KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Mangga Muda


__ADS_3

Gavin dengan tergesa masuk ke dalam kamar istrinya saat mendengar kabar dari Umi Rara jika siang tadi istrinya itu melakukan hal aneh dengan memanjat pohon. Tentu saja hal itu membuat Gavin cemas hingga membuatnya tidak sabar untuk segera menemui istrinya itu.


" Assalamualaikum. Honey, kau tidak apa-apa?" tanya Gavin setelah dia sampai ke dalam kamar dan mendapati istrinya itu sedang duduk berselonjor di atas tempat tidur sambil menyantap potongan buah mangga muda.


" Waalaikumsalam, Kak Gavin sudah pulang?" sahut Azzahra tanpa menghentikan aktivitasnya yang sedang mengunyah mangga muda.


" Honey, Umi bilang tadi siang kau naik-naik pohon? Apa yang kamu lakukan tadi itu berbahaya, Honey. Kalau sampai kamu jatuh bagaimana?" Gavin merasakan kecemasan.


" Yang penting 'kan aku nggak jatuh, Kak!" Azzahra menyahuti santai.


" Honey, lain kali jangan lakukan hal itu lagi! Aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa, jadi jangan lakukan hal yang berbahaya seperti tadi! Kamu mengerti, kan?" Gavin merangkum wajah Azzahra dan meminta istrinya itu berjanji untuk tidak melakukan tindakan yang konyol seperti tadi.


" Iya, Kak Gavin, Sayang." Azzahra mengecup bibir Gavin singkat membuat pria itu mengulum senyuman.


" Kamu makan apa?" tanya Gavin yang tadi tak terlalu fokus dengan makanan yang sedang disantap istrinya itu.


" Mangga! Mau?" Azzahra menyodorkan piring yang dia pegang berisi irisan mangga muda.


" Itukan belum matang, Honey! Kenapa kamu makan?" Gavin langsung merebut piring yang dipegang oleh Azzahra.


" Kak!! Kenapa diambil? Kalau Kak Gavin mau kita bisa berbagi, jangan main rebut begitu!" protes Azzahra mencebikkan bibirnya.


" Honey, buah ini belum matang, pasti rasanga asam sekali." Gavin menjelaskan.


" Nggak, Kok! Biasa saja rasanya." Azzahra menampik anggapan suaminya yang mengatakan jika buah yang dia makan itu asam rasanya.


" Ini asam, Honey! Kau bisa sakit perut jika makan ini!" Gavin tetap melarang istrinya memakan mangga muda itu.


" Kak, mangga itu aku yang ambil siang tadi, kenapa aku nggak boleh memakannya?" protes Azzahra lagi.


" Kau boleh makan kalau buah ini sudah matang!" tegas Gavin lalu beranjak keluar kamar Azzahra membawa piring berisi potongan buah mangga itu membuat Azzahra memberengut kesal.


" Bi, Bi Rusmi ...!" teriak Gavin memanggil nama ART di rumah Abi Rara saat keluar dari kamar Azzahra.


" Rusmi sedang ke rumah Mamihnya Yoga, tadi Umi suruh antar masakan. Ada apa kamu cari Rusmi?" Umi Rara mendekati saat Gavin meneriaki nama Rusmi.


" Oh, ini, Umi. Mau saya suruh taruh ini di dapur." Gavin menunjukkan piring isi mangga muda kepada Umi Rara membuat Umi Rara memicingkan matanya.


" Ya ampun, sudah hampir malam kamu makan ini, Gavin? Nanti bisa sakit perut, ini 'kan belum matang," Umi Rara berkomentar.


" Ini bukan saya yang makan, Umi!" sangkal Gavin.


" Lalu siapa?"


" Putri cantik Umi."


Jawaban Gavin membuat mata Umi Rara terbelalak lebar.


" Rara?"


" Iya, Umi."


Umi Rara langsung menerobos masuk ke dalam kamar Azzahra hingga membuat Gavin mengeryitkan keningnya.

__ADS_1


" Hiks ...."


" Ra, kamu kenapa menangis?" tanya Umi Rara saat melihat anaknya itu tiba-tiba saja terisak.


" Honey, maafkan aku. Aku melarang kamu karena aku takut kamu sakit perut." Gavin yang menyusul Umi Rara masuk ke dalam kamar langsung mendekati istrinya saat istrinya itu menangis.


" Hiks, hiks ..." Azzahra semakin terisak.


Gavin meletakkan piring yang dia pegang ke atas nakas lalu merengkuh tubuh istrinya.


" Honey, maafkan aku. Kamu jangan menangis." Gavin membelai rambut Azzahra.


" Ra, kamu ini aneh sekali! Dilarang makan mangga muda kok malah nangis begitu?" tanya Umi Rara heran.


" Bukan itu, Umi." sergah Azzahra.


" Rara sedih bukan karena mangga itu," sanggah Azzahra kemudian.


" Lalu kenapa kamu menangis, Honey?" tanya Gavin kemudian.


" Ini ..." Azzahra lalu menunjukkan ponselnya.


Gavin lalu mengambil ponsel milik istrinya itu. Dia melihat jika istrinya itu sedang membuka akun media sosial milik Natasha yang memperlihatkan alat pengecek kehamilan yang menampilkan dua garis merah dengan tambahan caption


" Alden baru 5 bulan, sudah kebobolan lagi🤭, gimana, dong? Tetap bersyukur, Alhamdulillah🤰again."


" Ini maksudnya apa? Alexa hamil lagi?" tanya Gavin.


" Iya, hiks ...."


" Aku juga mau hamil seperti Teh Tata, Kak."


" Ra, kamu kenapa tiba-tiba makan mangga muda?" Umi Rara lebih tertarik dengan kelakuan Azzahra yang menurutnya aneh. ketimbang kehamilan Natasha. Karena selama ini anaknya itu hanya menyukai buah mangga jika sudah matang.


" Rara kepengen saja, Umi." Azzahra menyahuti.


" Kamu nggak pernah suka mangga muda lho, Ra. " Umi Rara mengerutkan keningnya.


" Atau jangan-jangan kamu juga sedang ngidam ya, Ra?" lanjut Umi Rara menebak-nebak.


Ucapan Umi Rara sontak membuat bola mata Gavin dan Azzahra membulat.


" Maksud Umi, Rara hamil?" tanya Azzahra kemudian.


" Kamu hamil, Honey?" Gavin justru menanyakan hal itu ke Azzahra.


" Tanya ke Umi dong, Kak! Yang bilang 'kan Umi bukan aku!" sahut Azzahra.


" Tapi buatnya 'kan sama kamu, Honey."


" Sudah-sudah jangan berdebat!" Umi Rara melerai perdebatan kecil anak dan menantunya.


" Gavin, coba kamu ke apotik beli test pack buat cek Rara hamil atau tidak." Umi Rara meminta menantunya itu untuk membeli alat pengecek kehamilan.

__ADS_1


" Kenapa kita tidak langsung periksa ke dokter kandungan saja, Umi? Saya nggak ingin kejadian seperti Alexa terulang pada Rara." Gavin teringat saat Natasha keguguran anak pertamanya sebelum Alden, kehamilannya tidak terdeteksi oleh alat test kehamilan itu.


" Saya ingin Azzahra langsung diperiksa saja, Umi." tegas Gavin.


" Ya sudah kita ke bidan saja kalau begitu. Di Bidan Yumi, di dekat jalan raya itu." Umi Rara lalu teringat Bidan yang ada di daerah tempat tinggalnya.


" Apa bidannya tidak bisa dipanggil ke sini saja, Umi? Tak masalah harus bayar mahal," ucap Gavin.


" Bidan Yumi jam segini pasti masih terima pasien. Kalau dipanggil nggak enak sama pasien-pasien yang lain. Kamu itu harus membiasakan diri hidup seperti kebanyakan masyarakat umum di sini. Budayakan antri!Jangan selalu main uang pelicin terus untuk melancarkan apa yang kamu mau!" sindir Umi Rara. " Sudah, cepat kamu siap-siap, Ra!" lanjut Umi Rara berjalan keluar kamar Rara.


Sementara Azzahra terkikik melihat suaminya itu disindir oleh Uminya.


" Kenapa kamu ketawa, Honey?" Gavin melirik istrinya yang sedang cekikikan.


" Budayakan antri! Jangan selalu main uang pelicin terus untuk melancarkan apa yang kamu mau!" Azzahra mengikuti kata-kata Uminya tadi.


" Kau meledekku, Honey?" Gavin langsung menarik pinggang Azzahra hingga kini tubuh wanita itu merapat dengan tubuhnya.


" Aku nggak meledek, Kak. Aku hanya menertawakan." Azzahra pun tergelak seketika.


" Kau ingin aku hukum rupanya!" Gavin menggigit ceruk leher Azzahra.


" Kak, sakit ..." Azzahra memberengut.


" Itu hukuman karena meledek suami." Gavin lalu mengecup lembut bibir Azzahra.


" Ini ucapan terima kasihku untuk baby yang ada di sini." Gavin kemudian menunjuk perut rata Azzahra.


" Tapi aku belum tahu hamil atau tidak, Kak."


" Umimu lebih pengalaman darimu, Honey. Aku yakin apa yang diduga oleh Umimu itu benar. " Gavin kembali menautkan bibirnya dengan bibir Azzahra.


" Rasanya aku bahagia sekali jika kau benar hamil, Honey." Gavin ingin kembali ingin menyatukan kembali bibir mereka.


Tok tok tok


" Eleuh-eleuh ... disuruh cepat siap-siap malah adu mulut terus! Cepat atuh, Neng! Nanti keburu malam!" suara Umi Rara kembali terdengar dari arah pintu.


" I-iya, Umi."


Gavin dan Azzahra pun saling terkekeh menyadari kalau mereka kepergok Uminya sedang bercumbu mesra.


*


*


*


Bersambung


Mau tanya ama Readers KCA


Lanjut atau End?

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2