
* Assalamualikum ..." Gavin membuka pintu apartemennya dan mengucapkan salam saat memasuki apartemennya. Namun tak ada jawaban dari sang istri. Lalu pandangannya kini bertumpu pada sesosok tubuh yang tergeletak di sofa ruang tamu.
Gavin menutup kembali pintu apartemennya perlahan dan mendekat ke arah istrinya yang sedang terlelap. Dia kemudian duduk karpet di dekat sofa yang digunakan Azzahra untuk tidur.
Gavin mengusap wajah cantik Azzahra. Wanita yang sejak pertama kali berjumpa, sering sekali dia buat kesal. Gavin menghujani kecupan di wajah istrinya hingga membuat Azzahra menggeliat seraya mengerjapkan mata.
" Kak Gavin?" Azzahra buru-buru bangun dari tidurnya dan melirik ke arah jam dinding yang kini menunjukkan jam delapan malam.
" Kak Gavin kok baru pulang?" tanya Azzahra kemudian.
" Aku tadi ke rumah Daddy ku dulu. Ada hal yang mesti kami bahas." Gavin memberikan alasan seraya bangkit dan duduk di samping Azzahra.
" Tuh, Kak Gavin mulai lagi, deh. Pulang telat nggak kasih kabar dulu." Azzahra mencebikkan bibirnya.
" Maafkan aku, Honey." Gavin langsung memeluk Azzahra.
" Oh ya, kau masak apa, Honey? Aku lapar sekali." Gavin kemudian menarik tubuh Azzahra dan menuntunnya ke arah ruang makan.
.
" Memang di rumah Papa David Kak Gavin nggak makan?" tanya Azzahra heran.
" Kalau aku makan di sana, kasihan istriku yang sudah cape memasak untukku," ucapan Gavin sontak membuat Azzahra tersenyum senang.
" Kak Gavin mandi saja dulu biar aku hangatkan masakannya."
" Aku ingin makan dulu, Honey. Mandinya nanti saja." Gavin lalu duduk di kursi makan dan mengambil piring lalu menyodorkan ke arah Azzahra.
" Tolong ambilkan aku nasinya, tidak udah dihangatkan, aku ingin makan sekarang," ucap Gavin meminta istrinya segera menyediakan makanan untuknya tanpa harus menunggu dihangatkan kembali.
Azzahra pun menuruti apa yang diminta oleh suaminya.
" Duduklah di sebelahku." Gavin kemudian meminta Azzahra duduk bersampingan dengannya. Dan Azzahra kembali mengikuti keinginan sang suami itu.
" Bagaimana tadi siang bertemu dengan Alexa?" tanya Gavin kemudian.
" Ya seperti itulah, Kak. Ketemu Teh Tata selalu seru," sahut Azzahra.
" Oh ya, Kak. Tadi waktu makan sama Teh Tata, aku ketemu sama Kak Andre, lho. Teh Tata bahkan sempet bengong dan nggak berkedip." Azzahra terkikik mengingat bagaimana kagetnya Natasha melihat orang yang mirip dengan Yoga.
" Andre? Siapa?" Gavin sepertinya tidak mengingat siapa Andre.
" Itu lho, Kak. Pria yang mirip Kang Yoga itu ..." Azzahra mencoba mengingatkan suaminya.
" Orang itu lagi?? Apa dia sengaja mendekati kamu?" tuduh Gavin curiga.
" Nggak, Kak! Secara kebetulan saja dia muncul di sana," tepis Azzahra.
" Awas saja kalau kamu ketahuan sengaja janjian ketemu sama dia!" ancam Gavin tak suka.
" Astaghfirullahal adzim, untuk apa aku janjian sama dia? Nanti aku disangka belum bisa move on dari Kang Yoga lagi." Azzahra memutar bola matanya.
" Tapi aku lucu tadi lihat reaksi Teh Tata waktu lihat Kak Andre."
" Tidak usah disebut namanya! Aku tidak suka dengar kamu panggil nama itu lagi!" protes Gavin.
" Iya, Kak. Maaf ... tapi kok bisa ya, ada orang tidak sedarah bisa mirip begitu. Biasanya 'kan orang mirip itu karena satu anggota keluarga. Mirip kakak, adiknya atau mirip sama ibu dan ayahnya."
Gavin menelan salivanya mendengar ucapan Azzahra yang sedang membahas tentang kemiripan seseorang. Tiba-tiba saja masalah yang sedang dia hadapi kembali mengusik hatinya.
__ADS_1
" Sudah jangan lanjut bahas masalah itu lagi." Gavin meminta Azzahra untuk tidak melanjutkan membahas masalah kemiripan wajah Yoga dan Andre.
" Iya, Kak." Azzahra yang menduga Gavin tak menyukai dia membahas tentang pria lain akhirnya menuruti perintah suaminya itu.
***
Selepas membersihkan diri Gavin langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan melipat kedua tangannya di belakang kepala menjadikan telapak tangannya itu sebagai sandaran kepala dan memejamkan matanya.
Sedangkan Azzahra merebahkan tubuhnya dengan posisi menyamping memperhatikan suaminya. Tak ada sentuhan atau ucapan apapun jelang tidur malam ini seperti yang biasa Gavin lakukan kepadanya.
Azzahra menunggu beberapa saat berharap suaminya itu akan terbangun, mencium dan memeluknya. Namun setelah berjalan hampir lima belas menit tak ada gerakan apapun yang dilakukan sang suami itu dan justru dengkuran halus yang terdengar menandakan jika suaminya itu sudah terlelap.
Azzahra mendesah, dia yakin apa yang dilakukan suaminya itu bukan karena sedang marah mendengar cerita tentang Andre tapi karena masalah yang masih dirahasiakan oleh suaminya itu.
Azzahra tiba-tiba teringat akan Natasha karena dia sempat meminta bantuan Natasha untuk menyelidiki masalah apa yang sedang menimpa suaminya itu.
Azzahra akhirnya beranjak dari tempat tidur mencari ponselnya yang dia simpan di atas meja rias. Azzahra melihat last seen di kontak milik adik sepupu Gavin itu, terlihat satu menit lalu. Azzahra pun memberanikan diri mengirim pesan karena dia menduga jika Natasha belum tertidur saat ini.
" Assalamualaikum, Teh. Teh Tata belum tidur? Maaf, kalau Rara mengganggu. Teh Tata apa sudah bicara sama Kak Gavin?" Itu pesan yang Azzahra kirim kepada Natasha.
Tak lebih dari satu menit balasan dari Natasha masuk ke dalam ponselnya.
" Waalaikumsalam, Ra. Iya belum tidur, lagi minta dipijat suamiku, nih😁. Iya aku sudah tanya Kak Gavin. Dia bilang kalau sedang ada masalah di perusahaannya yang di Jerman itu yang bikin dia pusing."
" Hanya itu saja ya, Teh? Nggak ada lagi yang Kak Gavin ceritakan ke Teh Tata?"
" Nggak ada sih, Ra. Aku juga sempat desak Kak Gavin untuk cerita jika ada masalah lain yang sedang mengganggunya tapi Kak Gavin bilang tidak ada."
" Oh, ya sudah atuh, Teh. Makasih ya, Teh. Maaf malam-malam mengganggu. Assalamualaikum ..." Azzahra menyudahi percakapannya degan Natasha.
" Nggak apa-apa, Ra. Waalaikumsalam ..." Natasha sempat menjawab pesan terakhir Azzahra.
" Sebenarnya apa sih, yang Kak Gavin sembunyikan dari aku? Apa arti pertanyaan Kak Gavin soal kesalahan fatal. Kesalahan fatal apa yang Kak Gavin perbuat hingga harus meminta maaf ke aku?" gumam Azzahra bertanya-tanya.
Azzahra lalu merebahkan tubuhnya di atas sofa, namun pandangannya tetap tertuju pada suaminya yang masih bergeming, hingga lama kelamaan matanya meredup dan akhirnya dia tertidur di atas sofa itu.
Gavin menggeliat, dia lalu memiringkan posisi tidurnya dengan tangan hendak merengkuh tubuh istrinya, namun yang dia rasakan sisi tempat tidurnya itu kosong dan tak dia rasakan tubuh istrinya di sana.
" Honey ...!" Gavin langsung bangkit dari tidurnya saat menyadari Azzahra tidak ada di sampingnya. Dan kini pandangannya berpusat ke arah sofa saat dia melihat istrinya itu berbaring di sana membuat Gavin akhirnya bangkit dan mendekati istrinya itu.
Gavin membelai rambut panjang Azzahra lalu mencium wajah istrinya itu
" Honey, kenapa kamu tidur di sini?" bisik Gavin.
" Honey, ayo pindah ke tempat tidur." Gavin mencoba membangunkan Azzahra namun istrinya itu sepertinya sudah benar-benar terlelap dalam tidurnya. Akhirnya Gavin memilih mengangkat tubuh istrinya itu dan merebahkan tubuh Azzhara di atas spring bed empuk miliknya.
Gavin memeluk tubuh Azzahra, membawa ke dalam rengkuhannya hingga dia merasakan rasa nyaman saat mendekap tubuh wanita yang perlahan namun pasti mulai memasuki hatinya itu .
" Honey, aku menyayangimu." Gavin kemudian mengecup lembut kening Azzhara hingga bibirnya menempel beberapa saat di bagian wajah Azzahra hingga membuat tidur Azzahra terusik karena tindakannya tadi.
" Kak ..." Suara parau Azzahra akhirnya membuat Gavin menyudahi kecupannya.
" Honey, kenapa tadi kau tidur di sofa?" tanya Gavin, sementara ibu jarinya mengusap wajah Azzahra.
" Aku tidur di sofa ya tadi?" tanya Azzahra.
" Iya, dan aku sempat takut karena tidak menemukanmu di sampingku."
Azzahra mendonggakkan kepala lalu menatap suaminya itu.
__ADS_1
" Kak Gavin takut kehilanganku?" tanyanya kemudian.
" Ya, tentu saja," tegas Gavin membuat Azzahra tersenyum bahagia.
" Jangan jauh-jauh dariku," bisik Gavin kemudian.
Azzahra mengangguk seraya melingkarkan tangannya di perut Gavin.
" Honey, berjanjilah padaku kalau kau tidak akan meninggalkanku walau apapun yang terjadi."
Azzahra mengeryitkan keningnya mendengar ucapan Gavin.
" Maksud Kak Gavin?"
" Jika suatu yang buruk menimpaku, aku harap kau tidak akan meninggalkanku."
" Suatu yang buruk apa? Kak, jangan buat aku takut." Azzahra semakin mengeratkan pelukannya.
" Aku tidak menakutimu, Honey. Aku hanya meminta kau berjanji kepadaku," tepis Gavin menyangkal kalau dia berusaha menakuti Azzahra.
" Asalkan Kak Gavin nggak meninggalkan aku, aku nggak akan pergi jauh dari Kak Gavin," ucap Azzahra kemudian.
" Terima kasih, Honey." Gavin lalu mengecup kening Azzahra.
" Honey, apa kau lelah?" tanya Gavin yang kemudian dijawab gelengan kepala Azzahra.
" Kenapa, Kak?"
" Aku menginginkannya, bolehkah?" Tangan Gavin membuka kancing piyama yang dikenakan Azzahra.
Kening Azzahra berkerut, dia merasa aneh dengan ucapan suaminya itu. Bukan permintaannya yang aneh, tapi Gavin bertanya dan meminta ijin kepadanya. Bukankah selama ini suaminya itu selalu melakukan itu tanpa permisi darinya? Lalu kenapa saat ini harus meminta ijin darinya terlebih dahulu?"
" Honey?"
" Ah, i-iya, Kak. Boleh ..." Azzahra akhirnya memperbolehkan suaminya itu untuk menyentuhnya.
Gavin kemudian menautkan bibir mereka setelah mendapatkan ijin dari Azzahra. Entahlah, rasanya rasa bersalah itu sangat menguat di hatinya karena dia menutupi kehidupan masa lalunya yang liar dan tak terkendali. Jujur dia sangat takut jika sampai Azzahra tahu maka istrinya itu akan meninggalkannya.
Gavin terus memberikan sentuhan memabukkan di bibir ranum Azzahra sementara tangannya mulai melepaskan baju yang dikenakan oleh istrinya itu.
" Kau cantik, Honey." Gavin menjeda pagutannya dan kini sudah berposisi di atas Azzahra. Tangannya membelai wajah cantik Azzahra.
" Aku menyukai semua yang ada pada dirimu. Dari ujung rambut sampai ujung kakimu."
Kini Gavin memberikan sentuhan di ceruk leher Azzhara hingga membuat darah Azzahra serasa berdesir dan merinding saat area sensitif di dekat telinganya dijelajahi dengan kecupan dan gigitan suaminya itu.
" Apapun yang terjadi, aku ingin selamanya bersamamu seperti ini, Honey." Gavin kembali menautkan bibir mereka hingga suara decapan terdengar menghiasi kamar mereka.
*
*
*
Bersambung ...
Readers : Astaga, Thor! Lagi nanggung malah dicut🙄
Othor : Maaf, udah siang. Kalau dilanjut ntar Othor telat berangkat kerja🤭
__ADS_1
Happy Reading❤️