
Azzahra tertunduk lesu di bawah intimidasi sorot mata tajam Yoga yang memandangnya tak percaya. Saat ini yang dirasakan wanita itu adalah rasa malu karena harus tertangkap mata oleh pria yang sangat dicintainya itu seolah sedang berbuat mesum dengan Gavin, padahal itu hanya sebuah salah paham.
" Apa yang sudah kalian lakukan di ruangan ini tadi?" selidik Yoga dengan nada dingin. Karena meskipun dia menentang perjodohannya dengan Azzahra tapi bukan berarti dia lepas tangan begitu saja terhadap wanita itu. Karena dia sudah menganggap Azzahra seperti adiknya sendiri seperti Mamih Ellena menganggap seperti putri kandungnya.
" Kami nggak melakukan apa-apa tadi, Kang. Tadi itu salah paham." Azzahra mencoba menampik anggapan bahwa mereka berdua berbuat hal tak baik
" Nggak berbuat apa-apa gimana? Orang kita tadi lihat kalian berpelukan, kok. Anak kecil saja pasti akan bilang ciee, ciee ... kalau lihat apa yang kalian tadi," sergah Natasha.
Tuduhan yang ditudingkan Natasha semakin membuat Azzahra rasanya ingin menangis kencang. Dia merasa jika semua orang seperti mengintimidasinya.
" Lalu kenapa kamu bisa ada di Jakarta ini, Ra?" tanya Yoga kembali.
" Dia itu kabur, Mas. Gara-gara akan dinikahkan dengan Kak Gavin." Natasha cepat menjawab pertanyaan suaminya.
" Kamu akan dinikahkan dengan dia, Ra?" Yoga menunjuk ke arah Gavin seakan tak percaya.
Azzahra sungguh benar-benar merasa tersudut. Dia lalu melirik Gavin yang malah terlihat serius dengan ponselnya.
" Aku harus memberitahukan orang tua kamu kalau kamu ada di sini, Ra."
" Kang ..." Azzahra menggelengkan kepalanya meminta agar Yoga tidak meneruskan niatnya
" Iya buruan kamu telepon orang tuanya Rara, Mas. Eh, tapi jangan kamu yang telepon, Mas. Mas Yoga kasih tahu Mamih Ellena saja, biar nanti mamih yang menyampaikan ke orang tua Rara. Aku juga sudah kabari Om David soal masalah ini."
" Kau bicara apa pada Dad David, Alexa?" Gavin yang sedari hanya diam kini mulai bereaksi saat Natasha menyebut nama Dad David.
" Aku hanya bilang kalau Kak Gavin dan Rara ini cocok seperti Tom & Jerry dan kalian harus segera dinikahkan." Natasha terkikik.
" Ck, kamu ini ada-ada saja. Dad David itu banyak urusan. Dad tidak akan memikirkan hal tak penting seperti ini." Gavin yakin jika Dad David tidak akan memperdulikan aduan Natasha itu.
" Siapa bilang? Om David justru akan segera berbicara dengan orang tua Azzahra." Natasha menyahuti. " Cepat, Mas. Kamu beritahukan Mamih Ellena. Kalian sudah tertangkap basah berbuat mesum di sini. Aku nggak mau ya, butikku ini kena apes karena dijadikan tempat orang berbuat mesum."
Yoga langsung menoleh ke arah istrinya saat Natasha berucap tentang hal itu membuat Natasha menyeringai dan berkata, " Kita dulu 'kan sudah menikah, Mas." Natasha teringat kalau dulu pun dia dan suaminya pernah tertangkap basah oleh sekretarisnya sedang memadu kasih di sofa yang saat ini sedang mereka duduki.
__ADS_1
***
Beberapa jam kemudian, Dad David dan Abi Rara sudah tiba di butik milik Natasha. Mereka serius membicarakan tentang apa yang terjadi dengan Gavin dan Azzahra.
" Setelah Dad dengar penjelasan dari Bapak Abdullah dan video yang ditunjukkan oleh Natasha, juga apa yang tadi dilihat Yoga dan Natasha. Sepertinya Dad setuju dengan Pak Abdullah, kau dan Azzahra harus secepatnya menikah."
" Yess ...!!" pekik Natasha langsung mengepalkan tangan ke atas saat mendengar keputusan dari Om David membuat semua orang mengarahkan pandangan ke arahnya.
" Yank ..." Yoga langsung menegur istrinya yang terlihat bersemangat.
" Kenapa sih, Mas? Aku tuh senang banget akhirnya Kak Gavin mendapatkan pendamping yang cocok ketimbang yang dulu." Natasha mengungkapkan kegembiraannya.
" Rara, kamu itu beruntung banget dapat suami seperti Kakak sepupuku ini walaupun dia sudah duda, tapi Kak Gavin itu orangnya sangat baik." Natasha terus berusaha memuji Gavin di hadapan Azzahra. " Nanti aku bantu carikan wedding organizer untuk acara kalian nanti, ya."
Azzahra mendengus saat mendengar setiap ucapan dari Natasha yang sangat mendukung keputusan abinya. Azzahra merasa dia benar-benar terjebak dan tak bisa untuk lari ke mana-mana lagi.
***
" Neng Rara, meuni geulis pisan. Aura calon pengantin memang beda ya." Ibu Cici memuji Azzahra yang sore itu mengenakan gamis brokat warna broken white.
" Iya, aduh Neng Rara beruntung sekali dapat calon suaminya ganteng dan kaya seperti Mas Gavin." Ibu Amy ikut berkomentar.
Azzahra tersenyum samar menanggapi percakapan Ibu-ibu pengajian yang terus memujinya juga Gavin.
" Kebayang nanti anaknya akan seperti apa, ya? Ibunya cantik bapaknya ganteng. Duh ... kapan saya bisa punya menantu ganteng biar bisa memperbaiki keturunan?" Ibu Bety tak mau ketinggalan ikut berpendapat.
" Selamat ya, Ra. Orang yang sabar itu dikasih rejeki yang enak sama Gusti Allah. Neng Rara batal menikah sama anak dari keluarga Atmajaya, eh dikasihnya nggak kalah ganteng dan kaya dari Den Yoga." Ibu Amy memeluk tubuh Azzahra memberikan selamat.
" Maaf ya, Ibu-ibu ... Rara permisi mau ke dalam dulu." Azzahra berpamitan ke kumpulan Ibu-ibu pengajian dan segera beranjak menuju kamarnya.
Azzahra mendesah ...
" Ya Allah, akan seperti apa hidupku ke depannya? Apa aku tidak layak hidup bahagia? Apa aku tidak berhak mendapatkan kasih sayang dari orang yang aku sayangi dan menyayangiku?" keluh Azzahra sementara air matanya langsung menetes di pipinya. Dia merasa hidupnya akan serasa di neraka jika menikah dengan Gavin nanti.
__ADS_1
Tok tok tok
Azzahra menoleh pintu kamarnya saat terdengar suara ketukan pintu.
" Ra, ada yang ingin bicara dengan kamu. Tolong buka pintunya, geulis." Ternyata Umi Rara yang ada di balik pintu kamarnya.
Azzahra mengeryitkan keningnya, uminya mengatakan jika ada orang yang ingin bertemu dengannya. Siapa orang yang akan menemuinya itu? Akhirnya Azzahra langsung beranjak untuk membukakan pintu kamar.
" Teh Natasha?" Azzahra membulatkan bola matanya saat mendapati Natasha yang kini berdiri di samping uminya.
" Hai, Ra. Aku boleh bicara dengan kamu sebentar?" tanya Natasha langsung menerobos masuk ke kamar Azzahra walaupun belum mendapat ijin dari Azzahra membuat Azzahra memutar bola matanya.
" Bagaimana rasanya? Deg-degan, ya?" Natasha lalu mendudukkan tubuhnya di tepi tempat tidur. Dia mengedar pandangan ke setiap sudut kamar Azzahra.
" Teh Natasha mau bicara apa?" tanya Azzahra, sebenarnya dia sangat malas harus berhadapan dengan wanita yang mengalahkannya untuk memenangkan hati Yoga.
" Sini, deh." Natasha mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Azzahra membuat Azzahra terkesiap.
" Aku senang Kak Gavin akan menikah sama kamu, Ra. Aku tahu kamu itu wanita yang baik, cocok dengan Kak Gavin yang juga pribadi yang baik. Sejujurnya aku pun baru bertemu kembali dengan Kak Gavin beberapa bulan lalu karena sebelumnya kami terpisah selama puluhan tahun. Sebelumnya aku terpisah dengan Kak Gavin saat aku berumur tiga tahun. Menurut cerita mamaku, Kak Gavin sejak kecil begitu sayang sama aku. Dan aku pun merasakan hal itu saat kembali bertemu dengannya lagi setelah dua puluh tiga tahun tidak bertemu. Walaupun saat itu kami belum tahu kalau kami ternyata bersaudara. Tapi Kak Gavin selalu bersikap baik terhadapku, mungkin karena ikatan yang kuat di antara kami. Aku tahu walaupun selama ini Kak Gavin mungkin bersikap menyebalkan tapi percayalah itu bukan sifat Kak Gavin yang sebenarnya. Kak Gavin itu pribadi yang hangat dan baik. Aku berharap kalian akan hidup bahagia kelak. Jangan merasa ragu karena belum ada rasa cinta di antara kalian. Aku dan Mas Yoga pun sama, dulu di antara kami sama-sama tidak ada rasa cinta. Kami pun menikah karena paksaan orang tua, tapi seiring berjalannya waktu rasa cinta itu tumbuh dengan sendirinya di antara kami. Jadi aku yakin suatu saat nanti, kamu akan bisa menerima Kak Gavin, begitu pun sebaliknya. Menikah itu, usahakan hanya terjadi satu kali dalam hidup kita ini. Jadi aku harap kamu menghadapi acara akad nikah besok harus ikhlas ya, jangan setengah hati, insya Allah kebahagiaan akan datang menyertai kalian."
Azzahra mengerjap mendengar kalimat demi kalimat nasehat yang terucap dari mulut wanita yang selama ini dia anggap hanya ada cibiran dan sindiran yang keluar dari mulut Natasha.
*
*
*
Bersambung ...
Jangan lupa like & komennya ya, makasih 🙏
Happy Reading❤️
__ADS_1