KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Bertepuk Sebelah Tangan


__ADS_3

Azzahra menoleh ke arah pintu kamarnya saat daun pintu kamarnya dibuka hingga menampakkan sosok suaminya yang baru selesai berbincang dengan Dad David.


" Sudah selesai berdiskusi sama Papanya, Kak?" tanya Azzahra kepada Gavin yang kini berjalan ke arahnya.


" Sudah ... Baby Rayya bangun lagi ditinggal Daddy?" tanya Gavin saat melihat Azzahra sedang memberikan ASI kepada Baby Rayya. Dia pun berjalan menuju istrinya itu.


" Iya, Kak. Tadi mengompol. Rayya seperti tidak betah jika pampersnya basah," Azzahra menyahuti.


" Benar begitu, Baby?" Gavin menciumi pipi Baby Rayya dengan gemas.


" Tadi bicara apa dengan Papa, Kak?" Azzahra nampak penasaran dengan perbincangan yang dilakukan suaminya dan ayah mertuanya itu.


" Bukan masalah penting." Gavin menyahuti santai.


" Kak Gavin nggak mau cerita sama aku ada masalah apa?" Azzahra merasa jika ada sesuatu yang dibicarakan serius oleh Gavin dan Dad David.


" Tidak semua yang aku bicarakan dengan Dad David mesti kamu ketahui, Honey."


Azzahra mendesah mendengar ucapan suaminya, karena dia merasa jika suaminya itu tidak terbuka terhadapnya.


Azzahra lalu bangkit dan menaruh Baby Rayya yang akhirnya telah tertidur kembali di box nya. Dia pun kemudian melangkah menuju sisi sebelah kiri tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya dengan posisi miring ke sebelah kiri membelakangi Gavin.


Gavin yang menyadari perubahan sikap istrinya langsung ikuti merebahkan tubuhnya di belakang Azzahra seraya melingkarkan tangannya ke perut Azzahra.


" Kamu marah karena aku nggak mau cerita?" Gavin kemudian menciumi ceruk leher Azzahra hingga wanita itu menggeliat.


" Kak Gavin 'kan dulu pernah bilang harus terbuka satu sama lain." Azzahra mencebik.


" Honey, tidak semua obrolan aku dan Dad David harus kamu ketahui, kan? Apa aku juga harus tahu apa saja yang kau gosipkan dengan Alexa jika kalian pergi berdua, hmm?" Gavin kembali menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Azzahra hingga wanita itu merasa kegelian.


" Kak, geli ..." protes Azzahra.


" Berhenti merajuk dulu, baru aku akan berhenti." Gavin memberikan syarat agar istrinya itu tak terus-terusan marah.


" Aku hanya khawatir, Kak. Takut terjadi sesuatu dengan Kak Gavin. Soalnya tadi aku lihat wajah Papa seperti orang yang menahan amarah." Azzahra berucap tanpa menoleh ke arah suaminya.


" Aku baik-baik saja, Honey." Gavin kini mengecup pipi istrinya.

__ADS_1


" Ini soal best friend mu." Gavin kemudian menarik hidung Azzahra, membuat Azzahra mengelus hidungnya


" Best friend aku? Siapa? Teh Tata? Kenapa memangnya dengan Teh Tata, Kak?" Azzahra dibuat penasaran kenapa suaminya dan Dad David membahas tentang Natasha.


" Kamu sama Alexa itu sama-sama senasib, mengejar cinta lelaki yang tidak menganggap dan mengacuhkan kalian," ucap Gavin kemudian.


" Maksudnya, Kak?" Azzahra bingung dengan kata-kata Gavin. Kalau suaminya itu menyindir soal dirinya yang mengejar cinta pria yang tidak mencintainya dia mengerti. Tapi kalau dengan Natasha? Siapa memangnya pria yang berani menolak wanita yang dulu sempat dia benci karena menganggapnya telah merebut pria yang dicintainya dulu?


" Iya, kau dan Alexa pernah merasakan yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan." Gavin menjelaskan.


" Teh Tata? Serius, Kak? Memangnya siapa laki-laki yang berani menolak wanita cantik seperti Teh Tata, Kak?" Azzahra sampai bangkit dan terduduk. Dia merasa tertarik dengan cerita seputar adik sepupu suaminya itu.


" Kau ingat sepupuku, anak Tante Melly yang bernama Andra?" tanya Gavin kemudian.


" Oh iya, kemarin juga datang 'kan waktu acara tasyakuran Rayya?" Azzahra mengingat sosok Andra.


" Tunggu-tunggu, maksud Kak Gavin, laki-laki yang dimaksud itu Kak Andra?" Azzahra menebak-nebak.


Gavin menganggukkan kepalanya.


" Iya, dulu mereka hampir bertunangan, tapi batal karena Andra menolak dan dia mencintai wanita lain." Gavin mulai menceritakan.


" Karena suatu peristiwa akhirnya Alexa berhenti mengejar Andra dan akhirnya bertemu dengan pria pujaan hatimu dulu." Gavin memeluk erat Azzahra seraya menghujani ciuman di wajah Azzahra. Dia ingin berhenti membahas seputar Andra.


" Kak, iihh ... aku masih belum paham ..." Azzahra memcoba berontak melepaskan diri dari serangan suaminya.


" Apalagi yang belum kamu mengerti, sih?" tanya Gavin.


" Apa yang Kak Gavin dan Papa bahas? Teh Tata 'kan sudah menikah dan bahagia dengan Kang Yoga. Apa jangan-jangan Kak Andra itu menyesal telah menolak Teh Tata dan sekarang ingin merebut Teh Tata dari Kang Yoga? Jangan boleh, Kak! Enak saja!" gerutu Azzahra merasa ikut kesal.


" Kau tenang saja, Honey. Aku sudah tonjok mukanya tadi siang di kantornya." ungkap Gavin jujur mengatakan hal yang sebenarnya ingin dia tutupi, membuat Azzahra terbelalak seraya beristighfar.


" Astaghfirullahal adzim, Kak Gavin pukul orang?"


" Eh, i-iya, Honey." Gavin menyeringai dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Ya Allah, Kak! Kenapa Kak Gavin pakai kekerasan apalagi sama saudara sendiri?" Azzahra nampak shock mengetahui suaminya itu telah melakukan tindak kekerasan apalagi orang yang dipukulnya itu masih ada hubungan darah.

__ADS_1


" Aku kesal, Honey! Dan Andra memang pantas mendapatkannya." Gavin membela diri.


" Untuk apa Kak Gavin merasa kesal? Teh Tata sekarang hidup bahagia meskipun tidak menikah dengan Kak Andra. Atau jangan-jangan Kak Gavin ingin Teh Tata jadi sama Kak Andra?" tuding Azzahra merasa kesal karena dia menganggap sikap suaminya itu terlalu berlebihan.


" Cih, aku tidak sudi Alexa mendapatkan baji*ngan macam Andra, meskipun dia itu sepupuku sendiri!" bantah Gavin.


" Astaghfirullahal adzim, Kak! Bisa nggak jangan bicara kasar seperti itu?" tegur Azzahra.


" Tapi dia itu memang breng*sek, Honey!"


" Sudah-sudah! Aku nggak mau dengar omongan Kak Gavin lagi!" Azzahra menutup telinganya dan kembali merebahkan tubuhnya berposisi seperti semula membelakangi suaminya.


" Kau mesti dengar dulu alasannya kenapa aku kasar terhadap dia, Honey!" Gavin lalu menarik tangan Azzahra yang dipakai untuk menutupi telinga wanita itu.


" Karena dia hampir memper*kosa Alexa."


Bola mata Azzahra terbelalak lebar mendengar kalimat yang diucapkan Gavin tepat di telinganya hingga membuat dia kembali bangkit.


" Astaghfirullahal adzim, Ya Allah ... yang benar, Kak?" Azzahra berkali-kali beristighfar seakan tak percaya pada pendengarannya.


" Iya, Honey ...."


" Kapan itu kejadiannya, Kak? Apa Kang Yoga tahu soal ini?"


" Iya, Yoga tahu. Dan justru Yoga lah yang menyelamatkan Alexa di malam saat kejadian itu. Bukan hanya dari Andra tapi juga dari preman-preman di jalan karena Andra meninggalkan Alexa sendirian. Dan kejadian itu terjadi sebelum mereka menikah. Boleh dibilang peristiwa itulah yang akhirnya mendekatkan Alexa dan Yoga." Gavin menjelaskan apa yang dia dengar dari Natasha.


" Ya Allah, kasihan sekali Teh Tata. Aku nggak sangka Teh Tata pernah mengalami peristiwa dramatis seperti itu, Kak." Azzahra langsung menyandarkan kepalanya di pundak yang suami.


" Aku juga baru saja tahu soal ini. Alexa sengaja menutup peristiwa ini termasuk dari Tante Nabilla karena tidak ingin membuat Mamanya sedih. Aku harap kamu juga jangan menyinggung masalah ini di depan orang lain, bahkan Alexa sekalipun. Dia tidak merasa nyaman, kejadian buruk masa lalunya diketahui banyak orang." Gavin meminta Azzahra untuk tutup mulut dan tidak menceritakan lagi hal ini kepada siapapun seperti yang dia minta kepada Dad David.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2