Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Transplantasi Dantian (Revisi Lokal)


__ADS_3

Setelah sarapan pagi, Baduga Maharaja memanggil Arya untuk berkumpul bersama Hyman Nirwasita dan Arga Mahesa karena ingin menyampaikan sesuatu kepadanya.


Arya kemudian duduk menghadap ketiga pria itu sampai entah mengapa dia merasa atmosfer di sana berubah menjadi tegang dan serius.


"Guru, mengapa raut wajah kalian berubah menjadi serius? Apa ada hal penting ingin dibahas?" Arya terlihat ragu-ragu saat menanyakan soal ketegangan diwajah ketiga pria itu.


Arya saat menghadap Baduga Maharaja, Hyman Nirwasita, dan Arga Mahesa terlihat seperti seekor anak kucing dibawah tekanan tiga ekor binatang buas.


Baduga Maharaja kemudian mulai menjelaskan beberapa hal dasar kepada Arya tidak semuanya karena menganggap anak berusia lima tahun belum tentu paham jika diberi penjelasan panjang.


"Mulai sekarang dua adikku akan menjadi gurumu sama sepertiku. Kedepannya kamu akan berlatih bersama mereka terlebih dulu."


Awalnya Arya merasa bingung apa yang dimaksud oleh Baduga Maharaja. Tiga guru sekaligus jelas terasa aneh menurutnya, tetapi setelah mendapat penjelasan dari mengenai beberapa latihan yang akan dia lakukan bersama Hyman Nirwasita dan Arga Mahesa, Arya langsung mengerti dan bersujud tiga kali kepada mereka.


Saat melihat Arya melakukan sujud tiga kali kepada mereka. Hyman Nirwasita dan Arga Mahesa merasa kekaguman tersendiri karena merasa Arya melakukannya dengan tulus, tidak seperti murid mereka dulu yang terasa hanya formalitas belaka.


Berpikir kalau sudah menunjuk orang yang tepat, Arga Mahesa kemudian memberikan benda berwarna emas yang terasa hangat seukuran bola tenis kepada Baduga Maharaja.


Hyman Nirwasita juga memberikan benda bulat berwarna biru yang terasa dingin kepada Hyman Nirwasita.


Setelah mendapat dua benda tersebut dari Arga Mahesa dan Hyman Nirwasita, Baduga Maharaja kemudian mengeluarkan benda yang sama namun miliknya memiliki pola hitam dan putih.


Ketiga bola itu merupakan benda paling berharga bagi Baduga Maharaja, Arga Mahesa, dan Hyman Nirwasita. Sebab tidak lain adalah inti Dantian mereka sendiri.


Baduga Maharaja, Hyman Nirwasita, dan Arga Mahesa memang sengaja mengeluarkan Dantian mereka masing-masing untuk diberikan kepada Arya. Jika para Pendekar diluar sana melihat Dantian itu sudah jelas akan menjadi rebutan, bahkan bisa saja terjadi peperangan hanya karena tiga Dantian itu saja.

__ADS_1


Siapa yang tidak tau mengenai kehebatan tiga pria itu. Semua orang di daratan ini mengetahuinya dan kisah mereka sudah menjadi dongeng sejak ribuan tahun lalu.


Ketika Arya melihat tiga bola dengan pola aneh, awalnya dia mengira ketiga bola itu hanyalah bola hiasan biasa. Tetapi pikirannya langsung berubah saat merasakan samar-samar tekanan dari ketiga bola ditangan Baduga Maharaja.


"Pasti ini pertama kalinya kamu melihat sebuah Dantian secara langsung bukan, Arya?"


Baduga Maharaja menyadari Arya yang masih belum mengetahui tentang Dantian. Baduga Maharaja kemudian memberi sedikit penjelasan kepada Arya mengenai Dantian .


Dantian sendiri merupakan wadah untuk menyimpan energi Qi bagi setiap orang yang mengelola Qi atau disebut Pendekar. Para Pendekar biasanya hanya memiliki satu Dantian saja di tubuh mereka.


Untuk Dantian milik Baduga Maharaja, Hyman Nirwasita, dan Arga Mahesa tentu saja tidak bisa disamakan dengan para Pendekar biasa yang ada diluar sana. Dalam artian Dantian milik mereka bertiga sangat spesial dari Pendekar lain.


Jika Pendekar lain mengambil dan memakai Dantian milik Baduga Maharaja, Hyman Nirwasita,Arga Mahesa, sudah di pastikan orang itu akan langsung meledak karena tidak dapat menahan tekanan yang diberikan.


"Guru ampuni aku..." Dengan cepat Arya bersujud dihadapan Baduga Maharaja. Arya mengira kalau dia memiliki kesalahan hingga berpikir Baduga Maharaja ingin meledakkan tubuhnya menggunakan tiga Dantian itu.


Menyadari Arya menyalah artikan maksudnya ingin memberikan anak itu Dantian miliknya dan juga kedua adiknya, Baduga Maharaja kemudian mencoba menenangkan Arya yang terlihat panik dan memberi penjelasan kepadanya.


Sementara itu Arga Mahesa justru tertawa dan menakut-nakuti Arya kalau sebentar lagi dia akan meledak seperti balon, hingga membuat anak itu semakin panik.


Perbuatan Arga Mahesa jelas membuat Baduga Maharaja merasa sedikit pusing lalu memukul kepala adiknya itu dan menyuruhnya untuk diam karena telah membuat panik Arya.


Beberapa menit kemudian setelah Arya diberi penjelasan oleh Baduga Maharaja kalau dia tidak akan meledak seperti yang dikatakan Arga Mahesa akhirnya membuatnya menjadi tenang.


"Aku akan mengunci Dantian ini dan kunci itu bisa hilang kalau tubuhmu sudah dapat menahan kekuatannya, jadi tenang saja."

__ADS_1


Setelah membuat Arya mengerti, Baduga Maharaja kemudian membuat formasi disekitar Arya dan memulai proses untuk memasang ketiga Dantian itu kedalam tubuhnya.


Arya seketika dapat merasakan luapan energi yang sangat besar di dalam tubuhnya saat tiga buah Dantian masuk kedalam tubuhnya.


Energi panas dan dingin bertabrakan didalam tubuh Arya hingga membuatnya berteriak kesakitan. Bahkan selama proses penyatuan berlangsung, tubuh Arya menjadi seperti retakan yang bisa hancur kapan saja.


Tetapi untungnya dengan cepat Baduga Maharaja dapat mengatasi hal tersebut dan segera mengunci tiga Dantian yang ada didalam tiga tubuh Arya, hingga membuat anak itu dapat bernafas dengan lega kembali.


Beberapa jarum akupuntur kemudian Hyman Nirwasita tusukan dibeberapa titik Meridian milik Arya untuk mengaktifkan jalur penyebaran Qi didalam tubuhnya.


Arga Mahesa juga tidak diam saja dan membantu proses penyatuan Dantian ke tubuh Arya.


Setelah proses penyatuan Dantian yang memakan waktu hingga 1 jam telah selesai, akhirnya mereka semua dapat tenang karena tidak membuat tubuh seorang anak kecil meledak.


Arya sekarang dapat merasakan ada sebuah aliran baru didalam Meridian miliknya yang membuat tubuhnya terasa hangat, dia bahkan merasa bisa mengangkat beban sepuluh kali dari berat tubuhnya.


Arya Wijaya kemudian teringat dengan Api biru milik Hyman Nirwasita yang masih dia simpan dan berniat untuk mengembalikannya kepada pria itu.


Tetapi Hyman Nirwasita justru menolaknya dan menyatukan Api itu di tubuh Arya yang berarti kini anak itu adalah pemiliknya.


Setelah menerima semua itu Arya tidak mampu berkata-kata lagi dan sangat berterimakasih kepada Baduga Maharaja, Hyman Nirwasita, dan Arga Mahesa.


Berbeda dengan Arya Wijaya yang tampak bertenaga, Baduga Maharaja, Hyman Nirwasita, dan Arga Mahesa terlihat melemah setelah kehilangan Dantian mereka. Ketiga pria itu seolah menyembunyikan suatu kebenaran dari Arya, dan tidak mau membuat pikiran anak itu nantinya terganggu hingga menghambat pelatihannya.


Meski tidak memiliki Dantian lagi bukan berarti mereka sudah tidak dapat menggunakan Qi, mereka sekarang masih dapat menggunakannya meski dalam jumlah kecil.

__ADS_1


__ADS_2