Kita, Tanpa Aku

Kita, Tanpa Aku
Lux Fantasy


__ADS_3

“Aku butuh kamu, Kev. Kamu lihat sendiri kan kalau Saka selalu belain perempuan itu?” Ucap Alia memelas, sudut matanya basah menatap pilu Saka yang tertawa riang bersama Yuki.


Jauh di sudut yang terlihat dari balik dinding kaca restoran, tertutup sedikit dengan rimbunnya tanaman hias, di sana Yuki menertawakan dirinya dan Dimas yang berbagi mantel hujan dalam cerita versi Saka.


Tidak ketinggalan obrolan seputar Keven yang membuat Yuki banyak mendapatkan informasi baru. Kopi susu andalan dengan ekstra susu, telur ceplok matang sempurna, tidak suka pare, benci dengan serangga bernama belalang dan sedikit cerita awal mula mereka membangun sebuah restoran bernama Lux Fantasy yang rupanya bermula dari cita-cita seorang Adelia Larina atau yang biasa dipanggil Alia.


Kata lux dari Lux Fantasy sendiri aslinya bukan merupakan singkatan dari luxury atau yang berarti mewah. Namun dari kata ‘lak’ yang diambil dari satu huruf depan nama Louis, Adelia dan Keven.


Setiap kalimat yang terucap oleh bibir Saka benar-benar membuat Yuki iri pada sosok Alia yang dicintai 2 laki-laki hebat itu. Iya, hebat menurut Yuki.


Dengan bibir yang selalu tersenyum tapi hati yang tercubit, Yuki berharap dirinya bisa bertukar perbincangan dengan Keven yang sulit untuk didekati, meraih cinta Keven suatu hari nanti. Jika boleh serakah, maka Yuki ingin keserakahan itu ia tuntutkan pada Keven.


Meremas kepalan tangannya, Keven merasa geram dengan Saka, sahabatnya yang sejak dulu gemar tebar pesona. Apa lagi kini yang tertangkap lensa mata sedang tertawa lepas bersama Yuki. Dalam otak Keven, ia sangat tau pasti Yuki yang sudah merayu habis-habisan. Terbukti pada dirinya yang juga menjadi salah satu korban Yuki.


Jatuh cinta? Suka? Omong kosong.


“Iya, Al. Aku akan selalu ada buat kamu, nanti aku pasti kasih tau Saka untuk lebih jaga perasaan kamu, supaya dia juga jauh-jauh dari Yuki.” Ucap Keven menenangkan Alia, manik matanya melirik pada Alia yang fokus menatap Saka. Padahal Keven sudah pernah memperingati Saka agar tidak menyakiti Alia.


Menoleh gugup, tanpa sadar Alia mencengkeram erat lengan Keven. “Jangan, Kev. Aku gak mau Saka jadi marah sama aku karena terlihat terlalu cemburuan.” Cegah Alia pada Keven, sedikit gelagapan yang terlihat teramat takut kehilangan Saka, begitulah yang Keven tangkap.


“Jadi aku harus gimana, Al?” Ucap Keven putus asa, rasanya sesak berada diantara kedua sahabat yang sudah menjalin kasih, apa lagi posisinya yang juga menyimpan rasa yang sama pada Alia, namun jelas tidak terbalaskan.

__ADS_1


“Aku gak tau, Kev. Aku gak tau apa yang Yuki lakuin ke Saka sampai dia sering banget bahas tentang perempuan itu. Aku ini pacarnya. Dia bilang udah sayang, cinta dari lama, tapi entah dia sadar atau nggak selalu ada nama Yuki diantara kami. Padahal setau aku dia itu baru kerja di sini.” Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, Alia berucap lirih disertai isakan kecil. Tentu saja isakan tangis palsu.


Hubungan Alia dan Saka terjalin belum sampai satu bulan, baru beberapa hari, tapi rasanya menyebalkan saat Saka menyebut nama perempuan lain. Sebenarnya wajar Alia cemburu jika Saka menyebutkan nama perempuan lain. Hanya saja Saka tidak pernah menyebut nama Yuki setiap waktu. Ada kalanya saat membahas Keven maka nama Yuki akan ikut mengalir begitu saja.


Jujur saja Alia membenci hal itu. Alia pikir dengan menerima pernyataan cinta Saka bisa membuat dirinya lebih mudah mengendalikan Saka. Mengenai Keven, Alia juga tau betul jika Keven pernah mencintai dirinya, bahkan Alia yakin perasaan Keven belum berubah sedikitpun.


Perhatian yang Keven berikan cukup bagi Alia untuk menarik kesimpulan bahwa masih ada ruang berisi dirinya di relung hati terdalam Keven. Oleh karena itu, Alia tidak ingin membagi perhatian Keven dengan Yuki.


Meski Keven terlihat dingin dan acuh, tapi pernah tanpa sengaja Alia mendapati seulas senyum tipis Keven terlukis saat Saka menyinggung tingkah konyol Yuki bernyanyi lagu anak-anak dalam posisi berbaring di kursi panjang dengan kepala terbalik menggantung di ujung kursi.


Berbeda dengan Keven yang sejak kecil selalu menjaga dirinya, maka Saka adalah tipe laki-laki yang harus ditaklukkan dan diikat dalam suatu hubungan terlebih dahulu agar Alia tidak kehilangan karena ditinggal pergi menjauh.


Egois, Alia tau itu. Ia tidak perduli jika harus mengambil langkah ekstrim sekalipun. Sejak kecil Alia selalu mendapatkan apa yang dirinya inginkan, maka kini yang Alia inginkan adalah seluruh perhatian Saka dan Keven hanya tertuju untuknya.


Seandainya kondisi ini disamakan dengan saat Saka menjalin kasih dengan beberapa perempuan sebelumnya, jelas Alia tidak akan ambil pusing. Karena meski Saka berstatus pacar orang, namun tetap Alia yang diutamakan dan tidak pernah sekalipun ada nama perempuan lain yang disebutkan.


Akan tetapi kali ini harus Alia buat pengecualian. Alia sangat menyadari hadirnya rasa yang berbeda dari kedua sosok laki-laki yang selalu mengutamakan dirinya itu jika berkaitan dengan Yuki. Entah tawanya, senyumnya atau bahkan suasana yang berubah ceria saat nama Yuki terucap dari bibir Saka.


Melampiaskan kekesalannya pada sosok Yuki yang seolah mencuri perhatian Saka dan Keven, sebuah tekat muncul di hati Alia untuk segera menyingkirkan Yuki. Posisi yang hanya seorang pramusaji seolah membuat Alia semakin memandang Yuki remeh.


“Apa kamu gak bisa pecat Yuki dari sini?” Tanya Alia tiba-tiba. Suaranya seolah memohon, bukan sekedar pertanyaan basa-basi.

__ADS_1


Jelas saja Keven tersentak oleh pertanyaan Alia. Bukan tidak mungkin dirinya bisa memecat Yuki begitu saja, namun semua itu harus ada prosedur disertai alasan yang jelas. Bukan karena dirinya bos bisa semena-mena, apa lagi dapat dipastikan Saka tidak akan setuju pada keputusan Keven yang seenaknya memecat Yuki.


...----------------...


“Jangan jadi perempuan murahan yang merayu semua laki-laki!” Ucap Keven ketus, ia membelokkan setir kemudi mobilnya pada jalanan area kompleks perumahan yang Yuki tunjukkan sebagai arah menuju rumahnya.


Tersenyum malu-malu, Yuki berpikir Keven sedang dalam suasana hati memburuk karena cemburu. Mengambil sudut pandang yang terlalu positif hingga Yuki tidak menyadari bahwa perkataan Keven sedang menghina dan menghakimi dirinya.


“Memang Mas Keven beli aku sampai tau kalau aku murah?” Tanya Yuki dengan suara mendayu yang mengalun lembut. Rasanya Yuki ingin mengucapkan kalimat itu sambil berbisik di telinga Keven dan menghadiahi gigitan gemas.


“Kalau Mas Keven mau beli aku juga aku gak mau.” Lanjut Yuki berucap sambil memerhatikan Keven yang memusatkan pandangannya pada jalanan lurus berhias speed bump di depannya. “Dari pada dibeli mending dinikahin. Mas Keven mau nikahin aku gak? Atau minimal pacaran dulu yuk.. Aku baik kok. Udah cantik, penurut, rajin menabung, gak bikin dompet kering juga, soalnya aku bisa diajak jajan hemat.”


...****************...


*


*


*


Maaf UP nya telat. Kali ini bukan niat ku gak UP di tanggal 4, tapi mendadak di tempat ku ada gangguan sinyal Internet😔 Udah pakai 4G tapi gak bisa buka apapun, padahal balok sinyal full. Di coba turun 3G sama 2G juga tetap aja, memang gangguan.

__ADS_1


Apa teman-teman yang baca juga kena gangguan sinyal buruk dadakan?🤔


__ADS_2