KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Janji Gavin


__ADS_3

Azzahra yang mendengar suara Abinya semakin mengeratkan pelukannya, apalagi saat Abinya itu berjalan menuruni anak tangga rasa takut semakin menguat di hatinya.


" Kak, ayo kita pergi!!" Azzahra sampai menarik tangan Gavin mengajak suaminya itu kabur dari villa


" Honey ..." Gavin menahan Azzahra untuk berhenti.


" Ayo, Kak ...!!" Azzahra menarik kencang lengan Gavin dengan kedua tangannya.


" Kalian mau ke mana?" Tiba-tiba Dad David sudah berdiri di depan pintu.


" Papa?" Azzahra terkesiap mendapati kemunculan ayah mertuanya. Namun sebersit senyuman terbit di sudut bibirnya. Azzahra merasa jika bala bantuan datang yang akan dapat melepaskannya dari kemarahan Abinya. Dia pun melepaskan tangannya dari lengan Gavin. Azzahra kini mendekati Dad David dan merangkul lengan Dad David.


" Papa, tolong Rara. Abi mau memisahkan Rara dengan Kak Gavin. Tolong Papa nasehati Abi agar mengurungkan niatnya itu, Pa." Azzahra menarik-narik lengan Dad David hingga tubuh ayah mertuanya itu ikut berguncang.


Sementara Azzahra sibuk meminta bantuan Dad David, Gavin justru sibuk menduga-duga. Jika Dad David bilang ini adalah villa Mommy nya, lalu kenapa Rara dan orang tuanya ada di sini? pikir Gavin.


"Rara, yang sopan sama Papa mertuamu!" tegur Abi Rara seraya berjalan menuruni anak tangga. Diikuti oleh Umi Rara di belakanganya.


" Pa, tolong bantu Rara." Rara yang masih belum menyadari kondisi yang sebenarnya langsung bersembunyi ketakutan di balik punggung Dad David.


" Bagaimana, Pak Abdullah. Apa Pak Abdullah suka dengan suasana di sini?" tanya Dad David.


" Hmmm, cukup nyaman jadi tempat persembunyian putri saya Pak David." Kelakar Abi Rara disambung oleh tawa Abi Rara dan Dad David bersamaan.


Sementara Umi Rara menatap heran kepada suami dan besannya itu.


Tak beda jauh dengan Ibu mertuanya, Gavin pun merasakan hal yang sama.


" Dad ..." Gavin menatap Dad David, kemudian kini berganti menatap Abi Rara. " Apa ini konspirasi Dad dengan Abi?" tuding Gavin menduga-duga.


" Gavin, seharusnya kamu beryukur mempunyai ayah mertua seperti Pak.Andullah. Karena beliau sudah berbesar hati menerima menantu bodoh sepertimu," ucap Dad David tanpa segan mengatai anaknya itu.


" Oh Gosh ..." Gavin seakan tak percaya dengan kenyataan yang sebenarnya. " Dad ..." Gavin menggelengkan kepalanya.


" Kamu perlu membuktikan jika kau memang pantas menjadi suami Rara, Gavin." Dad David beralasan.


Gavin kemudian mengalihkan pandangan ke arah mertuanya.


" Itu semua rencana Papamu." Abi Rara tak ingin disalahkan oleh Gavin.


" Kak, ini maksudnya apa?" Azzahra yang masih bingung dengan interaksi Abi Rara, Dad David dan suaminya langsung mendekati suaminya seraya melingkarkan lengannya di pinggang Gavin.


Gavin menghela nafas panjang.

__ADS_1


" Honey, semua ini rencana Dad David dan Abi," ucap Gavin.


" Rencana Papa dan Abi?" Azzahra mengerutkan keningnya.


" Benar, Rara. Sebenarnya itu rencana Papa. Sebelum kalian menemui orang tuamu, Papa lebih dahulu bertemu dengan Pak Abdullah. Dan Papa sudah menceritakan apa yang terjadi dengan masa lalu Gavin. Papa hanya ingin suamimu ini bisa menunjukkan keseriusannya terhadap dirimu. Karena itulah kami merencanakan hal ini dengan memisahkan kalian sementara agar Gavin bisa memberikan bukti kepada Abimu jika dia sudah berubah dan benar-benar menyanyangi kamu." Dad David menjelaskan.


" Namun justru putri saya lah yang senewen, Pak David." Abi Rara menimpali.


" Hahaha ... benar, Pak Abdullah. Saya tidak menyangka putri Pak Abdullah ini bisa seperti itu kepada putra saya yang ceroboh ini," sambut Dad David.


Perkataan Abi Rara dan Dad David membuat wajah Azzahra memerah menahan malu.


" Aku sama sekali tidak kepikiran jika Dad sampai merencanakan sejauh ini," ujar Gavin masih tak percaya.


" Dad harus turun tangan karena Dad tidak ingin kehilangan menantu seperti Azzahra." sahut Dad David.


" Abi, jadi selama ini Abi itu ngeprank Rara sama Gavin? Abi marah-marah itu hanya sandiwara? Kok Abi nggak bilang rencana ini ke Umi, sih?" Umi Rara yang akhirnya memahami situasi yang terjadi ikut merasa kesal karena dia pun merasa ikut dikerjai suaminya.


" Kalau Abi bilang sama Umi, Abi nggak yakin renacananya tidak akan selancar ini." Abi Rara terkekeh.


" Abi, apa ini artinya Abi bisa menerima dan memaafkan masa lalu saya?" tanya Gavin.


" Mau bagaimana lagi? Putri Abi sampai mengancam ingin bunuh diri kalau dipisahkan denganmu."


" Abi ..." Azzahra merengek manja.


" Honey apa benar seperti itu? Kenapa kamu sampai berpikir seperti itu?" Gavin membelai wajah Azzahra.


" Aku frustasi, Kak. Karena Abi ingin membawa aku pergi." Azzahra melakukan pembelaan diri.


" Apapun alasannya tidak baik berpikiran konyol seperti itu." Gavin menasehati Azzahra.


" Iya, Kak." Azzahra mengangguk. Dia lalu menatap Abinya, tak lama dia pun mendekati Abinya itu.


" Abi, maafkan Rara. Rara sudah melawan Abi. Rara sudah beburuk sangka sama Abi. Rara juga sudah berkata kasar terhadap Abi. Maafkan Rara, Abi, hiks ..." Azzahra memeluk Abinya seraya terisak.


Sementara Gavin langsung mendekati Dad David dan memeluk Dad David.


" Thanks, Dad."


" Dad akan lakukan yang terbaik untuk menolongmu, Nak." Dad David menepuk punggung Gavin.


" Dad bawa kalian ke sini agar kalian bisa menghabiskan waktu kalian bersama. Ya anggap saja honeymoon kecil-kecilan. Dad kasih waktu untuk kalian berlibur di sini untuk mewujudkan keinginan kami semua."

__ADS_1


" Keinginan apa, Dad?"


" Keinginan untuk segera mendapatkan cucu dari kalian." Abi Rara menyahuti.


Azzahra dan Gavin saling pandang bahkan Azzhara nampak malu-malu.


" Gavin, Rara ... silahkan kalian menikmati liburan di villa ini selama tiga hari ke depan. Setelah itu tugas menumpuk untukmu, Gavin!"


" Siap, Dad, sekali lagi terima kasih, Dad."


Dad David hanya menganggukkan kepala.


" Pa, terima kasih sudah membantu kami." Kali ini Azzahra yang mengucapkan terima kasih kepada ayah mertuanya.


" Itu sudah kewajiban Papa untuk membuat anak-anak Papa bahagia," sahut Dad David.


" Kita pergi sekarang, Pak Abdullah?" tanya Dad David kemudian kepada mertua Gavin itu.


" Baiklah, Pak David, Ayo, Umi ..." Abi Rara lalu mengandeng tangan Umi.


" Lho, Abi dan Dad David mau ke mana?" tanya Gavin heran.


" Kami masih ada keperluan, kalian nikmati saja waktu kalian. Abi titip Rara, ya! Tolong jangan dikecewakan." Abi Rara memohon.


" Tidak, Abi! Saya tidak akan mengecewakan Rara. Saya janji, Abi!" Gavin bersumpah seraya mendekati ayah mertuanya itu dan memeluk tubuh Abi Rara.


" Terima kasih, Abi sudah memberikan kesempatan pada saya untuk berubah. Saya berjanji, saya akan membahagiakan Rara," tekad Gavin.


" Kalau kamu berani sampai berani mengecewakan Rara, Dad sendiri yang akan menyembunyikan Rara di tempat yang tidak dapat kamu ketahui." Kini Dad David yang mengancam.


" Dad ... Dad tahu aku mencintai Rara, mana mungkin aku mengecewakan Rara." Gavin menegaskan.


" Ya sudah, Dad pergi dulu. Selamat bersenang-senang. Assalamualaikum ..." pamit Dad David disusul oleh Abi dan Umi Rara.


" Waalaikumsalam ..." Gavin dan Azzahra menyahuti. Mereka pun mengantar Dad David dan orang tua Azzahra sampai pekarangan hingga mobil milik Abi Rara pergi meninggalkan villa dengan Dad David dan supir Dad David ikut di dalamnya. Sementara mobil yang tadi dipakai Gavin dan Dad David ke villa di tinggal di villa itu.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2