Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Perjanjian Sakral


__ADS_3

Perlahan jarak antara wajah Arya dan Amanda menjauh menciptakan benang tipis ketika ciuman panas mereka berakhir. Raut wajah mereka tampak sedikit memerah dan suhu disekitar mulai sedikit memanas.


Hanya dengan saling menatap mata satu sama lain, mereka berdua sudah mengerti apa yang diinginkan ke-dua belah pihak dimana tidak ada jarak lagi setelah melakukan hal itu.


Saat Arya dan Amanda bertukar pandangan, tiba-tiba seekor Singa mengaum tepat dibelakang mereka membuat burung-burung berterbangan dari pepohonan.


Amanda yang hendak mengunci kembali bibir Arya seketika menghentikan aksinya dan mengalihkan pandangan kearah seekor Singa dibelakangnya.


"Kucing kecil... Seharusnya kau tak mengganggu waktu kami..." Amanda menggigit bibirnya dan tampak kesal saat melihat kearah Gardapati.


Melihat Amanda yang terlihat kesal bukannya membuat Gardapati, Singa tersebut justru tetap memasang raut wajah marah karena sudah diabaikan sejak semalam.


"Bah! Memangnya apa yang akan dilakukan oleh dua orang tak berpengalaman seperti kalian?" Gardapati mencibir dua rekannya yang ingin menuju tangga kedewasaan.


Perkataan Gardapati seolah menjadi anak panah yang menembus tubuh Arya dan Amanda. Mereka tentu merasa malu saat ini tetapi mencoba untuk menutupinya.


Setelah mendengar keluhan Gardapati yang terus diabaikan sejak semalam. Mereka bertiga kemudian melanjutkan perjalanan dimana Arya dan Amanda duduk di atas tumpangan Gardapati.


Ditengah perjalanan menuju Ibukota. Arya hanya bisa menutup telinga saat Amanda dan Gardapati mulai berdebat sama seperti dulu, dimana mereka sebenarnya tidak terlalu akur.


"Bukannya kau hanya tak tau malu memiliki beberapa Singa betina untuk menghangatkan ranjang, kucing kecil?" Amanda mencibir Gardapati saat mengingat jika Singa jantan tersebut memiliki lebih dari 5 Singa betina di dalam pelukannya.


Mereka sekarang sedang mencoba mencari kesalahan satu sama lain. Tidak ada satupun dari mereka yang mencoba mengalah dan ingin menang.


Perkataan Amanda sontak membuat Gardapati tertawa dan merasa jika wanita tersebut mengambil langkah yang salah dengan cara mengingatkan beberapa istrinya untuk menyudutkan dirinya.


"Gadis kecil... Asal kau tau saja, wajar jika seorang Raja sepertiku memiliki beberapa wanita. Lagipula pria mana yang bisa menolak keindahan, bukankah begitu Arya?"


Gardapati tampak begitu percaya diri saat bisa memiliki beberapa wanita. Bahkan dia sama sekali tidak malu mengungkapkan sisi liar semua pria.

__ADS_1


Menurutnya hanya para pertapa dan kasim saja yang memiliki pikiran kaku serta naif jika mengabaikan setiap keindahan yang sudah jelas berada dihadapan mereka.


Perkataan Gardapati sontak membuat Arya menelan saliva. Apa yang dikatakan oleh Singa tersebut memang tidak salah. Tetapi dia mengutuk keras karena menyeretnya kedalam masalah.


Benar saja seperti apa yang Arya khawatirkan. Amanda langsung berbalik dan memberikan tatapan kosong sedalam jurang tak berujung.


"Kau tak akan melakukannya kepadaku bukan, Arya?" Tanya Amanda dengan nada ancaman sambil terus menatap mata Arya yang sedikit bergetar.


Arya tertawa canggung dan mengalihkan pandangan dari Amanda. "Tentu saja aku tak akan melakukannya. Aku masih sayang dengan nyawaku..."


Nada bicara serta gelagat Arya langsung membuat Amanda merasa curiga. Benar saja saat dia mencoba membaca sedikit pikiran pria tersebut langsung membuatnya kesal.


Amanda langsung mencubit pinggang Arya dengan kuat karena pria tersebut sempat memikirkan apa yang dikatakan oleh Gardapati meski sesaat.


"Lihat dan camkan saja. Aku akan memotong adik kecilmu jika hal itu benar terjadi. Kau tau bukan jika aku bisa mengetahui segalanya?" Amanda memberi ancaman nyata sambil tersenyum manis seakan tidak ada masalah.


Disisi lain Gardapati justru mencibir Amanda yang membatasi kebebasan Arya sebagai seorang pria. "Sebaiknya kau mencari wanita lain, Arya. Wanita ini hanya akan mengekangmu."


Sebuah pukulan dari Amanda langsung mendarat di kepala Gardapati dan membuat Singa tersebut merasa jiwanya hampir lepas.


"Ini bukan urusanmu. Jika kau ikut campur lagi jangan salahkan aku memotong adik kecilmu juga!" Amanda memberi peringatan terakhir kepada Gardapati.


Jelas perkataan Amanda sangat serius apalagi jika menyangkut hubungannya dengan Arya. Meskipun Gardapati dekat dengannya, dia tidak ingin orang lain ikut campur dalam urusannya.


Nyali Gardapati langsung menciut dan hanya bisa mengumpat kepada langit yang memberikan berkah untuk Amanda sebagai bagian dari para Dewa.


Melihat Amanda yang merasa kesal, sebagai pawang Arya langsung menenangkan wanita tersebut karena akan sangat berbahaya jika mengamum dan memanggil rekan sesama Dewa untuk memberikan pelajaran kepada Gardapati.


Perlahan emosi Amanda mereda setelah mendapat usapan lembut dari Arya di kepala. Wanita tersebut kemudian menyandarkan tubuhnya didada bidang pria itu.

__ADS_1


"Jadi kapan kita bisa hidup berdua?" Tanya Amanda sambil memejamkan mata menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Arya.


Pertanyaan Amanda langsung membuat Arya terdiam sejenak. Dia sama sekali tidak menyangka jika wanita tersebut masih ingat janjinya di masa lalu yang saat itu hanya sebuah candaan belaka.


"Tidak untuk waktu dekat. Kau tau sendiri bukan jika masih ada hal yang perlu aku lakukan dengan kekacauan yang dibuat saudaraku?"


Arya menghela nafas setelah membuat keputusan untuk memundurkan janji karena merasa saat ini bukan waktu yang tepat untuk beristirahat dan hidup tenang, sementara makhluk lain sebentar lagi akan menghadapi ancaman nyata.


"Kau hanya membuat semuanya terasa rumit. Jika masalahnya hanya bangsa Iblis dan saudaramu. Biar aku tenggelamkan saja benua itu dan semuanya akan selesai dengan cepat."


Amanda berhenti bersandar pada Arya dan memasang raut wajah masam. Sebenarnya hanya perlu waktu kurang dari 1 jam baginya untuk menenggelamkan Benua Iblis.


Sudah sangat lama Amanda menahan diri agar bisa lebih dekat dengan Arya. Jika ada batu kerikil yang mencoba menghalangi jalannya, maka dia tidak akan menahan diri meski harus melanggar aturan jika para Dewa tidak boleh ikut campur dalam urusan makhluk yang lebih rendah.


"Masalah ini tidak semudah apa yang kau pikirkan. Tunggu saja beberapa tahun lagi, dan setelah itu aku janji akan istirahat..." Arya tersenyum kecil sambil mencubit pipi Amanda.


Amanda berdecak dan merasa Arya tidak adil karena harus membuatnya menunggu lebih lama lagi, padahal langkah mereka sudah sangat dekat jika ingin membuat keluarga kecil dan hidup di pelosok negeri.


"Baik aku akan menunggu, tapi dengan satu syarat. Ikat aku dalam perjanjian sakral." Balas Amanda tanpa penuh keraguan sedikitpun.


Mendengar Amanda yang menyebut perjanjian sakral langsung membuat Arya tercengang. Bahkan Gardapati sampai menyemburkan darah karena tidak percaya jika wanita tersebut sangat nekat.


Perjanjian sakral sendiri sama seperti pernikahan tetapi lebih kompleks lagi. Dimana perjanjian ini membuat pasangan tidak bisa menyembunyikan rahasia dan hidup mereka akan benar-benar terikat baik raga maupun jiwa.


Tak hanya itu saja, setelah melakukan perjanjian sakral. Mereka bisa menggunakan kekuatan milik pasangan, dan jika salah satu diantara mereka tewas maka yang juga akan mengalaminya.


Melihat tidak ada keraguan sedikitpun dimata Amanda. Arya hanya bisa mengiyakan permintaan wanita tersebut. Tetapi dia akan melakukannya setelah mengunjungi orang tua Amanda di dunia ini, yaitu penguasa Kerajaan Angasari.


Amanda tidak menolak dan setuju. Meski dia tidak memiliki hubungan baik dengan keluarga Kerajaan Angasari. Tetapi setidaknya dia ingin sedikit berterimakasih karena mereka juga yang sudah membuatnya bisa terlahir kembali di dunia dan waktu yang sama dengan Arya.

__ADS_1


__ADS_2