KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Ngidam


__ADS_3

" Bagaimana, Bu?" tanya Gavin setelah Azzahra selesai diperiksa oleh Ibu bidan Yumi.


" Selamat ya, Neng Rara, Pak Gavin. Neng Rara memang positif sedang hamil. Dan usia kandungannya sudah masuk Minggu ke enam." Bidan Yumi mengabarkan berita bahagia itu kepada Gavin dan Azzahra.


" Alhamdulillah ...."


" Alhamdulillah, Ya Allah ...."


Gavin dan Azzahra mengucapkan rasa bersyukurnya.


" Honey, kau benar-benat hamil, kita berhasil, Honey." Gavin langsung menangkup wajah Azzahra dan memberikan kecupan di bibir Azzahra berkali-kali sebagai rasa bersyukurnya.


" I love you, Honey. Cup ... cup ... cup." Gavin tak juga berhenti mengecup bibir Azzahra.


" Eheemm ..." Bidan Yumi sampai berdehem hingga membuat pasangan suami itu tersadar jika ada mahluk lain di sekitar mereka.


" Eh, m-maaf, Bu Bidan." Azzahra langsung bersemu merah karena malu.


" Tidak apa-apa, Neng. Hal itu wajar dialami oleh pasangan suami istri yang sedang menunggu kelahiran anak pertama." Bidan Yumi menyahuti.


" Ibu buatkan resep obatnya, nanti vitaminnya rutin diminum, ya! Dijaga kandungannya baik-baik. Jangan terlalu lelah. Jangan makan pedas dan hindari minuman bersoda." Bidan Yumi menasehati.


" Baik, Bu Bidan." Azzahra menganggukkan kepala tanda dia mengerti anjuran Bidan Yumi.


" Bagaimana, Ra?" tanya Umi Rara saat Azzahra dan Gavin keluar dari ruang Bu bidan.


" Alhamdulillah, Umi. Akhirnya Umi akan mendapatkan cucu dari kami." Gavin yang menjawab pertanyaan Umi Rara.


" Beneran kamu hamil, Neng? Alhamdulillah atuh. Abi pasti senang dengarnya." Umi Rara menyambut berita kehamilan Azzahra dengan sukacita.


" Iya, Umi." Azzahra tak kalah bahagia.


" Ya sudah, ayo cepat kita pulang kasih tahu Abi," ajak Umi Rara.


" Ayo, Umi." Azzahra ingin melangkah namun tiba-tiba tubuhnya terasa melayang di udara.


" Astaghfirulahal adzim, kenapa aku digendong, Kak?" pekik Azzahra kaget. Dan bukan Azzahra saja yang terkesiap melihat perlakuan Gavin terhadap Azzahra, namun semua pasien yang hendak memeriksakan kehamilan pun tersentak kaget.


" Aku nggak ingin kamu lelah, Honey." Gavin mengatakan alasannya kenapa melakukan hal itu.


" Ya Allah, Kak. Hanya jalan sampai parkiran saja nggak akan buat aku kelelahan, kok!" tepis Azzahra.


" Aku tidak ingin membuat kamu kelelahan walaupun hanya satu gerakan saja kamu melangkah, Honey!" tegas Gavin.


" Ya sudah, ayo cepat kita pulang." Umi Rara segera mengajak anaknya pulang daripada mereka menjadi pusat perhatian orang-orang lebih lama lagi.


***


Azzahra meraih ponselnya saat melihat panggilan video call masuk dari Natasha.

__ADS_1


" Assalamualaikum, Teh." Azzahra menyapa Natasha saat dia melihat wajah istri dari Yoga di layar ponselnya.


" Waalaikumsalam, Ra. Congrat ya atas kehamilan kamu." Natasha mengucapkan selamat atas kehamilan Azzahra.


" Teh Tata tahu dari mana?" tanya Azzahra heran, karena dia merasa belum memberitahukan kehamilannya selain orang di rumah Abi dan juga kedua kakak laki-lakinya.


" Dari Kak Gavin, dong!" sahut Natasha cepat.


Azzahra mendesah, dia lupa jika suaminya itu sangat dekat dengan Natasha hingga kabar sekecil apapun Natasha pasti mengetahuinya.


" Aku senang kita hamil samaan, Ra. Kita nanti bisa ngidam samaan juga." Natasha nampak antusias.


" Iya, ya, Teh." Azzahra terkekeh.


" Nanti kita janjian ngidam minta jalan-jalan babymoon ke Jepang yuk, Ra!" Natasha memberikan idenya.


" Ke Jepang, Kak? Apa nggak kejauhan?" tanya Azzahra terkesiap.


" Iisshh, sekalian babymoon, Ra. Suamimu 'kan tajir melintir, nggak apa-apa kali kita dimanjakan jalan-jalan keluar negeri." Natasha terkekeh.


" Tapi kalau aku yang minta jalan-jalan keluar negeri 'kan aneh, Teh." Azzahra merasa jika dia tidak terbiasa meminta yang berbau materi kepada suaminya itu.


" Iiisshh, namanya juga ngidam, Ra. Mesti minta yang aneh-aneh, dong!"


" Kau mengajari istriku apa, Alexa?" Tiba-tiba saja Gavin sudah berada di belakang Azzahra seraya mengecup pipi berkulit putih mulus itu.


" Kak Gavin tenanglah, apa yang aku ajarkan kepada Rara ujung-ujungnya bikin Kak Gavin senang, kok!" ucap Natasha tanpa dosa.


" Babymoon ke Jepang, Kak." Natasha tersenyum lebar.


" Babymoon?" Gavin seketika menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.


" Iya, Kak. Nggak apa-apa, kan?" Honeymoon bareng debay, Kak."


" Hmmm, boleh juga idemu, Alexa." Gavin nampaknya tertarik dengan ide Natasha.


" Kapan kita berangkat? Minggu depan? Bulan depan?" Kali ini Gavin yang nampak antusias.


" Ya nggak dekat-dekat ini juga kali, Kak. Kita 'kan masih hamil muda, terlalu riskan untuk jalan-jalan," ucap Natasha.


" Lalu kapan Babymoon nya?" tanya Gavin.


" Nantilah, Kak. Kalau sudah enam bulanan usia si baby dalam perut." Natasha menjelaskan.


" Mesti selama itu nunggunya? Kenapa tidak dalam waktu dekat ini saja?" protes Gavin.


" Kak, tadi 'kan Teh Tata sudah bilang, terlalu riskan kalau pergi dalam waktu dekat ini. Kemarin aku ke parkiran saja Kak Gavin takut aku kecapean. Memangnya Kak Gavin ingin gendong aku ke sana ke sini?" Azzahra ikut menjelaskan kepada suaminya.


" Aku rela, Honey. Untukmu apapun akan aku lakukan." Gavin mencium kembali pipi Azzahra bertubi-tubi.

__ADS_1


" Iisshh, dedek bayi jangan lihat adengan dua puluh satu plus. Kalian jangan menyebarkan virus me sum ke anakku, ya!" protes Natasha.


" Apa aku tidak salah dengar, Alexa?" sindir Gavin.


" Huwaaa ... huwaaa ...."


" Ta, Tata ...!! Alden nangis, nih!"


Terdengar suara tangisan Alden dan Mama Nabilla di belakang Natasha.


" Ra, Kak Gavin, aku tutup dulu, ya! Assalamualaikum ..." Natasha menutup panggilan teleponnya.


" Waalaikumsalam ..." Gavin dan Azzahra menyahuti


" Selalu seru kalau ngobrol sama Teh Tata ya, Kak?" Azzahra menggelengkan kepala seraya tersenyum.


" Bisa kau bayangkan bagaimana yang menjadi suaminya itu?" Gavin pun ikut terkekeh.


" Tapi Kang Yoga sangat sayang sama Teh Tata."


" Seperti aku juga sayang sama kamu, Honey." Gavin kini melingkarkan tangannya ke pinggang Azzahra dan kembali menciumi wajah Azzahra.


***


" Hoek ... Hoek ..."


Azzahra berlari ke kamar mandi saat dia mendengar suaminya itu sedang memuntahkan sesuatu di kamar mandi dekat dapur.


" Kak, Kak Gavin kenapa? Apa masakanku nggak enak? Apa terlalu pedas, Kak?" tanya Azzahra memijat tengkuk suaminya.


" Perutku mual sekali, Honey." Gavin memegangi perutnya.


" Kak Gavin salah makan apa memangnya?" tanya Azzahra menanggapi Gavin yang terlihat nampak tersiksa.


" Entahlah, Honey. Hoek ... hoek ... " Gavin kembali merasakan perutnya yang mual hingga dia terlihat berdiri lemas di depan wastafel.


" Ya Allah, Kak Gavin kenapa? Aku ambilkan minyak aromaterapi dulu ya, Kak!" Azzahra bergegas mengambil minyak aromaterapi di kamar.


Setelah dia mendapatkan minyak aromaterapi dia kemudian menemui kembali suaminya yang terkulai lemas di atas bathtub dengan kaki menjuntai keluar bathtub.


" Ya ampun Kak Gavin, kenapa tiduran di sini?" Azzahra mencoba membantu suaminya itu bangkit.


" Rasanya pusing sekali, Honey. Perutku juga mualnya nggak hilang-hilang. Biarkan aku istirahat sebentar di sini, Honey." Gavin memijat pelipisnya seraya menarik seluruh kakinya ke dalam bathtub membuat Azzahra menggeleng-gelengkan kepalanya.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading❤️


__ADS_2