KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Tak Bisa Membuka Hati


__ADS_3

" Anak-anak kalau di rumah, kalian harus membantu orang tua, ya. Membantu Ibu, mama atau bunda kalian mengerjakan pekerjaan rumah. Coba Ibu guru mau tanya, siapa di antara kalian yang suka membantu ibunya, mamanya atau bundanya di rumah? Ayo angkat tangannya." tanya Azzahra kepada murid-muridnya yang sedang belajar siang ini.


" Saya, Bu guru ..." salah seorang murid mengacungkan jari telunjuknya.


" Aurel, Aurel bantu bunda apa di rumah?" tanya Azzahra kepada murid bernama Aurel.


" Menyiram tanaman, Bu. Aurel suka bantu bunda siram tanaman, Aurel bisa sekalian main air, Bu guru ..." celoteh Aurel, membuat Azzahra tersenyum.


" Pintar dong, Aurel bantu bundanya siram tanaman. Tapi main airnya jangan kebanyakan ya, Sayang. Sebab nantinya bisa bikin sakit, masuk angin karena main air terlalu banyak." Azzahra menasehati.


" Iya, Bu guru ..." Aurel menyahuti.


" Siapa lagi yang suka membantu orang tua di rumah?" tanya Azzahra kembali mengedar pandangan ke seluruh murid taman kanak-kanak yang diajarnya.


" Saya, Bu ..." seru salah satu murid laki-laki.


" Akbar suka bantu orang tua juga, ya? Bantu apa, Sayang?" tanya Azzahra penuh dengan kelembutan dan tutur kata yang halus.


" Bantu Ayah cuci motor, Bu guru," sahut Akbar.


" Cuci motor?? Wah, pasti Akbar mau mainan air juga ya, seperti Aurel?" Azzahra terkekeh membuat Akbar tersipu malu.


" Iya, Bu guru. Senang banyak busanya." Akbar terkikik.


" Tidak apa-apa kalian main air, tapi jangan banyak-banyak main airnya." Nasehat Azzahra kembali. " Ayo siapa lagi yang suka membantu orang tua?"


" Shenna, Bu guru ..." Murid bernama Shenna itu mengacungkan tangannya.


" Shenna bantu Mama Shenna apa di rumah?" tanya Azzahra ke salah satu muridnya yang terkenal sangat ceriwis dan centil.


" Bantu mama main tiktok, Bu guru," celetuk Shenna, membuat Azzahra membulatkan matanya, bahkan ada beberapa anak yang tertawa mendengar ucapan Shenna.


" Shenna, kalau main tiktok itu bukan membantu orang tua, tauuuu ..." protes Aurel.


" Bantu orang tua, dong. Mama aku bilang gini ' Shenna sini bantu mama buat tiktok, Shenna nanti yang joget-joget ya'. Itu 'kan sama saja membantu orang tua, weeekk ..." Shenna melakukan pembelaan seraya menjulurkan lidah.


" Bukan, itu bukan membantu orang tua." Aurel mempertahankan argumennya.


" Membantu ...!"


" Bukan ...!"


" Membantu ...!"


" Sudah-sudah, Aurel, Shenna kalian tidak boleh teriak-teriak seperti itu." Azzahra mencoba melerai perdebatan kedua muridnya itu


" Aurel tuh, Bu guru ... membantu mama tiktokan juga sama saja membantu orang tua 'kan, Bu guru?" Shenna tetap ngotot.

__ADS_1


" Bukan ya, Bu guru?"


" Iya!"


" Bukan!"


" Sudah-sudah, kenapa jadi bertengkar lagi? Shenna, yang namanya membantu orang tua itu, melakukan perkerjaan rumah. Contohnya, menyapu, merapihkan tempat tidur, menyiram tanaman seperti Aurel tadi . Kalau kalian sudah besar kalian bisa membantu memasak, mencuci baju dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan oleh kalian. Sedangkan tiktok itu, hmmm ... itu hanya sekedar hobi atau kegemaran atau kesenangan. Dan Ibu rasa itu bukan masuk ke dalam hal-hal yang membantu pekerjaan orang tua, meskipun orang tua yang meminta kita membantunya." Azzahra dengan sabar mencoba menerangkan.


" Tuh bukan membantu, weekk ...!" Aurel mencibir Shenna.


" Aurel Sayang, tidak boleh begitu, Nak. Kita boleh menentang pendapat teman tapi tidak boleh sampai ribut apalagi sampai mengejek seperti tadi." Azzahra menggerakkan telunjuknya menyatakan pelarangan. " Aurel mengerti?"


" Mengerti, Bu guru ..." Aurel menyahuti.


Teeetttt


Tiba-tiba suara bel tanda jam pelajaran berakhir berbunyi langsung disambut sukacita murid-murid di kelas Azzahra.


" Wah, senang ya kalau bel berbunyi. Ingin cepat pulang, ingin cepat bermain pasti, ya?"


" Iya, Bu guru ..." jawab murid-murid serempak.


" Ya sudah ... sekarang rapihkan dulu alat tulisnya. Masukan ke dalam tas jangan sampai ada yang tertinggal ya, Anak-anak. Botol minumnya juga hayo cepat dimasukan kedalam tas. Setelah itu kita berdoa bersama, ya?"


" Baik, Bu guru ..." sahut murid-murid.


Hal-hal inilah yang belakangan ini menghibur Azzahra sejak rencana pertunangannya bersama Yoga gagal. Bersama anak-anak muridnya dia bisa tertawa bahagia.


***


" Neng Rara ..."


Azzahra yang sedang duduk di bangku yang ada di trotoar depan sekolah tempat ia mengajar, menunggu jemputan Mang Ucup langsung menoleh saat seseorang memanggilnya.


" Kang Ridho?" Azzahra mendapati seorang pria di atas sepeda motor yang menyapanya.


" Neng Rara mau pulang?" tanya pria yang dipanggil Ridho oleh Azzahra.


" Iya, Kang." Azzahra menyahuti.


" Mau Akang antar?" Ridho menawarkan diri mengantar Azzahra pulang.


" Nggak usah, Kang. Rara sudah dijemput sama Mang Ucup," Azzahra menolak halus.


" Oh gitu, hmm ... Ra, Akang boleh berkunjung ke rumah Rara nggak malam ini?"


" Nanti malam ke rumah? Tapi Kang Asraf sama Kang Aydan nggak ada, Kang."

__ADS_1


" Akang nggak ada perlu dengan kakak kamu kok, Ra."


Azzahra mengeryitkan keningnya hingga mata indahnya sedikit menyipit.


" Lalu?"


" Akang ingin bicara dengan Neng Rara."


" Bicara sama Rara? Ya sudah kalau mau bicara, bocara saja sekarang, ada apa, Kang?"


" Hmmm, tapi nggak enak kalau bicara di sini, Ra."


" Memang kenapa, Kang? Nggak enak kenapa? Padahal tinggal bicara saja mumpung Mang Ucup belum datang."


" Memang kalau Akang ke rumah Neng Rara nggak boleh, ya?"


" Kita 'kan sudah ketemu di sini jadi kalau ingin bicara sok atuh bicara saja daripada buang-buang waktu harus datang ke rumah." Azzahra sepertinya tak memahami tujuan Ridho ingin ke rumahnya nanti malam, yang bertepatan dengan malam Minggu adalah cara pria itu melakukan pendekatan.


" Sok atuh mau ngomong apa?" Azzahra menyuruh Ridho segera menyampaikan tujuannya.


Ridho menghela nafas kecewa karena wanita di hadapannya itu tak menangkap maksudnya.


" Hmmm, Akang denger katanya Prayoga itu udah menikah ya Ra?"


Deg


Azzahra sampai harus menahan nafasnya saat nama Prayoga disebut oleh Ridho.


" Apa hubungan dengan Kang Yoga dengan hal yang ingin Kang Ridho bicarakan sama Rara," dengan suara tercekat Azzahra berucap.


" Ya ... kalau memang benar Prayoga sudah menikah itu artinya Neng Rara free 'kan sekarang?"


Azzahra memicingkan matanya, sejujurnya dia tidak merasa nyaman dengan perkataan Ridho tadi. " Maksud Kang Ridho apa?"


" Maksud Akang, kalau kamu sekarang sendiri, Akang jadi punya kesempatan buat dekat dengan Neng Rara."


Azzahra langsung menelan salivanya, dia mulai mengerti apa yang ingin Ridho sampaikan. Untuk saat ini mungkin sama sekali tidak ada minat di hatinya untuk menjalin hubungan kembali dengan pria lain. Karena rasa sakit hati saat penantiannya selama terkhianati masih belum pulih, dia masih tak bisa membuka hati untuk pria lain.


" Neng Rara ..." pada saat yang bersamaan mobil yang dikendarai Mang Ucup tiba di hadapannya. Dengan cepat dia bangkit dari duduknya. " Kang, Rara permisi duluan, Assalamualaikum ..." Azzahra pun dengan cepat naik ke dalam mobil meninggalkan Ridho yang termagu sendirian.


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2