KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Masuk Angin


__ADS_3

Azzahra tersentak saat dia merasakan sesuatu yang memaksa masuk ke dalam intinya hingga dia merasakan rasa sakit dan nyeri membuat dia memekik kuat.


" Aaaakkhh ... sakiiiit ...!! Abi, Umi ...!!" Azzahra berteriak memanggil kedua orang tuanya.


" Kenapa berteriak memanggil orang tuamu? Apa kamu ingin mereka melihat kita sedang melakukan ini?" Gavin berbisik tanpa menghentikan geraknya memasuki inti istrinya lebih dalam.


" Sakiiiitt, hiks ..." Azzahra terisak merasakan nyeri di bagian intinya itu.


" Tahan sebentar, sakitnya tidak akan lama." Gavin kemudian mengerakkan perlahan miliknya mengantisipasi agar istrinya itu tidak terus-terusan mengeluh.


" Akkhhh ... sakiiiit !! Gavin sakit sekali, lepaskan ...!! Azzahra memukul bahu Gavin meminta agar suaminya itu menyudahi aktivitas penyatuan mereka.


" Enak saja! Setelah mencoba berkali-kali masa harus gagal lagi." Gavin tak perdulikan permohonan Azzahra yang memintanya untuk melepaskan wanita itu.


" Sakit-sakit-sakit ...!" Azzahra terus meracau sambil terus memukul dan mencakar lengan berotot liat milik Gavin.


Gavin yang melihat istrinya itu tak henti-henti berteriak langsung membenamkan ciuman di bibir Azzahra.


" Hmmmptt ..." Azzahra benar-benar kesulitan bicara dan berteriak karena Gavin terus saja menautkan bibirnya ke bibir ranum Azzahra sementara bagian bawahnya tetap bergerak di dalam inti Azzahra.


Setelah berjalan beberapa menit dan dirasa istrinnya itu sudah mulai tenang Gavin melepaskan tautan bibirnya seraya menghirup oksigen yang tadi terasa sulit didapatnya.


" Ssshhh ... Ouugghh ..." Kini justru lenguhan yang terdengar dari mulut Azzahra.


" Ouugghh ... ehhhhmmm ..." Tak henti-hentinya Azzahra mendesah, sepertinya dia sudah mulai merasakan kenikmatan atas permainan suaminya itu dengan mata terpejam.


Melihat Azzahra mulai nyaman dengan pergerakannya, Gavin kini mulai menjelajahi daerah pergunungan istrinya. Rongga mulutnya bergantian menjelajahi satu puncak ke puncak lainnya. Hingga kini tubuh Azzahra menggelinjang dan melengkung karena serbuan gairah dan eksekusi yang sempurna oleh suaminya itu membuat rasa nikmat itu bertubi-tubi hinggap di dirinya.


Hampir berjalan setengah jam dan Gavin mendapati sorot mata istrinya itu berkabut gairah, dia melepaskan miliknya dari inti sang istri karena berniat berganti gaya namun tanpa diduga Azzahra berkata ...


" Jangan dilepas ..." rengek Azzahra dengan nada manja.


Gavin menaikan kedua alisnya mendengar kalimat yang tak terduga dari istrinya itu namun tak lama dia menarik satu sudut bibirnya ke atas.


" Jangan dilepas?" Bisik Gavin di telinga Azzahra.


Azzahra menggelengkan kepala namun kemudian menganggukan kepalanya.


" Kenapa? Bukankah tadi kau bilang sakit?" Gavin bisa melihat warna muka Azzahra yang memerah karena serbuan gairah dan juga rasa malu karena dia menggodanya, membuat Azzahra menutup wajah dengan telapak tangannya.


" Mau saya masukan lagi?" goda Gavin seraya menggigit cuping telinga Azzahra.


" Mau saya masukan lagi atau tidak?" tanya Gavin kembali saat Azzahra tak merespon pertanyaannya.


Azzahra menggelengkan kepalanya.


" Tidak mau? Ya sudah, kita sudahi saja permainannya kalau begitu."


" Jangan ...!" Azzahra langsung mencengkram tangan Gavin yang pura-pura hendak meninggalkan Azzahra


" Kenapa? Mau lagi, kan?" Gavin menyergap bibir ranum Azzahra yang terbuka. Mengecapnya, melu*matnya dan memasuki rongga mulut Azzahra.

__ADS_1


" Sakit 'kan rasanya?"


Azzahra menggelengkan kepalanya.


" Enak?"


Azzahra mengangguk.


" Seperti ini?" Gavin kembali menghujamkan miliknya ke inti Azzahra dan kembali bergerak hingga membuat Azzahra terus mendesah.


" Sakit?"


Azzahra menggeleng.


" Enak?"


Azzahra mengangguk.


" Rasanya gimana?"


" Ouugghh ...."


" Kalau kamu tidak mau bilang saya akan cabut kembali ...."


" E-nak ... sshhh ..." Azzahra cepat memotong ucapan Gavin.


Gavin menyeringai melihat Azzahra yang benar-benar di bawah pengaruh gai*rah sehingga tidak sadar mengucapkan kalimat-kalimat itu. Mungkin seandainya Azzahra sadar, wanita itu pasti akan malu mengetahui apa yang diucapkannya.


" Enak ...."


" Mau lagi?"


Azzahra kembali menganggukkan kepala.


" Saya lepas saja, ya?" Gavin kembali menggoda Azzahra.


" Nggak mau ..." ucap Azzahra seraya menggelengkan kepalanya.


" Saya hentikan saja daripada nanti saya dituduh per"kosa kamu.


" Jangaaaaann ...!!"


" Oke, Honey. Kita tuntaskan sampai kelar." Gavin langsung memacu gerakannya lebih cepat membuat mulut Azzahra tak habis-habisnya meracau, melenguh, mendesah dan mengerang sampai akhirnya setelah beberapa menit kemudian pelepasan itu mereka dapat dari penyatuan yang mereka lakukan.


***


Azzahra mengerjapkan matanya saat sebuah tepukan halus mengenai wajahnya. Setelah pertempuran panas siang hari tadi tubuhnya benar-benar lemas seperti tak bertenaga. Aktivitas yang berdurasi lebih dari satu jam itu benar-benar membuatnya kelelahan karena ini adalah pengalaman pertamanya.


" Ra, bangunlah ..." Suara Gavin samar terdengar di telinga Azzahra.


" Kau belum makan 'kan tadi? Makanya jadi lemas begini."

__ADS_1


Azzahra bergeming, dia masih saja memejamkan matanya karena dia seolah benar-benar tidak mempunyai kekuatan bahkan untuk mendudukkan tubuhnya pun seakan tak mampu.


" Saya buatkan sup untukmu, makanlah ..." Gavin menaruh semangkuk sup berisi potongan wortel, kentang, brokoli, daging sapi dan sepiring nasi dalam nampan ke atas nakas. Namun Azzahra tetap bergeming.


" Kamu butuh tenaga untuk melanjutkan yang enak tadi nanti malam," bisik Gavin membuat Azzahra langsung membelalakkan matanya.


" Lagi?" pekik Azzahra.


" Iya, kita akan mengulang yang enak-enak seperti tadi nanti malam. Makanya kamu harus makan biar kuat ada tenaga." Gavin terkekeh.


" Saya capek, saya nggak mau." Azzahra yang masih bergelung selimut karena tubuhnya saat ini sama sekali tak dibalut kain apapun langsung menutup wajahnya itu dengan selimut.


" Kenapa? Bukankah kamu bilang sendiri itu enak. Kamu malah tidak mau saya lepas," goda Gavin.


" Bohong, saya nggak mungkin bilang seperti itu." Azzahra menampik apa yang diucapkan Gavin karena dia yakin jika dia tak mungkin bersikap memalukan seperti itu.


" Kamu tidak percaya? Ya sudah, lain kali saya rekam biar kamu percaya, ya? Lalu kita kasih ke Abi dan umi kamu." Gavin terus saja menggoda istri polosnya itu.


" Apa? Kamu mau kasih lihat Abi dan umi?" Azzahra terperanjat langsung mendudukkan tubuhnya di tempat tidur dengan memegang selimut yang menutupi tubuhnya.


" Kenapa pakai ditutup segala? Saya sudah melihat semua tubuh kamu. Saya justru banyak meninggalkan jejak petualang di situ." Gavin menyeringai dengan arah mata ke bagian dada Azzahra membuat istrinya itu mengikuti arah pandangnya.


Azzahra mengintip ke bagian dadanya dan dia terkesiap setelah mendapatkan banyak tanda merah di sana.


" Astaghfirullahal adzim, saya masuk angin ya jadi merah-merah begini? Ini pasti karena saya nggak pakai baju tidur jadi masuk angin begini."


Gavin tergelak saat mendengar ucapan polos sang istri.


Azzahra melirik kesal ke arah Gavin yang menertawakannya, karena suaminya lah yang membuatnya tidur tanpa mengenakan baju tidur.


" Kenapa ketawa? Ini karena ulah kamu yang melarang saya pakai baju," umpat Azzahra sebal.


" Iya, saya memang yang bikin kamu masuk angin nanti juga lama-lama kamu muntah-,muntah." Gavin menyeringai.


" Kamu makan dulu, biar saya suapin kalau kamu lemas tidak kuat pegang sendok sama piringnya." Gavin kembali menggoda Azzahra.


" Saya nggak mau," tolak Azzahra.


" Ayolah, sebentar lagi jam tiga, masuk waktu ashar. Gimana kamu bisa sholat kalau kamu kehabisan tenaga?" Gavin lalu mengambil nasi dan sup yang tadi dia buat lalu menyuapkan makanan itu ke mulut Azzahra yang akhirnya tidak menolak apa yang dilakukan Gavin terhadapnya.


*


*


*


Bersambung ...


Sambil menunggu kelanjutan kisahnya Rara sama Gavin silahkan berkunjung ke karyaku yang lain, makasih🙏


__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2