
Suara ledakan menggema disertai dentuman keras mengguncang Kota Madya. Tanah yang bergetar seolah menandakan bahwa Kota Madya akan segera tenggelam kedalam tanah, membuat masyarakat khawatir dengan keselamatan mereka masing-masing.
Didalam tempat perlindungan Deswara berusaha keras untuk menenangkan masyarakat yang berlindung disana bahwa semuanya akan baik-baik saja, dan situasi darurat ini bisa diatasi oleh pihak militer.
Masyarakat tentu saja tidak begitu mempercayai perkataan Deswara. Mereka sudah merasa pesimis bahwa diatas tempat perlindungan bawah tanah, Hewan Iblis sudah masuk dan memporak-porandakan kota.
Walaupun ada beberapa masyarakat yang mengeluh, Deswara tetap mencoba membuat mereka semua tenang meski sebenarnya dia sendiripun tidak mengetahui kondisi diluar tempat perlindungan.
Tempat perlindungan bawah tanah sendiri dibuat oleh Rajendra beserta pekerja konstruksi selama dua bulan terkahir sesuai dengan keputusan rapat tempo lalu untuk menghadapi situasi terburuk.
Memiliki luas satu lapangan sepak bola, membuat tempat perlindungan bawah tanah dapat menampung lebih dari 10 ribu orang didalamnya.
"Sebaiknya kalian melakukan pekerjaan dengan benar diatas sana." Deswara merasa lelah saat harus menenangkan hati ribuan orang dan berharap Arjuna serta yang lain dapat mengatasi masalah diatas sana.
Sementara itu Putri Amanda, Arjuna, Wira, Bagaskara, terlihat bergegas menuju gerbang kota setelah menerima laporan dari Fajar. Sebelumnya saat mereka sedang memeriksa kualitas dan persediaan senjata di markas militer, tiba-tiba terdengar bunyi peringatan tanda bahaya kemudian tidak lama berselang Fajar datang melaporkan semua yang terjadi kepada mereka.
Dentuman kerasa disertai suara memekakan telinga terdengar berkali-kali dari luar tembok kota, membuat mereka semua mempercepat langkah menuju gerbang kota untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.
Begitu sampai di gerbang utama. Putri Amanda dan yang lainnya kemudian naik keatas tembok kota melalui anak tangga. Mata semua membelalak ketika melihat sudah ada puluhan bahkan ratusan mayat Hewan Iblis diladang.
Ladang pertanian yang menjadi tempat pertarungan tampak kacau dengan banyaknya mayat Hewan Iblis dan kawah bekas ledakan. Gandum yang seharusnya bisa dipanen akhir bulan sudah tidak dapat diselamatkan lagi, hampir semua rusak dan terbakar.
"Apa yang sebenarnya terjadi disini?" Fajar bertanya kepada salah satu bawahannya. Dia cukup terkejut melihat semua kekacauan ini padahal dirinya baru saja ada disana beberapa waktu yang lalu.
__ADS_1
Prajurit yang ditanya oleh Fajar kemudian menunjuk kearah seorang pria menggunakan zirah perak lengkap ditengah ladang gandum sedang bertarung dengan puluhan Hewan Iblis sendirian.
"Sebelumnya ada seorang gelandangan yang menyelinap keluar dari gerbang kota. Kami sudah berusaha memintanya masuk ke dalam, tetapi pria itu sepertinya sudah tidak waras dan berjalan kearah gelombang Hewan Iblis." Prajurit itu kemudian menjelaskan semuanya kepada Fajar mengenai tunawisma yang ternyata memiliki kemampuan diluar akal sehat.
Fajar tertegun mendengar setiap detail kejadian yang disaksikan oleh prajurit tersebut. Dia juga terkejut ketika prajurit itu mengatakan bahwa gelandangan tersebut mengenalinya.
Melihat Fajar tertegun setelah mendengar penjelasan dari seorang prajurit, Putri Amanda merasa penasaran. Sebagai pemimpin pengganti Putri Amanda berhak meminta penjelasan kepada Fajar yang merupakan kapten penjaga gerbang kota.
"Kenapa kau diam saja. Apa ada yang salah disini?" Putri Amanda bertanya dengan nada menekan sambil menatap menyelidik kearah Fajar.
Fajar menggelengkan kepala mengatakan bahwa dia juga tidak mengenal pria dibalik zirah perak yang dengan gila menghadapi puluhan Hewan Iblis sendirian.
Sebenarnya Fajar bisa menebak pria itu merupakan Arya. Tetapi mendapatkan tatapan mata tajam Putri Amanda, membuatnya gugup dan secara reflek hanya menggelengkan kepala untuk menghindari masalah.
Putri Amanda menarik kembali tatapannya dari Fajar dan mengalihkan pandangan kearah pria berzirah perak yang sedang bertarung dengan puluhan Hewan Iblis.
Disisi lain kondisi Arya masih dalam keadaan baik-baik saja.Meski sudah menghadapi ratusan Hewan Iblis pada gelombang pertama, energi spiritual miliknya tidak menunjukkan tanda-tanda akan habis.
Teknik Pernapasan Naga membuat Arya dengan mudah mengisi kembali energi spiritual dan tenaga. Walau Arya terlihat sangat bertenaga membuatnya tidak merasakan lelah, tetapi dibalik itu semua kondisi mentalnya sedikit berkurang karena harus menghadapi ribuan Hewan Iblis yang tersisa.
Arya menatap jauh kedepan dan melihat gelombang kedua Hewan Iblis sudah bersiap untuk menyerang setelah gelombang pertama serangan berakhir.
"Jalan Surgawi?" Mendapati gelombang kedua berisi Hewan Iblis Ranah Jalan Surgawi membuat Arya yakin pada gelombang serangan berikutnya pasti memiliki tingkat lebih tinggi.
__ADS_1
Setiap gelombang serangan rata-rata diisi 1000 sampai 3000 Hewan Iblis. Hewan Iblis itu dikelompokkan dalam satu Ranah yang sama sesuai tingkatan masing-masing.
Ketika Arya sedang memandangi barisan terdepan gelombang serangan kedua. Seekor serigala berbulu hitam tiba-tiba datang kemudian menggigit lengan kanannya.
Usaha serigala untuk melukai Arya gagal ketika taringnya tidak bisa menembus zirah yang melindungi lengan manusia laki-laki itu.
Melihat seekor serigala sedang menggigit lengannya, Arya kemudian membanting Hewan Iblis tersebut ke tanah dan memenggal kepalanya menggunakan ujung perisai dengan sangat mudah.
Sekali lagi cipratan darah membasahi zirah perak milik Arya membuat penampilan pria itu cukup menyeramkan dengan noda merah dibeberapa tempat.
"Mereka datang..." Arya mengencangkan pegangan pada pedang dan perisai bersiap menghadapi gelombang serangan kedua, setelah membunuh 2000 Hewan Iblis pada gelombang pertama.
Seekor badak mengaum dan berlari kearah Arya. Ukuran badak itu tidak seperti badak pada umumnya, dan memiliki tubuh seukuran gajah dewasa. Matanya berwarna merah dengan tatapan penuh amarah menatap lurus kearah Arya.
Badak menerjang mengarahkan ujung cula tajam saat Arya sudah mendekati jangkauan serangannya. Tidak ada keraguan dimata Badak, hanya tatapan kebencian yang dia tunjukkan kepada anak manusia dihadapannya.
Melihat seekor Badak seukuran gajah dewasa ingin menerjang tubuhnya. Arya mengencangkan pegangan pada perisai bersiap untuk menghadapi Badak tersebut.
Saat Badak menerjang dengan penuh kekuatan. Arya menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk menghindar dan memukul wajah sang Badak menggunakan perisai dengan sangat keras.
Terkena tamparan keras dibagian wajah membuat Badak jatuh tersungkur. Pukulan yang diberikan Arya sangat keras hingga membuat Badak kehilangan nyawa setelah organ otaknya mengalami kerusakan parah.
Beberapa serangga terbang seukuran anak sapi dari langit menerjang tubuh Arya dan mengerumuni hingga membuat pria itu terbungkus oleh lebih dari 40 serangga.
__ADS_1
Tiba-tiba dari dalam muncul Api Putih dan meledak membuat puluhan serangga terbang yang membungkus tubuh Arya lenyap menyisakan abu bekas pembakaran dari sisa-sisa anggota tubuh mereka.
Putri Amanda dari kejauhan melihat ledakan Api Putih dan merasa sangat familiar dengannya. "Apa itu kau Arya?"