Kita, Tanpa Aku

Kita, Tanpa Aku
EXTRA - MENIKAH INSTAN


__ADS_3

5 Bulan kemudian di sore hari yang cerah, panasnya sinar senja tersamarkan semilir angin berhawa dingin. Sejuk menerpa rambut-rambut halus di lengan Keven. Segar menyusup di sepasang lubang hidung yang menghirup udara dalam-dalam.


Dari atas balkon, mata pria beranak satu itu bagai tersenyum pada pemandangan di bawah sana. Tidak jauh di jalanan komplek perumahan, tepat pada beberapa anak-anak yang bermain kejar-kejaran. Ada pula balita yang sibuk kabur saat disuapi.


Sejenak Keven menyipit, menelisik dan menelusuri keberadaan sepasang lansia. Dua orang yang bersikeras ingin membawa cucu pertamanya menikmati udara sore tidak jauh dari rumah. Sekaligus melatih kaki renta yang sering kesemutan.


“Kyaaa …!”


Terperanjat, Keven berlari tergesa dengan pikiran berkecamuk. “Kenapa, Sayang?” teriak Keven panik. Terbayang air ketuban yang membasahi betis Yuki. Maklum, sudah tiga hari berlalu ia menjadi suami siaga pada HPL yang semakin dekat.


Mengernyit dalam, nafas yang memburu itu terbuang kasar lewat mulut. Yuki tidak meringis kesakitan seperti yang terlintas di benak Keven, melainkan tengah duduk selonjoran dengan tawa riangnya.


“Kenapa, Sayang?” tanya Keven lagi, masih dengan ekspresi panik. Duduk di sisi ranjang, menyelipkan helaian rambut Yuki ke belakang telinga. Sejenak ia amati tubuh sang istri.


“Novel yang aku tungguin akhirnya mau update lagi, By. Udah setahun lebih hiatus gak jelas. Ini juga katanya di update ulang. Ganti judul dari not friends with benefits jadi menikah instan. Dikira mie instan kali ya buat judul pakai instan-instan.”


Menyugar rambutnya, Keven tampak bernafas lega. “Ya ampun, Sayang. Kamu bikin aku kaget tau.”


“Karena ini emang berita mengejutkan, Cintaku, Papanya Leo. Authornya ini bener-bener mageran. Tapi gak apa-apa yang penting akhirnya comeback. Yes!!”


“Suka banget ya?”


“Bangeet, By.”


“Istriku ini hobi banget baca novel online,” ucap Keven sambil menangkup gemas pipi gembul Yuki.


“Seru. Banyak ilmu juga. Apalagi kalau novelnya nganu …,” kalimat Yuki menggantung, mendayu manja seiring sorot lurus penuh makna. Kedua alisnya pun naik-turun serentak disertai senyuman nakal.


“Jangan baca yang aneh-aneh.”


“Siapa juga yang baca aneh-aneh. Kebetulan aja isinya ada yang plus-plus. Itu juga tipis-tipis. Apalagi novel si author mageran, kayaknya gak berani nulis yang panas-panas. Amatir.”


“Jadi malam ini ada kursus gaya baru lagi?” tanya Keven tepat sasaran. Terbukti wajah yang masih ditangkup mesra itu bersemu merah disertai kepala yang mengangguk kecil.


“Katanya gak baca yang aneh-aneh,” ucap Keven telak. Sukses memanyunkan bibir Yuki.

__ADS_1


“Ih, dasar nyebelin! Kan udah bilang gak baca aneh-aneh. Kalau tiba-tiba di tengah bacaan isinya nganu gitu ya mau gimana lagi. Nanggung dong di skip. Lagian kamu suka. Ngaku, iya kan? Lihat aku pakai daster mini aja bola mata kamu bergetar. Beruntung banget kamu punya istri kayak aku. Udah cantik, pinter, rajin ngajak duluan, kreatif lagi.”


Bagai pajangan kucing hoki Keven mengangguk patuh. Ia membenarkan setengah celotehan Yuki. Sisanya agak diragukan. Yuki memang terkadang kelewat nakal dan terlalu liar jika kepo sudah merasuki jiwa.


“Oya, By, ada kabar dari temen kamu itu?”


“Temen?” Keven mengernyit. Sebelah alisnya naik.


“Itu loh yang ibu Dimas ternyata pengasuh anaknya.”


“Bukan urusan kita, Sayang. Biar Dimas sendiri yang selesaikan masalah keluarganya.”


“Apaan sih, By. Bukan mau ikut campur. Cuma mau tau Dimas udah ketemu ibunya atau belum. Itu bocah gak balas chatku. Nita juga ponselnya gak aktif.”


“Makanya kebiasaan kepo dikurangi.”


“Bukan kepo, cuma mau tau. Kan kita semua gak sengaja ketemu waktu ulang tahun Elly. Kayak takdir dan kebetulan yang bersatu,” ucap Yuki tiba-tiba mendramatisir.


“Coba temen kamu waktu itu gak mau nitip sesuatu dan gak buru-buru ngejar penerbangannya, pasti gak ketemu. Terus pas banget waktu mereka hampir mau pergi, Dimas datang. Tau gak sih, By … aku tuh udah ngerasa familiar, eh ternyata ibunya Dimas. Pantas, aku kan pernah lihat foto lama mereka,” lanjut Yuki berucap. Ada lega, kesal, kecewa dan pengharapan dari intonasi suara yang menggebu-gebu.


“Sayang ….”


“Aduh, By, mules kayak pengen … tapi,” keluh Yuki, “aduh. Minggir, By. Mules … mules banget.”


“Iya-iya, pelan-pelan, Sayang.”


“Bantuin bangun dong!” rengek Yuki tidak sabaran. Padahal Keven sudah memegangi kedua lengannya.


“Sayang, kamu mules kenapa jadi keringatan gini?” ucap Keven cepat.


“Kamu ini, mana aku tau! Mulesnya kok sakit banget, ya?”


“Jadi mules atau sakit? Masih bisa jalan? Atau mau digendong ke toilet?”


“Ya ampun, By!!” ucap Yuki dengan suara rendah tertahan. Menggeram sambil menekan pinggangnya.

__ADS_1


“Sayang, kenapa?” Keven panik. Kelopak matanya mengerjap cepat dengan nafas tercekat.


“Ini tuh mau ngelahirin bayi, bukan tai!”


“Hah? Bayi?! Kamu mau lahiran?”


Dalam satu kedipan mata yang membulat lebar, situasi itu langsung berubah riuh penuh drama. Ini bukan pengalaman pertama, tapi kepanikan selalu mendominasi, seolah ialah pemeran utama.


Berbekal pedoman suami siaga, Keven meraup segala hal yang sudah dipersiapkan dan ia hafalkan jauh-jauh hari.


Kini tas jinjing persiapan persalinan sudah dibawa, namun hingga kaki menapak di anak tangga terbawah, Keven tetap melupakan satu hal paling penting.


"PAPA LEO!!!" teriak Yuki menggema. Berjalan lambat menikmati kontraksi seorang diri di lantai atas. Menggeleng jengah pada kepanikan Keven yang sama sekali tidak berkurang. Hebohnya tetap sama seperti saat menyambut kelahiran Leo.


...****************...



Blurd :


“Nikah, yuk?”


“Ayuk.”


Dari settingan menjadi saltingan. Bintang dan Lintang harus menggores kisah masing-masing dalam lembaran yang sama, tentu mereka bukan teman ranjang biasa.


Ajakan yang semula dikira candaan justru menjerat dalam label nikah muda, bahkan di usia Lintang yang belum genap 20 tahun.


Lalu, bagaimana keduanya mengarungi hari-hari setelah resmi melepas julukan si gagal move on dan jomblo abadi?


Akankah pernikahan itu bertahan sedangkan restu orang tua tidak sepenuhnya mereka dapatkan?


...----------------...


Simak kisah Bintang dan Lintang hanya di Menikah Instan.

__ADS_1


__ADS_2