasi berwarna ivory.


Ceklek


Azzahra langsung menoleh ke arah pintu saat dilihat pintu kamarnya dibuka. Sejurus kemudian matanya membulat saat dilihatnya Gavin masuk ke dalam kamarnya.


" Kamu kenapa masuk-masuk kamar saya?" Azzahra langsung bangkit dari duduk.


" Sekarang ini kamar saya juga, kan?" tanya Gavin seraya masuk dan menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur dengan kaki yang masih memakai sepatu.


" Heh, tidak sopan sekali. Cepat turun! Sepatu kamu kotor jangan naik-naik tempat tidur!!" seru Azzahra memukul kaki Gavin.

__ADS_1


" Kamu ini baru saja menikah sudah KDRT sama suami." Gavin memprotes sikap Azzahra yang masih kasar terhadapnya.


" Biarkan saja, bukan saya yang menginginkan pernikahan ini. Sana jangan di sini!" usir Azzahra.


Gavin yang melihat Azzahra terus memukulnya langsung mencengkram lengan Azzahra dan menariknya hingga tubuh Azzahra terjatuh dan terhempas di atas tempat tidur. Gavin yang melihat tubuh Azzahra terlentang, dengan cepat dia mengungkung tubuh Azzahra menempatkan tubuh Azzahra di bawah tubuhnya membuat wanita itu terperanjat.


" Kamu mau apa? Sana jangan dekat-dekat saya!" pekik Azzahra terus memukul tubuh Gavin.


" Kalau kamu tidak mau diam, aku akan memakanmu saat ini juga," ancam Gavin membuat Azzahra membelalakkan matanya.


" Jangan melotot begitu, nanti bola matamu keluar," sindir Gavin membuat Azzahra mendengus kesal seraya mencebikkan bibirnya.


" Kenapa bibirnya begitu? Minta dicium?"


Azzahra seketika menutup wajah dengan kedua tangannya


" Awas, jangan di situ, berat ...!" suara Azzahra teredam kedua telapak tangannya.


" Berat, ya?" Gavin langsung membalik posisinya hingga tubuh ramping Azzahra lah yang kini ada di atas tubuhnya dengan tangan kokoh membelit pinggang Azzahra. " Kalau seperti ini gimana? Tidak terasa berat 'kan sekarang?"


Azzahra yang merasakan sikap Gavin yang dengan seenaknya menyentuh dan memeluk tubuhnya membuat dia semakin kesal.


" Lepaskan ... dasar pria mesum!!" Tangan Azzahra terus memukul dada Gavin.


Cup


Azzahra terkesiap dan seketika membeku saat secara tiba-tiba Gavin mengecup bibirnya.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan Like & Komennya ya, Makasih 🙏


Happy Reading ❤️


__ADS_2