
Sebelum Shubuh Azzahra terbangun karena suatu yang berat menimpa kakinya. Dia melihat kaki suaminya itu ternyata menimpa pahanya saat ini.
" Badan kaya raksasa, enak sekali main timpa kaki orang," gerutu Azzahra. Dia lalu menoleh ke arah suaminya yang saat ini sedang terlelap dengan wajah mengarah kepadanya.
Azzahra menatap dalam-dalam wajah tampan pria yang kini telah menjadi suaminya itu. Dan saat ini pandangannya bertumpu pada bibir Gavin. Bibir itu yang sering mecinptakan seringai licik di wajah suaminya, bibir ini juga yang sering mengeluarkan sindiran-sindiran pedas yang sering membuat kesal hatinya. Dan bibir ini juga yang belakangan ini sering meninggalkan sentuhan-sentuhan nan memabukkan yang membuatnya serasa melayang di udara.
" Astagfirullahal adzim, kenapa pikiran aku selalu saja terbayang ke arah sana, sih? Sebaiknya aku mandi saja biar hilang pikiran-pikiran kotornya." Azzahra membatin dan dia bergegas menuju arah bathroom.
Selepas sholat, Azzahra menoleh ke arah Gavin yang masih terlelap nyenyak. Dia langsung mendekati suaminya lalu membangunkannya menggoyang ujung kaki Gavin.
" Bangun, sudah masuk Shubuh. Buruan sholat, nanti keburu habis waktu sholatnya."
" Hmmm ..." Bukannya bangun Gavin malah semakin menaikkan selimutnya.
" Bangun, ayo bangun ... !" Azzahra menarik selimut yang menutupi tubuh Gavin, berharap suaminya itu cepat baranjak dari tempat tidur. Namun dia tersentak kaget saat mendapati tubuh polos suaminya itu sehingga memperlihatkan senjatanya yang juga sedang terlelap.
" Astaghfirullahal adzim ...!" Azzahra langsung melempar kembali selimut itu hingga menutupi milik suaminya itu. Hal yang dilakukan Azzahra seketika membuat Gavin yang sebenarnya sudah terbangun sejak Azzahra menyentuh kakinya tadi langsung tertawa lebar.
" Kamu sudah bangun dan sengaja mengerjai aku?!" geram Azzahra yang melihat suaminya masih terbahak.
" Siapa yang mengerjai kamu? Bukannya kamu sendiri yang menarik selimutnya? Bagaimana penampakannya kalau sedang tidur? Belum pernah lihat sebelumnya, kan?" Gavin menyeringai lalu bangkit dari tidurnya tanpa menutup tubuh polosnya itu.
Azzahra langsung menutup wajah dengan telapak tangannya seraya memekik.
" Astaghfirullahal adzim ...!! Pakai dulu bajunya, jangan telan*jang seperti itu ...!!"
" Aku ini 'kan mau mandi, jadi buat apa harus pakai baju?" sahut Gavin dengan santainya berjalan ke arah Azzahra, kemudian melingkarkan tangannya ke pinggang ramping istrinya itu.
Azzahra yang merasa Gavin memeluknya langsung tersentak. " Kamu mau apa? Cepat mandi!! Jangan peluk-peluk aku! Badan kamu bau asem!!"
Gavin langsung mengendus ke tubuhnya saat Azzahra mengatakan aroma tubuhnya itu bau tak sedap. Penciumannya menangkap aroma maskulin yang menguar, sama sekali tak dia hirup aroma bau tak sedap yang dituduhkan istrinya itu.
" Tidak ada bau asem, hidungmu ini saja kali yang error." Gavin menarik hidung mancung istrinya itu membuat Azzahra mencebikkan bibirnya.
" Cepat sana mandi !! Nanti keburu siang." Azzahra mencubit lengan suaminya yang melingkar di pinggangnya itu.
" Mandiin dong sama kamu. Kemarin kamu yang aku mandikan, sekarang gantian kamu yang bantu mandiin aku," bisikan Gavin di telinga Azzahra yang dibarengi dengan gigitan di cuping telinga wanita itu membuat Azzahra seketika menahan nafasnya, apalagi Gavin sengaja mengerakkan bagian bawahnya ke tubuh Azzahra.
Dan di saat lengah itulah Gavin dengan cepat mengangkat tubuh Azzahra dengan kedua lengannya.
" Lepaskan!!" pekik Azzahra memukul tubuh suaminya itu.
" Diamlah, aku ingin menyuruhmu membersihkan tubuhku," sergah Gavin.
" Aku nggak mau!! Dasar pria mesum!! Turunkan aku!!"
" Kamu ini cerewet sekali," umpat Gavin.
__ADS_1
" Karena kamu menyebalkan makanya aku jadi cerewet!! Turunkan aku!! Cepat mandi, nanti kamu nggak kebagian sholat Shubuh!!" cetus Azzahra.
Gavin pun akhirnya menurunkan istrinya kemudian melangkah memasuki bathroom dengan menyeringai sembari menggaruk tengkuknya yang tak terasa gatal.
***
Hari ini Azzahra menolak dititipkan di rumah Natasha, bukannya dia tidak suka. Sebenarnya seharian kemarin bersama Natasha membuat sedikitnya dia mengenal istri Yoga itu yang memang mempunyai sifat yang periang. Namun mengingat kebiasaan Natasha yang sering membahas masalah yang tabu untuknya membuatnya ketakutan. Dia takut akan tertular virus mesum dari adik sepupu suaminya itu.
Azzahra memilih berkeliling menjelajahi setiap sudut apartemen milik suaminya itu. Semua ruangan yang dia masuki tampak tertata rapih dan bersih, sepertinya debu pun enggan menempel di sana.
Azzahra kini memasuki ruangan yang dia duga adalah ruang kerja Gavin jika dilihat terdapat meja kerja yang terlihat gagah dengan ukiran kayu jati.
Azzahra memperhatikan banyak foto-foto yang menggantung di dinding ruangan itu. Ada sebuah foto yang sangat menarik perhatiannya. Sebuah foto yang menampakkan dua bocah laki-laki dan perempuan yang sedang duduk di anak tangga. Bocah pria nampak merangkulkan tangannya ke pundak bocah perempuan yang duduk di sebelahnya seraya mengecup pipi chubby bocah wanita itu.
Azzahra menduga bocah itu adalah Gavin kecil karena banyak foto-foto bocah kecil itu di sana. Dan bocah perempuan di sebelah Gavin itu, jika dilihat dari bentuk mata dan alisnya yang tebal, Azzahra menduga jika itu adalah Natasha.
Azzahra. tertarik meraih foto itu, nampak jelas kini tulisan yang terlihat samar di pojok kanan foto itu.
^^^Me & Alexa^^^
Azzahra mendesah, benar seperti dugaannya jika foto bocah wanita itu adalah Natasha. Tampak sekali olehnya jika Gavin memang menyanyangi Natasha.
Saat Azzahra sedang mengelilingi ruangan itu tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi. Dia bergegas keluar dari ruang kerja Gavin. Dia mencari layar monitor yang menyambung ke arah CCTV di depan pintu apartemen, mencari tahu siapa yang berkunjung ke apartemen suaminya itu. Sebelumnya Gavin memang sudah mengajari Azzahra agar melihat layar CCTV jika ada yang datang ke tempatnya itu.
Bola mata Azzahra langsung terbelalak saat mendapati sosok wanita yang kemarin dia jumpai di restoran kini tengah berdiri di depan pintu.
" Hai ..." sapa Agatha saat pintu apartemen terbuka dan melihat Azzahra muncul dari balik pintu.
" Nyonya? A-ada apa, Nyonya? Suami saya sedang tidak ada di tempat," ucap Azzahra tanpa mempersilahkan Agatha masuk.
" Saya tidak ada keperluan dengan mantan suami saya itu. Saya ingin lebih mengenal kamu. Sebagai mantan istri dan istri baru, kita harus saling akrab, kan?"
Azzahra menghela nafas sejenak tak menjawab pertanyaan Agatha. Bukan karena sombong, tapi karena dia pun bingung ingin menjawab apa?
" Boleh saya masuk? Apa kita akan berbicara di luar seperti ini terus?" tanya Agatha saat melihat Azzahra masih belum menyuruhnya masuk.
" Oh, silahkan masuk, Nyonya." Akhirnya Azzahra pun mempersilahkan Agatha masuk.
Agatha memperhatikan ruang tamu apartemen Gavin.
" Kamu beruntung diperbolehkan tinggal di apartemen pribadi milik Gavin ini. Selama tiga tahun kami menikah, Gavin sama sekali tidak pernah membawa saya kemari." Agatha menceritakan kepada Agatha.
" Nyonya mau minum apa?" tanya Azzahra tak terlalu menanggapi ucapan Agatha tadi.
" Tidak usah repot-repot. Kita santai saja." Agatha duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya.
" Bagaimana Gavin menurutmu? Dia sangat perkasa, kan? Dia memang pandai membuat wanita terlena karena sentuhannya."
__ADS_1
Azzahra terkesiap saat Agatha membicarakan hal yang sepertinya dia mengerti.
" Apa dia mengatakan jika kamu benar-benar membuatnya kecanduan untuk menyentuhmu? Seperti yang pernah dia katakan padaku dulu. Gavin itu benar-benar suami idaman, sanggup dan mengerti bagaimana caranya memberikan kepuasan pada istrinya saat bercinta. Apa kamu juga merasakan hal itu?"
Entah mengapa tiba-tiba saja dada Azzahra seakan bergejolak mendengar ucapan-ucapan yang keluar dari mulut Agatha. Hatinya pun terasa tergigit saat Agatha menceritakan percintaan wanita itu dengan suaminya.
" Oh ya, kamu sudah dikenalkan sama adik sepupu Gavin?"
Azzahra mengeryitkan keningnya saat Azzahra mengatakan tentang adik sepupu suaminya, karena adik sepupu Gavin yang dia tahu adalah Natasha.
" Adik sepupu?"
" Iya, adik sepupu dia yang punya butik Alexa."
" Teh Natasha?"
" Iya benar. Kamu sudah bertemu dengan dia, kan?"
" I-iya, saya sudah kenal Teh Natasha. Memangnya kenapa dengan Teh Natasha?" tanya Azzahra .menyelidik
" Kamu harus hati-hati dengan dia."
Azzahra semakin menautkan alisnya saat mendengar jawaban Agatha.
" Hati-hati kenapa, Nyonya? Memangnya ada apa dengan Teh Natasha?" Azzahra semakin dibuat penasaran oleh Agatha.
" Kamu belum tahu rupanya jika Gavin itu pernah mencintai Natasha, ya?"
Deg
Azzahra langsung terperanjat mendengar fakta yang dilontarkan Agatha.
" Kamu tahu? Penyebab hancurnya rumah tangga saya dengan Gavin itu karena wanita itu. Gavin rela berpisah dengan saya agar dia bisa mengejar cintanya terhadap wanita itu. Gavin bahkan rela memberikan uang pribadinya sebesar dua puluh lima milyar untuk membantu wanita itu keluar dari permasalahannya. Saya rasa posisi sebagai saudara sepupu itu hanya kedok saja. Gavin tahu jika wanita sudah bersuami tapi dia tetap mengejar cinta wanita itu. Dan wanita itu, meskipun sudah mempunyai suami tapi mau saja menerima bantuan uang dari Gavin. Apa kamu tidak mencurigai ada sesuatu di antara mereka? Bisa saja wanita itu sudah melayani Gavin dengan tubuhnya hingga Gavin mau saja mengucurkan dana yang tidak sedikit dari kantongnya untuk menolong wanita itu, kan?" Agatha terus berusaha mempengaruhi wanita polos di hadapannya itu.
Sedangkan Azzahra seketika dadanya terasa sesak mendengar semua penjelasan yang diberikan Agatha kepadanya tentang hubungan Gavin dengan Natasha, hingga tanpa disadarinya air mata pun mulai meleleh di pipinya. Azzahra sama sekali tidak menyadari jika hasutan yang disebarkan Agatha sudah mulai meracuni hatinya.
Bersambung ...
Sambil menunggu KCA up, tengok karya Othor yg lainnya, makasih🙏
Happy Reading ❤️
__ADS_1