KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Menunda Kehamilan


__ADS_3

" Rus, kamu nggak usah masak buat makan malam, soalnya Abi mau ajak makan di luar." ujar Umi Rara setelah selesai melaksanakan sholat Ashar.


" Baik, Umi." Rusmi menyahuti.


" Oh ya, Umi ... kalau Neng Rara teh memang nggak mau punya anak dulu, ya?" tanya Rusmi merasa penasaran dengan pil yang ditemukannya di kamar Azzahra.


" Maksud kamu apa, Rus?" Kening Umi Rara berkerut.


" Maksud Rusmi teh, Neng Rara memang sengaja menunda kehamilan gitu?" Rusmi menjelaskan maksud pertanyaannya.


" Menunda kehamilan? Siapa yang bilang seperti itu, Rus? Rara nggak bilang apa-apa ke Umi." Umi Rara menyahuti.


" Lagi pula mereka itu pengantin baru, usia dia juga sudah cukup ideal untuk punya momongan, nggak mungkin pakai menunda kehamilan segala."


" Oh gitu ya, Umi?" Rusmi semakin dibuat bingung. Jika memang pil itu bukan punya Azzara kenapa bisa ada di kamar putri majikannya itu.


" Memangnya kenapa kamu tanya seperti itu, Rus?" selidik Umi Rara.


" Hmmm ... itu, Umi." Rusmi nampak ragu untuk mengatakan apa yang sedang mengganggu pikirannya.


" Itu apa, Rus? Kamu kok seperti orang bingung gitu." Umi menyadari jika ada hal yang mengganjal hingga membuat ART nya itu nampak gundah.


" Itu, Umi ... tadi waktu Rusmi beres-beres kamar Neng Rara, Rusmi menemukan pil KB, Umi." Dengan agak ragu Rusmi menceritakan apa yang dilihatnya di kamar Azzahra.


" Pil KB? Pil KB punya siapa, Rus?" Umi Rara sampai menautkan kedua alisnya.


" Rusmi dapatnya di kamar Neng Rara. Yang pakai kamar Neng Rara 'kan cuma Neng Rara saja, Umi."


" Nggak mungkin, nggak mungkin Rara minum pil KB, Rus. Kamu pasti salah lihat." Umi Rara berusaha menepis anggapan Rusmi yang menduga Azzahra mengkonsumsi pil KB.


" Rusmi juga tadinya berpikir seperti itu, Umi. Tadinya Rusmi pikir vitamin yang biasa Neng Rara minum, tapi setelah Rusmi lihat nama dan bentuknya ternyata pil KB" Rusmi mencoba meyakinkan.


" Sekarang mana obat itu?" Umi Rara mengulurkan tangannya, meminta Rusmi memberikan pil obat itu.


" Rusmi taruh di kamar Neng Rara, Umi."


Umi Rara pun kemudian bergegas menuju kamar Azzahra yang dibuntuti Rusmi.


" Mana?" tanya Umi Rara sesampainya di kamar Azzahra.


" Rusmi taruh di meja rias Neng Rara." Rusmi lalu mengambil obat yang dia duga pil KB itu lalu menyodorkannya ke Umi Rara.


Umi Rara membelalakkan matanya saat mendapati strip obat yang memang dia ketahui sebagai pil kontrasepsi.


" Ini punya Rara, Rus?" tanya Umi Rara menunjukkan obat yang dipegangnya.


" Lalu punya siapa lagi kalau bukan Neng Rara? Nggak mungkin 'kan Umi yang pakai?" kelakar Rusmi membuat Umi Rara melotot ke arahnya.


" Tapi apa mungkin Rara pakai itu ya, Rus?"

__ADS_1


" Rusmi nggak tahu, Umi. Makanya Rusmi tanya ke Umi. Rusmi pikir Umi tahu soal ini."


Umi Rara menghela nafas panjang. " Ya sudah nanti Umi tanya ke Rara nya. Tapi kamu jangan sampai cerita ini ke Abi ya, Rus. Sementara ini Abi jangan tahu dulu soal pil KB ini. Umi takut nanti Rara ditegur sama Abi," pinta Umi Rara.


" Baik Umi, Rusmi akan tutup mulut." Tangan Rusmi menirukan gerakan mengunci di dekat mulutnya.


" Ya sudah, kamu kembali ke dapur sana!" perintah Umi Rara.


" Kan Umi bilang Rusmi nggak perlu masak, terus Rusmi ngapain di dapur, Umi?"


" Oh iya-iya ... ya sudah terserah kamu mau ngapain juga, yang penting ingat pesan Umi, jangan bilang-bilang!" Umi Rara kembali mengingatkan Rusmi.


" Beres, Umi." Rusmi mengangkat jempolnya kemudian berjalan keluar dari kamar Azzahra.


" Kenapa Rara minum pil KB, ya? Dan kenapa juga kamu nggak bilang Umi, Ra?" gumam Umi Rara sepeninggal Rusmi.


" Sebaiknya Umi tanya saja sama Rara." Umi Rara kemudian kembali ke kamarnya untuk mengambil ponsel yang ingin dia gunakan untuk menelpon putrinya.


***


Sesampainya di Jakarta, Gavin mengantarkan Azzahra terlebih dahulu ke apartemennya karena dia ada janji meet up dengan salah satu relasi bisnisnya Minggu sore ini.


" Aku tinggal dulu, kamu nggak apa-apa 'kan aku tinggal sendirian?" tanya Gavin setelah memasukan koper ke dalam kamar.


" Biasanya juga kalau kerja aku ditinggal sendiri," sindir Azzahra membuat Gavin menyeringai.


" Ya sudah aku berangkat dulu." Gavin mendekatkan kepala Azzahra ke dekatnya hingga dia bisa memberikan kecupan di kening istrinya itu.


" Nggak malam sih, paling Shubuh ..." Gavin terkekeh membuat Azzahra mencebikkan bibirnya.


" Aku pergi dulu, ya! Assalamualaikum ..." pamit Gavin.


" Waalaikumsalam ..." sahut Azzahra.


Gavin pun akhirnya keluar dari apartemennya menuju tempat yang telah dijanjikan relasi bisnisnya.


Gavin sedang memarkir mobilnya saat terdengar ponsel berbunyi. Gavin mengeryitkan keningnya karena dia merasa bukan ponselnya yang berbunyi. Tapi kalau dia dengar dari ring back tone nya, dia hapal jika itu adalah ponsel milik Azzahra.


Gavin mencari di mana ponsel istrinya itu berada, ternyata dia menemukannya di bawah jok. Sepertinya istrinya itu tidak menyadari jika ponselnya itu terjatuh.


Gavin kemudian meraih ponsel milik Azzahra itu, ternyata Umi Rara lah yang menelpon Azzahra. Dengan cepat Gavin mengangkat panggilan telepon dari ibu mertuanya itu.


" Assalamualaikum, Ra. Kamu sudah sampai apartemen?" sapa Umi Rara mengira jika anaknya lah yang mengangkat panggilan teleponnya.


" Waalaikumsalam, Umi. Iya, Rara sudah ada di apartemen kok, Umi." Gavin menjawab pertanyaan Umi Rara.


" Gavin? Rara di mana?" tanya Umi Rara terkesiap karena menantunya itu yang menjawab panggilan teleponnya.


" Rara ada di apartemen, Umi." Gavin menyahuti

__ADS_1


" Memang kamu sendiri ada di mana?"


" Saya sedang ke tempat relasi bisnis saya, Umi."


" Lalu kenapa ponsel Rara ada sama kamu?"


" Oh, itu ... sepertinya ponsel Rara tertinggal di mobil Umi. Ini juga saya baru tahu karena ada panggilan telepon dari Umi." Gavin menjawab yang sebenarnya terjadi.


" Memangnya ada apa, Umi?" tanya Gavin kemudian.


" Ah, nggak apa-apa. Umi hanya ingin tahu kalian sudah sampai atau belum," sahut Umi.


" Alhamdulillah kami sudah sampai, Umi."


" Syukurlah kalau begitu," ucap Umi Rara.


" Hmmm, Gavin. Umi mau tanya, apa kalian, kamu dan Rara tidak ingin punya anak terlebih dahulu?" Walaupun awalnya ragu, namun Umi memberanikan diri untuk bertanya.


Gavin berpikir sejenak mencoba mencerna pertanyaan ibu mertuanya.


" Memangnya kenapa, Umi?" Gavin memicingkan matanya.


" Ya itu sih hak kalian berdua yang menjalani, tapi kalau boleh Umi kasih saran, sebaiknya jangan ditunda-tunda. Usia kalian sudah mapan untuk mempunyai anak."


" Menangnya ada apa, Umi? Kenapa Umi tiba-tiba menanyakan hal ini?" selidik Gavin. Dia merasa ada sesuatu yang tidak beres yang terjadi.


" Ya karena Rara minum pil KB, kenapa atuh kamu suruh Rara minum pil KB segala, Gavin?" tanya Umi Rara menyesali tindakan yang dilakukan oleh anak dan menantunya


" Rara minum pil KB? Saya tidak pernah menyuruh Rara minum pil KB, Umi." Seketika rahang Gavin mengeras mendengar penjelasan dan tudingan dari Umi Rara.


" Lho, jadi kamu nggak tahu Rara minum pil KB?" Umi Rara terkesiap.


" Tidak, Umi. Saya tidak pernah tahu jika Rara minum pil itu. Dan kalau saya tahu pun, saya pasti akan larang dia untuk meminumnya!" tegas Gavin dengan emosi yang kini tersulut mendengar kenyataan jika istrinya itu mengkonsumsi pil penunda kehamilan.


" Oh, j-jadi kamu nggak tahu, ya?! K-kalau gitu Umi tutup dulu teleponnya, Assalamualaikum ..." Mendapati suara menantunya yang berbicara dengan tegas membuat Umi Rara ketakutan hingga membuatnya menutup panggilan telepon itu.


Dan sudah bisa dibayangkan bagaimana aura wajah Gavin yang berubah kelam mengetahui fakta tentang hal yang dilakukan oleh sang istri tanpa sepengetahuannya itu.


*


*


*


Bersambung ...


Teruntuk Readers mohon bersabar menunggu kelanjutan kisah KCA ini. Kalau aku cepet nulis nya pasti aku langsung up. Kalau aku telat up nya berarti memang ada kesibukan di real life ( sibuk jalan² misalnya😂😂) karena aktivitas sehari-hari aku bekerja, kadang curi² waktu buat nulis kalau lagi ga repot sama pekerjaan. Selama ini aku selalu berusaha untuk up tiap hari, jadi mohon pengertiannya untuk bersabar. Okey👌 Readers sabar disayang Abang😂😂


Readers yg punya IG coba follow akun IG aku rez.zha29 seingatku kalo berhalangan up aku pasti kasih info di sana jadi readers ga terlalu berharap-harap, makasih🙏

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2