KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Bertemu Polisi Ganteng


__ADS_3

Natasha langsung menepikan mobilnya saat seorang petugas polisi menyuruhnya menepi di bahu jalan.


" Teh, kita beneran mau ditilang ini?" Azzahra seketika gusar saat mobil yang dikendarai oleh Natasha benar-benar berhenti.


" Tergantung ..." Natasha melirik dari kaca spion petugas yang berjalan mendekati mobilnya.


" Tergantung apanya, Teh?" tanya Azzahra bingung.


" Tergantung kita bisa kabur atau tidak." Natasha menyeringai.


" Teh, jangan nekat!" Azzahra mencoba memperingat Natasha agar jangan kabur yang akan semakin menambah masalah.


Tok tok tok


Pintu jendela mobil Natasha akhirnya diketuk oleh petugas kepolisian, membuat Natasha akhirnya menurunkan kaca jendela mobilnya.


" Selamat siang, Mbak. Maaf bisa lihat SIM dan STNK nya?" tanya seorang petugas yang terlihat muda dan mempunyai wajah rupawan.


Natasha melirik nama yang tertera di seragam yang dikenakan oleh petugas itu. Pramoedya.


" Hai, Mas Pram ..." sapa Natasha seraya mengembangkan senyuman manisnya membuat petugas itu mengerjap dan sedikit terkejut saat Natasha menyebut namanya hingga membuat di melirik ke arah seragamnya.


" Pramoedya ... namanya cakep, lho! Seperti orangnya." Natasha mencoba merayu petugas itu agar tidak kena tilang.


" Terima kasih, Mbak. SIM sama STNK nya?" Petugas bernama Pramoedya itu kembali meminta surat-surat kelengkapan kendaraan milik Natasha.


" Mas mau tilang aku, ya? Jangan dong, Mas. Aku sudah jadi Ibu, ini sudah mau dua anaknya. Kalau aku masih gadis, masih perawan sih aku rela, kok. Apalagi hatiku yang ditilang Mas Pramoedya." Natasha kembali mengembangkan senyumannya hingga menampakkan susunan gigi putih yang tersusun rapih.


Petugas itu membalas ucapan Natasha dengan senyuman dan gelengan kepala. Sedangkan Azzahra yang nampak cemas kini beristighfar melihat kelakuan Natasha yang terlihat tidak segan merayu petugas itu.


" Ya ampun, Mas Pram tambah ganteng lho, kalau senyum seperti tadi. Aku takut tergoda, bahaya ini kalau aku tetap dekat-dekat kamu, Mas Pram." Natasha memijat pelipisnya seolah-olah dia sedang merasakan pusing membuat petugas itu kembali menggelengkan kepalanya.


" Aaaakkhh ..." Natasha seketika meringis.


" Teh, kenapa?" Azzahra yang mendengar Natasha meringis langsung khawatir dan memegangi tangan Natasha.


" Mbak kenapa?" tanya petugas itu mendapati Natasha merintih seraya memegangi perutnya.


" Perutku sakit, Mas." lirih Natasha.


Petugas itu yang menduga Natasha sedang berakting agar terbebas dari sanksi tilang kembali menggelengkan kepala melihat aksi Natasha yang terkesan berani memperdaya petugas.


" Lain kali tolong diperhatikan lagi tata tertib lalu lintas, ya! Kalau Mbak nya tadi ketabrak yang rugi 'kan Mbak sendiri, apalagi sedang hamil begini." Petugas itu memberikan peringatan.


" Silahkan lanjutkan perjalanannya. Dan tolong berhati-hati dalam berkendaraan." Petugas itu kemudian mempersilahkan Natasha melanjutkan perjalanannya.


" Terima kasih, Mas." Natasha kemudian menjalankan mobilnya.


" Ya Allah, Teh Tata ... untung saja Pak Polisinya percaya sama akting Teteh tadi. Kalau tadi kita sampai ditilang terus ketahuan Kak Gavin sama Kang Yoga, bisa gawat, Teh." Azzahra menarik nafas lega saat akhirnya akting Natasha yang mengeluh sakit bisa meloloskan mereka dari sanksi tilang.


Namun kening Azzahra berkerut karena tiba-tiba Natasha kembali menepikan mobilnya hanya berjarak lima puluh meter dari posisi saat dia diberhentikan tadi.


" Kenapa berhenti Teh?" tanya Azzahra heran.


" Ssshhh ... perut aku sakit, Ra." keluh Natasha.


" Lho, jadi sakit beneran perutnya, Teh?" Mata Azzahra membulat saat mendengar Natasha mengeluh tentang perutnya. " Gara-gara akting sakit malah sakit beneran."


" Aku nggak akting, Ra! Tadi itu perutku beneran perih ..." Natasha mengelus perutnya. " Ssshhh


...."


" Astaghfurullahal adzim ... Teh Tata beneran sakit? Ya Allah, jadi gimana ini?" Azzahra mendadak panik saat melihat Natasha nampak menahan sakit.


" Aaaakkhh, ssshhhh ...."


" Teh ... duh, jadi gimana ini?" Azzahra menoleh ke kanan dan ke kiri sambil berpikir siapa orang yang bisa diminta tolong olehnya.


" Kayaknya aku kontraksi deh, Ra." Natasha mengelus perutnya.


" Teteh mau melahirkan?? Aduh, aku mesti telepon Kang Yoga sekarang." Azzahra lalu mengambil ponselnya lalu mengaktifkan kembali ponselnya itu setelah berjam-jam dinon-aktifkan.


" Jangan kasih tahu Mas Yoga!" sergah Natasha melarang Azzahra menelepon suaminya itu. Karena dia sendiri tidak ingin Yoga sampai tahu, karena suaminya itu pasti akan melarangnya pergi-pergi tanpa supir lagi seperti ini.

__ADS_1


" Lalu aku mesti telepon siapa, Kak? Kak Gavin?" tanya Azzahra merasa bingung. Karena jika dia menelepon Gavin, dia lah yang nantinya akan dilarang berpergian tanpa supir.


" Minta tolong Mas Pram saja," sahut Natasha.


" Mas Pram?" Azzahra mengerutkan keningnya.


" Polisi ganteng tadi." Natasha menoleh ke kaca spionnya dan dia memundurkan mobilnya sampai tiba-tiba ...


Brraaakkk


" Oh astaga ... apa lagi itu?!" Natasha menolehkan kepalanya ke belakang.


" Astaghfirullahal adzim, Teh Tata nabrak tukang bakso!" Azzahra memekik saat melihat gerobak baso sudah terjungkal karena tertabrak mobil Natasha yang berjalan mundur.


" Ya Ampun ..." Natasha menepuk keningnya karena kecerobohan kali ini malah membuat dagangan orang lain berantakan.


" Hei, turun, Lu! Mata Lu buta kali, ya! Nggak lihat gerobak baso segede gaban lagi berhenti di sini, main tabrak-tabrak saja!" umpat tukang baso itu berjalan ke arah pintu mobil Natasha. Sementara orang yang ada di sekitar membantu mengangkat gerobak agar berposisi seperti semula.


" Teh, orangnya serem ... Rara takut deh, Teh." Azzahra beringsut menjauh dari pintu mobil apalagi saat pedagang baso itu mengetuk kencang kaca jendela.


Natasha yang melihat pedagang baso terus mengetuk dan berteriak segera menurunkan kaca mobilnya, membuat Azzahra semakin bergeser mendekati Natasha , karena Azzahra masih trauma pada kejadian penyerangan sekitar dua bulan lalu.


" Bang, saya minta maaf. Nanti saya ganti kerugian Abangnya. Tadi saya mengalami kontraksi, mau minta bantuan pak polisi di sana makanya jalan mundur." Natasha menjelaskan kenapa dia bisa sampai menabrak gerobak baso tadi.


" Ra, tolong lihat uang tunai di dompet aku ada berapa?" Natasha menyuruh Azzahra menghitung uang di dalam dompetnya dan dengan segera Azzahra menuruti apa yang diperintah Natasha kepadanya.


" Ada satu juta enam ratus ribu, Teh." Azzahra telah menghitung uang yang ada di dompet Natasha.


" Kamu ada tunai berapa, Ra?" Kini Natasha menanyakan uang tunai yang dimiliki Azzahra.


Azzahra segera membuka Sling bag nya, lalu mengeluarkan dompetnya dan menghitung uang tunai yang ada di dalam dompetnya itu.


" Ada satu juta, Teh." Azzahra mengeluarkan uang nominal besar dari dompetnya.


" Ya sudah kamu kasih semua sama punyaku ke si Abang!" Kini Natasha menyuruh Azzahra menyerahkan seluruh uang ke tukang baso tadi.


" Pak, kami cuma punya tunai segini. Terima saja ya, sebagai ganti rugi." Azzahra lalu menyerahkan uang miliknya dan Natasha kepada tukang baso.


" Ya sudah, Makasih." Pedagang baso itu kemudian pergi setelah mendapatkan uang penggantian yang diserahkan oleh Azzahra.


" Nggak usah pikirkan itu, Teh. Yang penting sekarang kesehatan Teteh. Masih kerasa nyeri?" tanya Azzahra yang lebih mengkhawatirkan kondisi Natasha saat ini.


Tok tok tok


Natasha dan Azzahra menoleh ke arah jendela pintu sebelah kanan saat terdengar ketukan.


" Akhirnya ..." Natasha menurunkan kaca jendela mobil putihnya itu.


" Kalian ...."


" Mas Pram, tolongin aku, dong!" Natasha memotong ucapan petugas bernama Pramoedya yang tadi hampir saja menilangnya. Dia pun kemudian membuka pintu mobilnya.


" Mas perut saya beneran sakit tadi itu, nggak sedang akting. Saya mau lanjutkan perjalanan rasanya nggak kuat, perih banget. Sepertinya saya kontraksi, Mas Pram ..." Natasha sampai mencengkram lengan Pramoedya.


Petugas itu sampai terkesiap melihat Natasha yang menyentuh lengannya.


" Lho, kamu mau melahirkan, ya?" Pramoedya nampak khawatir melihat Natasha yang terus mengusap perutnya.


" Bukan, Mas. Mas bisa bantu aku antar ke rumah sakit, klinik atau bidan dekat-dekat sini? Saudaraku ini nggak bisa bawa mobil." Natasha tanpa segan meminta bantuan petugas berwajah tampan itu.


" Ya sudah, saya antar kamu. Kamu pindah ke belakang saja dulu, bisa untuk berdiri, kan?" tanya Pramoedya.


Natasha mengangguk cepat.


" Ra, bantu aku ...."


" Iya, Teh." Azzahra dengan cepat keluar dari mobil dan segera memapah Natasha yang ingin pindah ke kursi belakang, kemudian dia pun ikut duduk di samping Natasha.


Sedangkan Pramoedya langsung duduk di kursi kemudi, namun sebelumnya dia sempat menghubungi rekannya dan mengatakan jika dia akan mengantar ibu hamil yang mengalami keluhan ke klinik bersalin.


" Kalian sedang pada hamil, kenapa tidak membawa supir untuk berpergian seperti ini?" tanya Pramoedya saat dia mulai menjalankan mobil Natasha.


" Kalau pakai supir nggak bisa bebas pergi-perginya, Mas." Natasha berkata sejujurnya membuat Pramoedya melirik wanita cantik itu dari kaca spion.

__ADS_1


" Tapi 'kan jadi repot seperti ini, apalagi Mbak yang satunya nggak bisa mengendarai mobil." Kini giliran Pramoedya melirik ke arah Azzahra.


" Ya, namanya juga usaha, Mas. Seperti inilah nasib para istri yang punya suami posesif." Walau merasakan nyeri di perutnya namun Natasha tetap bisa menjawab pertanyaan Pramoedya berbeda dengan Azzahra yang lebih memilih diam mendengarkan percakapan antara Natasha dan Pramoedya.


Ddrrtt ddrrtt


Suara ponsel Azzahra tiba-tiba berbunyi karena Azzahra tadi sempat mengaktifkan kembali ponselnya.


" Kak Gavin?" Azzahra memandang layar ponselnya, ternyata suaminya yang saat ini menghubunginya.


" Iihh, Ra. Kenapa kamu aktifkan ponselnya?" tanya Natasha saat ponsel Azzahra berbunyi dan mendengar Azzahra menyebut nama Gavin.


" Iya, tadi aku 'kan mau hubungi Kang Yoga, Teh." Azzahra mengungkapkan alasannya kenapa ponselnya saat ini aktif kembali.


" Alamat kacau deh kalau begini ..." Natasha mencebikkan bibirnya.


" Maaf, Teh." sesal Azzahra saat melihat Natasha nampak memberengut.


" Assalamualaikum, Kak." Dengan nada hati-hati Azzahra mengangkat panggilan masuk dari suaminya itu. Karena dia tahu, suamiya itu pasti akan marah besar saat tahu dia sudah banyak melanggar dan melakukan kesalahan.


" Waalaikumsalam. Honey, kau ada di mana, Kenapa ponselnya sejak tadi aku hubungi tidak aktif? Aku telepon Alexa juga sama-sama tidak aktif. Apa kalian senjaga mematikan ponsel kalian agar kami tidak bisa memantau kalian?!" Seperti dugaan Azzahra, suaminya itu pasti akan marah karena dia sengaja tidak mengaktifkan ponselnya membuat Gavin susah untuk menghubunginya.


" Aku ... aku menemani Teh Tata periksa, Kak." sahut Azzahra yang melirik ke arah Natasha yang sedang memejamkan mata dan menggigit bibirnya. Azzahra tahu jika Natasha sedang menahan rasa sakit di perutnya.


" Alexa kenapa memangnya?" Gavin nampak khawatir saat mendengar jika Azzahra mengantar Natasha periksa. Dan dengan segera Gavin merubah panggilannya menjadi panggilan video.


" Mana Alexa? Kau bilang menemani Alexa periksa, tapi kenapa ini di dalam mobil? Siapa yang bawa kendaraan? Tadi aku telepon Pak Hasan, Pak Hasan bilang jika Alexa membawa mobil sendiri." tanya Gavin menyelidik, karena dia tidak melihat istrinya itu berada di dalam sebuah ruangan namun di dalam mobil yang dia kenal itu mobil milik Natasha.


" I-iya, Kak. Kami diantar sama Pak Polisi." Azzahra melirik ke arah Pramoedya yang sedang mengendarai mobil membuat Pramoedya pun melirik Azzahra dari kaca spion mobil milik Natasha.


" Diantar polisi?" Gavin terperanjat saat mendengar jika saat ini polisi lah yang membawa istrinya juga adik sepupunya itu.


" Iya, Kak. Tadi Teh Tata kontraksi pas lagi di jalan, untung ada Pak Polisi jadi kami sekarang ini diantar oleh Pak Polisinya." Azzahra kembali menjelaskan apa yang mereka alami tadi.


Terdengar dengusan kasar di ponsel Azzahra dan tentu saja itu hembusan nafas kesal Gavin.


" Mana Alexa? Aku mau bicara!" Ada nada kesal di kalimat yang diucapan Gavin.


Azzahra pun segera menyerahkan ponselnya ke arah Natasha.


" Teh, Kak Gavin mau bicara."


Natasha kemudian menerima ponsel Azzahra yang diserahkan kepadanya.


" Iya, Kak?" Kini Natasha yang bergantian melakukan panggilan video dengan Gavin.


" Alexa, apa kamu baik-baik saja? Rara bilang kamu kontraksi? Bagaimana keadaan kamu sekarang? Apa masih terasa sakit?" Setiap kalimat yang terucap dari mulut Gavin terdengar penuh kecemasan.


" Ini aku masih dalam perjalanan ke klinik, Kak. Sebentar lagi juga pasti sampai. Kak Gavin nggak perlu khawatir, kami ditolong sama polisi ganteng dan baik hati kok, Kak." Berbeda dengan Azzahra yang nampak tegang, Natasha terkesan lebih santai menjawab setiap kalimat pertanyaan yang dilontarkan Gavin kepadanya.


" Apa? Polisi ganteng?" Gavin sampai melebarkan bola matanya saat Natasha mengatakan jika polisi yang menolongnya itu berwajah tampan.


" Iya, tuh lihat kalau nggak percaya ..." Natasha kini mengarahkan ponsel Azzahra yang dia genggam ke arah Pramoedya membuat Pramoedya menoleh ke arah layar ponsel Azzahra.


" Selamat siang, Pak." Pramoedya kemudian menyapa Gavin dan melebarkan senyuman.


" Gimana, Kak? Ganteng 'kan polisinya? Lebih ganteng dari Kak Gavin malah. Bener nggak, Ra?" Natasha melirik ke arah Azzahra yang langsung mengeryitkan keningnya. " Tapi kalau sama Mas Yoga masih ganteng suamiku, sih." Natasha kembali menarik ponsel Azzahra yang tadi dia tunjukkan ke arah Pramoedya.


" Kalian berani-beraninya bawa pria lain pergi bersama!" Gavin serasa dibakar cemburu saat mengetahui istri dan adik sepupunya bersama pria lain yang ternyata berwajah tampan dan masih muda. " Awas saja, nanti aku kasih tahu suamimu, Alexa!" ancam Gavin menakut-nakuti Natasha.


" Jangan dong, Kak! Jangan bilang ke Mas Yoga. Aku 'kan nggak selingkuh hanya ditolong sama Mas Pram antar ke klinik terdekat doang, Kak." Natasha merengek meminta Gavin tidak memberitahu suaminya.


" Mas Pram?" Gavin mengeryitkan keningnya.


" Iya, Mas Pram, Pak Polisi gantengnya 'kan namanya Pramoedya. Nama sama orangnya sama-sama cakep, kan? Rara saja bilang kalau polisinya ganteng, Kak." Natasha terkikik, dia sengaja menggoda kakak sepupunya itu.


Sedangkan Azzahra langsung terbelalak saat memdengar Natasha berkata bohong kepada Gavin, karena dia sama sekali tidak mengatakan hal itu.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading❤️


__ADS_2