Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Munculnya Raja Hutan Darah


__ADS_3

Langit mendung dan gemuruh petir menjadi saksi pertempuran seribu prajurit melawan ribuan Hewan Iblis. Mayat dari kedua belah pihak tergeletak dimana-mana dan bau amis darah menyebar melalui udara.


Kobaran api di beberapa titik medan pertempuran menghasilkan asap hitam pekat yang membumbung tinggi keatas langit dan membuat awan menjadi semakin gelap.


Dibawah komando Arjuna. 150 pemanah berbaris rapih dan mempersiapkan busur mereka siap untuk menembak gelombang serangan Hewan Iblis kapan saja.


"Tembak!!" Seru Arjuna bersuara lantang membuat divisi yang berada dibawah komandonya melepaskan ratusan anak panah kelangit.


Hujan anak panah meluncur dengan kecepatan tinggi kearah gelombang serangan Hewan Iblis dan menewaskan banyak dari mereka. Formasi yang diterapkan oleh Arjuna terdapat tiga barisan.


Barisan pertama akan melepaskan anak panah. Barisan kedua bersiap menunggu giliran menembak. Terakhir barisan ketiga mempersiapkan anak panah setelah menembak saat berada di barisan pertama dan mundur kebelakang.


Formasi yang diterapkan oleh Arjuna terbilang sangat efektif karena memangkas waktu saat melakukan serangan. Bahkan hanya ada kurang dari 5 detik bagi divisi pemanah melepaskan tembakan mereka.


Disisi lain Wira memimpin pasukan infanteri untuk membantu pasukan kavaleri Bagaskara dibarisan terdepan. Kondisi mereka perlahan semakin terdesak akibat jumlah pasukan yang terus berkurang, sedangkan masih ada ribuan Hewan Iblis yang dengan ganas menyerang dan memakan para prajurit hidup-hidup.


Melihat kedua rekannya sedang terdesak dibarisan terdepan. Arjuna membuat sebuah keputusan dalam waktu singkat. Dia kemudian menarik anak panah dan mengarahkan busur keatas langit.


"Semoga saja ini bisa berhasil." Arjuna menyalurkan energi spiritual dalam jumlah besar kedalam anak panah membuat cadangan Qi didalam Dantian berkurang drastis.


Dengan mantap Arjuna melepaskan tembakan keatas langit menembus awan mendung. Setelah melepaskan tembakan Arjuna mulai kehilangan keseimbangan akibat menggunakan hampir semua energi spiritual. Beruntung seorang prajurit dengan sigap menangkap tubuh Arjuna sebelum pria itu jatuh ke tanah.


Arjuna kemudian menatap langit mendung dengan raut wajah penuh harapan besar. Dia sudah menggunakan hampir semua energi spiritual untuk menggunakan teknik andalannya, dan berharap tekniknya bekerja seperti dulu ketika dia dalam kondisi jayanya.


Tak lama berselang dari atas langit turun hujan deras. Namun bukan hujan air seperti biasanya melainkan hujan ribuan anak panah berwarna emas yang terbentuk dari perubahan energi spiritual Qi.

__ADS_1


Ribuan anak panah spiritual turun menciptakan suara desiran saat menembus udara. Dengan ganas ribuan anak panah spiritual menghujani gelombang Hewan Iblis menembus dan mencabik-cabik tubuh mereka.


Melihat hujan anak panah spiritual membunuh ribuan Hewan Iblis, seluruh prajurit bersorak-sorai dan moral mereka yang sempat jatuh kembali ke titik tertinggi.


Bagaskara dan Wira yang melihat hujan anak panah kemudian menoleh kebelakang mendapati Arjuna tengah dipapah tersenyum sambil mengacungkan ibu jari kearah mereka.


"Dasar orang gila..." Celetuk Wira saat melihat Arjuna menggunakan teknik pamungkas yang hanya bisa digunakan satu hari sekali. Tetapi meskipun hanya dapat digunakan sekali, kerusakan yang ditimbulkan cukup besar dan bisa mempengaruhi moral musuh.


Bagaskara menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis. Sama seperti Wira, dirinya juga tidak menyangka Arjuna akan menggunakan teknik yang sangat beresiko seperti ini.


Mereka berdua sangat mengetahui teknik andalan Arjuna ini, bahkan pihak militer Kerajaan lain yang pernah bertemu Arjuna di medan perang juga pernah melihat teknik itu dan hanya bisa putus asa saat dihujani ribuan anak panah spiritual.


Tetapi seperti yang semua orang ketahui sebuah teknik dengan kerusakan besar memiliki kelemahan. Kondisi pengguna akan menjadi lemah dan disaat itu merupakan kesempatan bagi pihak lain dengan mudah dapat membunuhnya.


Lubang berdiameter 10 meter terdapat di mana-mana dampak dari ledakan yang dihasilkan saat hujan anak panah spiritual menghujani para Hewan Iblis.


Meski sudah menghabisi 3000 dari total 10.000 Hewan Iblis. Para prajurit belum bisa bernafas lega sebab gelombang serangan Hewan Iblis selanjutnya akan jauh lebih besar.


Gelombang serangan keempat rata-rata kini didalam terdapat Hewan Iblis Ranah Jalan Surgawi yang setara dengan Pendekar Ranah Petarung.


Moral semua prajurit langsung kembali turun melihat gelombang serangan Hewan Iblis selanjutnya berada tiga tingkat di atas mereka. Didalam pasukan mereka sendiri hanya ada tiga orang yang berada di Ranah Petarung yaitu Arjuna, Wira, dan Bagaskara.


Tetapi kini hanya tersisa dua orang saja sebab Arjuna sudah tidak sanggup melanjutkan pertempuran setelah kehilangan sebagian besar energi spiritual.


Pandangan semua orang seketika tertuju kearah Putri Amanda yang tiba-tiba berdiri dibarisan terdepan melihat gelombang serangan Hewan Iblis selanjutnya menuju tempat mereka.

__ADS_1


Arjuna, Wira, Bagaskara, dan semua prajurit yang tersisa memandang Putri Amanda dengan heran. Mereka tidak mengetahui apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh wanita cantik dan kejam itu.


Dibarisan terdepan Putri Amanda menatap lurus kearah gelombang serangan Hewan Iblis. Tanda bulan sabit di kening Putri Amanda tiba-tiba memancarkan sinar putih redup. Aura dingin seketika lepas dari dalam tubuhnya membuat semua orang menggigil kedinginan.


"Teknik perubahan Qi. Tombak Bumi Es!" Putri Amanda menghentakkan kaki dengan kuat ke tanah saat melihat para Hewan Iblis sudah masuk kedalam area serangannya.


Dadi dalam permukaan tanah seketika muncul ratusan tombak es, kemudian langsung menembus tubuh para Hewan Iblis yang tidak beruntung dan mati dengan tubuh tertancap ujung tombak es.


Para Hewan Iblis menghentikan langkah mereka saat melihat mayat rekan-rekannya yang tertancap diatas ujung tombak es. Semua Hewan Iblis kemudian menatap kearah seorang wanita yang sudah mengakhiri hidup teman mereka.


Mendapat tatapan dingin dari wanita cantik itu. Semua Hewan Iblis mendapatkan firasat bahwa wanita tersebut merupakan sumber bahaya terbesar.


Dari dalam Hutan Darah seekor Hewan Iblis keluar saat melihat moral para bawahannya terguncang. Setiap langkah Hewan Iblis tersebut membuat tanah bergetar dan membuat pandangan semua orang tertuju kearahnya.


Tak berselang lama seekor singa berukuran 10 kali lipat gajah dewasa berjalan keluar dari Hutan Darah dengan gagah sambil memancarkan aura membunuh yang sangat kuat.


Singa itu memiliki bulu coklat keemasan dan rambut hitam lebat yang ada disekitar kepala sampai leher. Mata sebelah kirinya tertutup karena buta dan terlihat sebuah sayatan tajam disana.


Mata singa itu berwarna merah semerah inti Kristal Hewan Iblis yang tertanam di bagian dadanya. Singa tersebut tidak lain merupakan Raja Hewan Iblis yang sudah lama menguasai wilayah Hutan Darah.


Roaarrrr!!!


Auman keras penuh tekanan kemarahan terdengar lantang sejauh 10 kilometer. Semua Hewan Iblis yang mendengar auman Raja mereka kemudian membalas seruan darinya.


Singa tersebut kemudian menatap tajam penuh kemarahan dengan sebelah mata kearah Putri Amanda, dan mengeratkan gigi menunjukkan taring tajam miliknya.

__ADS_1


__ADS_2