KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Sikap Yang Membingungkan


__ADS_3

Semua orang langsung menoleh ke arah pintu saat seorang pria bertanya dengan lantangnya, " Ada apa ini? Apa yang terjadi?" Yoga yang tiba-tiba muncul bersama istrinya terlihat geram, karena aktivitasnya bersama sang istri harus terhenti saat mamihnya menelepon, mengabari jika Azzahra hilang.


" Yoga, pria ini ingin memperkosa Rara," Umi Rara yang mendapati kehadiran Yoga langsung mengadukan apa yang dikatakan putrinya.


Yoga dan Natasha yang mendengar perkataan Umi Rara langsung melebarkan bola matanya.


" Kak Gavin?" Natasha, istri Yoga langsung terkesiap.


Sementara Yoga yang merasakan emosinya semakin berlipat terlihat hendak menyerang Gavin. " Kau ...!" Dengan wajah merah padam antara menahan sesuatu yang belum sepenuhnya tersalurkan ditambah emosi dengan aduan Umi Rara membuat tangannya reflek mengepal dan siap melancarkan tinju ke wajah Gavin namun terlebih dahulu Natasha mencekalnya.


" Mas ..." Natasha menggelengkan kepala, meminta suaminya itu tidak berbuat kekerasan terhadap kakak sepupunya itu. Natasha lalu menoleh ke arah Gavin, seakan menuntut suatu penjelasan.


" Kakak tidak melakukan itu, Alexa," Gavin menggeleng frustasi.


" Bukan tidak melakukan tapi belum sempat melakukan karena keburu ketahuan." Abi Rara terlihat kesal karena pria yang dia duga melecehkan anaknya itu masih saja menyangkal.


" Lantas apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Yoga masih dengan nada emosi, terlebih lagi mengingat pria yang berurusan dengan Rara adalah pria yang pernah sangat mendamba istrinya.


" Saya ... saya hendak menyuruh dia membersihkan baju yang tertumpah minuman yang dia senggol tadi," ungkap Gavin mengatakan alasan yang sebenarnya.


" Jika membersihkan baju kenapa harus ke dalam kamar? Bukankah kamu pemilik hotel ini? Kenapa kamu tidak menyuruh anak buahmu? Kenapa kamu malah menyuruh Azzahra?!" Sembur Yoga.


Natasha sampai harus menenangkan suaminya dengan mengelus punggung Yoga. Hal itu tentu saja tak luput dari pandangan Azzahra, saat ini bukan rasa malu karena kelakuan Gavin yang dominan ia rasa, tapi rasa sakit melihat perlakuan mesra sepasang suami istri itu.


Gavin melirik ke arah Azzahra yang terlihat sedang memandang lekat sosok Yoga.


" Kak, jawab pertanyaan Mas Yoga, kenapa Kak Gavin dan Rara bisa ada di kamar ini berdua?" Akhirnya Natasha pun ikut bertanya.


" Demi Tuhan, Kakak tidak melakukan hal itu, Alexa," sangkal Gavin.


Natasha berpikir sejenak sebelum akhirnya dia mengambil keputusan untuk bicara empat mata dengan sepupunya itu." Emmm ... maaf, saya bisa bicara empat mata berdua dengan Kakak saya?"


" Kakak??" Tentu aja semua orang selain Yoga dan Gavin terperanjat saat Natasha menyebut kata itu, begitu juga dengan Azzahra. Ternyata pria yang telah mempermalukannya adalah sepupu dari wanita yang telah merebut pria yang sangat dicintainya.

__ADS_1


" Yank, kamu mau apa?" Yoga terlihat tak setuju.


Azzahra melihat rasa khawatir Yoga terhadap Natasha, jika Gavin adalah sepupu Natasha kenapa Yoga terlihat tak bersahabat dengan Gavin? Itu yang ada di benak Azzahra.


" Jadi pria ini kakak istri kamu, Yoga?" tanya Abi Rara.


" Gavin, siapa dia?" Dad David pun dibuat bingung dengan perkataan Natasha.


" Iya, Dad. Alexa ini anaknya Tante Nabilla, adiknya Mommy." sahut Gavin.


Dan seketika terjadi reuni kecil keluarga antara Dad David dan Natasha. Hal itu tentu saja membuat orang tua Azzahra kesal karena merasa diacuhkan.


" Maaf, masalah ini bagaimana?" Abi Rara memotong acara reuni keluarga antara Natasha dan Dad David.


" Oh, maaf ... sebaiknya kita bicara di ruangan saya saja," ujar Dad David. " Wan, tolong kamu atur agar kejadian ini tidak sampai diketahui orang lain terutama karyawan hotel ini. Tolong kasih tahu orang yang tadi di bagian cctv kasih tahu agar tidak menceritakan apa yang dilihat di cctv tadi." Perintah Dad David kepada Iwan, asistennya.


" Baik, Tuan." Iwan pun akhirnya meninggalkan mereka. Kini mereka pun berkumpul di ruang kerja Dad David terkecuali Natasha dan Gavin yang sedang berbincang secara terpisah.


" Kesalahpahaman gimana? Bapak sendiri melihat tadi jika anak Bapak itu menyentuh anak kami. Azzahra itu wanita muslimah, dia wanita solehah, dia menjaga kesuciannya dari jamahan para pria. Dan anak Bapak dengan seenaknya saja menyentuh bahkan ingin memperkosa anak saya." sembur Umi Rara.


Azzahra hanya tertunduk, sebenarnya dia merasa malu, apalagi saat ini pria yang sangat dia cintai ada di ruangan sama. Yang terlihat sedang cemas, tapi bukan dirinya yang dicemaskan oleh Yoga, tapi Natasha yang saat ini sedang berbincang dengan sepupu dari wanita itu.


Tak lama Gavin dan Natasha kembali bergabung dengan mereka. Gavin memilih duduk berhadapan dengan Daddy nya, sedang Natasha langsung mendekat dengan Yoga yang langsung mendapatkan rangkulan posesif suaminya itu. Dan aktivitas itu terekam ekor mata Azzahra, membuatnya dia hanya mendesah, menahan serbuan rasa cemburu.


" Bagaimana, Gavin? Apa keputusanmu?" tanya Dad David kepada anaknya.


Gavin menarik nafas dalam-dalam, sebelum akhirnya dia berkata, " Baiklah, jika kalian tetap menganggap saya bersalah dan meminta saya bertanggung jawab atas hal yang telah dituduhkan kepada saya, saya bersedia menikahi anak Bapak dan Ibu, setelah urusan perceraian saya dengan istri saya selesai," tegas Gavin.


Keputusan Gavin membuat beberapa orang yang hadir di sana langsung terkesiap, terutama Azzahra.


Melihat Gavin saja serasa menyeramkan apalagi kalau dia harus menikah dan hidup bersama pria itu. Apalagi saat dia dengar tadi ternyata pria itu sudah beristri membuat air mata luruh di pipinya. " Rara nggak ingin menikah dengan dia, Umi." Isak tangis kembali terdengar dari mulut Azahra.


" Umi juga nggak setuju punya menantu pria mesum seperti dia." Umi Rara menyahuti.

__ADS_1


" Jadi kamu sudah menikah? Dan kamu berani melakukan pelecehan terhadap anak saya. Saya juga tidak sudi punya menantu pria beristri, saya tidak sudi anak saya dituding sebagai perebut suami orang." tegas Abi Rara.


" Berarti kalian tidak setuju jika anak saya menikahi anak kalian?" tanya Dad David.


Abi dan Umi Rara saling memandang sebelum akhirnya bersamaan berucap, " Tentu saja."


" Kalau seperti itu, apalagi yang dipermasalahkan? Anak saya sudah bersedia tanggung jawab, tapi kalian menolak. Apa kalian ingin meminta ganti rugi materi?" tanya Dad David.


" Kami tidak kekurangan materi," tegas Abi Rara.


Dad David mengeryitkan keningnya. " Lalu apa kalian ingin melaporkan anak saya, yang belum tentu tuduhan yang ditujukan kepadanya benar. Apakah itu tidak merugikan nama anak Anda sendiri?"


Abi dan Umi Rara kembali saling berpandangan.


" Kami hanya ingin menuntut pertanggung jawaban dia atas perlakuannya terhadap anak kami," ujar Umi Rara


" Bertanggung jawab dalam bentuk apa?" Gavin memicingkan matanya.


" Bagaimana kalau nanti ada yang tahu apa yang terjadi pada anak saya malam ini? Bagaimana jika nanti tidak ada pria yang mau mendekati anak saya karena tahu kejadian ini?" Umi Rara mengungkapkan kekhawatirannya.


" Kalau tidak ada pria yang akan mendekati anak Ibu, biar saya yang akan menikahi anak ibu," tegas Gavin melirik ke arah Azzahra yang kini terisak di pundak Uminya.


" Tidak! Saya tidak mau kamu jadi menantu saya," sergah Umi Rara.


Tentu saja sikap Azzahra dan orang tuanya membuat orang yang ada di sana kebingungan sambil memijit pelipisnya.


Bersambung ...


Happy Reading❤️.


*


*

__ADS_1


__ADS_2