
Rumah Mode Agatha
Tok tok tok
" Permisi, Bu. Ada dua orang tamu yang mencari ibu di bawah." Arini, asisten Agatha memberitahukan pemilik dari Rumah Mode Agatha itu jika ada dua orang yang tidak dikenal ingin menemui Agatha.
" Tamu? Siapa? Saya tidak punya janji dengan siapapun 'kan hari ini?" Agatha bertanya-tanya saat asistennya itu menginformasikan hal itu.
" Kalau menurut Pak Satpam, kalau dilihat dari cara mereka bicara sepertinya mereka detektif, Bu." Ucapan Arini sontak membuat Agatha tertawa.
" Detektif? Siapa? Sherlock Holmes? Kamu pikir ini di dunia novel?" Agatha masih tergelak.
" Lho, memangnya di dunia nyata nggak ada detektif ya, Bu?" tanya Arini.
Agatha mengedikkan bahunya.
" Nggak tahu juga sih, saya. Tapi memangnya kenapa mereka cari saya? Saya tidak melakukan tindakan kriminal apapun!" Agatha mengerutkan keningnya.
" Jadi tamunya gimana, Bu? Diterima atau ditolak?" tanya Arini.
" Coba sebentar saya mau lihat." Agatha melihat ke arah monitor CCTV yang tersambung ke ruangannya.
Agatha mencoba memperhatikan kedua orang yang tadi dimaksud Arini dan dia memang merasa tidak mengenali mereka berdua.
" Ya sudah, suruh masuk saja mereka! Saya takut mereka akan berbuat onar jika kita menolak." Agatha menyuruh Arini agar security yang berjaga di depan mempersilahkan masuk tamu itu.
" Baik, Bu." Arini pun kemudian keluar dari ruang kerja Agatha.
" Siapa ya mereka? Ada urusan apa mereka mencariku?" gumam Agatha bertanya-tanya.
Lima menit kemudian Arini pun kembali ke ruangan Agatha dengan membawa dua orang tamu tak dikenal itu ke hadapan Agatha.
__ADS_1
" Silahkan, Pak." Arini mempersilahkan kedua orang tamu itu masuk ke dalam ruangan Agatha.
" Terima kasih, Mbak." Salah satu tamu itu menyahuti.
Setelah mengantar kedua tamu Agatha, Arini pun keluar kembali dari ruangan Agatha.
" Selamat siang, Nyonya Agatha. Perkenalkan saya Rizal dan ini rekan saya Vito." Rizal memperkenalkan dirinya dan Vito.
" Oh, silahkan duduk dulu, Pak Rizal, Pak Vito!" Agatha mempersilahkan Rizal dan Vito untuk duduk di sofa yang ada di ruang kerja Agatha. Kemudian dia pun ikut duduk di kursi di depan Rizal dan Vito duduk.
" Maaf, ada apa ya, Bapak-bapak ini mencari saya?" tanya Agatha penasaran.
" Kami mendapatkan tugas dari Tuan David Richard untuk menyelidiki kasus penyerangan terhadap Tuan Gavin Richard yang terjadi semalam dalam perjalanan pulang dari Bogor menuju Jakarta." Rizal menyampaikan maksud dan tujuannya datang menemui Agatha.
Agatha langsung membelalakkan matanya saat mendengar nama David Richard dan Gavin Richard yang disebut Rizal terlebih lagi tentang kasus penyerangan, dia benar-benar dibuat bingung karena masalah itu.
" Maaf, Pak Rizal. Jadi maksud kedatangan Anda kemari itu untuk apa, ya?" Agatha langsung menanyakan kenapa mereka menyampaikan masalah itu kepada dirinya, karena dia sendiri merasa memang sudah tidak ada sangkut paut lagi dengan keluarga Gavin.
" Salah satu pelaku penyerangan itu seorang wanita dan dia mengunakan senjata katana untuk menyerang Tuan Gavin."
Agatha terbelalak mendengar tentang ciri-ciri si penyerang itu.
" Maaf, Pak Rizal. Lantas apa hubungannya saya dengan penyerang Gavin?" Agatha nampak serius menanyakan hal itu.
" Karena penyerangan ini bersifat balas dendam, tentu saja kami mencari orang-orang, terutama yang bersengketa atau berselisih paham dengan Tuan Gavin belakangan ini. Karena kemungkinan mereka menjadi tertuduh sangatlah besar." Setiap kata-kata yang keluar dari Rizal terdengar sangat tegas dan sangat mengintimidasi.
" Saya dan Gavin sudah berpisah dan saya sudah tidak mempunyai sangkutan apa-apa dengan Gavin. Lalu kenapa Pak Rizal menyampaikan hal ini kepada saya?" Agatha berusaha menepis tuduhan yang secara tidak langsung ditujukan kepadanya.
" Anda adalah mantan istri dari Tuan Gavin dan menurut info yang saya dengar, perpisahan Anda dan Tuan Gavin sangat ditentang oleh Anda, jadi kami mohon kerjasama Anda, Nyonya. Untuk memberikan informasi yang sebenarnya kepada kami."
" Maksud Anda saya lah pelaku penyerangan itu?! Asal Anda ketahui, Pak Rizal! Saya tidak ada hubungan dengan peristiwa itu! Saya semalam ada di Bandung, karena ada acara fashion show di sana. Jika Anda tidak percaya, Anda bisa menghubungi pihak panitia acara. Semalam event itu diadakan di Hotel XX." Agatha bersikukuh menyangkal tuduhan yang diarahkan kepadanya.
__ADS_1
" Apa Anda yakin jika Anda tidak menaruh dendam pada Tuan Gavin, Nyonya Agatha? Bukankah Anda pernah menyebarkan berita tak sedap seputar pernikahan Anda dengan Tuan Gavin di lingkungan rumah orang tua dari Nyonya Azzahra? Dan Anda juga pernah mencoba mempengaruhi Nyonya Azzahra agar Nyonya Azzahra berburuk sangka pada Tuan Gavin. Anda masih tidak rela jika Tuan Gavin menceraikan Anda lalu menikah lagi dengan wanita lain dan ternyata pernikahan Tuan Gavin terlihat bahagia dengan Nyonya Azzahra."
" Mungkin Anda bisa beralibi, karena mungkin bukan Anda sendiri yang mengeksekusinya."
Agatha menelan salivanya mendengar kalimat-kalimat penuh intimidasi yang dilontarkan Rizal. Pria itu memang sengaja membuatnya nampak tertekan.
" Tapi masalah penyerangan itu saya tidak tahu menahu, Pak Rizal! Dan saya tidak terlibat dengan peristiwa itu! Anda jangan menfitnah saya! Saya bisa menelepon pengacara dan menuntut Anda dengan tuduhan pencemaran nama baik!" Agatha nampak menebar ancaman.
" Pencemaran nama baik? Anda tahu tentang pencemaran nama baik? Anda merasa terusik saat Anda dituduh melakukan hal yang menurut Anda tidak Anda lakukan, lalu bagaimana Anda melakukan pencemaran nama baik terhadap Tuan Gavin, Nyonya Agatha?!" Rizal nampaknya tak takut dengan ancaman yang dihembuskan oleh Agatha.
" Saya hanya ingin kerjasama Anda saja, Nyonya Agatha. Tolong beri informasi kepada kami apa yang Anda ketahui tentang penyerangan terhadap Tuan Gavin?!"
" Sekali lagi saya tegaskan, Pak Rizal! Saya tidak tahu dan tidak ada hubungannya dengan penyerangan terhadap Gavin!" Agatha bersikukuh menentang anggapan Rizal yang mendesaknya untuk mengaku.
" Maaf, saya masih punya pekerjaan lain yang mesti saya urus, Pak Rizal. Jadi saya mohon kalian bisa segera meninggalkan tempat saya ini." Agatha berdiri dan melangkah menuju arah pintu dan membuka pintu ruang kerjanya meminta Rizal dan Vito keluar dari ruangannya.
Rizal dan Vito pun akhirnya bangkit dan berjalan ke arah luar ruangan Agatha. Namun sebelum melewati Agatha, Rizal mengeluarkan kartu namanya dan menyodorkan kartu nama milikinya kepada Agatha.
" Jika Anda berubah pikiran dan bersedia memberikan informasi, silahkan hubungi saya, Nyonya!" ujar Rizal.
Agatha pun menerima kartu nama itu namun tak mengatakan sepatah katapun sampai Rizal dan Vito keluar dari ruang kerjanya. Kemudian dia menutup pintunya dan bergegas mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang dengan ponselnya itu.
*
*
*
Bersambung ...
Happy Reading❤️
__ADS_1