KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Sungkem


__ADS_3

Sebuah mobil Audi Q7 grey terparkir di depan rumah milik Yoga. Tak lama keluarlah seorang wanita cantik dengan menggendong balita berusia sekitar dua tahun setengah. Secara bersamaan keluar pula seorang pria tampan dari arah kursi kemudi yang kemudian membuka pintu penumpang.


" Ayo turun, Raffa!" Pria yang tak lain adalah Raditya, suami dari Amara itu menyuruh keponakannya itu untuk turun dari dalam mobil.


Raffasya yang diminta Om nya itu untuk turun akhirnya mengikuti apa yang diperintahkan Raditya, walaupun dia nampak memberengut. Sepertinya bocah kecil itu agak keberatan menuruti apa yang diinginkan Raditya.


" Haikal, biar aku yang gendong." Raditya mengambil Haikal, putra Amara dari pernikahan sebelumnya dengan mantan suami pertamanya dulu.


" Ayo, Raffa ..." Sementara Raditya menggendong Haikal, Amara mengulurkan tangannya ke arah Raffasya namun bocah itu tak menggubrisnya membuat Amara hanya menghela nafas mendapati sikap keras bocah berusia belum genap dua belas tahun itu.


Amara lalu menekan tombol bel di dekat pintu rumah Natasha. Sekitar dua menit menunggu pintu rumah Natasha pun terbuka.


" Assalamualaikum, Ven." sapa Amara memberikan salam Veni, pengasuh anak dari kakaknya yang sore itu membukakan pintu untuknya.


" Waalaikumsalam, Bu Mara." Veni menyahuti. " Silahkan masuk, Bu." Veni mempersilahkan Amara dan Raditya serta Raffasya masuk ke dalam rumah milik dosen salah satu perguruan tinggi swasta terkenal di kota itu.


" Mbak aku sama Kak Yoga ada, Ven?" tanya Amara seraya masuk ke dalam rumah.


" Ada, Bu. Ada di ruang keluarga di atas Sebentar saya panggilkan dulu." Veni kemudian masuk ke bagian dalam rumah yang diikuti oleh Amara yang mengekor di belakang Veni sementara Raditya dan Raffasya menunggu di ruang tamu, karena mereka tetap merasa sebagai tamu berbeda dengan Amara yang memang sering bolak-balik ke rumah kakaknya itu.


" Ven, biar saya saja yang masuk. Kamu siapkan air saja buat suamiku." Amara menyuruh Veni menyiapkan minuman untuk Raditya.


" Baik, Bu." Veni menuruti ucapan Amara.


" Ra, kamu ada di sini? Kapan datang?" Natasha yang baru saja keluar dari kamarnya terkesiap mendapati adiknya sedang berjalan menaiki anak tangga.


" Mbak ..." Amara memutar tubuhnya dan kembali turun ke bawah menghampiri kakaknya itu.


" Kamu sama siapa?" tanya Natasha menengok ke arah ruang depan rumahnya.


" Sama Radit dan Raffa, Mbak. Kak Yoga ada 'kan, nggak? Radit ingin minta maaf soal kejadian Kia, Mbak." Amara mendesah lirih.


" Oh, ya sudah nanti Mbak panggilkan Mas Yoga dulu. Mas mu itu sedang menemani anak-anak bermain. Kamu tunggulah dulu di depan." Natasha menyuruh Amara untuk menunggu di ruang tamu sementara dia sendiri naik ke ruang atas untuk memanggil suaminya itu.


***


" Saya mewakili orang tua Raffa ingin memohon maaf yang sebesarnya atas ulah Raffa di sekolah kemarin itu kepada Azkia, Mas." Raditya menyampaikan permohonan maafnya kepada Yoga dan Natasha, karena bagaimanapun juga dia merasa tidak enak karena keponakannya itu telah mengganggu keluarga dari istrinya itu.


Yoga menghela nafas panjang.


" Apa Raffa datang ke sini ingin meminta maaf kepada Om dan Tante juga Azkia?" tanya Yoga kepada Raffsya yang duduk memasang wajah memberengut.

__ADS_1


" Raffa, ayo kamu minta maaf sama Papa dan Mama Azkia." Raditya menyuruh keponakannya itu untuk meminta maaf.


" Maaf," ucap Raffasya pelan.


" Masa bilang maaf sama orang yang lebih tua seperti itu?" Raditya memprotes sikap Raffa yang dinilainya tidak sopan dalam menyampaikan permintaan maafnya itu.


" Coba ucapkan dengan benar. Harus dengan bahasa yang santun. Raffa tahu 'kan bagaimana bersikap yang baik terhadap orang tua?" Raditya nampak tegas berkata kepada keponakannya itu.


Raffasya melirik ke arah Yoga yang menatap dengan tatapan yang nampak tenang kemudian berganti ke arah Natasha yang nampak lebih galak menatapnya.


" Maaf, Om, Tante ..." ucap Raffasya.


" Maaf untuk apa?" tanya Raditya kemudian.


" Maaf sudah mengganggu Almayra," lirih Raffasya.


" Sekarang Raffa harus meminta maaf kepada Kia juga," perintah Raditya selanjutnya.


" Raffa 'kan sudah minta maaf dengan Papa Mamanya Almayra, Om." Raffasya melancarkan protes atas permintaan Om nya yang meminta dia meminta maaf kepada Azkia.


" Kamu harus meminta maaf kepada Kia karena kemarin Kia yang kamu takut-takuti dengan hamster, kan?" Raditya menatap dengan sorot mata tajam keponakannya itu.


" Apa Raffa merasa keberatan meminta maaf kepada Kia?" tanya Yoga yang sedari tadi memperhatikan gestur tubuh bocah laki-laki di hadapannya itu.


" Kalau kemarin Kia sampai pingsan di toilet, terpeleset lalu terbentur kloset, bagaimana? Apa Raffa tidak merasa bersalah jika itu sampai terjadi sesuatu kepada anak Om?"


Raffasya nampak tertunduk, dia kini tidak berani menatap ke arah Yoga.


" Sekarang apa Raffa masih tidak ingin minta maaf kepada Kia?" tanya Raditya.


" Kia ada di mana, Yank?" Yoga bertanya kepada Natasha yang duduk di sampingnya.


" Kia di rumah Kak Gavin sama Rayya, Mas." Natasha menyahuti.


" Coba panggil dia ke sini." titah Yoga menyuruh istrinya itu untuk memanggil anaknya.


" Iya, Mas." Natasha kemudian beranjak ke rumah Azzahra yang terletak di samping rumahnya.


***


" Yes, Kia menang lagi." Azkia mengepalkan tangannya saat berhasil memenangkan permainan congklak dengan Rayya.

__ADS_1


" Iihh, kok Kia menang terus, sih? Kia curang ya mainnya?" protes Rayya karena beberapa kali bermain congklak, dia selalu kalah melawan Azkia.


" Dih, kok Rayya menuduh seperti itu, sih?" Azkia langsung memberengut karena Rayya menuduhnya telah berbuat curang.


" Kalau Kia nggak curang kenapa Rayya kalah terus dari Kia?"


" Itu karena Rayya kalah pintar dari Kia," cibir Azkia membuat wajah Rayya kini ganti memberengut.


" Kia, dicari Mama Tata di bawah." Suara Azzahra dari luar kamar Rayya membuat Azkia langsung berlari ke luar.


" Kia pulang dulu ya, Rayya." pamit Azkia kepada Rayya.


" Rayya mau ikut Mommy ke rumah Auntie Tata?" tanya Azzahra kepada putrinya saat Azkia sudah turun ke bawah lebih dahulu.


" Memangnya Mommy mau ke rumah Auntie?" tanya Rayya.


" Iya, Daddy juga ada di sana."


" Rayya ikut, Mom." Rayya kemudian berlari menyusul Mommy nya untuk menuju rumah Natasha, karena Gavin sudah lebih dahulu ke rumah Natasha saat dia mengetahui kedatangan Raditya dan Raffasya.


***


Raffasya nampak hanya menundukkan kepalanya karena saat itu dia seolah sedang disidang dan akan mendakwanya bersalah. Sorot mata penuh intimidasi yang dilakukan Gavin membuatnya susah untuk melirik ke arah Rayya yang saat itu duduk di pangkuan Daddy nya.


" Kia, Kak Raffa datang ke sini mau meminta maaf kepada Kia karena ulah Kak Raffa kemarin yang sudah melempar Hamster saat Kia di toilet." Yoga mejelaskan kedatangan Raffasya kepada putrinya itu.


" Ayo, Raffa. Ini Kia nya sudah ada. Bilang apa yang tadi Om minta tadi!" perintah Raditya kepada keponakannya itu.


" Iya, Kak Raffa itu harus minta maaf dan sungkem sama Kia karena sudah nakalin Kia!" celetuk Azkia membuat semua orang yang ada di sana menatap ke arah Azkia. Terutama Raffasya yang nampak tidak suka atas apa yang diucapkan Azkia kepadanya.


*


*


*


Bersambung ...


Readers yang nungguin kisah Rayya dewasa, nanti akan dibuatkan kisah sendiri. Insya Allah awal 2022 release nya, jadi sementara ini nikmati saja masa² kecil mereka🙏


__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2