
Menjelang sore hari, Arga Mahesa meminta kepada Arya Wijaya menunggu dihalaman rumah, sebab dihari itu juga pelatihan pertamanya akan langsung dimulai. Setelah mengetahui kualitas tulang miliki Arya Wijaya terbilang sangat rapuh, tampaknya membuat Arga Mahesa ingin meningkatkan kualitas tulang milik Arya Wijaya, agar bisa mengimbangi menu latihan yang akan dia berikan.
Arga Mahesa berpikir jika dia langsung memberi latihan berat kepada Arya Wijaya maka sudah dipastikan tulang anak itu tidak mampu untuk menahan beban dari latihan fisik yang dia berikan kepadanya.
Beberapa saat kemudian, setelah Arga Mahesa berbicara dengan Baduga Maharaja mengenai latihan yang akan dia berikan kepada Arya Wijaya. Arga Mahesa berjalan keluar dari ruangan Baduga Maharaja menghampiri Arya Wijaya yang berada dihalaman rumah.
Saat melihat kedatangan Arga Mahesa firasat Arya Wijaya menjadi tak enak. Dia masih berpikir jika pria itu mungkin saja akan memberi latihan berat kepadanya sebab masih merasa kesal dengan kejadian semalam.
Entah kebetulan atau tidak secara tiba-tiba Arga Mahesa meminta Arya Wijaya untuk menghancurkan batu seberat 10 ton hanya dalam sekali pukul. Tentu permintaan Arga Mahesa tidak dapat dilakukan oleh Arya Wijaya, karena mustahil baginya untuk menghancurkan batu seberat 10 ton hanya dalam sekali pukul.
Tetapi melihat raut wajah serius Arga Mahesa ketika memberinya perintah membuat Arya Wijaya terpaksa melakukannya meskipun jelas bahwa itu akan sia-sia saja.
Sebuah pukulan keras dilayangkan oleh Arya Wijaya kearah permukaan batu. Batu itu tidak bergerak sedikitpun ketika dipukul oleh Arya Wijaya, bahkan tidak ada retakan sehelai rambut pun di permukaannya.
Arya Wijaya mengibaskan tangannya yang kesakitan setelah memukul batu itu, dia berpikir kalau kali ini tangannya benar-benar akan remuk.
Melihat tidak ada retakan sedikitpun di batu itu membuat Arga Mahesa merasa sedikit kecewa dan berpikir kalau dia harus benar-benar melatih fisik Arya Wijaya dari yang paling dasar.
"Arya... Ada apa denganmu, hanya menghancurkan batu kecil seperti ini saja kamu tidak bisa?"
Arga Mahesa menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepala sebab melihat Arya Wijaya begitu lemah tidak seperti murid-muridnya dulu.
__ADS_1
Mendengar komentar dari Arga Mahesa jelas membuat Arya Wijaya langsung mengumpat kepada pria itu. Bagaimana pun juga dia hanyalah seorang anak biasa berusia 5 tahun, meski menggunakan tubuhnya yang ada di bumi dulu tetap mustahil untuk menghancurkan batu seberat 10 ton.
"Maaf guru, tetapi mustahil bagiku untuk menghancurkan batu kecil yang Anda maksud. " Arya Wijaya tertawa masam saat meminta maaf kepada Arga Mahesa.
Arga Mahesa kemudian berjalan mendekati batu itu dan menyentuh permukaannya menggunakan satu jari. Hanya dengan tekanan kecil saja langsung membuat batu itu hancur menjadi serpihan kerikil.
Mulut Arya Wijaya menganga saat menyaksikan Arga Mahesa hanya menggunakan satu telunjuk jari dengan mudahnya menghancurkan sebongkah batu besar dan menjadikannya serpihan kerikil.
Apa yang telah dilakukan oleh Arga Mahesa sudah diluar akal sehat Arya Wijaya. Jika dia menceritakan kejadian itu kepada orang di tempatnya dulu, maka jelas dirinya akan dianggap sudah tidak waras oleh semua orang.
"Apa kamu sudah melihatnya? Tidak ada yang mustahil didunia ini jika kamu mau dan berusaha untuk dapat melakukannya."
Arya Wijaya mengangguk paham seraya menatap Arga Mahesa dengan penuh kekaguman. Sekarang Arya Wijaya berpikir kalau dirinya sangat beruntung karena tidak dijadikan bubur daging oleh Arga Mahesa setelah kejadian semalam.
Hal pertama merupakan tingkatkan ranah seorang Pendekar, dimana total ada sepuluh ranah didunia itu dan ada sembilan tingkatan yang harus dimiliki seorang Pendekar agar ranah mereka bisa naik dari satu ke-dua.
Dimulai dari terendah ada Penempaan Tubuh ( 9 ) Pembentukan Inti ( 9 )Penguasaan Qi ( 9 ) Penyempurnaan Roh ( 9 ) Jalan Surgawi ( 9 ) Petarung ( 9 ) Bumi ( 9 ) Raja Bumi ( 9 )Kaisar ( 9 ) Penguasa Alam ( 9 ).
Ranah seorang Pendekar bisa dinaikkan ketika mereka mengkonsumsi sebuah pil khusus untuk Kultivasi. Sementara itu Kultivasi sendiri merupakan sebuah teknik menyerap energi alam atau Qi yang bisa memperkuat tubuh seorang Pendekar. Bahkan usia dan penampilan seorang Pendekar bisa awet muda semakin tinggi ranah mereka.
Arga Mahesa kemudian menjelaskan mengenai kualitas tulang yang dimiliki oleh Arya Wijaya saat ini yaitu Serigala Perunggu, dimana jenis tulang ini biasanya dimiliki oleh seorang bayi baru lahir.
__ADS_1
Kualitas tulang sendiri meliput Serigala perunggu, Serigala perak, Serigala emas, Harimau muda, Harimau besi, Harimau Dewasa, Naga angin, Naga bumi, Naga ilahi.
Semakin tinggi kualitas tulang seorang Pendekar, maka dia akan semakin kuat dan dapat terhindar dari cidera tulang. Untuk meningkatkan kualitas tulang biasanya seorang Pendekar akan mengkonsumsi daging hewan iblis, atau jika tidak mau menghadapi resiko bisa menggunakan ramuan dari seorang Alkemis.
"Saya mau bertanya guru, apa kualitas tulang milik guru sekarang?" Arya Wijaya sebenarnya sudah berpikir jika kualitas tulang milik Arga Mahesa pasti ada ditingkat atas.
Arga Mahesa tersenyum tipis kemudian mengatakan jika kualitas tulangnya tidak menggunakan hitungan yang dia katakan sebelumnya. Hal ini membuat Arya Wijaya merasa sangat kebingungan pastinya.
Tetapi segera Arga Mahesa menjelaskan kepada Arya Wijaya, bahwa dirinya menggunakan teknik lain hingga kualitas tulangnya sangat berbeda dengan yang digunakan Pendekar normal.
Arga Mahesa mempelajari teknik pembentukan tulang Naga. Totalnya ada tujuh tingkatkan dalam kualitas tulang Naga yaitu, Naga Muda, Naga Remaja, Naga Dewasa, Naga Besi, Naga Emas, Naga Berlian, Dewa Naga.
Kualitas tulang Arga Mahesa berada pada tingkat Dewa Naga. Jika dibandingkan dengan Kualitas tulang Pendekar normal, maka perbandingannya adalah 10 banding 100.
Perbandingan itu sudah membuat Arya Wijaya menyadari seberapa kuatnya tulang milik Arga Mahesa, apalagi saat mengetahui Kualitas tulang Arga Mahesa lebih kuat dari milik Baduga Maharaja dan Hyman Nirwasita.
Tidak heran bila Baduga Maharaja mempercayakan Arga Mahesa untuk melatih fisik Arya Wijaya. Baduga Maharaja sendiri berharap setidaknya Arga Mahesa bisa membuat Kualitas tulang Arya Wijaya berada pada tingkat Naga Remaja, meskipun agak mustahil karena setidaknya Pendekar tingkat tinggi sekalipun akan memerlukan waktu 1000 tahun untuk sampai pada tingkat itu jika Arga Mahesa mau mengajari mereka.
Tetapi Arga Mahesa jelas tidak mengajarkan teknik penguatan tulang ini kepada sembarangan orang, bahkan Baduga Maharaja dan Hyman Nirwasita sekalipun. Hanya Arya Wijaya saja yang akan dia ajarkan dan warisi teknik itu hingga bisa sampai ketitik tertinggi.
Hanya tentang ranah dan kualitas tulang saja yang Arga Mahesa sampaikan kepada Arya Wijaya, karena dari sekian banyak teknik yang dia miliki hanya kualitas tulang saja yang akan Arga Mahesa ajarkan sesuai kesepakatan.
__ADS_1
Tetapi Arga Mahesa yang memiliki sifat ingkar pastinya akan mengajari Arya Wijaya beberapa teknik lain yang dia miliki, meski sudah menjadi bagian Baduga Maharaja dan Hyman Nirwasita.