Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Naga Perak Yang Terbangun (Revisi Lokal)


__ADS_3

Setelah ditinggal pergi oleh Hyman Nirwasita membuat Arya Wijaya mengeratkan giginya tak menyangka kalau akan ditumbalkan oleh gurunya sendiri.


Terpaksa Arya Wijaya menarik pedangnya untuk melawan Raksasa Es meski tak yakin kalau pedang miliknya dapat membuat kerusakan ditubuh makhluk itu.


"Hah... Tidak ada pilihan lain. Setelah mengurus Raksasa Es ini, aku akan mengadukanmu, Guru Hyman..." Arya Wijaya tertawa jahat dan membayangkan bagaimana wajah Hyman Nirwasita saat mendapat pelajaran dari Baduga Maharaja ketika mereka pulang nanti.


Arya Wijaya kemudian melapisi pedangnya menggunakan Qi agar lebih kuat. Setelah merasa yakin, Arya Wijaya langsung saja menerjang kearah Raksasa Es dengan kepercayaan diri tinggi.


Pertarungan antara Arya Wijaya dan Raksasa Es penjaga makam kuno tak dapat dielakkan lagi. Keduanya bertarung dengan sangat sengit hingga beberapa kali membuat ledakan dan gelombang kejut.


****


Sementara itu Hyman Nirwasita sekarang sudah sampai di tempat yang dia tujuan setelah menumbalkan Arya Wijaya untuk menghadang Raksasa Es.


"Maaf saja Arya, tetapi aku terpaksa melakukannya..." Hyman Nirwasita menghela nafas dan sangat menyayangkan tindakannya kepada Arya Wijaya.


Hyman Nirwasita tak memiliki pilihan selain menumbalkan Arya Wijaya, bagaimanapun dia mengetahui siapa orang yang membuat Raksasa Es itu, yang tak mungkin bisa dia kalahkan untuk saat ini.


Pria itu kemudian menatap dinding es yang tembus pandang dihadapannya. Sosok tiga tubuh Hewan Kuno yang disegel dapat Hyman Nirwasita lihat jelas.


"Sepertinya memang ada seseorang yang telah membuat kami bertiga lupa dengan pertarungan terakhir. Sayang sekali..."


Tubuh tiga Hewan Kuno yang disegel di dalam es tidak lain adalah Hyman Nirwasita, Arga Mahesa, dan Baduga Maharaja. Dari posisi gerakan mereka terlihat Baduga Maharaja dalam wujud Kura-kura hitam berusaha menghentikan pertarungan diantara Hyman Nirwasita dengan Arga Mahesa yang dalam wujud Phoenix dan Naga.


Hyman Nirwasita akhirnya kembali mengingat pertarungan hidup dan mati antara dirinya dengan Arga Mahesa. Tetapi dia tak bisa mengingat alasan mereka kenapa sampai bisa bertarung habis-habisan, bahkan melupakan sosok pencipta mereka sendiri.


Pertarungan antara Hyman Nirwasita dan Arga Mahesa terjadi setelah Zaman Kegelapan berakhir. Mereka berhasil mengalahkan salah satu sosok yang menjadikan masa itu sebagai Zaman Kegelapan. Tetapi sayangnya sosok terakhir berhasil lolos dan menghilang saat itu.


Alasan Hyman Nirwasita, Arga Mahesa, dan Baduga Maharaja hanya bisa menggunakan secuil kekuatan mereka tidak lain karena tubuh Hewan Kuno mereka yang telah disegel.


"Apa penyebab aku bertarung melawan Arga waktu itu, hanya karena masalah pembagian wilayah teritori?"


Hyman Nirwasita merasa bingung, setelah Zaman Kegelapan berakhir dia dan juga beberapa saudaranya memutuskan untuk tetap tinggal di dunia itu dan memutuskan pembagian wilayah.

__ADS_1


Tetapi saat itu Hyman Nirwasita masih ingat dengan jelas tak ada yang menolak pembagian wilayah di bumi yang dilakukan oleh Baduga Maharaja. Hyman Nirwasita, Arga Mahesa dan saudara-saudara mereka yang lain setuju begitu saja, tanpa berdebat sedikitpun.


"Kelihatannya memang ada orang yang sengaja membuatku bertarung dengan Arga." Akhirnya Hyman Nirwasita memutuskan untuk berhenti memikirkannya, karena fokus utamanya adalah tubuh Hewan Kuno yang tersegel.


Hyman Nirwasita segera bisa menebak kenapa saat itu dirinya tiba-tiba mengingat sebuah tempat asing baginya dan memutuskan untuk membawa Arya Wijaya berlatih disana.


Semua ini seolah ada bisikan yang menyuruh Hyman Nirwasita mendatangi Daratan Es Abadi padahal dia sendiri tak bisa mengingat tempat itu pada saat sampai disana.


Bisikan diteling Hyman Nirwasita memang nyata dan itu tentu dilakukan oleh Kakek tua, yang sepertinya ingin mengembalikan sedikit ingatan Hyman Nirwasita yang telah disabotase seseorang.


Hyman Nirwasita kemudian segera membuka segel ditubuh Hewan Kuno miliknya serta Arga Mahesa dan Hyman Nirwasita. Setelah dibuka hanya dalam sekejap mata Hyman Nirwasita menyimpan ketiga tubuh Hewan Kuno di tubuhnya sendiri.


"Untuk sekarang aku masih bisa menahanya, tetapi kalau lebih lama aku tak yakin bisa. Aku harus cepat-cepat kembali sepertinya..."


Hyman Nirwasita berkeringat sambil memegang dadanya yang terasa sakit karena harus menjadikan tubuhnya sebagai wadah sementara untuk menyimpan tubuh Hewan Kuno milik Arga Mahesa dan Baduga Maharaja.


Tiba-tiba daerah disekitar Hyman Nirwasita bergetar. Pria itu seketika merasa terkejut saat merasakan kehadiran sosok yang memiliki level jauh diatas di atasnya.


Sosok seekor Naga Perak yang telah tertidur selama puluhan ribu tahun tiba-tiba membuka matanya. Naga Perak itu tidak lain adalah penghuni pertama yang tubuhnya tersegel di Daratan Es Abadi.


Es disekitar tubuh Naga Perak runtuh setelah dia menggerakkan sedikit tubuhnya. Semburan Api Putih disertai raungan keras ke langit langsung dikeluarkan oleh Naga Perak.


Akibat raungan keras Naga Perak seketika langsung membuat langit bergetar hebat dan membuat semua makhluk hidup didunia itu dapat merasakan tekanannya.


Entah dari kalangan bawah atau atas, lemah atau kuat, tubuh mereka semuanya dipaksa untuk tunduk dan bersujud dibawah tekanan dari sang Naga Perak.


Mereka baru bisa menggerakkan tubuh kembali dengan bebas setelah Naga Perak berhenti meraung. Tetapi di dalam hati semua makhluk hidup di dunia itu sudah tertanam ketakutan akan sosok Naga Perak meski mereka belum bertemu secara langsung.


Hyman Nirwasita yang berada tepat dihadapan Naga Perak hanya bisa menatap kosong sosok itu sambil bertekuk lutut seolah energi yang menopang kedua kakinya telah hilang.


Naga Perak menyadari kehadiran Hyman Nirwasita lalu mendekatkan wajahnya sambil menatap langsung pria kecil itu.


Dibawah tatapan Naga Perak Hyman Nirwasita merasa hanya bagaikan debu dialam semesta. Ukuran satu cakar Naga Perak bahkan lebih besar dari Hyman Nirwasita saat ini yang membuat kepercayaan diri pria itu sirna dalam sekejap.

__ADS_1


Untuk menggerakkan tubuhnya Hyman Nirwasita benar-benar tidak bisa saat ini dan hanya bisa terdiam. Hyman Nirwasita yakin tubuhnya langsung bisa lenyap jika Naga Perak itu meraung sekali lagi dihadapannya.


Naga Perak menggeram tak senang melihat sosok pria di hadapannya sangat lemah. Dia kemudian mengangkat kepalanya dan melihat kearah seorang bocah pria.


*******


Sebelum kemunculan Naga Perak. Arya Wijaya dan Raksasa Es masih bertarung sangat sengit. Keduanya sama-sama mengeluarkan terbaik mereka untuk mengalahkan satu sama lain.


Arya Wijaya yang melihat pedangnya mulai rusak mengeratkan giginya. "Sial, kalau begini terus aku benar-benar bisa mati."


Seketika Arya Wijaya teringat dengan teknik Arga Mahesa saat membuat sebuah Raksasa Batu sebagai ujian terakhirnya.


Berpikir sudah tak memiliki cara lain untuk mengalahkan Raksasa Es, Arya Wijaya akhirnya meniru gerakan yang dilakukan oleh Arga Mahesa saat itu.


Dalam hal meniru teknik orang lain kemampuan Arya Wijaya tak dapat dilakukan lagi. Ketika merasa berada diambang kematian Arya Wijaya akan menggunakan seluruh potensi yang dia miliki.


Bongkahan es perlahan mulai menyatu membentuk sebuah Raksasa Es. Meski Raksasa es buatan Arya Wijaya terlihat lebih lemah, tetapi Arya Wijaya merasa sedikit percaya diri bisa mengalahkan Raksasa Es penjaga makam kuno.


Arya Wijaya bertekuk lutut dan menyangga tubuhnya menggunakan pedangnya agar tubuhnya tidak jatuh. Energi Qi miliknya benar-benar sudah diambang batas setelah membuat sebuah Raksasa Es.


"Sekarang aku hanya bisa berharap dia bisa menahan Raksasa Es itu sampai Guru Hyman kembali..." Arya Wijaya tersenyum kecil dan menaruh harapan tinggi kepada Raksasa Es buatannya.


Sayangnya harapan tinggi Arya Wijaya langsung sirna setelah Raksasa Es buatannya dapat dengan mudah dihancurkan oleh penjaga makam kuno dalam sekali pukul. Bahkan Raksasa Es buatan Arya Wijaya tak mampu memulihkan tubuhnya kembali.


Saat Arya Wijaya sudah pasrah dengan hidupnya tiba-tiba sebuah raungan makhluk buas terdengar hingga menimbulkan getaran besar disekitarnya.


Arya Wijaya hanya bisa tersenyum tipis merasa hari ini adalah kesialan terbesarnya. Dia kemudian kehilangan kesadaran setelah Qi di tubuhnya habis.


Tepat saat Raksasa Es ingin menghabisi Arya Wijaya sebuah cakar berukuran besar langsung menginjaknya sampai hancur dengan sangat mudah.


Sosok Naga Perak kemudian mengendus tubuh Arya Wijaya beberapa saat sebelum berubah menjadi asap putih dan masuk kedalam tubuh anak itu.


Hyman Nirwasita yang melihat kejadian itu hanya bisa termenung kemudian segera menghampiri Arya Wijaya sebelum tubuh anak itu jatuh.

__ADS_1


__ADS_2