Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Memikat Hati Wanita?


__ADS_3

"Mau sampai kapan kau melamun. Pertarungan yang sebenarnya baru saja akan dimulai. Kalau kau masih diam, lebih baik menyerah saja."


Dengan suara tegas Arya memberi peringatan kepada Raka yang masih duduk termenung. Arya menyipitkan mata saat melihat Raka yang sudah kehilangan semangat hidup hanya karena sebuah Api Surgawi.


Ucapan Arya langsung membuat Raka menatap kosong pria itu. Meski masih bisa merasakan kehadiran Api Surgawi didalam tubuhnya, Raka benar-benar sudah kehilangan semangat bertarung setelah dirinya tidak lagi dapat menggunakan Api Surgawi itu.


Melihat Raka hanya diam saja membuat Arya sedikit jengkel. Arya kemudian melemparkan dua buah cakram kembali kepada pemiliknya.


"Angkat senjatamu, aku mau lihat seberapa besar kemajuanmu, setelah menjalani latihan bersama Kakekmu itu." Ucap Arya mengingatkan kembali perkataan Raka dulu.


Raka meraih kedua cakram miliknya. Tatapan matanya masih saja kosong setelah mengira Arya telah menyegel kembali kekuatannya, dan membuat dirinya tidak dapat lagi menggunakan Api Surgawinya.


Menyadari semangat bertarung Raka sudah hanya karena tidak dapat menggunakan Api Surgawi, Arya yang tidak ingin dianggap membully kemudian mengirim telepati kepada Api Surgawi milik Raka.


"Kalau kau masih ingin hidup, aku sarankan untuk tidak diam saja disana. Atau kau ingin menjadi makanan untuk Api Surgawi milikku, setelah aku membunuh tuanmu?"


Telepati yang dikirim oleh Arya langsung membuat Api Surgawi milik Raka menggelengkan kepala. Setelah berabad-abad mencari tubuh yang bisa dia tempati, Api Surgawi itu tak mau kehilangan begitu saja. Apalagi dia masih ingin hidup lebih lama.


Menyadari ucapan Arya bukan hanya sebatas peringatan, melainkan ancaman nyata. Api Surgawi itu akhirnya menurut dan mengesampingkan rasa takutnya untuk membantu Raka.


Seluruh tubuh Raka kembali diselimuti api merah yang sangat panas. Raka sekarang bisa merasakan kekuatannya telah kembali, lalu menatap kearah Arya dengan penuh tanda tanya.


Melihat Arya mengacungkan pedang sambil menatapnya dengan serius. Hal itu sontak membuat Raka menelan saliva berpikir Arya tak akan memberinya kesempatan lagi.


Tidak ada pilihan lagi untuk Raka. Membunuh atau dibunuh, kalau Raka ingin tetap ingin hidup dia harus menyerang Arya tanpa belas kasih saat ini.


Cakram Api kembali dilempar kearah Arya dan dari jarak jauh Raka mengontrol gerakan senjata itu, supaya terus mengejar kemanapun Arya pergi.

__ADS_1


Hanya bermodalkan pedang besi biasa yang dilapisi sedikit Qi, tanpa kesulitan Arya bisa menangkis kedua Cakram Api milik Raka bahkan menghindar dengan sangat mudah.


Melihat serangannya hanya seperti mainan dihadapan Arya, Raka kemudian menyemburkan api dari kedua telapak tangannya kearah Arya.


Semburan Api Surgawi dengan telak mengenai Arya bahkan membuat arena disekitarnya meleleh saking panasnya serangan Raka kali ini.


Pihak keamanan segera membuat formasi disekitar arena pertarungan untuk memblokir hawa panas agar tidak melukai para penonton.


Tidak ada yang merasa yakin Arya akan selamat kali ini. Semua orang mengira kali ini Arya bakal tewas dalam kobaran api setelah dibakar hidup-hidup.


Namun kejadian tak terduga kemudian terjadi. Arya masih bisa berjalan normal didalam kobaran api dan menangkap kedua tangan Raka sampai membuat pemuda itu terkejut.


Raka berdecak kesal melihat Arya masih baik-baik saja setelah dia bakar hidup-hidup. Tidak mau kalah begitu saja, Raka mengendalikan cakram Api miliknya untuk menyerang Arya dan berhasil membuat pria itu melepaskan kedua tangannya.


Setelah melompat menjaga jarak aman. Raka menangkap kedua cakram Api miliknya, dan melesat kearah Arya untuk bertarung dari jarak dekat.


Terlambat bagi Raka untuk menyadari kesalahannya. Begitu Raka mendekat dan menyerang menggunakan dua buah cakram, Arya menghindar dan menangkap lehernya.


Dengan kuat Arya membanting tubuh Raka ke tanah sampai membuat kawah berdiameter 10 meter. Debu langsung menyebar dan gelombang kejut bisa dirasakan oleh semua orang yang menyaksikan pertarungan itu.


Raka terbatuk-batuk dan tubuhnya tersentak saat Arya mencekik lehernya kemudian membanting dirinya ke tanah dengan sangat keras.


Api Surgawi yang menyelimuti seluruh tubuh Raka langsung menghilang disertai suara dentuman keras, yang membuat setiap pasang mata terkejut melihatnya.


"Hentikan, sudah cukup!" Wasit langsung menghentikan pertandingan setelah melihat Raka tak bisa melanjutkan pertarungan.


Arya segera melepaskan cengkraman nya membiarkan Raka menghirup nafas dalam-dalam. Pertarungan diantara mereka sudah berakhir. Arya sudah cukup puas memberi sedikit pelajaran kepada Raka atas perlakuannya dulu dan membuka mata pria itu bahwa dia bisa kapan saja membuatnya menjadi orang tak berguna seperti dulu.

__ADS_1


Raka terbatuk-batuk sambil memegang lehernya yang terasa sakit. Kekuatan cengkraman Arya sama sekali tak bisa dianggap remeh. Raka menyadari jika Arya serius, maka sangat mudah bagi Arya mematahkan lehernya.


Tiba-tiba sebuah tangan terulur. Melihat Arya mengulurkan tangan, Raka dengan senang hati menerima untuk dibantu berdiri.


"Terimakasih dan maaf atas perkataan dulu kepadamu..." Ucap Raka sambil menundukkan kepala.


Arya menepuk kepala Raka dan mengusap rambut pria itu beberapa saat sebelum pergi setelah para peserta yang masuk kedalam 4 besar diperintahkan berkumpul.


Mungkin apa yang dilakukan Arya dengan mengusap rambut Raka dirasa berlebihan oleh para penonton, yang menganggap prajurit biasa seperti Arya tidak sepatutnya melakukan hal itu, karena tidak sopan kepada Raka yang merupakan seorang komandan.


Beberapa penonton bahkan mencemooh Arya telah melakukan kecurangan karena berhasil memenangkan kompetisi militer ini.


Disisi lain Raka bukannya marah sudah dikalahkan oleh Arya, dia justru terlihat senang setelah kepalanya diusap oleh pria itu seperti dulu.


Raka kemudian menghampiri Arya, Satria, dan Angga yang sudah berbaris menghadap 6 Jenderal untuk menerima hadiah mereka.


Datu Mahendra Panglima Besar Kerajaan Brawijaya turun keatas arena bersama beberapa orang yang namanya sudah sangat terkenal.


Melihat sosok Maharani ikut turun untuk memberi hadiah, membuat Arya dibuat gugup. Apalagi saat melihat Arista yang sedang memburunya juga ikut menemani Maharani.


"Sial, kenapa wanita gila itu masih ada disini!!" Arya tak bisa untuk tidak panik melihat adik seperguruan gurunya. Mengetahui wanita itu merupakan sosok Siluman Ular Putih, Arya menyadari indra penciuman Arista bakal sangat tajam.


Sebelum Arista sampai, Arya buru-buru memakai minyak wangi untuk menutupi aroma tubuhnya. Apa yang dilakukan oleh Arya justru membuat Raka, Angga, dan Satria memandangi tingkahnya sambil menahan tawa, mengira Arya ingin memikat hati seorang wanita dengan menggunakan minyak wangi.


"Kak... Apa kau tertarik dengan wanita?" Tanya Raka dengan suara berbisik disamping Arya.


"Ha? Apa maksudmu? Tentu saja aku tertarik." Arya merasa heran dengan pertanyaan Raka dan mengira pria itu berpikir kalau dirinya tidak tertarik dengan wanita.

__ADS_1


Jawaban Arya seketika membuat kesalahpahaman Raka bertambah. Raka mengira Arya sedang ingin memikat hati salah satu wanita cantik yang bersama Nyonya Maharani, yang tidak lain adalah Arista.


__ADS_2