
Pagi ini udara terasa sangat dingin dan menyesakkan bagi Putri Amanda. Saat membuka mata dia tidak menemukan sosok pria yang disetiap malamnya ia temani berada di sampingnya.
Benar, setiap malam dalam kurun waktu tiga bulan Putri Amanda akan menyelinap masuk dan menemani Arya yang tidak sadarkan diri. Meski tidak ada kontak fisik diantara mereka, Putri Amanda sudah cukup puas karena bisa menatap wajah menenangkan pria itu setiap hari.
Tidak menemukan kehadiran Arya di sampingnya kali ini, Putri Amanda merasa sesuatu hal yang membuatnya teriris. Dengan berat hati Putri Amanda bangkit dari tidurnya, merapihkan gaun hitamnya dan berjalan keluar dari kamar sambil memasang wajah sedingin es menyembunyikan kesedihannya.
Langkah Putri Amanda terhenti ketika sampai dipintu ruang kerjanya. Putri Amanda menghela nafas panjang sambil menutup mata dan membuka pintu itu, berharap keajaiban datang.
"Tuan Putri, sebaiknya jangan berjalan dengan mata tertutup jika kau tidak memiliki presepsi yang bagus. Ini hanya akan membuatmu celaka."
Suara pria yang tidak asing tiba-tiba masuk melewati telinga Putri Amanda. Tubuh Putri Amanda bergetar, dengan ragu dia kemudian membuka mata dan menemukan seorang pria duduk di meja kerja sedang melihat kearahnya.
"Arya..." Putri Amanda merasa lututnya mendadak lemas. Putri Amanda tidak percaya Arya benar-benar akan muncul, setelah sebelumnya pria itu pergi dan tidak akan pernah kembali lagi setelah dibuat kecewa.
Tidak bisa menahan diri lagi, Putri Amanda langsung menerjang Arya dan hanya dalam sekali tarikan napas dia sudah berada tepat dihadapan pria itu kemudian memeluknya.
Arya yang belum siap langsung terjatuh dari kursi bersama Putri Amanda. Mereka berdua tersungkur kebelakang diatas lantai. Tetapi wanita cantik itu sama sekali tidak mengendurkan pelukannya meski mereka jatuh tersungkur.
Putri Amanda menangis seperti anak kecil tidak bisa menutupi kebahagiaannya. Kekhawatiran akan ditinggal pergi oleh Arya kini dia luapkan diwaktu yang bersamaan.
Arya tertegun mencoba memproses apa yang sedang terjadi dengan Putri Amanda sampai menangis untuk kedua kalinya saat mereka bertemu.
"Benar-benar pria yang buruk membuat seorang wanita menangis karenanya." Dari dalam bayangan, Gardapati berdecak kesal memberi sindiran langsung kepada Arya.
__ADS_1
Gardapati merasa kesal karena seorang bujang menasihati hubungannya kemarin. Padahal sekarang pria itu sendiri membuat seorang wanita menangis.
"Diamlah..." Arya mengirim pesan batin kepada Gardapati yang sekarang bersembunyi didalam bayangannya. Dia merasa tersinggung dengan ucapan Gardapati, padahal dirinya sendiri tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Putri Amanda menghentikan tangisannya. Dia kemudian membungkuk dan menahan kedua tangan Arya sambil menatap wajah pria itu yang berada dibawahnya.
"Semalam kau pergi kemana setelah meninggalkan ruangan rapat tiba-tiba. Apa kau tidak tau aku mengkhawatirkanmu? Kumohon jangan pergi meninggalkanku lagi..."
Wajah Putri Amanda terlihat sembab menatap Arya dengan penuh kekhawatiran dimatanya. Beberapa tetes air mata Putri Amanda seketika jatuh mengenai wajah Arya, membuat pria itu tertegun.
Arya melepaskan kedua tangannya dari cengkraman Putri Amanda tanpa perlawanan sedikitpun dari wanita cantik tersebut. Dia kemudian memperbaiki posisinya membuat Putri Amanda duduk di pangkuannya dan menghadap kearahnya.
"Tenangkan dirimu. Aku akan menjelaskannya setelah kau cukup tenang. Kau akan membuat mata indahmu terlihat buruk jika menangis, mengerti?" Arya tersenyum hangat menyeka bulir air dipelupuk mata Putri Amanda.
Putri Amanda mengangguk pelan memejamkan mata merasa nyaman saat telapak tangan Arya menyentuh wajahnya. Setelah cukup tenang, dia kemudian membuka mata memberi tatapan menyelidik kepada Arya.
Pertanyaan menusuk keluar dari mulut indah Putri Amanda. Mencium aroma wanita dari tubuh Arya tentu membuat dirinya merasa kesal. Instingnya sebagai seorang wanita mengatakan Arya sudah main dibelakangnya dengan wanita lain.
Mendapat tatapan tajam dan pertanyaan menusuk dari Putri Amanda jelas membuat Arya terkejut. Perubahan suasana hati wanita cantik itu sangat cepat dari yang awalnya sedih menjadi sedingin es.
Suasana di ruangan itu seketika berubah menjadi mencekam dan tanpa sadar Arya mulai berkeringat dingin. Merasa tidak nyaman saat Putri Amanda mencoba mengintimidasinya.
Kejadian ini membuat Arya merasa seperti suami yang dicurigai berselingkuh oleh istrinya, setelah pergi semalaman dan tidak langsung pulang setelah bekerja.
__ADS_1
"Huh? Apa yang kau bicarakan. Semalam aku mengunjungi kediaman temanku dan karena hujan semakin deras, aku memutuskan untuk menginap semalam."
Arya dengan gugup berusaha menjelaskan kepada Putri Amanda. Dia sendiri tidak mengetahui alasannya menjadi gugup, dan berusaha mencari alasan yang masuk akal. Tentu saja dia tidak bisa menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada wanita cantik tersebut.
Melihat ekspresi Arya terlihat gugup. Insting Putri Amanda sebagai seorang wanita langsung bisa menebak dengan sangat mudah jika pria itu sedang berbohong kepadanya.
"Alasan yang tidak masuk akal. Kau seorang Pendekar Tongkat Tinggi dan hujan menghalangimu untuk kembali? Sepertinya kau memiliki malam yang hangat dengan temanmu itu, Arya?"
Putri Amanda tertawa lirih memberi senyuman tipis kearah pria itu. Dia kemudian meletakkan kedua tangannya pada bahu Arya, membuat pria itu langsung memiliki garis hitam di keningnya.
Tidak bisa memberi alasan yang lebih baik kepada Putri Amanda. Pada akhirnya Arya mengeluarkan Gardapati dari dalam bayangan dan memintanya untuk memberi penjelasan kepada wanita cantik tersebut.
Melihat seekor singa jantan berukuran tiga kali lipat dari gajah dewasa muncul diruangan tersebut. Putri Amanda langsung bangkit dan membuat pedang es untuk melindungi Arya.
Putri Amanda tentu mengetahui siapa singa itu setelah melihatnya berada dibelakang gelombang serangan Hewan Iblis kemarin.
"Gadis kecil, tenangkan dirimu. Aku disini hadir untuk mewakiliki Tuanku." Gardapati mengecilkan ukuran tubuhnya sampai mendekati singa pada umumnya agar tidak menakuti Putri Amanda.
Putri Amanda memiliki raut wajah suram. Dia kemudian melihat kearah Arya yang berada dibelakangnya, dan mendapati pria itu hanya mengangkat kedua pundaknya saja.
"Beri aku penjelasan yang masuk akal, atau bersiaplah untuk mengetuk pintu neraka!" Suara Putri Amanda terdengar datar dan aura dingin mulai keluar dibawah kakinya.
Sudut bibir Gardapati berkedut melihat Siluman Phoenix dihadapannya sedang mengancamnya. Tidak butuh waktu lama bagi Gardapati mengetahui Putri Amanda merupakan Siluman. Para Hewan Iblis memiliki presepsi tinggi yang membuat mereka bisa membedakan Siluman dan Manusia.
__ADS_1
Lagipula Siluman merupakan kerabat dekat Hewan Iblis. Hanya kemampuan untuk merubah wujud fisik menjadi manusia yang tidak bisa dilakukan oleh Hewan Iblis, berbeda dengan Siluman yang bisa melakukan hal tersebut.
Sebelum memberi penjelasan kepada Putri Amanda. Gardapati melihat kearah Arya terlebih dahulu, dan ketika sudah mendapatkan lampu hijau barulah dia menjelaskan kebenaran kepada wanita cantik itu.