
Pasukan yang dipimpin oleh Kepala Penjaga Keluarga Buana mulai berlari kearah Arya, Fajar, dan Putri Amanda sambil memegang senjata ditangan mereka.
Melihat pasukan berseragam serba hitam sudah berada dalam jangkauan serang. Arya mengepalkan tangan dan memukul tanah, membuat permukaan tanah menjadi retak.
Seketika tanah berguncang hebat menciptakan gelombang kejut yang membuat beberapa pasukan penyergapan terhempas kebelakang.
Tetapi serangan Arya tak membuat pasukan dari keluarga Buana menjadi gentar. Sebagian dari mereka yang berhasil menghindari serangannya, terus melesat kearahnya.
Fajar dan Putri Amanda langsung melesat kearah sekumpulan orang asing itu, kemudian berusaha menghalau serangan mereka yang ditujukan kepada Arya.
Suara dentingan pedang mulai mengisi suasana hutan yang awalnya sepi menjadi ramai. Hewan-hewan yang berada di sekitar pertarungan mulai berlarian menjauh untuk menghindari serangan dari para manusia itu.
Arya saat ini dikelilingi oleh sepuluh orang yang mengincarnya, sementara sisa dari mereka sedang melawan Fajar dan Putri Amanda disisi lain.
"Apa hanya segini saja? Sepuluh orang Ranah Penyempurnaan Roh. Bahkan selusin orang yang berada di Ranah Petarung tidak cukup untuk menangkapku." Arya menggelengkan kepala seolah kecewa jika harus menghadapi sekumpulan orang yang memiliki ranah jauh di bawahnya.
Mendengar perkataan yang dilontarkan Arya kepada mereka, sontak membuat pasukan keluarga Buana merasa kesal karena Arya berani meremehkan mereka semua saat sedang terkepung.
"Bedebah! Kau jangan main-main dengan kami. Ranahmu saja tak ada bedanya dengan kami semua!" Seorang prajurit meluapkan emosinya dan menunjuk Arya dengan kesal.
Para prajurit itu mengetahui Ranah Kultivasi Arya sama dengan mereka. Tetapi pemuda itu justru bertingkah seolah memiliki Ranah yang berada di atas mereka.
Wajar saja kalau prajurit Keluarga Buana mengira Arya berada pada Ranah Penyempurnaan Roh, karena sebelumnya Arya sudah menggunakan formasi yang merubah sedikit struktur wajahnya dan memalsukan Ranah Kultivasinya.
Jika para prajurit itu mengetahui Arya berada pada Ranah Bumi, mereka akan langsung pergi sejauh mungkin. Ranah Bumi saat ini hanya bisa dicapai oleh para pemimpin sekte dan segelintir orang saja.
Hanya orang bodoh saja yang akan menantang seorang pembudidaya tahap Bumi. Mereka hanya orang gila yang meminta hidupnya untuk diakhiri dengan cepat.
__ADS_1
"Baiklah, kalian bisa mencobanya sendiri. Tapi sekali maju, aku tak akan membiarkan kalian pergi begitu saja." Arya tersenyum sinis membuat para prajurit keluarga Buana yang sedang menyamar merasa tertantang.
Arya kemudian memasang kuda-kuda bertahan dan memberi provokasi kepada semua orang yang berada disekelilingnya, untuk menyerang dirinya.
Tingkah Arya yang semakin menjengkelkan membuat para prajurit itu tidak lagi perduli dengan misi utama yang diberikan kepada mereka. Membunuh Arya sekarang menjadi prioritas utama.
"Matilah sialan!" Seorang prajurit berkata lantang menghunuskan pedang kearah Arya secara langsung dengan penuh kebencian dimatanya.
Beberapa prajurit lain juga mulai menyerang Arya secara langsung. Melihat Arya yang hanya diam saja membuat mereka yakin bahwa pemuda itu saat ini sedang ketakutan.
Senyuman tipis terukir diwajah Arya. Melihat seorang pembunuh bayaran menghunuskan pedang kearahnya, Arya menggerakkan sedikit badannya untuk menghindar dan memukul perut pembunuh bayaran itu.
Mendapat pukulan telak dibagian perut. Prajurit itu langsung sempat terkejut, sebelum tidak sadarkan diri dan terkapar diatas atas.
Melihat salah satu prajurit terkapar hanya dalam satu pukulan, tidak membuat mereka gentar. Emosi para prajurit Keluarga Buana justru semakin meluap untuk membalas dendam teman mereka.
Tidak terima melihat rekan-rekannya dijadikan karung tinju oleh target mereka sendiri. Seorang prajurit kemudian melesatkan anak beracun kearah pemuda itu.
Menyadari ada anak panah yang datang kearahnya. Arya ingin menghindar, tetapi tiba-tiba seseorang menjagal kakinya, dan membuatnya hampir jatuh.
Panah beracun yang diarahkan kepada Arya meleset ketika pemuda itu hampir dibuat jatuh oleh seseorang. Tetapi sebelum Arya jatuh ke tanah, seseorang menangkap punggungnya yang membuat Arya reflek memegang pundak orang itu agar terjatuh.
"Ck!" Putri Amanda berdecak sambil tersenyum kearah Arya yang saat ini hampir jatuh jika tidak dia tahan.
Sebelumnya Putri Amanda yang sudah mengurus beberapa prajurit Keluarga Buana yang menyamar menjadi pembunuh bayaran. Dia kemudian memperhatikan pertarungan Arya melawan beberapa pembunuh bayaran sekaligus dari kejauhan.
Putri Amanda kemudian menolong Arya saat melihat seorang pembunuh bayaran menyiapkan panah beracun dan menembakkan kearah Arya.
__ADS_1
Raut wajah Arya sedikit terkejut saat Putri Amanda membantunya. Ada rasa malu saat didalam diri Arya saat dirinya ditolong oleh seorang wanita, padahal sebenarnya dia bisa mengatasinya seorang diri.
Tiba-tiba seorang pembunuh bayaran mengangkat pedang hendak menebas Putri Amanda dari belakang. Arya yang melihatnya langsung melindungi Putri Amanda, dan menjadikan punggungnya sebagai tameng.
Dentangan terdengar ketika pedang milik pembunuh bayaran mengenai punggung Arya. Pembunuh bayaran itu kemudian melompat kebelakang saat pedangnya tak berhasil melukai Arya.
Tangan pembunuh bayaran itu terlihat gemeteran. Dia merasa saat menebas punggung Arya, seolah dia sedang menebas logam yang sangat keras.
Pedang milik pembunuh bayaran itu tak lama mulai retak kemudian hancur menjadi kepingan logam kecil, yang membuat beberapa pembunuh bayaran yang melihatnya terkejut.
"Ck!" Arya berdecak sambil tersenyum kearah Putri Amanda sama seperti yang dilakukan oleh wanita itu kepadanya saat menghindari anak panah beracun.
Jantung Putri Amanda langsung berdetak lebih cepat dari biasanya. Raut wajah Putri Amanda seketika merona saat melihat Arya tersenyum dan menyelematkan dirinya.
Disisi lain Fajar yang saat ini sedang kesulitan menghadapi dua prajurit Keluarga Buana sekaligus, melihat Arya dan Putri Amanda yang sedang bermesraan.
"Hei! Jangan bermesraan sekarang. Bantu aku, ini terlalu merepotkan untuk ku hadapi sendiri!" Fajar mengeluh saat melihat Arya yang bermesraan dengan wanita misterius berjubah aneh itu.
Fajar masih belum mengetahui identitas asli Putri Amanda karena wanita itu selalu menyembunyikan wajah dan tidak suka diajak bicara.
Putri Amanda yang berada dipelukan Arya langsung menyingkir dan menyembunyikan rona merah diwajahnya saat mendengar keluhan Fajar.
Jujur Putri Amanda tidak keberatan berada dipelukan Arya dan ingin lebih lama ada diposisi itu. Putri Amanda seketika merasa kesal kepada Fajar yang sudah mengganggu waktunya bersama Arya.
Putri Amanda kemudian meluapkan kekesalannya dan membuat beberapa prajurit Keluarga Buana yang ada disekitarnya menjadi patung es dalam hitungan detik.
Fajar yang melihat kemampuan wanita misterius itu berdecak kagum. Namun tiba-tiba entah kenapa dia merasa firasatnya mengatakan ada seseorang yang sangat membencinya sekarang.
__ADS_1
Sementara itu Arya yang melihat kemampuan Putri Amanda merasa kekhawatirannya terhadap wanita itu sia-sia. Merasa sudah menunda perjalanan cukup lama, Arya kemudian menggunakan Api Putih miliknya untuk membakar semua prajurit Keluarga Buana, dan menyisakan pemimpinnya saja.