Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Riset Kebahagiaan Masyarakat Kota Madya


__ADS_3

Masih di aula utama, Arya kini tengah membuat rancangan bangunan yang akan digunakan sebagai markas militernya. Nantinya rancangan tersebut akan Arya berikan kepada Rajendra untuk dipelajari lebih lanjut sebelum memulai pembangunan.


Di aula utama Arya tidak sendirian melainkan bersama dengan Putri Amanda. Entah mengapa Arya merasa ada yang janggal dengan situasi dimana di aula tersebut hanya ada dirinya dan wanita cantik itu saja.


Baik para pelayan maupun penjaga tidak ada satupun dari mereka yang berada di aula utama. Tetapi Arya tidak mengambil pusing situasi di aula, karena fokus membuat rancangan bangunan militer.


Putri Amanda sendiri duduk di samping Arya untuk menemani sambil mengupas buah apel menggunakan sebilah pisau ,yang sempat dia bawa ketika menangkap basah Arya sedang berada di penjara bawah tanah.


"Mereka bekerja sesuai dengan apa yang aku minta. Bagus..." Putri Amanda diam-diam tersenyum penuh makna ketika sedang mengupas buah apel ditangannya.


Situasi ini sebenarnya sudah direncanakan oleh Putri Amanda. Ketika wanita cantik itu keluar, dia memberi instruksi kepada para pelayan dan penjaga agar tidak masuk kedalam Tentunya Putri Amanda menggunakan sedikit ancaman untuk membuat mereka langsung menurut.


Putri Amanda tidak bisa menutupi rasa senangnya ketika hanya berduaan dengan Arya. Pandangannya tak bisa lepas ketika melihat raut wajah Arya yang sedang memikirkan rancangan bangunan militer.


Cahaya matahari senja yang masuk dari jendela kaca besar. Ketika mengenai wajah Arya membuat Putri Amanda yang melihatnya merasakan ketenangan dan kehangatan.


"Aku ingin menyimpan lukisan wajahnya saat ini... Aku tidak akan membiarkan para wanita diluar sana memilikinya. Dia hanya milikku seorang..." Raut wajah Putri Amanda memerah dan matanya terlihat nanar seperti orang mabuk saat memandangi Arya.


Obsesi Putri Amanda terhadap Arya sudah berada pada level tertinggi. Perasaannya sudah menggebu-gebu dan bisa menyerang Arya kapan saja. Tetapi Putri Amanda masih bisa mengendalikan diri agar tidak membuat Arya berpikir kalau ia wanita yang aneh.


Disisi lain Arya menyadari tatapan Putri Amanda kepada dirinya sejak awal. Hal ini membuat fokusnya sedikit terganggu saat mengerjakan rancangan bangunan militernya.


"Apa ada sesuatu yang salah dengan wajahku? Atau kau memerlukan sesuatu?" Arya melirik kearah Putri Amanda memastikan apa wanita cantik itu memerlukan sesuatu darinya atau tidak.


Ekspresi Putri Amanda yang sebelumnya terlihat seperti orang mabuk seketika menghilang sesaat Arya bertanya dan melirik kearahnya.


Putri Amanda memasang ekspresi tenang dan anggun layaknya seorang bangsawan kelas atas. Hal ini sengaja dia lakukan supaya Arya tertarik dan tidak memandangnya dengan sebelah mata.

__ADS_1


"Tidak ada. Buka mulutmu." Putri Amanda menggelengkan kepala sedikit tersenyum, sambil mengarahkan potong buah apel ditangannya kearah Arya.


Untuk sejenak Arya tertegun saat Putri Amanda ingin menyuapinya. Arya jelas ingin menolak tawaran Putri Amanda, tetapi mengingat wanita cantik itu benci mendengar penolakan, pada akhirnya Arya membuka mulut dan memakan potongan buah apel dari tangan Putri Amanda.


Putri Amanda tersenyum hangat saat Arya memakan potong buah apel dari tangannya langsung. Putri Amanda terus menyuapi Arya supaya pria itu bisa makan sambil bekerja.


Tetapi diam-diam saat sedang menyuapi buah apel kepada Arya. Putri Amanda beberapa kali secara sengaja menyentuh bibir Arya menggunakan jarinya.


Nafas Putri Amanda menjadi hangat dan sedikit memburu. Pikirannya kini dipenuhi keinginan untuk melahap bibir milik Arya. Tetapi sekali lagi dirinya hanya bisa menahan diri sampai hubungan mereka menjadi semakin dekat.


Diperlakukan seperti anak kecil oleh Putri Amanda membuat Arya merasa sedikit canggung. Tetapi dia tidak menolak dan menerimanya, karena tidak mungkin juga menolak kebaikan seseorang.


Beberapa waktu kemudian, Arya sudah menyelesaikan rancangan bangunannya. Putri Amanda dengan senang hati menawarkan diri untuk menyerahkan rancang itu kepada Rajendra nanti.


Arya tiba-tiba meraih salah satu tangan Putri Amanda yang dibalut sarung tangan hitam. Arya kemudian memberikan sebuah cincin yang seketika membuat Putri Amanda terkejut.


Tetapi senyuman diwajah Putri Amanda langsung menghilang dan menjadi lesu, karena merasa tidak puas melihat cincin yang dipasangkan Arya kejarinya merupakan cincin dimensi.


Arya yang melihat raut wajah Putri Amanda berubah menjadi lesu menjadi heran. "Apa ada yang salah? Kalau tidak kau mau mengatur keuangan, aku bisa meminta orang lain untuk melakukannya."


Putri Amanda menghela nafas dan menarik kembali tangannya yang dipegang oleh Arya. "Tidak perlu mencari orang lain. Aku bisa mengerjakan tugas ini dengan mudah."


Arya mengangguk pelan sambil memperhatikan ekspresi lesu Putri Amanda dengan heran. Arya kemudian beranjak dari tempat duduknya berjalan menuju pintu kaca untuk melihat kegiatan masyarakat Kota Madya di sore hari.


"Padahal aku mengharapkan cincin dengan maksud lain." Putri Amanda menghela nafas sambil memperhatikan cincin di jarinya.


Putri Amanda tentu merasa sangat senang karena Arya memasangkan langsung cincin dimensi di jarinya dan memberi tanggung jawab cukup besar kepadanya. Tetapi tetap saja dia merasa sedikit kecewa, karena bukan cincin lamaran yang dia terima.

__ADS_1


Melihat Arya yang sedang memperhatikan aktivitas masyarakat Kota Madya. Putri Amanda kemudian berjalan menghampiri pria itu.


Insting seorang wanita milik Putri Amanda langsung aktif ketika menyadari tatapan mata Arya mengarah kepada sekelompok wanita yang sedang berjalan kaki.


"Dimana matamu melihat, Tuan Arya?" Suara Putri Amanda terdengar sangat dingin sambil memperhatikan Arya dengan tajam dan mengeluarkan aura membunuhnya.


Mendengarkan suara Putri Amanda sontak membuat Arya terkejut. Ketika membalik badan Arya menemukan Putri Amanda menatapnya penuh amarah, dan merasakan niat membunuh dari wanita cantik itu.


"Apa? Aku hanya melakukan sedikit riset untuk menambah kebahagiaan masyarakat Kota Madya. Itu saja tidak lebih..." Jawab Arya sambil tersenyum canggung seperti orang yang tertangkap basah sedang mengintip.


Apa yang dikatakan oleh Arya memang benar adanya. Dia melakukan riset kebahagiaan masyarakat Kota Madya. Tetapi perkataan Arya tidak sepenuhnya benar. Arya tidak menyangkal menggunakan sekelompok wanita untuk risetnya.


"Heh... Jadi kau sedang melakukan sebuah riset. Kalau begitu biarkan aku melihatnya." Putri Amanda tidak langsung percaya dengan percaya dengan perkataan Arya.


Ketika melihat lebih jelas sekelompok wanita yang dilihat oleh Arya. Putri Amanda tersenyum sinis karena mereka kalah dari segi manapun jika dibandingkan dengannya.


Jika Putri Amanda membuka jubah tebal yang dia gunakan. Putri Amanda akan langsung menjadi primadona semua pria di Kota Madya.


"Begitukah... Silahkan lanjutkan risetmu, Tuan Arya. Aku ingin istirahat di ruanganku." Ucap Putri Amanda kemudian berjalan meninggalkan Arya.


Untuk saat ini Putri Amanda akan membiarkan Arya melakukan apa yang dia suka. Tetapi hanya khusus hari ini, dan hari-hari berikutnya tentu Putri Amanda secara perlahan akan menjaga Arya dengan alasan bahwa dirinya merupakan sekertaris pribadinya.


Arya hanya bisa terdiam ketika melihat Putri Amanda meninggalkan aula. Entah mengapa Arya merasakan firasat buruk jika dia tetap melakukan risetnya.


Pada akhirnya Arya berhenti memperhatikan kegiatan masyarakat Kota Madya, dan mengalihkan pandangannya kearah bulan yang perlahan muncul dilangit.


"Malam ini bulan purnama akan terlihat lebih besar dari biasanya..." Gumam Arya sambil memandang bulan di langit.

__ADS_1


__ADS_2