KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Are You Ready, Baby?


__ADS_3

Azzahra tersentak saat dia menyadari jika dia telah berbohong terhadap suaminya tentang datang bulan.


" Kamu bohong kalau kamu sedang datang bulan. Benar, kan?" sorot mata Gavin penuh intimidasi terhadap Azzahra.


" I-T-tidak, saya tidak berbohong," tepis Azzahra gugup. " Kalau kamu tidak percaya, lihat itu." Pandangan Azzahra mengarah pada plastik pembalut di atas nakas sehingga Gavin pun menoleh ke arah bungkus plastik itu.


" Mana saya mau lihat." Gavin menyahuti.


" Kamu lihat saja, tuh!" Kembali Azzahra menggerakan mata ke arah yang sama.


" Saya mau lihat yang datang bulannya sebelah mana? Saya butuh bukti kalau kamu benar-benar datang bulan." Tangan Gavin menyibak bagian bawah bathrobe yang dikenakan Azzahra namun dengan cepat Azzahra menepis gerakan tangan Gavin.


" Nggak usah lihat-lihat! Yang namanya datang bulan ya datang bulan," sergah Azzahra.


" Memangnya saya tahu datang bulan itu gimana? Saya 'kan tidak pernah mengalaminya. Makanya saya mau lihat, ingin tahu." Seringai tipis mengembang di sudut bibir Gavin sedangkan tangannya kembali menyibak bagian bawah bathrobe yang melekat pada tubuh Azzahra.


" Jangan!" Azzahra kembali menghalangi dengan memukul tangan Gavin.


" Kenapa? Kau takut ketahuan berbohong, kan?" sindir Gavin menyeringai.


Azzahra hanya terdiam karena suaminya itu sepertinya benar-benar mengetahui kebohongannya.


" Yoga bilang kamu itu wanita lemah lembut, santun dan penurut. Nyatanya ... kamu itu tak lebih dari seorang wanita pembangkang dan kasar. Untung saja Yoga tidak menikah denganmu. Kalau dia tahu aslinya seperti ini, bisa-bisa dia menyesal tujuh turunan, tujuh tanjakan dan tujuh tikungan," Gavin mencibir membuat Azzahra merasa kesal apalagi saat nama Yoga disebut-sebut.


" Kamu tahu, kamu sudah membuat banyak kesalahan? Pertama, bersikap kasar, kedua menolak melayani suami, ketiga berbohong. Kau tahu apa hukuman yang pantas untuk ketiga kesalahanmu itu?" Jari Gavin kini menyusuri wajah Azzahra mulai dari kening hingga kini berpusat ke bibir sang istri. Sejurus kemudian tangan Gavin secara perlahan kembali menarik tengkuk Azzahra dan berbisik, " Kamu ingin belajar cara melayani suami, kan? Saya bisa ajari caranya melayani suami dengan baik." Gavin lalu membenamkan kecupan kembali pada bibir Azzahra. Dan kedua tangan kokoh Gavin kini mengangkat tubuh Azzahra membuat wanita itu terperanjat.


" K-kamu mau apa?" tanya Azzahra saat Gavin merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.

__ADS_1


" Memberikan tutorial cara melayani suami dengan baik." Sepertinya bibir Azzahra sudah menjadi candu untuk Gavin hingga pria itu selalu ingin bersentuhan dengan bibir ranum Azzahra. " Apa perlu divideo agar bisa dilihat oleh istri-istri lainnya yang ingin belajar melayani suami?" Gavin ingin beranjak, sepertinya dia ingin menjalankan ide gilanya itu.


" Jangan ...!!" Namun tangan Azzahra langsung mencengkram baju Gavin hingga Gavin kembali menin*dih tubuh Azzahra.


" Rupanya kamu tak ingin jauh dari saya, ya!" Gavin menyeringai membuat Azzahra harus menahan malu.


Gavin kini menjelajahi leher Azzahra memberi sentuhan dan gigitan kecil pada leher jenjang istrinya itu membuat Azzahra harus berkali-kali menelan salivanya dengan darah yang berdesir akibat sentuhan yang dilakukan Gavin. Sehingga dia tidak sadar jika tangan Gavin kini sudah berhasil membuka bathrobe yang melekat di tubuh Azzahra.


Azzahra yang sedari tadi memejamkan matanya karena berusaha menahan serbuan rasa aneh yang tiba-tiba saja menghinggapinya kini semakin tersentak saat dia merasakan puncak assetnya terasa lembab dan berada dalam rongga mulut Gavin. Sedangkan bagian satunya sudah berada dalam genggaman telapak tangan kekar Gavin.


" K-kamu sedang apa?" Azzahra berusaha mengganggu aktivitas Gavin namun Gavin bergeming. Kini bahkan rongga mulut suaminya itu sudah bergantian menjelajahi bagian yang lainnya. Permainan mulut Gavin begitu lihai mengeksplor kedua bukit Azzahra yang kini nampak menegang karena Gavin terus saja mengecap, memilin dan menggigit membuat gelenyar aneh itu kini kembali menghinggapi Azzahra. Entah kenapa intinya pun kini merasakan sesuatu yang aneh saat Gavin memberikan sentuhan kepada dua assetnya itu.


" Oouugghh ..." tanpa Azzahra sadari suara le*nguhan itu keluar dari bibirnya. Sementara tangannya begitu kuat mencengkram kain sprei.


Gavin yang mendengar le*nguhan keluar dari mulut istrinya membuat has*ratnya semakin bangkit. Apalagi tubuh putih mulus di hadapannya itu membuat sesuatu di bagian bawah perut dia menegang. Gavin segera melepas baju dan celananya kemudian kembali mencium bibir Azzahra apalagi saat dia melihat bibir wanita itu sedikit terbuka, Gavin segera mengarahkan lidahnya memasuki rongga mulut Azzahra yang terasa hangat. Dia kini melu*mat bibir Azzahra penuh has*rat. Azzahra pun kini sudah kehilangan akal sehatnya hingga dia tak menolak apa yang dilakukan suaminya itu.


Azzahra tak merespon apa yang yang suaminya minta, dia hanya pasrah dengan apa yang suaminya itu lakukan karena saat ini untuk menghindar dari pria itu pun rasanya sulit untuk dilakukan. Apalagi tangan terampil Gavin kini sudah menggera*yangi bagian tubuhnya. Hanya le*nguhan dan de*sahan itulah respon yang bisa dia lakukan menghadapi suaminya yang sepertinya sudah bernaf*su untuk menyetu*buhinya.


Azzahra tersentak saat dia menyadari kini dia melihat wajah Gavin menutupi bagian intinya. Suaminya itu sedang memberikan sentuhan dengan permainan mulut di bagian intinya. Seketika Azzahra beringsut, apalagi dia baru menyadari jika pria di hadapannya saat ini sudah bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana boxer, akal sehatnya seakan kembali. Dia sangat malu saat Gavin berada di bawahnya. Dia berusaha lepas tapi sekali lagi Gavin tak membiarkannya. Kini justru dialah yang merasa terbuai dengan permainan memabukkan suaminya itu.


" Ssshhh ... ouugghh ..." Azzahhra kembali mende*sah dengan tubuh sedikit melengkung. Namun tiba-tiba Gavin menghentikan aksinya, pria itu kemudian mengambil ponsel di atas nakas dan mengetikkan sesuatu. Tak lama Gavin kembali menin*dih tubuh Azzahra, Dan setelah membaca doa ketika hendak berhubungan badan dengan sang istri dari panduan di ponselnya, kini bibirnya mengabsen dari ujung kening hingga kini berhenti di inti Azzahra. Saat itulah Gavin membuka celananya hingga kini menampakan senjata ampuh miliknya menegang sempurna.


.


" Aakkhh ..." Seketika itu juga Azzahra langsung menutup matanya dan memekik kaget. " Besar sekali," sambungnya kemudian.


Apa yang dilakukan dan diucapkan Azzahra sontak membuat Gavin terkekeh.

__ADS_1


" Siap menerima yang besar ini?" bisik Gavin di telinga Azzahra membuat Azzahra dengan cepat menggelengkan kepalanya.


" Siap atau tidak siap, yang besar ini sebentar akan masuk ke milik kamu." Gavin kembali menggoda Azzahra.


" Nggak muat, punya kamu besar sekali pasti nggak akan masuk. Saya nggak mau." Azzahra terus menggelengkan kepala dengan tangan masih menutup wajahnya.


" Belum dicoba kenapa bisa bilang nggak muat. Sudah saya ukur kok tadi lubangnya pasti masuk ke dalam dengan selamat." Gavin berseloroh.


" Nggak saya nggak mau, saya takut sakit," sergah Azzahra.


" Sakit sebentar enaknya pasti berkepanjangan."


" Saya nggak mau, Gavin!" ujar Azzahra menyentak. Tapi Gavin tak memperdulikannya. kini pria itu malah mengarahkan ujung senjatanya itu di inti Azzahra siap untuk meluncur ke dalam, namun sebelum melakukan aksinya dia berseru pada Azzahra," Are you ready, baby?"


*


*


*


Bersambung ...


R : Astaga Thor, nanggung baget, sih!


A : Maap, Othor ngantuk 🥱🥱😴


Happy Reading❤️

__ADS_1


'


__ADS_2