Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Tiga Tuan Muda (Revisi Lokal)


__ADS_3

Arya Wijaya bersama Raka Aditama berjalan menghampiri dua Kultivator ranah Petarung lapisan ke-5 yang menjaga pintu masuk Asosiasi Perak.


Perawakan yang besar dan garang membuat para tamu undangan menjadi segan terhadap mereka. Ditambah keduanya berada di ranah Petarung yang saat ini tidak lebih dari 1000 yang berada di ranah tersebut.


Saat giliran Arya Wijaya dan Raka Aditama ingin melakukan pemeriksaan, tiba-tiba ada seorang anak seusia mereka yang menyerobot antrian diikuti oleh 2 temannya, dan seorang pelayan.


Raka Aditama yang mengenali ketiga anak itu terlihat merasa kesal. "Hei, sekarang giliran kami. Kalian harusnya mengantri dibelakang dan jangan menyerobot!"


Mendengar perkataan Raka Aditama, salah satu dari ketiga anak itu kemudian menoleh dan tersenyum mengejek saat melihat keberadaan Raka Aditama.


"Oh lihat siapa burung cacat yang akhirnya keluar dari sarangnya. Apa yang membuatmu datang kemari, Tuan Muda Raka Aditama?" Sapa Bayu Buana sambil berjalan mendekat Raka Aditama.


Bayu Buana merupakan anggota dari Keluarga Buana. Keluarga Buana sendiri bekerja dibawah kaki Keluarga Kusuma dan setia terhadap salah satu dari 5 Keluarga besar di Kerajaan Brawijaya.


Dua orang anak yang bersama dengan Bayu Buana adalah Angga Kusuma anak dari Tuan Besar Keluarga Kusuma dan Satria Mahendra anak dari Panglima Besar Kerajaan Brawijaya.


Angga Kusuma terlihat tertarik saat melihat Bayu Buana ingin memancing emosi Raka Aditama. Sedangkan Satria Mahendra memandangi Arya Wijaya dan Raka Aditama tanpa ekspresi, seakan tidak tertarik kepada mereka.


Satria Mahendra cukup terkenal di Kota Wirabhumi sebagai anak emas yang sangat berbakat. Di usia yang baru menginjak 10 tahun, dia sudah mencapai Ranah Penyempurnaan Roh lapisan Ke-3.


Jarang ditemukan anak berbakat seperti Satria Mahendra. Dia sendiri merupakan anak yang ambisius dan ingin meneruskan gelar ayahnya sebagai Panglima Besar.


"Tutup mulut busukmu dasar penjilat!" Dengan kesal Raka Aditama mendorong tubuh Bayu Buana karena anak itu selalu menghinanya.


Bayu Buana tersenyum dan tak menyangka Raka Aditama berani mendorongnya. Sambil menahan rasa kesal dan memasang wajah tersenyum, Bayu Buana langsung ingin menghajar Raka Aditama.

__ADS_1


Aturan di Kerajaan Brawijaya yang menuntut orang tua tak ikut campur dalam perselisihan anak mereka. Membuat Bayu Buana merasa percaya diri, karena meski dia membuat Raka Aditama babak belur, ayah Raka Aditama yang merupakan petinggi Asosiasi Perak tak akan memburunya.


Bayu Buana kaget saat tiba-tiba seorang anak yang mengenakan topeng aneh menangkap tinjunya dengan sangat mudah.


Raka Aditama yang melihat Arya Wijaya pasang badan untuk melindunginya merasa sangat senang. Sementara Angga Kusuma dan Satria Mahendra mengerutkan kening mereka melihat Arya Wijaya ikut campur.


"Lepaskan tanganku sialan. Apa kau tidak tau siapa aku?!" Bayu Buana mengeratkan giginya dan mencoba membebaskan diri dari Arya Wijaya yang memegang erat tinjunya.


Arya Wijaya tersenyum saat melihat Bayu Buana kesulitan melepaskan diri. "Mengapa kau bertanya kepadaku siapa dirimu? Apa ibumu tak memberitahumu?"


Bayu Buana merasa sangat kesal saat melihat ada seseorang yang berani terhadapnya. Di Kota Brawijaya ini belum pernah Bayu Buana melihat seperti Arya Wijaya sebelumnya.


Disisi lain Satria Mahendra tersenyum tipis. Satria Mahendra tampak mulai tertarik melihat ada orang yang berani menghentikan kelakuan Bayu Buana. Sedangkan Angga Kusuma terlihat kesal karena ada orang yang ikut campur dalam urusan anak buahnya.


"Jangan mengganggu Raka lagi mulai sekarang. Atau aku akan membuat perhitungan kepada anak manja seperti kalian." Ucap Arya Wijaya sambil melirik kearah tiga bocah tersebut, sebelum berjalan melewati mereka.


Raka Aditama menjulurkan lidahnya mengejek ketiga anak itu sambil berjalan di belakang Arya Wijaya. Dia sekarang merasa sangat percaya setelah Arya Wijaya membantunya.


Bayu Buana, Angga Kusuma, dan Satria Mahendra. Ketiga anak kecil yang suka membully anak lain itu, kini akhirnya memiliki seorang musuh setelah sekian lama.


Kedua penjaga yang melihat Arya Wijaya dan Raka Aditama ingin masuk tak meminta undangan kepada mereka. Para penjaga itu sudah cukup akrab dengan Arya Wijaya yang beberapa kali memberikan kotak berisi Pill setiap berkunjung ke Asosiasi Perak.


Selain mengenal Arya Wijaya sebagai sosok dermawan. Kedua penjaga itu juga mengenali Raka Aditama sebagai putra dari Dierja Aditama petinggi Asosiasi Perak.


"Silahkan masuk Tuan Muda." Ucap kedua penjaga itu dengan ramah mempersilahkan Arya Wijaya dan Raka Aditama masuk.

__ADS_1


Arya Wijaya mengangguk pelan kemudian memberikan sebuah kotak berisi Pill tingkat 5 kepada para penjaga itu sebelum masuk kedalam.


Menerima kotak dari Arya Wijaya membuat kedua penjaga itu merasa sangat senang. Sebab berkat Pill pemberian Arya Wijaya, Kultivasi mereka yang sempat tersendat kini bisa lancar kembali.


Bayu Buana, Angga Kusuma, dan Satria Mahendra merasa heran saat kedua penjaga itu tidak meminta kartu undangan kepada Arya Wijaya serta Raka Aditama. Padahal sudah jadi aturan umum setiap orang yang ingin menghadiri acara pelelangan Asosiasi Perak, harus memiliki kartu undangan.


Ketiga anak itu juga terkejut saat ekspresi kedua penjaga tersebut langsung berubah datar saat melihat mereka ingin masuk. Tidak seperti saat melihat Arya Wijaya dan Raka Aditama.


Sementara itu Raka Aditama masih belum percaya Arya Wijaya benar-benar bisa membawa mereka masuk ke acara pelelangan tanpa membawa kartu undangan.


"Kakak, apa yang kau berikan kepada mereka sampai membuat kedua penjaga itu mengijinkan kita masuk?" Tanya Raka Aditama penasaran.


Arya Wijaya tak menjawab pertanyaan Raka Aditama. Dia justru menyinggung Raka Aditama yang sudah tidak merajuk lagi kepadanya.


Sontak ekspresi Raka Aditama menjadi masam karena Arya Wijaya memperlakukannya seperti anak kecil. Tetapi disisi lain Raka Aditama merasa senang saat Arya Wijaya mengacak-acak rambutnya.


"Mereka tadi itu siapa? Sepertinya ketiga anak itu sangat mengenalmu." Tanya Arya Wijaya yang penasaran dengan hubungan Raka Aditama dan ketiga anak tadi.


Raka Aditama kemudian menjelaskan ketiga anak itu yang suka membully nya, terutama Bayu Buana. Dia juga menjelaskan latar belakang ketiga anak itu kepada Arya Wijaya.


Arya Wijaya mengangguk paham. Dia dan Raka Aditama kemudian berjalan memasuki ruangan tempat dimana acara pelelangan akan dilangsungkan pada malam ini.


Puluhan atau bahkan ratusan orang tampak sudah memadati aula lelang. Malam ini mereka membawa semua uang mereka, hanya untuk membeli barang yang akan dilelang malam ini.


Tempat duduk para peserta lelang dibagi menjadi dua. Dibawah untuk undangan peserta biasa, sementara diatas terdapat ruangan-ruangan kecil untuk para tamu undangan VIP.

__ADS_1


__ADS_2