
Sembari menunggu kabar dari Dad David tentang keberadaan Azzahra di Bandung, Gavin mencoba menghubungi Natasha. Karena dia ingat jika keluarga suami Natasha sangat dekat dengan keluarga Azzahra. Dia berharap ada informasi yang bisa didapat dari keluarga Yoga.
" Assalamualaikum, Alexa." Gavin menyapa adik sepupunya itu saat sambungan telepon terhubung.
" Waalaikumsalam, Kak. Bagaimana kabar Rara?" tanya Natasha menanyakan seputar masalah Gavin dan Azzahra.
" Rara disembunyikan orang tuanya di Bandung, Alexa." Gavin menceritakan apa yang terjadi dengan istrinya itu.
" Astaga! Tega sekali mereka menyembunyikan Rara. Lalu Kak Gavin tahu, di Bandung nya di daerah mana Rara disembunyikan?" tanya Natasha.
" Tidak, Alexa. Karena itu Kakak ingin minta bantuanmu."
" Bantuan apa, Kak? Kalau aku bisa bantu pasti aku akan bantu Kak Gavin."
" Orang tua suamimu 'kan dekat dengan keluarga Rara. Apa mereka tahu saudara orang tua Rara yang tinggal di Bandung ada di daerah mana saja?" Gavin mengutarakan maksud dan tujuannya menghubungi Natasha.
" Oh, gitu ... ya sudah nanti aku tanya Mamih Ellena. Siapa tahu Mamih tahu, nanti aku hubungi Kak Gavin, ya!"
" Oke, Alexa. Terima kasih."
" Semoga masalah rumah tangga Kak Gavin dan Rara cepat beres. Aku juga kangen nggak ketemu-ketemu sama Rara."
" Aamiin, doakan saja, Alexa. Ya sudah, Kakak tutup dulu teleponnya, ya! Assalamualaikum ...."
" Waalaikumsalam ...."
Gavin kemudian mematikan panggilan teleponnya dan kembali fokus dengan kemudinya.
***
" Assalamualaikum, Dad." Gavin mengapa Dad David yang saat ini sedang berada di sebuah kamar presidential suite room di hotel miliknya di Bandung.
" Waalaikumsalam, masuklah ..." sahut Dad David yang sedang duduk berhadapan dengan laptop di depannya.
" Bagaimana, Dad? Abi sudah memberitahukan posisi Rara di mana?" tanya Gavin penasaran.
Dad David menggelengkan kepala.
" Belum, Nak."
Gavin mengusap kasar wajahnya.
" Lalu kita mesti cari Rara di mana, Dad?" Gavin nampak frustasi.
Ddrrtt ddrrtt
Tiba-tiba terdengar notif pesan masuk di ponsel Gavin dan ternyata pesan masuk dari Natasha.
__ADS_1
" Assalamualaikum, Kak aku dapat dari Mamih Ellena katanya sih rumah saudara orang tua Rara di Bandung itu di Rancaekek sama Buah Batu. Cuma kalau alamat-alamatnya Mamih nggak hapal."
Gavin membaca pesan yang dikirimkan oleh Natasha. Dia dengan cepat membalasnya.
" Waalaikumsalam, Thanks, Alexa."
" Alexa mengatakan jika saudara orang tua Rara tinggal di wilayah Rancaekek sama Buah Batu." Gavin menyampaikan isi pesan yang dikirimkan Natasha.
" Dad, apa kita bisa minta bantuan Rizal untuk mencari keberadaan Rara?" tanya Gavin kemudian.
" Hmmm, bisa juga. Nanti Dad akan bicarakan hal ini pada Rizal," sahut Dad David menutup laptopnya.
" Tapi kita tunggu saja dulu kabar dari Abi Rara. Dan sembari menunggu, Dad akan ajak kau ke suatu tempat." Dad David merangkul pundak Gavin yang tubuhnya lebih tinggi darinya.
" Ke mana, Dad? Apa bertemu dengan relasi bisnis Dad itu?"
" No, bukan itu. Relasi Dad sudah pergi setengah jam lalu," ucap Dad David.
" Lalu kita akan ke mana?" Gavin mengerutkan keningnya.
" Dad ingin membawamu ke tempat milik Mommy mu."
Gavin terkesiap seraya membelalakkan matanya.
" Tempat milik Mommy?" tanya .Gavin penasaran.
" Lalu siapa yang menempati villa itu selama ini, Dad?" tanya Gavin.
" Hanya orang yang mengurus villa itu selama ini dan anaknya," lanjut Dad David.
" Walau villa itu jarang dikunjungi tapi tetap terawat sangat baik. Bahkan beberapa bulan lalu Dad renovasi karena rencananya Dad mau kasih Villa itu untuk Rara, tapi ternyata kejadiannya seperti ini." Dad David memasang wajah sedih mendramatisir.
" Apa jauh dari sini, Dad?"
" Sekitar satu, satu jam setengah. Bagaimana? Kau mau ke sana?" tanya Dad David.
" Baiklah, Dad. Aku mau lihat." Gavin menyetujui apa yang ditawarkan Dad David yang akan membawanya pergi ke tempat yang pernah menjadi milik Mommy Amanda.
***
Mobil yang dikendarai supir Dad David memasuki pekarangan luas sebuah villa berlantai dua. Gavin keluar lebih dahulu dari dalam mobil karena matanya tertuju pada sebuah mobil yang lebih dahulu terparkir di pekarangan itu. Mobil yang dia tahu milik mertuanya.
" Dad, itu 'kan ..." Gavin tak melanjutkan kalimatnya. Dia justru berlari masuk ke dalam Villa.
" Assalamualaikum. Ra, Rara ... Honey kamu ada di mana?" teriak Gavin di lantai bawah.
Sementara itu beberapa menit sebelum kedatangan Gavin ke Villa, Azzahra nampak berdiri termangu menatap hamparan pepohonan yang rindang dari atas balkon. Hatinya merasa kecewa karena sikap Abinya. Dia sudah membayangkan jika pernikahannya akan berakhir di tangan Abinya itu.
__ADS_1
Azzahra merasa lelah untuk menangis, karena rasanya air matanya itu sudah tidak bisa meluluhkan kekerasan hati Abinya itu.
" Ya Allah, kenapa Engkau memberikan hamba cobaan seperti ini?" lirih Azzahra.
" Ra, Rara ... Honey kamu ada di mana?"
Sayup-sayup Azzahra mendengar suara suaminya itu memanggil namanya. Azzahra memejamkan matanya, dia merasakan jika dirinya hanya berhalusinasi saja. Dia yakin jika suaminya itu tidak akan mungkin menemukan keberadaannya.
" Honey, kau di mana?"
Azzahra membelalakkan matanya saat mendengar suara suaminya itu semakin jelas terdengar di telinganya.
" Kak Gavin?" Azzahra terkesiap dan langsung pergi dari balkon dan keluar dari kamar yang dia pakai untuk beristirahat.
" Rara, Honey ...!!" Gavin kembali berteriak memanggil namanya.
" Kak Gavin?" Azzahra yang melihat kedatangan suaminya langsung berlari menuruni anak tangga.
" Honey ..." Gavin mendekat ke bawah tangga menyambut sang istri.
" Kak Gavin ..." Azzahra langsung menjatuhkan tubuhnya ke suaminya hingga kini mereka saling berpelukan.
" Kak Gavin, hiks ..." Azzahra langsung menumpahkan air matanya. Kegundahan yang sedari tadi dirasakan seketika hilang setelah berjumpa kembali dengan sang suami.
" Honey, akhirnya aku bisa menemukanmu." Gavin menangkup wajah Azzahra yang berderai air mata. Dia pun menciumi wajah cantik istrinya itu.
" Kak, kita harus segera pergi dari sini." Azzahra seketika teringat niat Abinya yang akan mempertemukannya dengan seorang pria lain. Dia lalu menarik tangan Gavin untuk mengajaknya keluar villa.
" Kenapa memangnya, Honey?"
" Abi ingin mengenalkan aku dengan pria lain. Kalau aku tidak segera pergi dan Abi melihat Kak Gavin di sini aku takut Abi akan murka. Jadi ayo kita kabur saja dari sini." Azzahra nampak gelisah.
" Honey, tenang dulu. Siapa yang ingin dikenalkan Abi denganmu? Apa Abimu ingin menjodohkan kau dengan orang lain? Kenapa Abimu ingin melakukan itu, Honey? Dan ... dan kenapa kamu bisa ada di sini?" Gavin mengerutkan keningnya heran. Dia seketika mencurigai sesuatu.
" Sejak kapan kau ada di sini?"
Gavin dan Azzahra seketika terkesip saat mendengar suara Abi Rara yang berasal dari lantai atas.
" A-Abi?" Azzahra langsung memeluk erat suaminya itu. " Abi, Rara hanya ingin Kak Gavin. Rara nggak ingin berpisah dari Kak Gavin! Rara ingin ikut Kak Gavin pergi dari sini!"
*
*
*
Bersambung ...
__ADS_1
Happy Reading❤️