Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Aura Membunuh Yang Bocor


__ADS_3

Beberapa pria mengetuk pintu dan masuk kedalam ruang kerja pemimpin Kota. Mereka tidak lain merupakan Arjuna dan para petinggi lain yang kedatangannya sudah ditunggu oleh Arya.


"Aku kira kalian tidak akan datang pagi ini karena terlalu sibuk?" Melihat kedatangan rekannya yang lain, Arya tersenyum kecil yang membuat mereka semua tersenyum canggung.


Baik Arjuna maupun petinggi lain sudah bisa menangkap maksud Arya. Ini tentang bagaimana mereka kemarin saat rapat mencoba menyibukkan diri karena takut menjawab pertanyaan dari pria tersebut.


"Tentu saja kami akan meluangkan waktu meski sangat sibuk, Jenderal." Celetuk Fajar sambil tersenyum canggung membuat yang lain ikut tertawa dengan gugup bersamanya.


Namun suara mereka seolah tercekik saat mendapat tatapan tajam disertai niat membunuh dari Putri Amanda yang berdiri disamping Arya menyilangkan kedua tangan didada.


Melihat kejadian dimana semua orang tiba-tiba menjadi diam dan terlihat gugup. Arya kemudian melirik kearah Putri Amanda dan hanya mendapatkan senyuman hangat darinya.


"Ada yang bisa aku bantu?" Putri Amanda bertanya sambil tersenyum manis dibalik cadarnya. Bahkan nadanya terdengar sangat merdua saat berbicara kepada Arya.


Arya menggelengkan kepala dan kembali mengalihkan pandangan kearah beberapa pria yang berdiri disebrang meja kerjanya.


Sebuah kode Arya berikan kepada Arjuan dan yang lain. Kode itu mengatakan Arya bertanya kepada mereka apa yang salah disana.


Tetapi Arjuna dan yang lain tidak menjawab bahkan hanya menggelengkan kepala. Mereka semua kini sedang mengumpat didalam hati saat melihat keterampilan sandiwara Putri Amanda yang sangat baik.


Arya kemudian meminta semua orang duduk kecuali Putri Amanda yang sejak awal hanya ingin berdiri di sampingnya seolah tidak akan lelah meski melakukannya selam seharian penuh.


"Baik, aku sudah memberi kalian waktu satu malam untuk berpikir. Sekarang aku ingin mendengar jawaban kalian secara pribadi, tentang perkembangan Kota Madya dibawah kepemimpinan Putri Amanda."


Pertanyaan dari Arya sontak membuat semua orang yang sedang memakan kue kering dan teh diatas meja tersedak. Mereka tidak menyangka Arya benar-benar akan menanyakan hal ini lagi dan tidak melupakannya.


Dengan ragu semua orang kemudian memandang kearah Putri Amanda dan terlihat wanita cantik itu sama sekali tidak bergeming seolah memberi mereka izin untuk menceritakan kebenaran.

__ADS_1


Mereka kembali mengingat kejadian setelah Arya meninggalkan rapat. Saat itu tiba-tiba Putri Amanda berbicara dan mengancam mereka jika Arya bertanya mengenai apapun, mereka harus menjawabnya dan tidak mengulangi kesalahan dihari itu yang membuat Arya menjadi kesal.


Baik Putri Amanda maupun petinggi yang lain tentu saja tidak mengharapkan pemimpin mereka membenci mereka. Jadi tidak ada pilihan selain menyingkirkan ego mereka masing-masing.


Deswara yang kemarin ditunjuk oleh Putri Amanda untuk menceritakan kejadian sejujurnya kepada Arya. Kali ini terpaksa menceritakan perkembangan Kota Madya dibawah kepemimpinan Putri Amanda menurut pandangan pribadinya, tanpa usur kebohongan sama sekali.


"Perkembangan Kota Madya sejauh ini berjalan sangat baik. Saya pribadi sebagai masyarakat asli Kota Madya, tidak menyangka sebelumnya jika perkembangan akan berjalan semasif sekarang ini."


Deswara kemudian menyampaikan pendapat pribadinya. Mulai dari pembangunan infrastruktur seperti rumah, jalan, tembok kota, sanitasi air bersih, dan sekolah perlahan sudah mulai terwujud satu persatu.


Benar, sekolah merupakan program yang dirancang langsung oleh Arya untuk membuat pendidikan anak-anak di Kota Madya tidak tertinggal. Jika mereka tidak bisa menjadi Pendekar, setidaknya mereka bisa menjadi sarjana dan mengembangkan kreatifitas untuk kemajuan Kerajaan Brawijaya dimasa depan.


Meski Arya dikehidupan sebelumnya berakhir sebagai pembunuh bayaran. Tetapi sebagai lulusan terbaik di sekolahnya, Arya sangat memperdulikan pendidikan anak-anak di Kota Madya.


Deswara kemudian melanjutkan penjelasannya mengenai pekerjaan untuk semua orang yang sudah dianggap sudah dewasa. Mereka secara langsung akan ditempatkan ke pekerjaan yang sesuai dengan keahlian.


Tidak ada diskriminasi dalam perekrutan. Bahkan untuk janda yang kehilangan suaminya, mereka juga mendapatkan pekerjaan yang tidak terlalu berat hanya seperti membuat pakaian, menjadi pengasuh panti asuhan, guru, dan pekerjaan yang tidak menguras banyak tenaga.


Beberapa dari mereka juga bekerja dibagian pabrik senjata untuk keperluan militer. Meski kualitas tidak terlalu baik mengingat minimnya anggaran.


Saat mendengar kata-kata minimnya anggaran dari mulut Deswara. Kening Arya mengerut dan dia kemudian melirik tajam kearah Putri Amanda yang berdiri di sampingnya.


Putri Amanda menelan saliva saat mendapat tatapan tajam dari Arya. Dia ingin memberi pembelaan dan alasannya mengurangi anggaran, tetapi Arya tidak memberinya izin berbicara.


"Baik kesampingkan dulu mengenai anggaran yang sangat minim itu. Tolong sekarang beri kesimpulan bagaimana perasaan kalian bekerja dibawah kepemimpinan Putri Amanda."


Arya mengalihkan pandangannya dari Putri Amanda dan menyapu tatapannya kearah semua orang dengan tegas. Dia tidak ingin ada kebohongan pada titik ini, dan mengharapkan jawaban pribadi dari semua orang.

__ADS_1


Deswara, Rajendra, Indera, Arjuna, Wira, Bagaskara, dan Fajar saling menatap satu sama lain. Mereka sudah sejauh ini dan tidak mungkin berbohong hingga membuat Arya meragukan kesetiaan mereka.


Disisi lain Putri Amanda mulai terlihat gugup saat permasalahan mengarah kepada dirinya. Putri Amanda khawatir jika Arya memecat dan menjadikannya tawanan rumah.


Yang paling buruk Arya akan merekrut wanita untuk dijadikan sekertaris baru, dan hal ini jelas membuat Putri Amanda tidak bisa menerimanya meski dia mati sekalipun.


Sampai kapanpun Putri Amanda tidak akan pernah rela ada wanita selain dirinya yang berdiri disamping Arya dan menghabiskan waktu dengan pria tersebut, karena hanya dirinyalah yang pantas untuk mengisi posisi ini.


Semua orang kini sudah memutuskan dan tidak perduli lagi jika setelah ini mereka akan dikuliti satu-persatu oleh Putri Amanda. Mereka kemudian mulai menceritakan kebenaran kepada Arya tentang kepemimpinan Putri Amanda.


Dibawah kepemimpinan Putri Amanda pembangunan berjalan lancar sesuatu catatan yang diberikan oleh Arya. Bahkan saat terjadi penyerangan oleh beberapa kelompok Bandit Gunung, Putri Amanda bisa mengatasi hal ini dengan cukup mudah.


"Bandit Gunung? Sudah lama aku menjumpai mereka. Jadi apa yang membuat beberapa kelompok Bandit Gunung menyerang Kota miskin ini?"


Arya mengelus dagunya menunjukkan ketertarikan saat mendengar penyerangan yang dilakukan oleh beberapa kelompok Bandit Gunung saat dia tidak sadarkan diri, atau sebenarnya hibernasi sementara waktu.


"Apa kau ingat dengan sekelompok masyarakat yang ingin memberontak? Mereka sepertinya sudah membuat kesepakatan dengan beberapa kelompok Bandit Gunung untuk mengacaukan pembangunan."


Indera menyampaikan pendapatnya. Bukan tanpa bukti, dia kemudian memberikan hasil penyelidikannya terhadap sekelompok orang yang ingin memberontak kepada Arya.


Garis hitam muncul diwajah Arya namun dengan cepat menghilang. Meski kejadian berlangsung singkat, semua orang menjadi gugup saat Arya membuat ekspresi dingin bahkan lebih menyeramkan dari Putri Amanda.


Dalam laporan yang diberikan oleh Indera. Arya mendapati bahwa kelompok pemberontak itu membuat kesepakatan dengan beberapa kelompok Bandit Gunung.


Bandit Gunung terkenal suka uang dan wanita. Jadi kelompok pemberontak menjanjikan beberapa wanita Kota Madya segar yang masih suci dan beberapa harta kepada kelompok Bandit Gunung jika mereka berhasil mengacaukan Kota Madya.


"Menjual saudara mereka sendiri untuk kekuasaan. Mafia sejati bahkan tidak akan melakukan hal ini meski terjadi konflik dengan saudara mereka."

__ADS_1


Nada bicara Arya terdengar berat saat mengomentari tindakan hina kelompok pemberontak itu. Tanpa sadar aura membunuh yang sangat pekat bocor dari tubuh Arya. Membuat semua orang merasakan tekanan besar, dan mendengar jeritan dari jutaan bahkan miliaran makhluk hidup yang sudah dibunuh oleh Naga Perak atau Arya dimasa lalu.


Arjuna, Fajar, Wira, Bagaskara, Deswara, Rajendra, Indera, bahkan Putri Amanda berkeringat dingin saat melihat puluhan jiwa makhluk hidup keluar dari tubuh Arya dan melayang di ruangan sambil menjerit.


__ADS_2