Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Pertemuan Dengan Dierja


__ADS_3

Delapan hari kemudian iring-iringan pendekar yang mengawal sebuah kereta kuda mewah, bergerak mendekati pintu gerbang utama Kota Madya setelah menempuh perjalanan cukup jauh dari Ibukota.


Tiga orang pria terlihat duduk di dalam kereta kuda sambil membicarakan hal-hal kecil mengenai Kota Madya. Mereka tidak lain merupakan Dierja, Deswara, dan Indera.


Ada beberapa masalah dengan para bandit selama perjalanan menuju Kota Madya, yang membuat waktu tempuh mereka mundur beberapa hari dari seharusnya.


Mereka sudah sadar jika beberapa kelompok bandit yang menghadang selama perjalanan menuju Kota Madya bukan bandit sembarangan. Mereka sudah curiga kelompok kriminal itu merupakan para pembunuh bayaran yang di utus beberapa orang untuk mencelakakan Dierja.


Beruntungnya dalam rombongan tersebut terdapat beberapa Pendekar kelas tinggi yang mengawal. Jika tidak, mungkin saja nyawa petinggi Asosiasi Perak itu sudah dalam bahaya.


Fajar yang melihat beberapa Pendekar kelas tinggi mengawal sebuah kereta kuda mewah merasa heran. Dia belum pernah melihat rombongan semacam itu selama dia menjaga gerbang utama.


Sebagai orang yang bertanggung jawab atas keamanan gerbang utama Kota Madya. Fajar kemudian turun dari atas tembok untuk menemui perwakilan rombongan tersebut sekaligus menanyakan maksud kunjungan mereka.


Tetapi sebelum Fajar bertanya kepada salah satu Pendekar, tiba-tiba Indera mengintip keluar dari jendela kereta kuda yang sontak membuat Fajar terkejut saat melihatnya.


"Ini kami, Fajar. Cepat buka gerbangnya." Ucap Indera sambil melambaikan tangan kearah Fajar yang terlihat iri dengan dirinya karena menunggangi kereta kuda mewah.


Fajar berdecak kesal dan kemudian meminta anak buahnya membukakan gerbang utama, memberikan akses masuk untuk rombongan tersebut.


"Bagaimana dengan misi kalian? Aku tidak melihat kereta kuda yang membawa kebutuhan logistik." Tanya Fajar saat berpapasan dengan kereta kuda yang di tunggangi Indera.


"Tenanglah semuanya sudah di urus. Ngomong-ngomong disini panas juga." Balas Indera sambil mengibaskan tangan seolah kepanasan untuk memprovokasi Fajar.


Mendapat kesempatan untuk menunggangi kereta kuda mewah, tentu membuat Indera yang berasal dari kalangan bawah seperti Fajar ingin sedikit membanggakan diri di hadapan temannya itu.

__ADS_1


Fajar yang menyadari provokasi dari Indera langsung berusaha mengejarnya, tetapi dia gagal karena kereta yang di tunggangi pria tersebut mulai mempercepat lajunya.


"Sialan kau Indera! Lihat saja apa yang akan terjadi setelah ini kepadamu!" Seru Fajar dengan suara lantang yang hanya di balas acungan jari tengah oleh Indera.


Rombongan tersebut kemudian mulai melaju di jalan utama dan seketika menjadi pusat perhatian semua orang yang heran melihat sebuah kereta kuda mewah pertama kali menyambangi Kota Madya.


Disisi lain Dierja merasa kagum bahkan tidak percaya saat melihat pembangunan infrastruktur di Kota Madya yang terbilang cukup masif. Pria itu sama sekali tidak menyangka jika infrastruktur Kota yang terkenal sangat terbelakang, justru memiliki progres pembangunan melebihi Ibukota Kerajaan.


Sama seperti Dierja, para Pendekar kelas tinggi yang mengawal juga tampak kagum melihat progres pembangunan infrastruktur Kota tersebut.


Tetapi hal yang membuat baik Dierja maupun para Pendekar kelas tinggi terkejut, yaitu pemandangan dimana manusia, Siluman, dan Hewan Iblis tampak bisa bersosialisasi satu sama lain bahkan berkumpul layaknya tidak ada permusuhan di antara mereka.


Tidak hanya Dierja dan para Pendekar kelas tinggi saja yang terkejut melihat pemandangan ini. Deswara dan Indera juga sama terkejutnya dengan mereka, karena sudah 2 minggu lebih tidak ada di ada Kota.


"Kita berdua juga tidak mengetahuinya. Sepertinya sudah ada banyak perubahan selama 2 minggu terakhir." Balas Deswara sambil menggelengkan kepala karena memang tidak mengetahui perubahan yang terjadi di Kota Madya.


Mendengar jawaban yang di berikan oleh Deswara membuat Dierja hanya bisa menggelengkan kepala, dan mengalihkan pandangannya kembali keluar jendela.


Sementara itu di luar sendiri para Pendekar kelas tinggi tampak gugup dan waspada, karena khawatir saat melihat Hewan Iblis berusia puluhan ribu tahun serta Siluman dengan tinggi lebih dari 4 meter berlalu-lalang dengan bebas.


Mereka sebenarnya sangat terkejut saat melihat seorang anak kecil naik di atas kepala seekor ular raksasa tanpa pengawasan dari orang tua, karena bisa saja ular tersebut memakan anak kecil itu seperti cemilan karena memiliki daging yang lembut.


"Kalian melihatnya, bukan? Bagaimana bisa anak kecil itu menjinakkan ular yang kita sendiri belum bisa mengalahkannya meski beramai-ramai?"


"Aku pikir Jenderal muda itu memiliki cara tersindir sampai bisa membuat pemandangan gila dengan menempatkan tiga makhluk berbeda dalam satu Kota."

__ADS_1


"Benar, aku juga sependapat denganmu. Jenderal muda sepertinya masih memiliki banyak kejutan yang belum di ketahui orang-orang di luar Kota ini."


Semua Pendekar mulai membicarakan Arya yang berhasil membuat kejutan besar untuk orang luar seperti mereka. Para Pendekar kelas tinggi itu tidak habis pikir tentang ide gila yang ada di pikiran Jenderal muda tersebut.


Beberapa menit kemudian rombongan tersebut sampai di depan gerbang kediaman Walikota. Sejumlah penjaga langsung memberikan akses masuk setelah melihat kehadiran Deswara dan Indera di dalam kereta kuda.


Dierja, Deswara, dan Indera turun setelah kereta kuda yang mereka naiki berhenti di depan pintu masuk kediaman Walikota. Mereka kemudian berjalan masuk untuk menemui Arya.


Disisi lain Arya saat ini sedang mengerjakan sebagian besar tumpukan dokumen di bantu oleh Putri Amanda di ruangan kerja mereka.


"Mereka akhirnya datang juga." Arya menghentikan gerakan pena di tangannya dan mengalihkan pandangan kearah pintu masuk.


Senyuman tipis terukir di wajah Arya saat merasakan aura milik seseorang yang cukup dia kenal semasa tinggal di Ibukota Kerajaan Brawijaya.


Disisi lain Putri Amanda yang melihat Arya tersenyum tipis merasa penasaran. Dia kemudian juga mengalihkan pandangan kearah pintu masuk saat merasakan kedatangan tiga orang pria.


Tak berselang lama suara ketukan pintu terdengar. Arya kemudian mempersilahkan mereka masuk ke dalam dan terlihat Deswara serta Indera membawa sosok pria yang dia kenal yaitu Dierja.


"Lama sudah tidak melihatmu, Tuan Dierja." Arya bangkit dari meja kerjanya dan berjalan menghampiri Dierja.


Disisi lain Dierja yang melihat Arya kecil sudah tumbuh menjadi seorang pria dewasa terkejut dan merasa sangat senang. Dia kemudian memeluk pria tersebut seolah seperti seorang ayah yang bertemu dengan putranya setelah sekian lama.


"Bagaimana kabarmu, apa kau makan dengan baik selama ini?" Dierja melepaskan pelukan dan memeriksa kondisi perkembangan Arya.


"Aku baik-baik saja dan makan dengan teratur selama di luar." Arya tersenyum kecil merasa tersentuh dengan perhatian kecil yang di berikan oleh Dierja kepada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2