KISAH CINTA AZZAHRA

KISAH CINTA AZZAHRA
Setelah Badai


__ADS_3

Azzahra dan Gavin saling pandang selepas mobil yang dikendarai Mang Ucup meninggalkan halaman villa milik Mommy Amanda.


" Kak ..." Azzahra memeluk tubuh kekar Gavin sekan ingin melepas kerinduan yang sangat mendalam karena ulah Abi dan ayah mertuanya.


" Honey, aku senang kita bisa bersama lagi." Gavin pun melakukan hal yang sama dengan istrinya. Dia pun merengkuh tubuh ramping istrinya yang berbalut gamis


" Aku sungguh-sungguh putus asa tadi, Kak." lirih Azzahra.


Gavin teringat ucapan Abi Rara yang mengatakan jika istrinya itu sampai mengancam akan bunuh diri karena menolak diajak pergi.


" Honey, aku tidak bisa membayangkan jika kau sampai nekat melakukan hal itu," ucap Gavin tidak dapat menyembunyikan rasa khawatirnya.


Azzahra mendongakkan kepalanya.


" Melakukan apa, Kak?"


" Bunuh diri. Honey, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau kau sampai nekat melakukan hal itu." Gavin menangkup wajah istrinya.


" Aku juga nggak serius ingin melakukan hal itu, Kak. Aku nggak ingin Kak Gavin nantinya mencari wanita lain atau kembali kepada mantan kekasih Kak Gavin." Azzahra mencebik.


" Kenapa kau berpikir seperti itu?"


" Abi yang menakutiku, Kak." Azzahra bergelayut manja dalam pelukan suaminya.


" Hmmm, tapi mungkin benar apa yang dikatakan Abimu. Kalau kau sampai melakukan hal itu, tentu aku nggak mau menjadi duda lama-lama." Gavin terkekeh membuat Azzaha memberengut.


" Kak ..." Azzahra mencubit pinggang suaminya.


" Aku hanya bercanda, Honey." Dan Gavin pun semakin mengeratkan pelukannya lalu membawa Azzahra masuk ke dalam Villa kembali.


" Honey, kau tahu, aku tadi sempat ke Bogor ke rumah orang tuamu," ujar Gavin saat mereka sudah berada di dalam kamar.


" Ke Bogor? Bukannya Kak Gavin bilang akan ke Bandung bersama Papa?" Azzahra terkesiap saat mendengar suaminya itu mengatakan jika pria itu sempat pergi ke Bogor.


" Iya rencananya memang begitu. Tapi saat Dad bilang kalau Abi membawamu pergi tadi pagi, aku kalap dan langsung memutuskan untuk ke Bogor." Gavin menceritakan drama yang telah dilalui pagi tadi.


" Waktu aku sampai di Bogor ternyata kamu sudah pergi aku semakin panik, Honey. Dan saat Dad mengabari jika kamu dibawa ke Bandung, aku langsung menyusul ke Bandung ini."


" Ya Allah, Kak Gavin pasti capek sekali harus bolak-balik seperti itu." Azzahra kembali memeluk Gavin. Ada rasa bersalah di hatinya walaupun ini terjadi bukan karena ulahnya.


" Rasa lelah yang menderaku tidak sebanding dengan kebahagian yang aku rasakan saat aku bisa bersamamu kembali seperti sekarag ini, Honey." Gavin mengecup kening Azzahra dengan penuh perasaan.


" Bukan kau saja yang merasakan kegelisahan. Aku pun merasakan hal yang sama, Honey. Aku takut jika benar kita akan berpisah. Aku tidak ingin kehilangan kamu." Gavin mengeratkan pelukannya pada tubuh Azzahra. Rasanya dia bahkan enggan untuk melepas pelukan itu.


" Aku nggak menyangka Abi bisa melakukan sandiwara itu, Kak. Tapi aku juga merasa berdosa sekali sudah berburuk sangka pada Abi," sesal Azzahra.

__ADS_1


" Itu semua pasti karena Dad yang mempengaruhi Abimu." Gavin mulai memahami karakter Daddy nya itu.


" Setelah ini aku berharap semoga rumah tangga kita berjalan tentram dan baik-baik saja." Gavin berharap.


" Dan Kak Gavin juga jangan menyembunyikan apapun dariku lagi," pinta Azzahra mengingat masalah Jovanka, suaminya sengaja menahan untuk menceritakan hal itu kepada dirinya.


" Iya, Honey. Aku berjanji akan selalu terbuka denganmu," janji Gavin.


***


Gavin dan Azzahra sedang melakukan aktivitas yang membuat mereka berpeluh. Sepertinya mereka benar-benar bisa menikmati percintaan mereka dengan tenang setelah badai yang benar-benar menguras emosi dan membuat lelah jiwa dan raga, khususnya untuk Gavin yang harus pulang pergi Jakarta-Bogor tiap dua hari sekali. Belum lagi harus bisa menahan emosi karena menerima penolakan dari ayah mertuanya itu.


" I love you, Honey." bisik Gavin, seraya menggerakkan tubuh bagian bawahnya di inti istrinya.


" Kak, aku nggak tahan ..." Azzahra meracau karena serbuan ga*irah yang melandanya.


" Tahan, Honey ... sebentar lagi mau keluar." Gavin mempercepat gerakannya.


" Kak ... ampun, aaakkhh ..."


" Oouugghh..." Gavin menghentikan gerakannya saat dia pun sudah merasakan pelepasan. Dan dia menjatuhkan tubuhnya dengan nafas tersengal di sebelah istrinya.


Gavin lalu memeluk tubuh polos Azzahra.


" Benar, Kak. Kita juga nggak usah takut lagi akan ketahuan Abi." Azzahra terkikik menutup mulutnya, mengingat percintaan terakhir mereka terjadi secara sembunyi-sembunyi dari Abinya.


" Abimu cocok dapat piala Oscar untuk kategori The Best Actor menyaingi Leonardo di Caprio dan Dad David untuk kategori The Best Director." Gavin terkekeh.


" Oya, Kak. Apa Kak Gavin akan mengenalkan ku dengan William?" tanya Azzahra tiba-tiba.


" Kenapa? Apa kau ingin bertemu dia?" Gavin balik bertanya.


" Apa aku boleh mengenal dia? Karena kelak William akan dewasa, mungkin dia juga akan tahu siapa Papa dia yang sebenarnya. Dan saat itu tiba, aku ingin William juga mengenal aku sebagai istri Kak Gavin. Aku nggak ingin jika dewasa nanti dia jadi membenciku, Kak." Azzahra menyampaikan kecemasannya.


" Tidak, Honey. William tidak mungkin membencimu. Aku yakin Jovanka tidak akan menanamkan rasa benci itu kepada William. Dan karena itu juga aku membuka komunikasi dengan Jovanka. Aku ingin sedari dini William mengenalku walaupun kini dia belum tahu jika aku adalah Papanya." Gavin berucap bijak.


" Kak Gavin masih berkomunikasi dengan Kak Jovanka?"


" Hanya untuk menanyakan seputar kabar William, tidak lebih, Honey." Gavin mencoba meyakinkan Azzahra agar tidak merasa khawatir.


" Dulu Kak Gavin pasti sangat mencintai Kak Jovanka, ya?" Walau mencoba untuk disangkal, namun tidak bisa dipungkiri ada sedikit rasa cemburu di hati Azzahra mendengar nama Jovanka.


" Itu hanya masa lalu, Honey. Dan itu tidak untuk terus diungkit, karena aku kini sudah memiliki masa depan yang Insya Allah akan menemaniku sampai akhir hidupku,"


Azzahra menatap sosok pria di sampingnya dengan senyuman di bibirnya. Dia tidak menyangka jika pria yang dulu dia kenal sangat menyebalkan dan selalu membuat dirinya kesal itu kini nampak sangat berwibawa dan bijak dalam sikap dan tutur katanya.

__ADS_1


" Aku bangga denganmu, Kak." Kini tangan Azzahra mengusap wajah tampan suaminya itu.


" Apa yang kau banggakan dariku, Honey? Aku hanyalah pendosa ..." Gavin merendah.


" Tidak, Kak. Buatku Kak Gavin adalah pria terbaik," ungkap Azzahra


" Benarkah? Lalu bagaimana dengan Prayoga Atmajaya? Bukankah kau juga memuja dia?" Gavin memainkan alisnya menggoda Azzahra.


" Itukan masa lalu, Kak!" Azzahra mencebikkan bibirnya, tak suka digoda soal suami dari Natasha itu.


" Hahaha ... aku pikir kau tidak bisa move on dari dia," sindir Gavin kembali.


" Kak ... sudah deh, jangan bahas itu lagi." Azzahra mencubit pinggang Gavin.


" Aawww ... kok dicubit, Honey? Sakit, tau!" Gavin pura-pura kesakitan padahal cubitan Azzahra sama sekali tak berasa untuknya.


" Kak Gavin menyebalkan, sih!" Bibir Azzahra mengerucut.


" Yakin menyebalkan? Kalau menyebalkan kenapa selalu ditangisi saat berjauhan? Kenapa bilang nggak mau dipisahkan dariku? Kenapa nekat mau kabur juga saat Abi ingin membawamu pergi? Kenapa juga sampai mengancam mau bunuh diri segala? Kenapa hayo, kenapa?" Gavin menggelitik pinggang Azzahra hingga Azzahra tertawa karena merasa kegelian.


" Kak, geli ..." Azzahra tak berhenti ketawa.


" Minta ampun dulu sudah mengatakan aku menyebalkan!" Gavin mengajukan syarat.


" Maaf, Kak."


" Yang benar minta maafnya! Masih ingat 'kan apa yang diajarkan Alexa?"


Azzahra membelalakkan matanya mendengar Gavin menyebutkan soal ilmu yang diajarkan oleh Natasha. Namun tak lama Azzahra pun melakukan apa yang pernah diajarkan oleh adik sepupu suaminya itu.


" Kak Gavin, Sayang. Maafkan istrimu ini, ya!" Tubuh Azzahra kini berada di atas Gavin. Dia pun langsung menautkan bibirnya dengan bibir tebal suaminya itu.


Tentu saja apa yang dilakukan Azzahra membuat Gavin terkesiap, namun tak lama seringai tipis langsung terbit di sudut bibirnya. Dan perlu menunggu waktu lama dia langsung memperdalam pagutan bibir mereka dan membawa kembali istrinya itu tenggelam ke dalam lautan kenikmatan yang tiada terkira.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️


"

__ADS_1


__ADS_2