
Bersamaan dengan auman sang raja hutan. Ratusan ekor burung terbang dari dalam hutan. Memiliki ukuran tiga kali lipat lebih besar dari burung elang dewasa, membuat burung-burung itu mampu membawa batu seberat 10 kilogram di kaki mereka.
Kawanan burung kemudian terbang kearah para prajurit dan menjatuhkan ratusan batu yang mereka bawa. Dentuman keras terdengar saat ratusan batu seberat 10 kilogram dijatuhkan.
Cipratan tanah menyebar begitu ratusan batu menghantam bumi membuat guncangan serta debu membumbung setinggi 7 meter.
Beberapa prajurit yang tidak sempat menghindar dengan telak terkena bebatuan dan tewas secara tragis. Cipratan darah serta beberapa anggota tubuh yang putus menyebar berserakan di atas permukaan tanah.
Tidak hanya dari pihak prajurit saja yang menjadi korban hujan batu. Namun banyak dari Hewan Iblis yang secara tidak sengaja terkena serangan kawan mereka sendiri.
Kondisi ladang gandum yang dijadikan medan pertempuran benar-benar kacau. Banyak kerusakan diberbagai tempat dan mayat berserakan tak teratur dengan keadaan mengenaskan.
Moral para prajurit yang selamat semakin turun melihat teman-teman mereka tewas secara mengenaskan. Ditambah jumlah mereka yang berkurang drastis membuat semua prajurit sudah kehilangan semangat mereka.
Putri Amanda yang berusaha memperlambat langkah gelombang serangan Hewan Iblis juga sudah mulai kesulitan. Semua Hewan Iblis tampak menjadi kuat dan lebih ganas setelah mendengar auman dari Singa yang merupakan Raja mereka.
Tombak es yang dibuat oleh Putri Amanda sudah tidak efektif lagi menghadapi gelombang serangan Hewan Iblis. Bahkan saat Putri Amanda membuat tembok es setinggi 10 meter dan tebal 5 meter, nyatanya para Hewan Iblis masih memiliki cukup akal sampai bisa membuat anak tangga menggunakan tubuh mereka untuk dipanjat oleh rekan yang lain.
Melihat gelombang kawanan burung di langit terbang kembali menuju mereka. Seluruh prajurit di medan pertempuran hanya bisa pasrah menunggu ajal mereka yang sebentar lagi tiba.
Arjuna, Wira, Bagaskara, dan Putri Amanda sudah tidak bisa lagi menghadapi gelombang serangan Hewan Iblis yang kali ini lebih besar dari sebelumnya bahkan lebih ganas.
Jumlah Hewan Iblis terus bertambah dari yang awalnya berjumlah 10 ribu meningkat secara drastis menjadi lebih dari 50 ribu. Di medan pertempuran mereka sudah seperti lautan yang siap menelan para prajurit.
Tiba-tiba sebuah cahaya putih yang sangat menyilaukan muncul menyebar ke seluruh area medan pertempuran, membuat pandangan semua makhluk hidup yang melihatnya menjadi terganggu.
__ADS_1
Sebuah guncangan besar disertai suara dentuman keras terdengar ketika cahaya putih menghilang. Orang-orang yang penasaran dengan suara dentuman itu kemudian membuka mata.
Para prajurit membuka mata lebar dan merasa sangat terkejut melihat kemunculan sosok reptil putih besar setinggi 50 meter dengan enam pasang sayap di punggungnya.
Sosok yang dilihat oleh semua orang tidak lain adalah Naga Perak. Berbeda dengan Naga lain, Naga yang mereka lihat tidak seperti cacing melainkan Naga Barat.
Melihat kemunculan sosok Naga raksasa membuat semua orang merasa waspada. Mereka tidak mengetahui apa Naga Perak itu baik atau justru sebaliknya menjadi ancaman baru.
Naga Perak berada dibarisan terdepan para prajurit memandang lurus jauh kearah Singa yang berada dibelakang puluhan ribu Hewan Iblis.
"Berapa lama aku bisa mempertahankan wujud ini?" Arya mengirim transmisi suara khusus kepada Naga Perak memastikan sesuatu.
"Paling lama 10 menit sebelum segel yang dipasang gurumu aktif setelah merasakan luapan tidak normal energi spiritualmu. Setelah ini jangan ganggu aku lagi!" Naga Perak membalas dengan nada ketus sebelum kembali melanjutkan tidurnya.
Udara dan energi spiritual dimedan pertempuran tiba-tiba menjadi sangat tipis. Fluktuasi udara dan energi spiritual diserap oleh Arya membuat semua makhluk hidup disekitarnya menjadi lemas.
Mulut Arya terbuka menampilkan sebuah bola putih keemasan yang merupakan gumpalan energi spiritual. Dengan satu momentum, Arya menyemburkan Api Putih dari dalam mulutnya memusnahkan apa saja yang ada dihadapannya.
Gelombang serangan Hewan Iblis yang semula sudah mendekat langsung lenyap menjadi debu. Jumlah mereka langsung berkurang drastis menjadi separuh hanya dalam satu semburan nafas Api Putih.
Arya menghentakkan empat kakinya dan mengepakkan tiga pasang sayap terbang kelangit menyemburkan nafas api kearah ratusan burung yang ingin menjatuhkan bebatuan lagi.
Arjuna, Wira, Bagaskara, dan Putri Amanda serta para prajurit yang melihat Naga Perak itu membantu mereka mulai mengendurkan kewaspadaan.
Melihat Naga Perak sedang bertarung melawan ratusan burung diatas langit. Para prajurit tidak melewatkan kesempatan ini untuk menyerang Hewan Iblis yang sedang terpaku memandangi siluet Naga Perak.
__ADS_1
Jalannya pertempuran sekarang menemui arah baru. Semangat para prajurit kembali berkobar kemudian mulai melakukan serangan berikutnya.
Setelah melenyapkan kawanan burung, Arya terbang menukik kebawah dan menyemburkan api kearah Hewan Iblis mengurangi jumlah mereka secara masif.
Tiba-tiba Arya yang terbang terlalu rendah diterkam oleh Singa, membuat keduanya jatuh ketanah menghantam ribuan Hewan Iblis yang tidak beruntung.
Singa itu terlihat sangat marah kepada Arya karena berani ikut campur dalam pertempuran ini. Meski memiliki setengah dari ukuran tubuh Naga Perak itu, Raja Hutan tidak gentar dan mulai mencabik-cabik tubuh Naga Perak.
Cukup disayangkan usaha Singa itu tampaknya sia-sia. Dia sama sekali tidak bisa melukai tubuh Naga Perak, dan justru kuku tajamnya rusak karena berusaha mencabik Naga Perak yang memiliki sisik sangat keras.
Arya yang tersungkur kemudian bangkit, dan mencekam tubuh Singa yang ingin mencongkel Kristal Naga miliknya. Dalam sekali hentakan Arya terbang kelangit membawa Singa yang terus meronta didalam genggamannya.
Keduanya terbang cukup jauh dari lokasi medan pertempuran menuju ketinggian 10 ribu kaki di atas tempat terdalam Hutan Darah.
Arya kemudian melepaskan genggamannya kepada Singa itu. Membuat sang Raja Hutan melayang di udara sebelum jatuh dengan kecepatan tinggi setelah terkena pukulan dari ekor milik Arya.
Booommm!!!
Bumi berguncang hebat ketika tubuh Singa terjatuh menghantam tanah menciptakan suara dentuman keras. Tanah bertebaran dan debu menyelimuti area disekitarnya. Pepohonan hancur dan tumbang saat terkena tubuh Singa yang jatuh dari langit.
Singa mengeram kesakitan merasakan sakit paska jatuh dari ketinggian 10 ribu kaki dengan kecepatan tinggi. Dia kemudian membuka mata dan melihat seekor Naga Perak dengan perkasa turun dari langit lalu berjalan kearahnya.
Mata sang Raja Hutan terbuka lebar saat Naga Perak berubah wujud menjadi seorang manusia yang menggunakan zirah perak menutupi seluruh tubuh.
Arya melompat keatas kepala Singa dan mengacungkan ujung pedang kearah binatang buas itu. "Aku akan memberimu dua pilihan. Mati atau menjadi bawahanku mulai sekarang!"
__ADS_1