KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Hukuman Untuk Gavin


__ADS_3

Azzahra menatap satu persatu orang yang berkumpul di ruang kerja Dad David, di hotel tempat resepsi pernikahan Natasha dan Yoga dilaksanakan. Seakan Dejavu dia mengalami lagi situasi seperti ini dengan orang-orang yang sama. Dia, kedua orang tuanya, Dad David, Gavin dan juga sepasang mempelai yang tak sungkan memperlihatkan kemesraan mereka. Pasangan yang sangat membuatnya jengah berada satu ruangan dengan mereka. Belum lagi melihat Gavin yang terlihat santai dengan berpangku kaki


" Astaga, ada masalah apa lagi sih, Kak?" tanya Natasha yang duduk di samping suaminya seraya melingkarkan tangannya memeluk perut six pack sang suami. " Om, mending mereka dinikahkan saja deh, daripada ribut lagi ... ribut lagi," celetuknya lagi.


" Om juga berpikir seperti itu, Natasha." Om David pun menyetujui pendapat Natasha.


" Kami tidak setuju!" Umi dan Abi Rara menjawab kompak.


" Dad ..." Gavin pun memprotes.


" Kenapa Om dan Tante keberatan? Kakakku ini ganteng, lho." Natasha langsung melirik suaminya yang sudah memasang mata lebar mendengar istrinya itu memuji pria lain. " Walaupun lebih ganteng suamiku, dong!" Tangan Natasha terulur mengelus wajah Yoga yang langsung tersenyum.


" Kami tidak perlu menantu yang hanya sekedar baik secara fisik." Abi Rara menimpali ucapan Natasha.


" Kak Gavin juga baik hatinya lho, Om ... Tante ..." Natasha mempromosikan kakak sepupunya itu.


" Alexa, kamu tidak perlu mempromosikan aku seperti itu. Kamu pikir aku ini pria yang tidak laku mesti dijodohkan seperti ini?!" protes Gavin.


" Mending aku jodohin sama Rara 'kan, Kak. Masih muda cantik, masih seger, masih ting-ting. Daripada sama yang itu." Natasha mengedikkan bahunya.


Sontak ucapan Natasha membuat Azzahra yang sedari tadi hanya menjadi pendengar memicingkan matanya ke arah Natasha begitu namanya disebut oleh wanita itu.


" Saya rasa ada baiknya jika kita menjodohkan anak-anak kita ini."


Suara Dad David membuat semua orang menatap ke arahnya.


" Sepertinya anak saya ini memang tertarik pada putri Anda, Pak," lanjut Dad David kembali.


" Dad ...!" sergah Gavin.


Sementara Azzahra hanya membulatkan matanya. Dijodohkan dengan pria seperti Gavin, mungkin adalah hal terburuk yang dia alami setelah ditinggal Yoga menikah.


" Aku setuju, Om, Setuju banget ..." Natasha mengangkat jempolnya seraya terkekeh.

__ADS_1


" Maaf, kami tidak setuju jika anak gadis kami dijodohkan dengan pria beristri," tolak Uni Rara


" Kak Gavin itu sedang proses cerai kok, Tante. Sebentar lagi juga bakal resmi menyandang gelar Duren Sawit, kok," kelakar Natasha lagi membuat dia kembali menjadi pusat perhatian.


" Duren sawit? Apa itu, Natasha?" tanya Dad David.


" Duda keren sarang duit, Om." Natasha tergelak diikuti oleh Dad David.


" Yank, sebaiknya kita ke kamar saja," Yoga yang melihat istri menjadi 'pengacau' dalam pertemuan itu segera mengajak Natasha kembali ke kamar.


" Ah iya, kaki aku capek banget deh, Mas. Nanti kamu pijat kakiku ya, Mas," ceplos Natasha seraya berdiri di susul Yoga.


" Abi, Umi, Om, Ra, Vin ... kami pamit duluan, ya." Yoga berpamitan yang diangguki semua orang kecuali Azzahra yang justru membuang muka. Tapi ekor matanya sempat menangkap tingkah Natasha di pintu keluar yang kesusahan berjalan dengan gaunnya yang kemudian dengan cepat tangan Yoga mengangkat tubuh istrinya itu, hingga membuat tubuh Natasha kini berada dalam gendongan dua lengan Yoga. Seketika rasa sesak kembali merayap di dadanya.


" Jadi gimana, Pak, Bu? Saya hanya mencegah anak saya melakukan keiisengan yang lebih parah dari yang tadi. Karena dia sudah terbiasa tinggal di luar negeri. Walaupun saya sangat yakin jika anak saya tidak akan berani melakukan hal di luar batas." Dad Gavin menjelaskan. " Dan soal status pernikahan dia sebelumnya, saya pastikan itu kalau perceraian mereka bukan karena adanya perselingkuhan atau pihak ketiga."


" Dad, untuk apa menjelaskan seperti itu seolah-olah aku ini benar-benar ingin menikahi dia saja." Gavin protes seraya melirik Azzahra yang terlihat sedang menyeka air matanya. Dan Gavin tahu air mata itu karena siapa.


" Gavin, Dad pusing dengan ulahmu yang kedua kali ini. Kalau mereka minta penggantian atau pertanggung jawaban mungkin masalahnya bisa cepat selesai. Urusan Dad itu banyak, bukan hanya mengurus keusilanmu ini, Nak." Dad David kini berucap lebih serius.


Abi dan Umi Rara terlihat berdiskusi serius, sedangkan Azzahra terlihat hanya tercenung menautkan jemarinya menjadi satu.


" Baiklah, kami rasa ... kami tidak akan memproses masalah ini secara hukum. Kami juga tidak meminta ganti rugi secara materi, tapi kami tetap ingin memberi hukuman terhadap anak Bapak atas tindakannya." Kali ini Abi Rara lah yang berucap tegas


" Hukuman apa yang ingin Bapak beri kepada anak saya?" tanya Dad Gavin.


" Kami akan memberikan hukuman yang harus dia kerjakan selama satu bulan ini." Abi Rara menjawab.


" Hukuman apa?" tanya Gavin penasaran.


" Menjadi supir kami selama satu bulan ini," tegas Abi Rara lagi.


" Supir?"

__ADS_1


" Apa?"


" Abi ..."


Dad David, Gavin dan Azzahra berkata kompak.


" Iya, kebetulan satu bulan ke depan, supir saya akan pulang ke Garut. Jadi Tuan ini bisa mengantikan menjadi supir saya sementara waktu." Abi Rara menjelaskan.


" Abi apa-apaan suruh dia jadi supir kita? Rara nggak mau ketemu orang ini lagi, Abi," protes Azzahra.


" Saya pun tidak setuju. Saya ini mesti mengurus hotel di Bali, tidak mungkin saya menjadi supir keluarga Bapak." Gavin pun sama memprotes.


" Maaf, Pak. Bukankah anak saya ini senang usil kepada anak Bapak. Lalu kenapa malah Bapak menyuruh dia bekerja menjadi supir Bapak? Apa Bapak tidak merasa khawatir?" Dad David meminta alasan yang masuk akal.


" Bukankah Bapak sendiri yang menjamin kalau putra Bapak ini anak yang baik? Jika dalam masa hukuman sebulan ini, anak Bapak melakukan kesalahan lagi, saya akan benar-benar membawa ke jalur hukum." Jawaban Abi Rara terdengar sangat menohok.


Dad David yang mendengar kata-kata Abi Rara hanya menganggukkan kepalanya. " Oke-oke, saya paham dan rasanya saya akan setuju dengan hukuman yang akan diterima anak saya." Dad David kemudian bangkit.


" Baiklah Pak Abdullah, saya rasa kita sepakat untuk mengakhiri permasalahan ini." Dad David mengulurkan tangannya ke arah Abi Rara, yang langsung dibalas Abi Rara.


" Abi ..." Azzahra merengek keberatan.


" Dad, aku tidak setuju! Yang benar saja aku mesti menjadi supir mereka. Pekerjaan aku mengurus hotel Daddy lebih penting, belum lagi bisnis garmenku di luar."


" Itu resiko dari perbuatanmu, Gavin. Jadilah pria sejati, berani berbuat berani bertanggung jawab!" tegas Dad David. " Sekarang sudah larut, sebaiknya Bapak, Ibu dan Azzahra kembali ke kamar masing-masing. Saya permisi lebih dahulu." Dad David kemudian berjalan keluar ruangan meninggalkan mereka berempat. Meninggalkan Abi dan Umi Rara yang sudah merasa tenang juga meninggalkan Rara dan Gavin yang kesal dan kecewa.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Untuk Give away aku tutup sampai hari ini sampai jam 6 sore ya.


Happy Reading❤️


__ADS_2