
"Apa peraturannya bisa dirubah seenaknya? Haish... Ada-ada saja, padahal aku belum cukup beristirahat..." Arya menghela nafas dan beranjak menuju arena dimana Bayu sudah menunggu.
Entah apa yang ada dipikiran Bayu ingin menantang orang yang sudah menyelamatkannya saat berada di Hutan Terlarang, membuat ketiga temannya merasa kepala Bayu sudah bermasalah.
"Apa dia sudah gila memprovokasi pria itu?" Celetuk Satria merasa Bayu terlalu percaya diri sampai lupa kalau Arya bisa mengalahkannya hanya dalam satu tarikan nafas saja.
Raka dan Angga mengangguk pelan. Menurut mereka apa yang dilakukan Bayu sebelumnya dengan melakukan serangan brutal kepada peserta yang sudah tidak sadarkan diri, cukup keterlaluan.
Bahkan Bayu sampai menyinggung tentang Kasta. Hal itu tentu sangat tidak disukai oleh Raka dan Satria, begitu juga dengan Angga yang perlahan sikapnya sudah berubah menjadi lebih baik.
Meski ketiganya pernah melakukan pembullyan, tetapi seiring berjalannya waktu mereka sudah sadar jika perbuatan itu salah. Beda halnya dengan Bayu yang merasa Kasta lebih penting dari segalanya.
Arya merenggangkan tubuh seperti orang yang baru bangun tidur. Tetapi Bayu menyalah artikan sikap Arya yang merendahkan dirinya, meski sebenarnya tidak salah juga karena Arya tak menganggap Bayu sebagai lawan yang harus diperlakukan serius.
"Kau!!" Bayu mengeratkan gigi dan menunjuk kearah Arya dengan kesal. Menurut Bayu kehadiran Arya merupakan hama yang harus disingkirkan sesegera mungkin.
"Aku kenapa?" Tanya Arya heran sambil menunjuk dirinya sendiri melihat Bayu yang marah tanpa alasan jelas.
Bayu berdecak kesal saat melihat Arya bertingkah polos. Saat wasit memulai pertandingan, Bayu langsung melemparkan kertas peledak kearah Arya yang masih belum melakukan gerakan.
Ledakan besar kembali menggema dan membuat arena berguncang. Bayu tersenyum kecil berpikir Arya sudah pasti tak akan selamat dari ledakannya.
"Rasakan itu dasar rakyat jelata!"
Asap ledakan tiba-tiba disapu angin kencang. Bayu membuka mata lebar mendapati Arya yang masih baik-baik dan tak mengalami cidera sama sekali.
Kembali Bayu berdecak kesal lalu membuat sebuah formasi. "Kuncian Tanah..." Bayu menepuk formasi yang dia buat dipermukaan arena.
__ADS_1
Tanah disekitar Arya langsung membungkus seluruh tubuhnya dan tak menyisakan sedikitpun celah untuk dirinya bisa bernafas.
Bayu tersenyum kecil dan mengepalkan tangan membuat tanah yang membungkus tubuh Arya layaknya kepompong, meremas tubuh pria itu dengan kuat.
Para penonton yang melihat teknik formasi milik Bayu tampak tidak terlalu terkejut mengingat pria itu merupakan salah satu jenius muda di Kerajaan Brawijaya.
Mereka sangat yakin Arya kali ini tak akan selamat meski sebelumnya bisa bertahan dari ledakan besar milik Bayu. Kemungkinan bebas dari formasi Kuncian Tanah tidak ada sama sekali. Sudah bisa dipastikan Bayu akan keluar sebagai juara kali ini.
Sementara itu Arya yang berada didalam kepompong tampak baik-baik saja. Arya justru tak merasakan tertekan dan ingin menguji seberapa kuat formasi perangkap milik Bayu.
"Bisakah kau tak membuang-buang waktu dan mengakhirinya dengan cepat? Aku sudah muak berada ditengah keramaian." Naga Perak merasa kesal dengan sikap santai yang ditunjukkan oleh Arya.
Hanya mengalahkan seorang bocah ingusan, Naga Perak berpikir Arya bisa melakukannya dengan cepat. Tetapi Arya justru mengulur waktu untuk mengetes kekuatan Bayu, yang menurut Naga Perak hanya buang-buang waktu.
Arya menyipitkan mata saat mendengar perkataan dari Naga Perak. Dia tentu sadar apa yang sebenarnya kadal itu inginkan saat ini.
Naga Perak tertawa canggung tidak mengelak tuduhan Arya, karena dengan memakan jiwa makhluk hidup bisa menambah Qi miliknya.
"Ayolah... Bukankah kau juga memerlukan Qi milikku?" Naga Perak mencoba membujuk Arya agar segera memakan jiwa milik Bayu.
Arya menghela nafas panjang kemudian menghancurkan formasi milik Bayu dengan sangat mudah, sampai membuat semua orang yang melihatnya tak bisa percaya.
"Bagaimana mungkin kau menghancurkan formasi andalanku?" Bayu tidak bisa menerima formasi kebanggaannya dihancurkan Arya dengan sangat mudah.
"Formasi rendahan seperti itu kau jadikan kartu As?" Arya menggelengkan kepala tak habis pikir ada orang yang akan menjadikan Formasi tingkat 3 sebagai Formasi andalannya.
Arya kemudian berjalan menghampiri Bayu, yang membuat pria itu mulai panik mengeluarkan seluruh kertas peledak untuk menghentikan pergerakan Arya.
__ADS_1
"Menjauh lah dariku dasar monster!" Bayu mulai histeris melihat Arya terus berjalan menghampirinya melewati ledakan yang tampak tidak mempan untuk menghentikannya.
Ketika Arya sampai dihadapan Bayu, dia kemudian mencengkram leher Bayu dan mengangkat tubuh pria itu keatas. Bayu hanya bisa meronta sambil berusaha membebaskan diri.
"Singkirkan tangan kotormu dari leherku dasar rakyat jelata. Apa kau tidak tau siapa aku?! Akan kupastikan kau dan seluruh keluargamu dieksekusi setelah kompetisi ini!" Dibawah cengkraman Arya, Bayu masih mencoba mengancam Arya.
Arya tertawa kecil merasa Bayu tidak tau siapa orang yang sedang dia ancam. Arya kemudian mengangkat wajahnya dan menatap mata Bayu dalam-dalam, membuat jiwa pria itu sedikit terguncang.
Disisi lain Raka yang mendengar perkataan Bayu kepada Arya merasa pria itu benar-benar sudah gila, karena sudah berani mengancam Arya yang merupakan anggota Kerajaan.
Raka membayangkan jika Arya ingin mengeksekusi seluruh keluarga besar Bayu, sudah dipastikan tidak akan ada yang bisa menghalangi.
Bukannya kehilangan, masyarakat justru akan senang jika Keluarga Buana yang terkenal suka bertindak semena-mena bisa dilenyapkan.
"Dasar bodoh..." Ucap Arya sambil tersenyum kecil kepada Bayu.
Arya kemudian membuka mulut untuk menyerap jiwa milik Bayu. Dari mulut Bayu kemudian keluar asap putih yang merupakan jiwanya dan masuk kedalam mulut Arya.
Setelah memakan jiwa milik Bayu, Arya menyeka bibirnya menikmati jiwa kotor milik pria itu. Dia kemudian menurunkan tubuh Bayu yang sudah tidak memiliki jiwa lagi.
Tatapan mata Bayu sekarang menjadi kosong dan dia menjadi orang linglung. Semua orang yang melihat Bayu hanya diam saja dan tidak menyerang setelah dilepaskan menjadi bingung.
Namun tidak dengan tiga orang yang bisa melihat ketika jiwa milik Bayu dimakan oleh Arya. Mereka tak lain adalah Maharani, Anjani, dan Arista.
"Pria itu benar-benar sangat berbahaya..." Ucap Anjani sambil melihat kearah Arya seolah pria itu merupakan ancaman besar. Maharani dan Arista hanya mengangguk belum menyadari identitas pria itu.
Saat sedang memperhatikan Arya, ketiga wanita itu dikejutkan saat Arya menoleh dan menatap mereka sambil tersenyum penuh makna.
__ADS_1
Hal itu jelas membuat Anjani dan Arista cukup terkejut semakin mewaspadai sosok pria itu. Tetapi tidak dengan Maharani yang merasa mengenali senyuman dari peserta tersebut.